MY DESTINY

MY DESTINY
episode 7



sebelum sampai dirumah Enrico menghentikan mobilnya di sebuah mol


"ngapain kesini kataku


" sekali-sekali aku traktir kamu makan kata Enrico


"terus Mama dan Papa kamu kataku karena aku tau tante Angy pasti dah buatin makan malam


" gpp aku dah WA mereka ko


sambil berjalan memasuki restoran yang sudah di pesan nya sejak tadi


pelayanan restoran tersebut sangat menghormati Enrico siapa yang tidak kenal dengan nya anak orang terhormat di kota A


Selesai makan kami pun kembali ke rumah setibanya dirumah Enrico membukakan seatbelt ku sambil berbisik "ingat perjanjian kita


aku hanya mengangguk kemudian kami berjalan masuk Enrico menggenggam tanganku, hatiku bergetar namun aku merasakan sakit disana..


Orang tua Enrico hanya tersenyum setelah menyapa kami berdua, aku dan Enrico pun berlalu menuju kamar masing-masing, aku menghempaskan tubuhku dan menarik nafas sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.. sifat Enrico yang berubah baik padaku membuatku berfikir mungkin ini tidak terlalu buruk, aku bisa mengunjungi kedua orang tua ku asal mengajak Enrico ucapku dalam hati


Enrico masuk ke kamarnya dia duduk di sofa sambil menaikan kakinya ke atas meja, ahirnya aku akan bisa masuk perusahaan Papa, aku yakin itu ucapnya dalam hati sambil tersenyum sendiri, tapi aaliya gak buruk juga, dia imut dan manis dalam hatinya kembali berkata sambil tersenyum.. tapi kemudian dia seperti tersadar "apaan sih ko bisa aku bilang dia manis ucapnya.


Baru akan beranjak menuju tempat tidur terdengar suara ketukan di pintu kamar Enrico,


" Mas Enrico di tunggu Bapak di ruang kerjanya suara asisten rumah tangga nya


"Iyah tunggu sebentar kata Enrico


Dia bergegas menuju ruang kerja ayahnya, sambil tersenyum " akhirnya... ucapnya dalam hati karena dia tau betul Papa nya pasti akan memberikan kedudukan di perusahaan..


Enrico mengetuk pintu ruang kerja Papa nya


"masuk kata Papa Enrico


Enrico masuk dan duduk di sofa


" besok kamu siap kerja? tanya Papa nya


"siap dong pah kata Enrico


" tapi kamu harus bangun pagi, bukan jadi alasan kamu kerja ga bisa antar aaliya kuliah


"iya Pah aku antar aaliya dulu sebelum ngantor ucapnya


" yasudah kamu istirahat sekarang besok kamu harus bangun pagi


"iya pah kata Enrico kemudian berpamitan kepada Papa nya


Keesokan paginya Enrico mengantarku ke kampus," Rico kapan kita ke rumah Mami Papi ucapku membuka percakapan dengan Enrico


"Nanti tunggu aku gak sibuk yah, aku baru masuk perusahaan nanti setelah aku bisa menyesuaikan diri di perusahaan aku antar kamu kerumahmu ucapnya dengan lembut dan menenangkan seolah Enrico tau aku sangat merindukan kedua orang tua ku


"Bener yah, jangan lama-lama tapii ucapku dengan sedikit manja


Iyah jawabnya singkat


aku pikir gak ada salahnya dekat dengan Enrico aku serasa punya teman baru.


Setelah mengantarku Enrico menuju perusahaan, sesampainya disana Papa nya langsung menunjukkan ruangan tempat kerja Enrico ruangan yang besar dengan meja kerja dan sofa disana, rak-rak buku yang berisi data-data perusahaan di belakang nya bahkan terdapat sebuah ruangan, ada kamar mandi tempat tidur dan sebuah lemari kecil yah ruangan tersebut di pergunakan sewaktu-waktu jika banyak pekerjaan dan harus menginap di kantor.


"Papa kasih kamu kepercayaan, kamu jangan sia-siakan ucap Papa nya dengan nada tegas


" Oke Pah aku akan bekerja dengan baik sahut Enrico sambil tersenyum.


Enrico bekerja dengan sangat serius hingga tiba waktu mendekati jam makan siang handphone nya bergetar, ada pesan masuk disana dan tertera nama Diana, Enrico membuka pesan dari Diana sambil tersenyum


Diana


"Sayang makan siang bareng yuk


Enrico


" Emang Kamu gak ada pemotretan


Diana


"Nggak ada jadwal hari ini besok aku baru ada jadwal


Enrico


" Yaudah bee cari yang agak dekat kantor ajah ya


Diana


"Iyah nanti aku sharelok tempat nya ya


Enrico


Tidak berapa lama Diana sudah mengirimkan lokasi mereka bertemu tepatnya di cafe dekat perusahaan Enrico, Sebuah cafe kecil namun asri dengan taman yang sangat indah, Diana sengaja memilih cafe kecil yang tidak terlalu ramai karena dia takut Papa nya Enrico tau kalau mereka bertemu. Tidak berapa lama Enrico datang, Diana pun melambaikan tangannya memanggil Enrico, Enrico tersenyum dan langsung mendekati Diana


mengambil tempat duduk di depan Diana, Enrico pun membuka percakapan


Enrico


"Kamu udah pesan bee


Diana


" Udah, aku juga dah pesan makanan favorit kamu sayang, gimana hari pertama kerja


Enrico


"Sibuk banget bee mungkin karena hari pertama


Diana


" Aku seneng loh sayang akhirnya Papa percaya sama kamu, bener kan apa yang aku bilang rencananya berjalan lancar


Enrico


"Iya bee makasih yah


Ternyata perjanjian Enrico dan aaliya Diana lah yang merencanakan, Diana yang memberikan ide tersebut pada Enrico.. Jam makan siang pun selesai Enrico kembali ke perusahaan


 


\*


 


Tidak terasa waktu menunjukan jam pulang kantor Enrico segera membereskan pekerjaannya dan bersiap menjemput aaliya diraih handphone nya dan dia mengirimkan pesan singkat pada aaliya


Enrico


" masih di kampus kan? tunggu sebentar aku jemput


aaliya


"Iyah aku tunggu


Tidak berapa lama Om Pras papa nya Enrico masuk


Om Pras


" kamu jemput aaliya kan Rico


Enrico


"iya Pah aku barusan dah chat dia


Om Pras


" Yasudah jangan buat dia nunggu lama


Enrico


"iya Pah Enrico duluan ya Pah ucapnya sambil berlalu pergi


aaliya menunggu Enrico di depan kampus sudah agak sepi disana karena kebanyakan mahasiswa sudah pulang, Tiba-tiba seorang pria tampan menghentikan mobil tepat di depannya kemudian membuka kaca mobilnya dan menyapa aaliya


" Masih nunggu? mau pulang bareng gak biar aku anter Pria tampan dengan kaca mata hitam nya dan alis tebalnya itu adalah Nathan teman seangkatan nya di Fakultas Ekonomi


"Nggak deh makasih ucap aaliya, aku nunggu ajah..


" Yakin nih ucap Nathan


"Iyah gpp sahut aaliya


Kemudian Nathan melajukan mobilnya dan menghilang, aaliya masih menunggu Enrico hingga tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya


" Nih sambil menjulurkan cup coffee dingin ke aaliya, "mau nunggu sambil bengong kan gak asik ternyata Nathan pergi membelikan kopi untuk aaliya


" Makasih ucap aaliya sambil mengambil cup coffee nya


"Duduk situ yu kata Nathan sambil menunjuk halte kampus


" Ayo kata aaliya


"Aku temenin deh kata Nathan sambil duduk di halte di samping aaliya, emang siapa yang jemput sih katanya lagi


" emm.. kaka sahut aaliya dia gak mau semua orang tau kalau dia sudah memiliki tunangan yang bahkan kekasih orang lain..


Perasaan aaliya anak tunggal deh batin Nathan