
Nayna
Jantung Nayna seakan ingin melompat pada tempatnya. Dia benar-benar belum siap untuk melakukan hal gila apa yang diinginkan mereka.
Namun berbeda dengan Kendrick yang justru menampilkan senyuman kemenangannya.
Mereka semua bersorak menertawakan Nayna yang menjadi korban selanjutnya.
"Baiklah Nayna, kami memberimu tantangan untuk mencium salah satu pria yang ada di meja ini. Berhubung aku hanya setengah pria jadi kau tidak bisa mencium ku." ujar Thomy melirik kearah Kendrick yang ada dihadapannya.
Nayna mengerti maksudnya itu. Nayna melirik sejenak kearah Kendrick sebelum ia memutuskan pilihannya. Keraguan dan kebimbangan terlintas jelas dipikirannya. Dia tidak mungkin minum alkohol, Daniel pasti akan marah besar mengetahui hal itu. Namun dia juga tidak mungkin mencium Kendrick. Karena Nayna masih menjaga kehormatan suaminya meski dia sedang tidak bersama suaminya.
Nayna tidak punya pilihan yang bagus saat itu. Dengan menghela nafas panjang, Nayna mengucapkan pilihannya.
"Aku memilih minum wine." ujarnya mantap dan tegas.
Pilihan yang menurutnya bijak namun justru membuatnya masuk kedalam jebakan Kendrick sendiri. Kendrick menyeringai lebar. Sesuai dugaannya Nayna tidak mungkin memilih untuk menyentuhnya.
Nayna mengambil gelas yang telah dituangkan oleh Thomy minuman didalamnya. Dengan menelan ludah, Nayna langsung menenggak minuman itu sampai habis.
Mereka semua bersorak senang melihat Nayna yang begitu cepat menghabiskan minuman itu.
"Waw hebat ..." ujar Thomy bertepuk tangan dengan suara paling keras.
Nayna mengerjapkan matanya berkali-kali. Mencoba untuk tetap sadar dan terkendali. Namun sayangnya alkohol yang ada didalam minuman itu membuatnya tak sadarkan diri. Nayna ambruk dengan kepala tertelungkup diatas meja.
"Sepertinya dia mabuk. Aku akan mengurusnya." ujar Kendrick melangkah mendekati Nayna dan meraup tubuhnya untuk menggendongnya.
"Hey Ken, aku harap kau tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan." ujar Thomy seakan mengejeknya.
"Kita lihat saja nanti." gumamnya pelan, sembari membawa Nayna ke salah satu kamar yang ada disana.
Kendrick meletakkan tubuh Nayna secara perlahan diatas ranjang yang berukuran besar. Menatap wanita yang ada dihadapannya saat ini sebelum menarik tangannya. Kendrick menggerakan tangannya menyelusuri bentuk wajah Nayna yang begitu cantik. Kebaikan dan kecantikan Nayna membuatnya seakan lupa diri, bahwa wanita yang ada dihadapannya saat ini adalah milik orang lain.
"Kenapa kau memilihnya Nayna. Kenapa kau tidak melihat betapa aku sangat mencintai mu." bisiknya pelan tepat ditelinga Nayna. Nayna seakan menggeliat merasakan sesuatu yang hangat di telingannya.
Nayna membuka pelan matanya, merasakan ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.
"Daniel?"
Nayna merasa hawa panas menjalar keseluruh tubuhnya. Dalam keadaan seperti ini yang ada dipikirkannya hanyalah suaminya. Bahkan Kendrick yang ada dihadapannya saat ini dia anggap sebagai suaminya.
"Kenapa wangimu berbeda kali ini." ucap Nayna dengan nada lemah. Kendrick tidak menjawab meski begitu sakit rasanya karena Nayna menyebut nama suaminya. Tapi Kendrick seakan tehanyut dengan buaian sentuhan tangan Nayna diwajahnya. Tatapan Nayna yang sendu membuat Kendrick merasakan sesuatu yang ingin dia lampiaskan segera. Wajah Kendrick yang tadinya sendu berubah menjadi berkilat penuh nafsu.
Seperti orang kesetanan Kendrick memangut rakus bibir Nayna sampai berbunyi suara decakan. Kendrick menyapu keseluruh rongga mulut Nayna dengan deru nafas yang membangkitkan gairah yang telah lama menggelora. Meski Nayna mungkin merasa yang saat ini bersamanya adalah suaminya, namun Kendrick cukup senang karena Nayna membalas ciuman yang dipenuhi nafsu tersebut. Lidah diantara keduanya pun saling melilit dan bertautan satu sama lain. Menyalurkan gairah yang memuncak sampai keujung rambut.
Nayna memejamkan matanya seakan menikmati pertautan yang tiada ujungnya itu.
Tangan Kendrick sendiri sudah menggerayang kemana-mana. Menyentuh setiap lekukan tubuh Nayna yang masih terlihat sexy, meski telah memiliki seorang anak. Satu persatu kancing baju Nayna berhasil dia lepas, hingga mereka tidak memakai sehelai benangpun, hanya bertutupkan sebuah selimut.
Deru nafas dan gejolak gairah telah memuncak hingga tak terkendali lagi. Namun kegiatan itu tak sempat terselesaikan saat suara ponsel Kendrick berdering begitu keras. Membuat aktifitas yang
"Jika ini bukan hal penting, maka aku akan menembak kepalamu." ucapnya dengan nada dingin dan ancaman yang kental.
"Maaf mengganggu anda tuan, namun ada hal penting yang harus saya sampaikan. Semua anak buah kita yang terlibat dalam kecelakaan Nayna telah tertangkap oleh pihak musuh. Mereka telah membongkar kedok kita dan akan memberikan banyak bukti untuk melaporkan anda kepolisi tentu hal itu akan membuat reputasi anda hancur tuan." ujar anak buah Kendrick dengan suara bergetar ketakutan.
"Sial ... Kalau begitu bunuh mereka semua, jangan biarkan mereka menyerahkan bukti itu ketangan Daniel. Hancurkan semua bukti-bukti yang ada. Aku akan menemui pengacaraku untuk melawan tuntutan mereka." ujar Kendrick dengan kejam.
"Ba-baik tuan."
Daniel segera menutup telepon nya dan membanting ponselnya kelantai. Bukan hanya reputasi yang dipikirkannya. Namun juga dia tidak ingin Nayna mengetahui hal itu.
"KEPARATT," makinya kesal.
Hasratnya yang tidak tertuntaskan ditambah masalah yang tiba-tiba datang membuatnya menggeram frustasi. kendrick bahkan masih sangat bernafsu saat ini. Namun dia tidak bisa melanjutkan nya saat ini. Ada hal yang lebih penting yang harus segera dia urus. Untuk Nayna mungkin dia akan melakukannya nanti. pikirnya
Lagi pula masih banyak waktu. Setidaknya saat ini dia sudah bisa mengendalikan Nayna, dengan vidio yang telah sengaja ia rekam saat melakukan aktifitas mereka tadi. Kendrick yakin Nayna tidak akan bisa berkutik dengan ancamannya itu. Ditambah lagi surat perjanjian yang telah dia buat dengan sengaja menambahkan hal-hal yang menguntungkannya. Nayna akan terikat dengannya tanpa bisa melawan.
Kendrick tidak punya cara lain. Hanya inilah Satu-satunya jalan agar dia bisa memiliki Nayna. Meski dia harus menerima jika Nayna nanti akan membencinya habis-habisan. Namun itu lebih baik daripada dia tidak bisa memiliki Nayna sama sekali.
Kendrick menatap Nayna yang tertidur pulas dengan tubuh polosnya yang berbalutkan selimut. Kendrick menipiskan bibirnya, berjalan mendekati Nayna dan mengecup singkat keningnya. Lalu Kendrick memakai kembali pakaiannya untuk segera pergi dari sana menemui pengacaranya.
"Aku akan melepaskanmu kali ini. Tapi tidak untuk lain kali Nayna. Kau akan menjadi milikku, hanya milikku." gumam Kendrick menekankan ucapannya.
Dia segera pergi meninggalkan Nayna yang masih terlelap dalam tidurnya.
***BERSAMBUNG .......
TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.
***
HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA
JANGAN LUPA KASIH
LIKE 👍
KOMENTAR 😀
BINTANG 5
FAVORITE
KOIN
DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN
JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH***"