
Pagi sekali asisten rumah tangga Enrico sudah membangunkanku untuk ikut sarapan bersama, akupun segera menuju ke meja makan, tidak disangka saat aku membuka pintu kamar ternyata Enrico sedang berjalan menuju meja makan aku baru tau kalau ternyata kamar Enrico ada di sebelah kamarku, aku mencoba tersenyum padanya tapi apa yang kudapat?? dia malah membuang muka sepertinya tidak ingin melihatku.. Pikirku "masa bodoh lah sebenarnya akupun tidak terlalu peduli tentang itu.. Setelah sarapan akupun pergi ke kampus bersama Enrico sepanjang perjalanan dia hanya diam hanya ada alunan musik yg mengiringi perjalanan kami, akupun tak ingin mengajaknya berbicara, melihat wajahnya saja sudah membuatku malas.. (walau sebenarnya jika di perhatikan dia memang tampan) tapi untuk apa mengajaknya berbicara kalau ujung-ujungnya hanya akan membuatku sakit hati
Tiba di kampus Enrico langsung dihampiri ketiga temannya sambil menghampiri Enrico salah satu dari mereka berkata " Rico jadi ini sambil tersenyum melihatku dari atas sampai bawah, cantik sih katanya.. yang langsung di timpali dengan jawaban jutek Enrico " Biasa ajah!! "apaan orang cantik gitu kenalin dong ucap salah satu dari mereka, "namanya aaliya sahut Enrico kembali dengan nada jutek nya " Hai aaliya gw Aldo, gw Evan, gw Rendra sahut mereka bergantian. Gw aaliya jawab ku senang bisa kenal sama kalian, belum selesai aku bicara Enrico menarik ketiga teman nya pergi "udah ayo ngapain disini terus lagi lagi dengan nada jutek, Aldo berkata " lah itu aaliya gimana dong Rico, "biarin ajh dia bisa nyari fakultas nya sendiri jawabnya dengan nada ketus sambil berlalu meninggalkan aku sendirian.
Baru setengah hari di tempat kuliah aku sudah mendapatkan teman baru Lucu dan Anna mereka semua anak pengusaha yahh.. jelas saja karena kampus ku ini memang terkenal kampus untuk anak-anak orang kaya. Saat kami bertiga sedang mengobrol dengan seru tiba-tiba aku merasa haus, akupun pamit ke kantin sebentar "gw ke kantin dulu yahh haus, kalian mau titip minuman gak.. Lucu dan Anna pun menggeleng " nggak deh gw gak haus sahutnya.. Akupun bergegas menuju kantin kebetulan dari fakultas ku ke kantin agak jauh harus melewati taman sekolah, taman sekolah yang indah dan sejuk karena banyak pohon-pohon yang besar dan rindang disana dan juga bunga-bunga yang indah, sambil berjalan aku menghiruo udara segar di taman, tapi aku terkejut aku tidak sengaja mendengar suara pria dan wanita sedang bicara dan aku seperti mengenal suaranya.. Aku mencari asal suara itu, dan aku terkejut melihat siapa yg ada di balik pohon yg rindang Enrico dia sedang memeluk seorang wanita yang sedang menangis, dia membelai rambutnya lembut sambil berkata "aku gak akan ninggalin kamu sayang.. Aku janji, kamu percaya kan sama aku? si wanita mengangguk tanda mengiyakan apa yang dikatakan Enrico padanya Enrico mengecup lembut bibir wanita itu, aku hanya bisa terdiam sambil terkejut melihat adegan tersebut, " ya Tuhan Enrico dah punya pacar ternyata seruku dalam hati.. kemudian aku dengan cepat berlalu meninggalkan mereka aku takut kalau Enrico tahu aku menguping pembicaraan mereka..
malam harinya kami makan malam bersama tak ada yang istimewa semua berjalan seperti biasanya, Enrico selalu menjaga jarak denganku tapi berbeda dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayangiku.. Mungkin itu alasan aku tetap bertahan disini, karena permintaan orang tuaku, dan juga karena orang tua baru yang sangat menyayangiku