MY DESTINY

MY DESTINY
episode 85 KEBENARAN YANG TERUNGKAP



Nikhil menatap sayu wajah anaknya dengan buliran bening yang ikut membasahi pipinya. Bahkan jika Alika ingin mengamuk, menuntaskan kekesalannya. Nikhil akan menerimanya, karena dia pantas menerimanya, Pikirnya.


Alika menarik nafas dan kembali tersenyum. Kali ini senyumannya berubah menjadi tulus. "Aku senang bisa bertemu dengan ayah hari ini. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku sangat merindukan ayah."


Nikhil mengangkat wajahnya menangis haru. Nikhil membuka tangannya untuk memeluk putrinya. Alika langsung menyambut itu dan memeluk erat ayahnya. "Maafkan ayah yang tidak bisa menjadi orangtua yang baik untukmu anakku. Aku bahkan tidak pantas kau sebut sebagai seorang ayah." ucap Nikhil terisak.


"DRAMA MACAM APA INI ..."


Suara nyaring seorang wanita paruh baya mengalihkan perhatian mereka semua dan menatap kesumber suara.


Desy?


Ya, Desy ... seorang wanita yang tidak pernah dianggap oleh Nikhil. Wanita yang besar kepala, bahwa Nikhil akan menikahi dan memberikan cintanya, namun sampai saat ini Nikhil bahkan tidak pernah menikahinya. Wanita tidak tahu malu dengan tinggal dikediaman Nikhil tanpa status. Wanita Yang dulunya hanya dijadikan sebagai teman curhat, tidak lebih.


"Siapa gadis ini?" tanya Desy seakan jijik melihat Alika.


"Dia putriku, Alika." saut Nikhil.


Desy semakin benci menatapnya, saat mendengar nama Alika. Selama ini Nikhil seperti orang gila mencari tahu tentang keberadaan anaknya. Namun Marco selalu menutupi dan menyembunyikan Alika, hal itu sudah cukup membuatnya senang. Namun kali ini... Alika yang muncul sendiri dihadapannya. Dan hal itu menjadi ancaman baginya. Desy nampak menggertakkan giginya karena marah. Namun sayangnya dia tidak bisa melakukan apapun.


Nikhil sendiri paham dengan raut wajah Desy yang tidak menyukai kehadiran Alika. "Pergilah kekamarmu Desy, aku ingin bicara dengan putriku." ujar Nikhil menatapnya tajam. Desy menghentakkan kakinya dan menuju kamarnya dengan perasaan kesal.


"Ayah, Ika ingin ayah menemui ibu. Dan berdamai dengannya."


Nikhil nampak mengubah ekspresinya saat mendengar hal itu. Wajahnya berubah datar dan terlihat kebencian disana. "Maaf Alika ayah tidak bisa."


"Kenapa?" Alika menatapnya bingung.


"Ibumu telah melakukan perbuatan yang fatal. Ayah tidak bisa menemuinya, karena itu akan membuka kembali luka lama."


Alika semakin bingung karena ucapanya.


"Itulah tujuan kami datang kesini menemui anda. Bukan hanya untuk mempertemukan kalian berdua, tapi juga menyelesaikan masalah lama yang kalian tidak ketahui." saut Gio dengan penuh wibawa. Dan menyerahkan semua bukti kejadian sepuluh tahun silam yang telah berhasil diselidiki oleh ayahnya, dan dilanjutkan olehnya.


"Apa ini?"


"Bukalah .."


Nikhil membuka semua bukti yang ada didalam berkas itu dan memutar beberapa video aksi kejahatan yang ditutupi oleh beberapa orang. Nikhil terperangah kaget melihat semua bukti yang menyatakan bahwa Meycha tidak bersalah. Meycha yang tadinya dia sangka telah menghianatinya ternyata hanyalah korban dari kejahatan seseorang. Dan kejadian itu dimanfaatkan oleh Desy yang sejak lama mendambakannya.


Kesalahan terbesar Nikhil adalah mencurahkan isi hatinya pada orang yang salah. Pada orang yang jelas-jelas mengobarkan api dalam rumah tangganya. Yang mengakibatkan terlantarnya Alika. Dan Meycha sampai depresi karena ketidakpercayaan nya pada istri sendiri.


Nikhil terduduk lemas sembari memegangi dadanya. Dia ingat betapa bahagiannya rumah tangga mereka dulu yang saling mencintai sebelum ada penyusup yang masuk kedalam rumah mereka dan ingin memperkosa Meycha. Saat itu Nikhil baru pulang dari kantor. Bukannya merangkul istrinya, dia malah menuduh Meycha berselingkuh. Dan sejak saat itu rumah tangga mereka merenggang, Nikhil memilih lebih lama berada diluar dari pada pulang kerumah menemui anak dan istrinya.


Nikhil tidak bisa membayangkan betapa hancurnya Meycha saat itu. Betapa bejatnya dia sebagai seorang suami yang malah menelantarkan anak dan istrinya.


"Dimana? Dimana Ibumu sekarang?" tanya Nikhil disela isaknya.


"Ayo ayah, kita temui ibu sekarang."


Nikhil mengangguk setuju dan langsung pergi menemui mantan istrinya itu.


Didalam perjalanan Nikhil tidak hentinya menyesali perbuatannya dulu. Betapa bodohnya dia yang telah terprovokasi oleh Desy untuk meninggalkan anak dan istrinya. Nikhil menangis dalam diam. Alika yang berada disebelahnya tidak hentinya mengusap punggung ayahnya dengan Penuh kasih sayang.


~


Mereka telah sampai. Nikhil memijakkan kakinya dikediaman Gio dengan amat terburu-buru. Gio membukakan pintu kamar Meycha yang ditangani oleh dokter pribadinya. Sementara Nikhil masuk dengan tubuh bergetar hebat, saat melihat sosok yang terbaring lemah dihadapannya.


"Meycha ... Apa yang terjadi padanya?"


Nikhil mendekatinya secara perlahan. Menatap wanita yang dulu sangat dicintainya. Nikhil bahkan tidak perduli apakah Meycha akan memaafkannya atau tidak. Yang jelas saat ini dia sangat ingin memeluk wanita itu.


"Meycha, aku tahu aku tidak pantas mendapatkan maaf darimu. Namun aku akan tetap mengatakannya. Maafkan atas kebodohan yang selama ini aku lakukan, aku menyesal." lirihnya. Meycha tersenyum tulus menanggapinya.


"Semuanya sudah berlalu Nikhil. Aku senang masih bisa melihatmu disaat-saat terakhirku." bisik Meycha dengan lembut.


"Aku senang, akhirnya kau percaya bahwa aku tidak pernah menghianatimu." tambahnya lagi. Tangis Nikhil semakin pecah, merasa malu pada dirinya sendiri.


"Sekarang aku bisa pergi dengan tenang,!"


Kali ini Nikhil menggeleng keras. "Tidak Meycha jangan mengatakan hal itu. Kau akan sembuh, kita akan bersama lagi. Aku akan menebus semua dosa-dosaku."


Meycha kembali tersenyum."Tidak Nikhil, semua sudah berlalu. Kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Aku akan segera pergi, jika kau ingin menebus dosamu. Jagalah Alika, putrimu. Berikan kasih sayang yang selama ini tidak dia dapatkan darimu."


Belum sempat Nikhil menyela ucapannya, mata Meycha telah tertutup rapat dengan senyuman samar dibibirnya. Seiring dengan nafasnya yang berhenti berhembus.


Meycha telah tiada ...


Disaat kebenaran telah terungkap ...


Disaat Nikhil baru menyadari kebodohannya ...


Sayangnya, penyesalan yang dialami Nikhil tidaklah berarti lagi. Semua sudah terlambat. Istri yang dulu sangat dicintainya telah pergi. Dengan senyuman lega tersungging diwajahnya.


Nikhil menangis pilu. Meratapi penyesalan nya.


Sementara Alika juga ikut menangis tentunya. Namun Alika mencoba sekuat tenaga untuk tersenyum didepan jasad ibunya. Untuk membuktikan bahwa dia memanglah wanita yang kuat.


Dan Gio ...


Mendesah lega ...


Misi yang diperintahkan ayahnya telah sukses ia laksanakan. Sehingga Meycha bisa pergi dengan damai.


BERSAMBUNG .....


.......


TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.


***


HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA


JANGAN LUPA KASIH


LIKE 👍


KOMENTAR 😀


BINTANG 5


FAVORITE


KOIN


DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN


JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH*