MY DESTINY

MY DESTINY
episode 1



aku aaliya putri tunggal dari seorang pengusaha besar Hadi Prayoga Bara adalah ayahku pengusaha no 1 di kota B sekaligus masuk daftar 10 pengusaha besar di Indonesia.. Orang yang Tegas dan sangat di Hormati. Evelyn Ibuku sangat lembut tapi cukup tegas pula


Jangan di tanya apakah aku bahagia menjadi putri mereka, "iya aku bahagia dan bangga" tapi ada satu hal yang kurang, aku tidak bisa menentukan masa depan ku sendiri. Semua telah diatur, pakaian, gaya rambut, aku sekolah dimana, berteman dengan siapa, bahkan jodohku sendiri mereka yang mengatur nya, lelah, aku tidak pernah menjadi diriku sendiri..


Tapi aku masih bersyukur atas semuanya, banyak orang yang lebih tidak beruntung di banding aku. .


Aku berumur 18 tahun sekarang, Lulus SMA dan akan melanjutkan kuliah di kota A.. Kenapa harus di kota A? karena aku telah di jodoh kan dengan seorang anak pengusaha di kota A Prasetyo Wibowo, sedangkan putranya bernama Enrico Prabowo. Pengusaha terkaya di kota A dan juga masuk 10 Pengusaha terbesar di Indonesia. Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan perjodohan ini. karena aku baru akan di nikahkan saat aku berumur 20 tahun, dan.. aku secara sembunyi sembunyi memiliki kekasih namanya Adrian anak pengusaha juga di kota B meskipun perusahaan nya tidak sebesar perusahaan ayahku dan calon suamiku (menyebutnya saja aku merasa malas)


Hari ini jadwal ku berangkat ke kota A sementara Adrian tetap melanjutkan kuliah nya di kota B. pesawatku berangkat jam 2 siang, jam10 pagi Tiba-tiba handphone ku bergetar dan tertulis pesan dari Adrian


Adrian "kamu dah berangkat yank?


kubalas " sebentar lagi yank, aku malas sebenernya.. aku mau disini aja sama kamu


Adrian "kamu yang sabar yank tunggu aku sukses, aku akan datang jemput kamu.. kamu jaga diri yah disana


kubalas " iyah,, aku akan nunggu kamu datang untukku..


Malas rasanya mengingat aku di kota A akan tinggal di rumah paman Prasetyo bahkan yang membereskan semua keperluanku hanya asisten rumah tangga di rumahku, sedangkan aku hanya bermalas malasan di kasur ku hingga pintu kamarku terbuka dan mami ku yang cantik pun masuk.. " aaliya sayang cepat siap siap kita ke bandara hari sebentar lagi, sambil membelai rambu panjang ku, kupeluk manja mami ku sambil berkata "aaliya gamau pergi mii.. aaliya mau disini ajah sama mami sama papi.. sambil berharap semoga keputusannya berubah walau hanya 1% kesempatan kenapa tidak dicoba kan?


mami ku menjawab dengan tegas " kamu sudah besar aaliya ini tanggung jawab kamu sebagai putri dari keluarga Bara.. Cepat bersiap mami sama papi tunggu kamu di mobil..!


tidak sampai 30 menit aku sudah rapi dengan rambut panjang hitam yang ku ikat kaos putih besar, celana pendek di atas lutut dan sepatu kets warna hitam hmm.. aku sengaja tidak berdandan hanya mengoleskan sedikit lip balm di bibirku aku tidak memakai bedak hanya oelembab saja, tapi karena perawatan yang sering dilakukan tetap saja wajahku kelihatan bersinar,, tapi aku hanya ingin terlihat biasa saja nanti di depan keluarga paman Pras..


aku berlari kecil ke arah mobil yang akan mengantarku ke bandara, didalamnya terlihat mami dan papi ku sudah menunggu.. Sambil tersenyum papi memanggilku "ayo aaliya cepat sedikit.. Aku pun cepat cepat masuk ke dalam mobil dan duduk di antara papi dan mami ku.. ku bergelayut manja di tangan papiku sambil berkata dengan manja" piihhh aaliya gamau pergii.. Aaliya mau disini ajah sama papi sama mami.. Sambil tersenyum Papi pun menjawab " aaliya janji itu harus di tepati, kita harus bertanggungjawab atas apa yang telah kita ucapkan.. sambil mengelus rambutku sebentar Papi akan menelpon Om Pras sahutnya kembali.


Papi kemudian mengambil handphone nya kemudian menghubungi Om Pras calon mertuaku yang sekaligus sahabatnya, dan kemudian terdengar suara terhubung dari sebrang sana..


Om Pras " Halo Hadi aaliya sudah berangkat?


Papi " lagi di jalan Pras pesawat aaliya berangkat jam 2 sekitar 1 jam paling sudah sampai


Om Pras " Yasudah nanti aku suruh Enrico jemput dia di bandara..


Papi " Oke Pras aku titip aaliya..


Om Pras " Kau tenang saja aku akan menjaga aaliya seperti anakku sendiri..


Singkat cerita aku pun sampai di bandara, aku memeluk Papi dan Mami ku kemudian aku pun langsung menaiki pesawat yang akan mengantarku ke kota A.