
Perasaan Elvina sudah sedikit lega, semua beban di pundaknya telah menghilang. Ia telah bertemu dengan ayah kandung nya.
"Berarti ayah sama bunda udah tau papa nikah sama tante sarah?" tanya Elvina pada Farel.
Saat ini mereka berdua sedang bersantai di ruang keluarga.
Farel mengangguk sembari mengelus rambut putrinya, karena Elvina sedang bermanja dengan Farel. Melepaskan rasa rindunya. Ia pun telah memaafkan Farel.
Ia tidak mau menjadi anak yang durhaka karena membenci ayah kandung nya. Ya, memang awalnya Elvina membencinya. Tapi ia sudah di beri nasehat oleh Fajrin.
Semua orang pernah berbuat salah. Elvina tak mau terus menerus berlarut dalam masalah ini.
Tuhan saja maha memaafkan, kenapa kita sebagai hambanya tidak?.
Elvina ingin hidup damai,ia ingin merasakan bahagia. Dan Elvina yakin Farel punya alasan tersendiri, meskipun alasannya menyakiti ia dan Nadin, dan juga semua orang.
Tapi semua sudah terjadi, ya sudah mau bagaimana lagi. Kita hanya cukup berdamai dengan masa lalu.
"Keluarga papa juga udah tau?" Elvina terus bertanya.
Dan dengan senang hati Farel menjawabnya.
Interaksi mereka berdua tak luput dari pandangan Sarah dan Rayhan. Mereka berdua tersenyum bahagia.
"Sudah tau semuanya sayang" jawabnya.
"Rayhan dan tante Sarah ya sudah tau aku anak papa?".
"Jangan panggil tante dong, panggil nya mama. Kan kamu juga anak tante" sahut Sarah.
"Hehe iya mam".
"Bagaimana mama sama Rayhan tau aku anak papa?".
"Ya karena papa menjelaskan nya,papa ngga mau ada rahasia apapun. Awalnya juga Rayhan terkejut tapi ia tetap menerima papa sebagai papa barunya".
"Nana ngga nyangka aja, dunia sesempit ini" jawabnya.
"Oiya kamu sekarang tinggal disini aja ya" pinta Sarah.
"Tapi ma-".
"Iya sayang kamu disini aja, papa ngga mau kamu tinggal sendiri diapartemen. Ngga ada yang ngawasin kamu" ujar Farel.
"Iya Na, lo disini aja. Lo kan sekarang adek gue".
"Ngga papa nih?" tanya Elvina meyakinkan.
"Ngga papa dong, kan kita juga keluarga kamu sekarang. Papa juga masih rindu sama kamu".
"Oke deh".
"Kak nanti anterin ambil barang barang diapartemen ya" ucap Elvina pada Rayhan.
Mulai saat ini ia akan membiasakan diri memanggil Rayhan dengan embel embel kak,bagaimana pun Rayhan lebih tua dari Elvina. Ingat hanya sedikit.
Tapi Elvina tetap menghargai Rayhan sebagai kakaknya. Meskipun lidahnya masih kaku untuk mengucapkan kak. Ia belum terbiasa.
"Iya adek".
Rayhan dan Elvina tertawa setelahnya . Bagi Elvina ,Rayhan berbicara seperti itu padanya sangat lah lucu.
"Sudah sudah mendingan kalian mandi dulu sana, sudah sore" ucap Sarah.
"Pake baju mama aja yuk"ajak Sarah.
Elvina langsung bangkit," Nana mandi dulu ya papa, jangan rindu" ucap Elvina,ia sedang menggoda Farel.
Sedangkan Farel hanya tertawa menanggapi.
"Kamu ngga mandi juga?" tanya Farel pada Rayhan.
"Ini mau mandi pah" jawabnya.
^^^
Malam harinya Elvina sedang rebahan santai di dalam kamarnya. Sembari memainkan ponsel nya.
Ia sedang asik bertukar pesan dengan kekasihnya. Sampai tak sadar Rayhan sedang memperhatikan nya didepan pintu kamar,karena pintu kamar Elvina sedikit terbuka.
Rayhan terus memperhatikan Elvina yang sedang tertawa pelan, entah apa yang Elvina baca dari pesan nya.
Sepertinya pesan yang Risky kirim kan, begitu lucu. Sampai Elvina tertawa.
Sebelum memasuki kamar, Rayhan mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Tok..tok..tok
"Na" panggil nya
Merasa terpanggil Elvina langsung bangun dari acara rebahan nya.
"Eh, kak" ucapnya.
"Lagi sibuk banget keliatan nya" ujar Rayhan, ia ikut duduk di kasur empuk tempat tidur Elvina.
"Engga juga si, cuma lagi chatingan aja sama Risky" jawabnya.
"Kenapa?" tanya Elvina.
"Ngga papa, gue ngga nyangka aja gitu. Kita beneran jadi kakak ade".
"Gue juga ngga nyangka,ternyata bokap gue, bokap lo juga. Takdir suka lucu ya kak"balas Elvina.
Elvina tak menyangka ia yang biasanya dipanggil kak, namun sekarang ialah yang memanggil kak pada Rayhan.
Meskipun masih kaku tapi Elvina akan terus membiasakan.
Rayhan hanya tersenyum menanggapi, perlahan ia sudah bisa membuang jauh perasan cintanya pada Elvina. Hanya perasaan sebagai seorang kakak saja.
Meskipun ia tidak ditakdirkan bersama Elvina dengan status sepasang kekasih. Setidaknya ia tetap bersama Elvina dengan status saudara tiri. Ya, itu jauh lebih baik. Daripada Elvina menjauh darinya.
"Ya udah lo tidur aja, gue juga mau tidur" ucap Rayhan, ia segera bangkit dan bersiap pergi.
"Selamat malam kak" ujar Elvina tulus.
Hati Rayhan menghangat kala mendengar ucapan selamat malam dari Elvina.
"Selamat malam kembali" jawabnya.
Rayhan langsung mematikan lampu kamar Elvina dan menutup pintunya.
Sedangkan Elvina menyalakan lampu tidurnya.