
Tidak berapa lama kami sampai di kantor Om Pras, kantor Enrico juga tentunya karena Enrico juga bekerja disini, gedung yang besar dan menjulang ke atas hmmm memeng perusahaan Om Pras ini lebih besar dari perusahaan ku ucapku dalam hati
Kami naik ke lantai 3, tiba disana semua pegawai menyapa Tante Angy dengan hormat, Tante Angy pun membalasnya dengan ramah aku mengikuti Tante Angy, ketika akan masuk ke ruangan Tante Angy berhenti
aaliya kamu tunggu di ruangan Enrico saja ya, ada yang mau Tante bicarakan dengan Om nanti sekretaris Om yang akan mengantarmu ke ruangan Enrico, Nita tolong antar nona aaliya ke ruangan Enrico yah kata Tante Angy pada perempuan cantik yang berada di meja dekat kami berdiri.
Baik bu ucapnya dengan nada penuh hormat
Tante Angy masuk ke ruangan Om Pras dan aku pun menuju ruangan Enrico
Sampai di depan ruangan Enrico Nita berhenti di sebuah meja terlihat seorang wanita cantik duduk disana "sepertinya ini sekretaris Enrico kataku dalam hati
Vania Nyonya Bos bilang nona ini suruh tunggu di ruangan Pak Enrico kata Nita
Oh Iyah ucap Vania sambil tersenyum
Vania kemudian mengetuk pintu ruangan Enrico
Masuk terdengar suara Enrico dari dalam ruangan
akupun mengikuti Vania masuk ke ruangan Enrico
" Bu Angy menyuruh Nona ini menunggu di ruangan anda Pak katanya dengan suara lembut
"yasudah kamu boleh keluar ucapnya sambil tidak melihat ke arahku sedikitpun
aku duduk di sofa sedangkan Enrico tetap cuek di meja kerjanya
aku sesekali melihat ke arah Enrico hmmm dia tampan juga jika sedang serius kataku dalam hati sambil sedikit tersenyum,
"apa senyum-senyum sendiri kata Enrico yang membuyarkan lamunanku seketika
" Gpp kataku sambil memalingkan pandanganku ke arah lain wajahku sepertinya sudah memerah karena malu ketahuan sedang memandang Enrico
Enrico kembali sibuk dengan pekerjaannya
aku tiba-tiba mengantuk karena lelah sudah sedari tadi jalan-jalan dan aku juga suntuk di ruangan tanpa mengerjakan apa-apa..
Enrico yang sedang bekerja melihat ku yang tertidur di sofa
hmm,, merepotkan saja Enrico bergumam sambil mendekati aaliya kemudian menggendong aaliya ke ruangan tempat Enrico beristirahat. "dia manis sekali batin Enrico kemudian Enrico membelai wajah aaliya dengan lembut tapi kemudian Enrico seperti tersadar " apa yang kulakukan sih batin Enrico sambil meninggalkan aaliya kembali ke ruang kerjanya.
Tidak berapa lama Tante Angy masuk ke ruangan Enrico
"mana menantu mama ucapnya pada Enrico sambil melihat sekeliling ruangan mencoba menemukan aaliya
" Gatau gak ada sahut Enrico singkat
"Rico kamu yang bener dong tadi Mama suruh Nita antar kesini ko
" Ada Mah di ruangan sebelah kata Enrico tersenyum melihat kekuatiran Mama nya, dia tadi tertidur disini kata Enrico
Tante Angy masuk ke ruangan tempat aaliya tertidur diapun menghampiri Enrico kembali sambil tersenyum "Pulang sama kamu aja yah nanti aaliya Mama pulang duluan kata Tante Angy pada Enrico.
Sorenya ketika jam kerja selesai Om Pras masuk ke ruangan Enrico
" Kamu gak pulang Rico kata Om Pras
"Pulang Pah tapi tuh aaliya nya masih tidur jawab Enrico dengan sedikit sebal karena dirinya sudah lelah dan ingin cepat-cepat pulang
" Yasudah Papah duluan yah, kamu temani aaliya kata Om Pras sambil tersenyum
Enrico beranjak menuju tempat istirahat dimana aaliya sedang tertidur dilihat nya wajah aaliya yang sedang tertidur di belai nya lembut seketika muncul rasa sayangnya pada aaliya, ya aaliya adalah cinta pertama sekaligus cinta masa kecil Enrico.
Tiba-tiba aaliya membuka matanya, dan Plakk..!!
" Tadi tuh ada lalat di pipi kamu kata Enrico sinis mencoba menutupi kelakuan nya yang sedang membelai wajah aaliya, lagian tidur dah kaya orang mati!! udah jam berapa ini ayo pulang aku dah capek! ucap Enrico..
" Bentar, aku lom ada tenaga nih baru bangun masih pusing sahut aaliya sambil merebahkan kembali badannya di kasur
"Kamu mau nginap disini kata Enrico kembali, kalo mau menginap disini aku pulang katanya sambil beranjak pergi meninggalkan aaliya
aaliya hanya tersenyum melihat tingkah Enrico, dia tau Enrico tidak akan meninggalkan nya di kantor sendirian
Enrico sudah berada di depan lift dia menunggu aaliya menyusulnya tapi batang hidung aaliya pun tak terlihat juga. Maunya apa sih aaliya ini ucapnya sambil berbalik lagi menuju kantor nya
Sampai di tempat aaliya Enrico pun menarik tangan aaliya " Ayo aaliya jangan main-main begini, aku lelah ucapnya sedikit membentak aaliya
aaliya malah tertawa "Aku mau di gendong sampai mobil, kalo nggak aku gak mau ikut pulang aaliya memalingkan wajah seperti anak kecil yang sedang merajuk
" Gak, aku capek! kata Enrico sambil duduk di samping tempat tidur
"Dulu kamu suka gendong aku ucap aaliya kembali sambil merengek seperti anak kecil
" Itu kan dulu kamu masih kecil, sekarang kamu dah besar, berat kan ucap Enrico
aaliya duduk di belakang Enrico dan melingkarkan tangan nya di leher Enrico, sambil berkata ayo pulang aku mau di gendong sampai mobil
Enrico pun bangkit dan menggendong aaliya sampai ke mobil, beberapa security yang melihatnya hanya tersenyum melihat bos nya
"Lihat kan besok gak usah ke kantor lagi ucap Enrico pelan
" Kalo Mama kamu yang ajak gimana ucap aaliya berbisik
Enrico hanya terdiam karena dia tau tidak mungkin melarang Mama nya ke kantor
"Dah sampe turun! ucap Enrico agak ketus
dan " cup" aaliya mencium lembut pipi Enrico
"makasih ucap aaliya sambil tersenyum dan langsung masuk ke mobil karena malu
Enrico hanya mengulum senyumnya dan masuk ke mobil seperti tidak terjadi apa-apa, selama di mobil aaliya menutupi wajahnya dengan bantal kecil yang berada di dalam mobil Enrico, dia sangat malu dengan kejadian tadi, jujur itu refleks aaliya pun tidak menyadarinya
Akhirnya mereka pun tiba di rumah, Enrico yang melihat aaliya menutupi wajahnya segera menggoda aaliya
"Kamu gamau turun? mau tidur di mobil ucapnya
" emang dah sampe sahut aaliya sambil menyingkirkan bantal kecil yang menutupi wajahnya
tapi aaliya tidak menyangka kini wajah Enrico tepat berada di depan wajahnya dan sangat dekat, tiba-tiba Enrico mengecup lembut bibir aaliya, aaliya pun membalasnya, ciuman Enrico semakin lama semakin dalam hingga membuat kursi aaliya terdorong ke belakang, tiba-tiba aaliya mendorong Enrico
"Apaan sih kamu ucap Enrico kesal karena aaliya mendorongnya
" Itu Tante Angy keluar ucap aaliya sambil menunjuk ke arah pintu rumahnya
Tante Angy segera menghampiri mereka
"Sudah sampai, ayo masuk makan malam sudah siap..
Mereka segera masuk makan malam dan beristirahat
aaliya masuk ke kamar dan membersihkan diri setelah makan malam
dia menjatuhkan dirinya ke tempat tidur fikiran nya melayang mengingat kejadian antara dirinya dan Enrico "hmm semoga akan berakhir dengan baik ucapnya dalam hati
sementara Enrico tidak bisa tidur di kamarnya " semua di luar kendaliku aku tidak bisa mengendalikan diriku saat bersamanya aku merasa nyaman saat bersamanya sambil memejamkan mata dan mencoba untuk tertidur.