
"Inna."
Aku langsung menoleh ke arah Devan saat dia memanggil namaku.
"Inna, tugasku membawamu keluar dari hutan ini sudah selesai. Sekarang pergilah dari sini, jaga vero dan dengarkan perkataan Alpha Sanno. Dia adalah teman baikmu kan, dia akan melindungimu dan Vero dari Haganara. "
Aku sungguh dikejutkan dengan apa yang kulihat saat ini. Devan yang berdiri di depanku tersenyum sambil menitihkan air matanya. Tubuhnya bercahaya dan perlahan mulai memudar.
"Devan! A-apa yang terjadi padamu? Kenapa tubuhmu memudar seperti ini. "
Aku,
aku benar-benar tak mengerti dengan semua ini. Kenapa? Kenapa tubuh mateku memudar dan semakin tak terlihat. Air mataku tak henti-hentinya membasahi kedua pipiku. Aku menggenggam erat tangan Devan, mengisayaratkan padanya untuk tak meninggalkanku.
"Inna, Kamu harus segera menyadari hal ini, aku telah tiada.
Saat ini aku sengaja masuk ke alam mimpimu untuk mengatakan selamat tinggal padamu, sayangku. "
Aku tak bisa menahan setelah mendengar perkataan Devan.
Dia, Devan sudah tiada? Itu tidak mungkin.
"Kumohon sayang, jangan membuat lelucon seperti itu. "
Devan hanya tersenyum memandangiku.
Perasaanku, hancur dan sakit karna tiba-tiba saja aku menyadari bahwa memang Devan sudah tiada. Ingatan saat aku melihat darah yang mengalir deras dari dada Devan, Ingatan kedua tanganku yang berlumuran darah milik Devan. Kini aku ingat semua itu,
Aku....
Aku telah membunuh mateku sendiri.
"Inna, jangan pernah menyalahkan dirimu atas hal ini. Ini adalah takdir hidupku dan kamu harus ikhlas menerimanya. Berhentilah menangis, berjuanglah untuk seluruh kaumku yang ada didunia ini. Bantu Alpha Sanno dan Diana melindungi manusia.
Inna,
Jangan mencemaskan ku lagi. Sekarang aku bisa tenang jika kamu mau memaafkanku karna tak bisa menemanimu lagi. Kumohon maafkan aku, Inna. "
Apa ini?
Bahkan kedua tangan Devan yang kugenggam saat ini rasanya juga mulai sulit untuk kusentuh. Tubuh Devan benar-benar memudar sepenuhnya.
"Sayang jangan pergi! Kembalilah kemari Devan!
Aku....... hiks
aku tak bisa bahagia tanpamu, kumohon kembalilah. "
Mulutku dipenuhi suara isak tangis begitu sulit untukku mengatakan apapun. Hatiku terasa sakit sekali,
Apakah seperti ini rasanya kehilangan seorang mate?
Aku tak berdaya, hanya bisa melihat Devan yang terus memudar dan menjauh dariku. Bahkan kedua mataku juga sulit untuk melihatnya karna di penuhi dengan cairan bening yang terus mengalir membasahi pipiku.
"Selamat tinggal, Inna.
Aku akan menunggumu sampai saatnya kita akan bersama selamanya. Terima kasih karna selama ini sudah memberi kebahagiaan dihidupku. Aku sangat mencintai dan menyayangi kalian, tetaplah hidup sebagai Inna yang kukenal yaitu Inna yang baik hati, Inna yang tangguh, Inna yang selalu riang dan tersenyum. Kumohon jangan bersedih dengan kepergianku Inna, kumohon. "
Yang terakhir kulihat adalah senyuman dari Devan sebelum dirinya benar-benar menghilang. Sungguh, apakah harus seperti ini? apakah harus secepat ini?
Aku mohon jangan meninggalkanku.
"Devan!!! "
Allea Pov
Tuhan,
apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini? Banyak hal aneh yang kulihat di sekelilingku. Mahkluk aneh yang mengerikan dan seseorang yang kusangka telah tiada ternyata saat ini masih hidup, menggendongku. Kurasakan bahwa tubuhnya benar-benar nyata dan kurasa aku juga tidak sedang bermimpi.
Sanno,
seseorang yang saat ini kucintai, seseorang yang selalu kunantikan hadir didalam mimpiku ternyata masih hidup. Walaupun banyak perubahan yang begitu mencolok pada dirinya namun aku bisa merasakan bahwa dia adalah Sanno yang kukenal selama ini.
Jujur hatiku saat ini merasa sangat gembira dan berbunga-bunga. Tangisan dan kesedihan dalam hatiku hilang saat ini juga karna dia telah hadir kembali dihidupku, melindungiku, dan tetap mencintaiku.
"Sanno, kita mau kemana sebenarnya? "
Sanno yang menggendongku dan Brian yang mengikuti kami dari belakang melompat dari pohon ke pohon di sebuah hutan. Aku tidak tau tujuan mereka mau kemana, tapi yang sempat Sanno katakan bahwa dia akan membawaku ke tempat yang aman.
"Allea, aku akan membawamu ke rumah baruku. Rumah yang kugunakan untuk melindungi seluruh manusia yang terselamatkan dari Iblis-iblis itu. "
Seluruh manusia?
Berarti mahkluk itu tidak hanya menyerang daerah tadi tapi seluruh dunia.
"Lalu bagaimana dengan ayah, ibu, dan bibiku, apa mereka baik-baik saja? "
Sungguh aku sangat mengkhawatirkan mereka. Keluarga yang paling kusayangi dan aku tidak ingin sampai kehilangan keluargaku.
"Kamu tak perlu khawatir Allea, semua keluargamu sudah diselamatkan oleh Inna dan Diana. "
Ah ya, aku baru mengingat perkataan Sanno tentang Diana.
"Sanno, kamu belum menjelaskan padaku kenapa kamu bisa selamat. Dan apa yang terjadi? Diana dan Inna, sebenarnya apa dan siapa mereka itu. "
Ya aku sangat bingung dengan hal ini. Semuanya terlihat begitu aneh, dari kekuatan yang mereka miliki kurasa itu diluar kemampuan manusia biasa.
Aku mengangguk dan berdehem menandakan aku siap mendengarkannya. Sebenarnya aku sudah memikirkan hal itu, melihat gelang itu sepertinya....
Untuk beberapa saat Sanno terdiam, menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaanku.
"Aku, Brian, Inna dan Diana, kami adalah srigala besar yang selalu menemuimu di rumah bibimu itu. "
Normal Pov
"Aku, Brian, Inna dan Diana, kami adalah srigala besar yang selalu menemuimu di rumah bibimu itu. "
Kedua mata Allea membulat, terkejut dengan perkataan Sanno yang jelas sudah difikirkan oleh Allea. Ternyata perkiraannya adalah benar.
"Kami bertugas untuk menjagamu sebagai sang kunci manusia. "
Allea terlihat bingung dengan pernyataan Sanno yang menyebutnya sebagai sang kunci manusia. Seperti mengerti dengan apa yang ada di pikiran Allea, Sanno menjelaskan tentang apa itu sang kunci manusia. Sanno berhenti melompat dari pohon dan turun ke tanah, diikuti oleh Brian black.
"Sang kunci manusia adalah seseorang yang diberi kekuatan khusus dari Sang Pencipta. Kekuatan yang besar bahkan kekuatan itu melebihi kekuatanku. Dahulu kala dunia mahkluk seperti kami dan dunia manusia itu sama dan tak ada penghalang apapun. Mahkluk seperti iblis, vampir ataupun yang lainnya bisa menginjakkan kaki mereka di dunia manusia dan manusia pun juga menjalin hubungan pekerjaan dengan mereka dengan damai.
Tapi suatu ketika muncul lah salah satu dari mahkluk iblis yang memiliki ambisi untuk menguasai dunia manusia. Mahkluk itu juga membenci dan menganggap manusia sebagai musuhnya. Tapi sayangnya iblis itu tak bisa mengusai bumi manusia ini karna ada salah satu manusia yang memiliki kekuatan sangat besar yang tak lain adalah sang kunci manusia. Sang kunci manusia ada di bumi ini adalah untuk melindungi seluruh manusia dari kekuatan iblis ataupun mahkluk lainnya yang ingin menguasai bumi ini.
Allea,
kamu adalah reinkarnasi dari Ratu Ralleana yang dulunya adalah Sang Kunci Manusia.
Kamu ingat kan saat aku membacakan tulisan yang ada di patung baru itu? "
Allea mengangguk mengingat nama-nama yang disebutkan Sanno waktu itu.
Yaitu Ratu Ralleana Gantara, Shannamara Jawanaka, dan Haganara Jawanaka.
"Ratu Ralleana dan Shannamara adalah sepasang suami istri dari dua bangsa. Ratu Ralleana adalah bangsa manusia dan Shannamara adalah manusia srigala. Mereka berdua adalah orang-orang yang melindungi manusia pada waktu itu dari keserakahan Haganara. Singkatnya seperti itu, Yang lainnya akan ku jelaskan nanti. "
Allea diam mencerna apa yang diceritakan Sanno padanya.
"Berarti, kamu adalah.... "
"Ya Allea aku adalah Sang Shannamara bumi, aku bertugas untuk melindungimu dan aku juga suamimu. Kita harus bersama agar kekuatan kita bisa seimbang dan kuat sehingga perlindungan pada manusia tidak akan mudah untuk dihancurkan."
Allea menitihkan air mata mendengar perkataan Sanno.
Ternyata mereka memang ditakdirkan untuk bersama, rasa sedih dan rindu yang dirasakan Allea sudah terbayarkan hari ini walaupun ada rasa kekecewaan dan penyesalan pada diri Allea yang tak pernah menanggapi perasaan Sanno saat itu. Mengabaikan dan meninggalkan seseorang yang sebenarnya sangat tulus mencintainya.
Allea memeluk tubuh Sanno dengan erat melampiaskan rasa rindu yang begitu besar dalam hatinya.
Brian, aktifkan inderamu dan katakan jika ada musuh yang mendekat. '
Sanno menyatakan perintah pada Brian untuk mengawasi daerah mereka saat ini lewat telepati nya. Berjaga-jaga jika saja pasukan musuh atau Haganara sendiri yang mendekati mereka. Tanpa berlama-lama Brian langsung menunduk hormat dan menjalankan tugasnya.
"Lalu jika aku Ratu Ralleana, dan kamu adalah reinkarnasi Shannamara, lalu siapakah reinkarnasi Haganara? "
Allea kembali bertanya pada Sanno tentang siapakah Sang Haganara itu.
" Shannamara dan Haganara tidak bereinkarnasi, Allea. Mereka berdua masih hidup sampai namun jiwa mereka terkurung dalam sebuah batu segel dewa penyiksa milih Ratu Ralleana. Saat Haganara terbebas dari segel itu, maka dia akan menggunakan cara yaitu mengambil alih tubuh orang lain dan mengurung jiwa seseorang yang ditempatinya itu. Seseorang itu tak lain adalah seorang pria yang bertemu denganmu di Caffe kemarin. "
Mendengar hal itu Allea tersentak kaget.
'Indra...
Indra adalah Haganara? '
"Jadi apakah yang dimaksud Inna tentang seseorang yang mengikutiku dan bibi Irma adalah Indra. Jadi, dia adalah Haganara? "
Sanno mengangguk membenarkan hal itu.
"Dia mencoba untuk mengambil kekuatan Ratu Ralleana yang ada dalam dirimu. "
Allea menitihkan air matanya mengingat tentang Indra. Walaupun cintanya tak lagi untuk Indra, tapi Allea tetap merasa sedih dengan hal itu. Tubuh dan jiwa Indra yang tak tau apa-apa kini menjadi korban dari Haganara.
Sanno dengan tanggap langsung memeluk tubuh Allea yang gemetar karena menangis.
"Aku sangat kasihan padanya Sanno, dia tidak ada hubungannya dengan semua ini tapi kenapa malah menjadi korban Haganara. Aku sangat merasa bersalah padanya. "
Untuk beberapa saat Sanno membiarkan Allea menangis untuk melegakan perasaannya. Sanno hanya membelai surai Allea dengan lembut, mengisyaratkan pada Allea untuk tenang.
"Allea, sebenarnya pada awalnya aku memikirkan hal yang sama sepertimu. Kupikir Indra adalah korban yang tidak tau apa-apa. Tapi satu hal yang harus kamu tau Allea, aku mempunyai kekuatan dapat melihat masalalu seseorang. Saat aku melihat Indra pada waktu itu. Dialah yang datang pada Haganara dan meminta untuk diberi kekuatan yang bisa membuatnya menjadi kuat. "
Allea terkejut mendengar hal itu, dia memandang wajah Sanno dengan raut seperti tak percaya.
"D-dia yang mendatangi Haganara? "
Sanno menghela nafasnya merasa bahwa akan sedikit sulit menjelaskannya pada Allea. Tapi dengan sebisa mungkin Sanno menjelaskan hal itu agar Allea tau siapakah Indra sebenarnya.
"Allea, Indra itu adalah anak dari keturunan manusia dan Iblis. Ayahnya adalah seorang Iblis yang pernah mengabdi pada Haganara dan memiliki hubungan cukup dekat dengannya. Sebenarnya Indra sendiri juga tak mengetahui dirinya adalah anak dari Iblis, tapi ada yang menghasut nya dan memanipulasi pikiran Indra."
Sanno berhenti sejenak memandang kedua mata Allea begitu dalam. Ada rasa didalam hati Sanno melihat bahwa sebenarnya Allea memiliki hati yang bersih dan rasa kepedulian yang tinggi.
"Allea, ada satu hal yang harus kamu ketahui bahwa sebenarnya semua mahkluk di bumi ini memiliki sisi gelap dan sisi terangnya masing-masing. Jika sisi gelapnya lebih besar daripada sisi terangnya, maka dia akan berubah menjadi jahat dan mudah untuk dihasut pikirannya. Dan aku melihat hal itu pada diri Indra.
Ada ambisi dan hasrat yang begitu besar menyelubungi dirinya. Dia ingin mendapatkan semuanya, kekuatan, kekuasaan, keabadian yang bisa membuatnya kekal. namun dia tidak tau bahwa sebenarnya tidak ada satu mahkluk pun yang hidup kekal. "
______________
______________
_______________