MY DESTINY

MY DESTINY
Menonton Boys Over Flowers



Besoknya saat sarah terbangun ia melirik depanya dan sedikit kaget karna anaknya tidak ada atas ia terbangun dari baringnya dan bersamaaan dengan itu pandu datang membawa napan berisi bubur ayam, tumis pakcoy, buah apel yang sudah di potong kecil kecil, sup bening ayam kampung ,tempe goreng, dan susu.


"Baru aja mas mau bangunkan tadi kamu udah bangun aja."


Pandu menaruh makananya di atas meja "Mas Emma mana?"


"lagi berjemur di luar sama bapak."


Sarah yang mendengar hal itu sedikit tenang dan ia melihat menu makanan yang pandu bawa tadi.


"Loh kok temben basa aja masakan hari ini??"


"Kokinya gak bisa datang pagi ini karna ada urusan keluarga, paling siang aja dia datang. Dan karna mas gak tau apa yang mau di masak jadi mas buatkan makan pagi ini 4 sehat 5 sempurna."


"Makasih yah mas."


"Mau mas suap??"


Sarah mengangguk lalu pandu pun duduk di bangku yang ada di pinggir kasur dan langsung menyupinya.


Setelah setengah jam menyuap sarah kemudian tak lama terdengar suara tangis Emma yang makin lama makin mendekat.


"Udah aja mas kayaknya bapak udah balik."


Lalu pandu menaruh makanan sarah ke atas meja lalu ia menghampiri  pintu dan langsung membukanya dan terlihat Emma yang manangis di pelukan joko lalu pandu mempersilahkan joko masuk dan saat masuk ia langsung memberikan Emma pada sarah dan sarah berusaha menengkanya.


"Aduh duh, kayaknya ada yang udah lapar."


Lalu sarah pangsung menyusui anaknya saat itu juga sedangkan joko  duduk  di sebelah bangku yang pandu pakai tadi.


"Bapak kira semalam udah kerumah sakit kalian tadi, kenapa malah lahiran di rumah."


"Maaf pak."


"Kalok memang dari awal gak mau lahiran di rumah sakit kan bisa bilang nanti di carikan bidan yang bisa membantu persalian mu di rumah."


Sarah makin meras bersalah "Iya maafkan aku pak, nanti lain kali gak ngulang lagi."


"Bagai mana perasaan mu sekarang??"


"Aku sekarang merasa lebih ringan sekarang tapi perut ini masih berlemak nanti diet lagi biar balik kurus."


"Jangan coba-coba diet, nanti asi buat Emma sedikit tunggu sampai Emma berusia 1 tahun baru kamu diet."


Sarah seperti tak bisa berkata karna ayahnya terus menegurnya"Iya bapak.".


...××××...


Singkat cerita siangnya pandu memang tidak bekerja karna ia masih mengurus sarah dan semua jadwal selama 1 minggu ia tunda semua karna ia harus menjaga istrinya, walau sebenarnya dia bisa membayar suster untuk menjaganya namun ia tetap mau secara langsung menjaga sarah karna wanita itu masih belum bisa banyak beraktifitas jadi apa pun yang ia butuhkan akan pandu ambil, dan ia juga ingin menghabsikan waktu dulu dengan putri kecilnya yang baru lahir.


"Mas tolong nyalakan Tv  aku mau nonton bentar."


Pandu yang sedang bermian dengan putrinya lantas bangkit lalu menyalakan TV setelah itu ia balik lagi dan sarah memilih Filem yang mau ia tonton.


"Bagusnya nonton apa yah. Drama cina bosenin, pasti tetang bos-bos terus, sedangkan Derama korea udah sering nonton pengen yang lain."


Dan sarah terpangku pada sebuh filem "Filem f4 thailand: Boys Over Flowers kayaknya baru keluar 2021 kemaren. Coba ini deh."


Lalu sarah mulai menekan filem itu dan memulainya dari Episode satu dan saat menonton sarah begiti tegang karna lagi seruserunya namun terdengar suara tangis Emma yang membuat dia menganggkatnya sebentar lalu menyusunya dan bangkit dari duduknya lalu ia berdiri sambil menepuk bokongnya pelan agar ia tidur namun pandanganya masih pada Tv.


"Asaga tegang sekali menontonya."


"Habisnya seru sih mas."


Namun perlahan Emma tertidur di pelukan sarah namun sarah masih menepuknya "Itu anaknya gak usah di tepuk lagi udah tidur juga, nanti malah kebiasaaan."


"Emma tidur baik-baik yah, mama mau nonton." 


Lalu sarah segera kembali ke kasur dan fokus menonton pandu yang melihat hal itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sarah.


Saking serunya tak terasa sarah sudah selesai menton 3 Episode namun karna Emma menangis lagi membuatnya mematikan Tv lalu ia fokus menyusu anaknya sedangkan pandu sibuk merapikan barang anaknya yang sudah sarah lipat sore kemarin ke dalam lemari namun anak itu tak mau berhenti dan sarah memeriksa popoknya.


"Aduh anak mama pup rupanya, pantasan aja kebangun. Mas tolong ambilkan selimut , popok baru dan tisu basah."


Pandu bangkit lalu menyiapkan apa yang sarah minta dan setelah mendapatkanya ia memberikannya pada istrinya setelah itu ia ikutan duduk.


"Apa kamu bisa??"


Sarah mengangguk lalu ia menaruh selimut di bawah tubuh putrinya lalu ia menarik ke atas pakaianya dan perlahan melepas popoknya dan pandu sedikit kaget.


"Pup bayi memang gitu yah, gak ada baunya"


"Iya mas, kan dia belum bisa makan makanya gak bau."


Lalu sarah membuang popok bekas pup Emma ke tong sampah yang memang sudah di siapkan lalu ia  membersihkan bagian bawah anaknya dengan tisu dan Emma nampak berhenti menangis setelah sarah melepas popoknya dan bahkan ia balik tidur.


"Habis di ganti popok sama mamanya sekarang udah tidur lagi."


"Iya dong papa emmakan cuman gak nyaman aja makanya nangis."


Lalu pandu mencium wajah putrinya kecilnya "Gemesin banget sih putri papa."


Setelah selesai memasangkan popok sarah memasang lagi celana putrinya lalu menyimpan tisu basah, dan selimut  yang ia gunakan tadi langsung ia taruh ke keranjang cucian khusus punya Emma, karna selimutnya terkena pupnya sedikit jadi harus di cuci.


Baru setelah itu ia balik membawa hp untuk menggambil gambar putrinya.


"Ih gemesinya anak mama."


Sarah terus menggambil gambar dan setelah selesai ia pun memberi tau suaminya hasil fotonya.


"Mas kira-kira yang mana bagus kita kirimkan buat tanye Erna??"


"Yang nomor 8 itu bagus."


Sarah melihat gambar yang ke 8 dan ia nampak girang "Ih gemes banget anak mama."


Tak lama pandu pun men*ium pipinya dan sarah seketika menoleh padanya "Ih mas pandu nakal. Anak mu lagi lihat lo."


Lalu sarah menganggkat Emma "Ayo kita ketemu kakek mu aja sekalian makan siang, dari pada kita di sini nanti bapak mu malah aneh-aneh lagi."


Lalu sarah membawa putrinya pergi namun ia nampak kesulitan membuka pintu namun pandu langsung membukakan untuknya.


"Silahkan lewat nona cantik."


"Dasar gombal." Lalu mereka sama sama keluar dan menaiki lift turun ke bawah.


Saat pintu lift terbuka sarah lantas kencium aroma enak "Wah Aromanya harus sekali."


Lalu berjalan ke luar dari lift dan bersama aan dengan itu joko juga keluar dan ia tersenyum melihat sarah yang membawa Emma.


"Aduh, cucuku yang paling cantik."


Lalu joko mendekat dan sarah pun membiarkan joko menggendongnya "Kamu sama pandu makan dulu sana bapak udah makan tadi."


Lalu joko membawa cucunya ke ruang tamu dan duduk di sofa sedangakn sarah dan pandu makan siang.


Bersambung......