
Aku masih ingat ciuman itu, ciuman pertamaku dan bukan dengan orang yang kuharapkan aku masih terus menangis mengingatnya, hingga aku tertidur
Enrico
Matanya berputar melihat langit-langit di kamarnya, "Aku gk seharusnya begitu sama aaliya, tapi aku ga sadar tiba-tiba aku sudah menciumnya Haahh menghela nafas sambil mencoba memejamkan matanya agar dpt tertidur, "tapi biarlah, biar ini jadi pelajaran untuknya ucapnya dalam hati..
Tidak terasa waktu berlalu, hubungan aaliya dan Enrico berjalan biasa saja, mereka hanya mencoba akrab di depan kedua orang tua Enrico, sesekali Papi dan Mami aaliya menghubungi aaliya untuk menanyakan bagaimana hubungan aaliya dan Enrico tentu saja aaliya berbohong dengan mengatakan hubungan mereka baik-baik saja..
Enrico sudah menyelesaikan kuliah nya tapi ada syarat yang di ajukan oleh Papa nya jika Enrico menginginkan jabatan sebagai Direktur maka dia harus bisa lebih dekat dengan aaliya.
Enrico memutar otak bagaimana caranya agar dia bisa lebih dekat dengan aaliya, akhirnya dia menemukan ide.. Ohh.. Oke ucapnya dalam hati.
aaliya pagi-pagi sekali sudah bersiap pergi ke kampus, tiba-tiba Enrico menawarkan diri untuk mengantarnya di depan kedua orang tuanya, "aaliya pergi ke kampus biar aku yang antar yah sahutnya dengan nada yg ramah
aaliya sedikit heran dengan sikap Enrico dia agak sedikit takut dan menolaknya
" Gpp ko ka Rico aku biar di antar Pak Supri ajah, takutnya merepotkan ucap aaliya
"Gpp sayang biar Enrico antar kamu, lagian sehabis kuliah dia blm ada kegiatan apa-apa ucap Tante Angy.
" Iya benar biar Enrico yang antar jemput kamu sahut Om Pras
aku tidak bisa menolak ucapan mereka, aku hanya mengangguk pasrah
Sesampainya di mobil secara tiba-tiba Enrico memasangkan seatbelt padaku hingga wajahnya sangat dekat denganku, jujur ada sesuatu yang bergetar dalam dadaku, melihatnya begitu dekat wajahnya yang tampan dan parfumnya yang membuat siapapun merasa tenang berada di dekatnya, tapi aku tersadar "ahh, lupakan ucapku dalam hati kedua orang tua Enrico terlihat bahagia melihat Enrico yang berubah manis terhadapku, tak lama kemudian Enrico melakukan mobilnya..
" Rico ini kan bukan jalan ke kampus ucapku dengan nada pelan, aku takut dia akan berbuat sesuatu kepadaku
"Gpp aku gak akan bawa kamu ke tempat aneh-aneh ko ucapnya
" Terus ini mau kemana
"Kamu inget Om Allan gak? dia pengen ketemu kamu ucapnya
aku ingat Om Allan masih teman nya Papi Mami ku dan teman orang tua Enrico juga, tapi sayangnya mereka tidak mempunyai anak setahuku..
" Iyah aku ingat ucapku sambil tersenyum, aku lega ternyata Enrico tidak ada niat yang tidak baik kepadaku..
Tidak butuh waktu lama kami sampai dirumah Om Allan, istrinya Tante Maria menyambutku hangat dan memeluku
"aaliya sayang terakhir tante ketemu kamu masih kecil masih SMP, sekarang sudah jadi gadis yang cantik ucapnya sambil mengembangkan senyumnya
" Iya tante, tante sama Om ga pernah ke tempatku lagi sih ucapku dengan sedikit manja karena Tante Maria sangat memanjakanku saat aku masih kecil dan aku masih sangat mengingatnya
"Ayo masuk Om kamu sengaja gak ke kantor begitu tau kalian mau kesini ucapnya
Om Allan salah satu orang kepercayaan Papa nya Enrico dia membantu Papa Enrico menjalankan perusahaan hingga besar seperti sekarang..