
BUKAN HAMIL
Setiap orang pasti akan merasakan sibuk disetiap datangnya pagi. Entah dalam hal yang positif ataupun sebalik nya. Sama halnya dengan pasangan suami istri yang baru saja menikah beberapa bulan lalu.
"Ya ampun mas. jahat banget kamu tuh ya"
Teriakan Alista menggema hingga disetiap sudut rumah.
Azri yang sedang mengenakan baju mendengar istrinya berteriak hanya mendengus kesal.
"Apaan sih Lis. Pagi-pagi brisik aja kamu tuh"
"Tega kamu mas. Udah tau hape aku mati tapi sama kamu nggak di caz'in"
"Aku mana tau Lis. Kalo hape kamu mati. Kan kamu yang pake sampe diajak tidur aja nggak mau. Kenapa nggak kamu aja yang caz"
Ia ingat semalam sepulang bekerja sampai Azri akan tidur istri nya itu masih sibuk dengan hapenya.
"Iih kamu tuh mas. Kan kamu tau tadi malem aku ketiduran. Aku kan pengen nonton acara mamah dedeh"
"Tv juga ada. Ngapain pake hape"
"Ih kamu mah jawab mulu dari tadi sih. Aku kan maunya pake hape mas"
"Ya udah caz aja sekarang. Kan masih bisa"
"Mana bisa, udah siang begini. Pasti habis acaranya."
Azri semakin geram dibuatnya. Entah apa yang membuat istri nya itu pagi-pagi sudah aneh begini. Padahal biasanya tidak pernah begini. Sudah dia bangunnya kesiangan. Bukan segera menyiapkan sarapan untuk suaminya malah marah-marah batin Azri kesal.
"Udah siang Lis. Kamu bukannya bikin kopi buat suami malah ribut sendiri begini"
"Kamu tuh kenapa sih. Nggak biasanya begini?"
Tanya Azri masih penasaran. Alista memutar bola matanya jengah. Baru saja ia akan mengucap sesuatu
"Ada apa sih? Pagi-pagi teriak-teriak?"
"Tau nih bu. Nggak ngerti juga aku."
Ya. Itu ibunya Alista, ayah dan ibu memang sudah pulang dari Sumatera beberapa hari yang lalu.
"Udah ya. Udah siang, aku harus berangkat kerja" ujar Azri kepada istrinya kemudian mengecup keningnya dan berpamitan kepada ibunya. Alista hanya menjawab dengan deheman.
"Kenapa kamu Lis? Ribut sama suamimu?
"Hape aku mati bu. Ck, nggak lihat apa aku lagi nge-caz hape dari tadi?"
"Ya elah gitu aja marah-marah kaya kemalingan duit." ibu menggeleng melihat tingkah anaknya " lagi PMS kamu? Masalah kecil aja marah"
Ups. Tunggu
Alista mulai menyadarkan otak nya dan menimang kembali apa yang barusan ia lakukan.
Ya Tuhan. Dia sampai mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri hanya karena hapenya mati. Dan dia lupa kalau tamunya memang baru datang kemarin sore. Oh, pantas saja ia sangat emosional pagi ini. Ia meringis mengingat tingkahnya tadi. Ia harus minta maaf nanti kepada suaminya batin Alista.
Alista segera beranjak melihat kalender yang ia gantung di dinding kamarnya.
Ia ingat setiap ia datang bulan pasti ia akan melingkari nya. Dan ia mengingat lagi sudah berapa bulan ia menikah dengan Azri. Tapi sampai saat ini ia masih saja datang bulan alias belum hamil. Padahal ia hitung sudah empat bulan mereka bersama.