
"Nayna, aku telah berhasil mengungkap kasus rencana pembunuhanmu dulu, saat ini aku sedang melaporkannya, kau akan terkejut mendengar siapa pelakunya." ujar Daniel menatapnya lembut.
"Siapa?"
"Kendrick."
Nayna sedikit terperangah mendengarnya. "Kendrick?" ucap Nayna membeo.
"Ya Nayna. Aku tahu kau pasti tidak menyangka, dengan pria yang selama ini kau anggap baik, rupanya dia ingin mencelakaimu. Jadi aku tidak akan menunggu persetujuanmu lagi untuk melaporkannya. Dia bukan hanya berniat mencelakaimu, tapi juga ibu dan putraku." ucap Daniel datar.
Nayna berfikir sejenak. Ya, dia memang tidak menyangka kenapa Kendrick bisa berubah sedrastis itu. Padahal selama ini pria itu selalu bersikap lembut.
"Kenapa dia melakukan ini?"
"Aku sendiri tidak tahu apa motifnya. Yang penting saat ini kau harus berhati-hati. Jangan pernah bertemu dengannya lagi. Sebelum dia dimasukan kepenjara, kau harus menghindarinya." ujar Daniel kali ini menatap serius kewajah Nayna.
Nayna semakin bingung. Bagaimana caranya menghindari Kendrick sementara pria itu selalu mengancamnya untuk menyebarkan video itu.
"Nayna, apa kau mengerti dengan apa yang ku ucapkan." tanya Daniel memperhatikan raut wajah Nayna yang nampak aneh.
"Ya a-aku mengerti," sautnya tergagap. Daniel menyipitkan matanya menatap Nayna curiga.
"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"
Nayna tersentak mendengar hal itu.
"Tidak Daniel, aku hanya lelah. Ayo kita tidur. Aku yakin kau juga pasti lelah." ujar Nayna mengalihkan wajahnya dari tatapan yang penuh intimidasi itu. Nayna takut untuk berkata jujur pada Daniel. Takut jika Daniel membencinya. Takut jika Daniel pergi dengan membawa anaknya. Nayna menggeleng keras menyingkirkan pikiran buruk yang ada diotaknya. ("Semua ini akan segera berakhir. Semuanya akan baik-baik saja.") batinya, seakan menenangkan dirinya sendiri.
Daniel mengambil tempat untuk berbaring disebelah Nayna. Seperti biasa Daniel tidur sembari memeluk istrinya. Mata Daniel perlahan mulai terpejam, sampai benar-benar larut dalam tidurnya. Sementara Nayna masih belum bisa memejamkan matanya. Segala pikiran untuk meloloskan diri dari Kendrick memenuhi otaknya.
("Sial... Apa yang harus aku lakukan ! Bagaimana aku bisa terlepas dari Kendrick.") batinya seakan menjerit.
***
Tring
("Temui aku di loby kantor jam sepuluh.")
Sebuah pesan dari Kendrick membuat Nayna menghentikan aktifitas nya yang sedang menyiapkan pakaian kerja suaminya.
("Jangan membuatku menunggu lama.")
Bunyi pesan itu lagi.
"Ada apa Nayna? Dimana pakaianku?" tanya Daniel yang baru keluar dari kamar mandi.
"E .. Tunggu sebentar." jawabnya bergegas mengambilkan pakaian suaminya.
"Ini ..."
"Pesan dari siapa?"
"Dari Thomy. Kau tahu kan, desainer pria yang bertubuh gemulai itu. Dia mengajakku untuk saling sharing tentang desain kami. Dan ingin memperkenalkanku pada perancang terkenal yang sangat berbakat."
Daniel memperhatikan gelagat Nayna sejenak. Daniel bisa merasakan ada yang aneh dari istrinya. Namun dia mencoba menepisnya. "Baiklah kalau begitu. Setelah pekerjaanmu selesai pulanglah secepatnya." jawab Daniel sembari memakai pakaiannya.
Nayna mengangguk setuju.
"IBUUU ..."
Teriak Aksha berlari kearah ayah dan ibunya. Diiringi oleh Alika dibelakangnya.
"Aksha, jangan lari nanti jatuh." ujar Nayna segera menangkapnya.
"Sayang ayo sini sama ayah." seru Daniel mengambil Aksha dari gendongan Nayna dan membawanya turun untuk sarapan.
("Tidak, aku tidak bisa kehilangan mereka. Itu tidak akan terjadi. Aku akan mempertahankan rumah tanggaku bagaimana pun caranya.") batinnya.
****
"Aku sudah datang !" ujar Nayna datar. Kendrick membuka kacamata hitamnya, menatap Nayna yang telah berdiri Dihadapan nya saat ini. Nayna membuang wajahnya, merasa muak dengan pria yang satu ini.
"Masuk kemobil." ucap Kendrick tanpa ekspresi. Nayna menatapnya tajam. Kendrick seakan mengerti dengan penolakan Nayna, ia mendekati Nayna dan membisikan sesuatu yang membuat Nayna langsung bergidik ngeri mendengarnya. Dengan langkah terburu-buru Nayna masuk kedalam mobil.
Kendrick sendiri menyunggingkan senyuman liciknya. Ancamannya membuat Nayna tidak bisa berkutik sama sekali.
"Kita mau kemana?" tanya Nayna merasa adanya aura tidak mengenakkan. Kendrick hanya mengemudi dengan menatap lurus kedepan tanpa suara.
"Kekantorku." jawabnya singkat.
"Untuk apa?"
"Kau akan tahu sendiri nanti." sautnya datar.
Nayna mendengus kesal dengan sikap Kendrick yang menyebalkan. Bahkan untuk menatap wajahnya saja Nayna malas.
Merekapun telah sampai dikantor milik Kendrick dan menuju ruangan pribadinya.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Nayna kali ini dengan nada menuntut.
Kendrick membikan badanya dan menatap manik mata Nayna dengan lekat.
"Aku ingin kau mengatakan pada Daniel untuk membatalkan tuntutannya entah Bagaimana pun caranya. Aku yakin kau pasti sudah tahu tentang hal ini."
"Kenapa aku harus membatalkannya? Itu hak suamiku untuk melaporkanmu. Kau sudah melewati batas dengan percobaan pembunuhan. Aku tidak menyangka dibalik sikapmu yang lembut padaku dulu. Tersimpan sisi iblis yang begitu kejam. Kau bukanlah Kendrick yang kukenal dulu." serunya dengan amarah yang menggebu-gebu.
Emosi Kendrick ikut tersulut mendengar penuturan Nayna yang didengarnya barusan. Kendrick mendekati Nayna dan memegang erat leher Nayna seakan ingin mencekiknya. Namun Kendrick tidak sampai menyakiti Nayna, Kendrick hanya menekannya hingga tubuh Nayna tersudut didinding.
"Dengar Nayna ! Aku melakukan semua ini juga karena dirimu. Jika saja kau memilihku mungkin aku tidak akan pernah menjadi seperti ini." Kendrick melepaskan tangannya saat melihat Nayna yang memberontak dan sedikit meringis. "Lagi pula, aku tidak pernah berniat membunuhmu. Aku hanya ingin membunuh anak yang kau kandung." tambahnya lagi dengan nada lemah. Wajah Kendrick nampak sendu dengan menunduk kebawah.
"Tapi kenapa? Apa kesalahan anakku? Dia bahkan belum lahir kedunia Saat kau ingin membunuhnya. Kau memang hampir membunuhnya Kendrick, kau pria iblis yang tega ingin mencelakai anakku. Kenapa? Apa kesalahannya?" seru Nayna sembari memukul-mukul tubuh Kendrick dengan sekuat tenaganya. Namun Kendrick bahkan terlihat tidak merasakan apapun. Mungkin karena rasa sakit dihatinya lebih dalam dari pada sakit ditubuhnya, hingga dia seolah telah mati rasa.
"Karena kau mengandung anak Daniel dan bukan anakku. Aku tidak menyukai anak sialan itu Nayna, kau hanya boleh mengandung anakku. Hanya anakku !" ujarnya dengan menekankan ucapannya, membuat Nayna semakin geram mendengarnya.
"Kau sudah gila Kendrick, kau benar-benar sudah tidak waras ... Sadarlah bahwa saat ini aku sudah punya suami. Aku tidak mungkin mengandung anakmu ! Kau masih bisa mencari wanita lain yang bahkan banyak lebih dari aku. Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu untuk memiliki wanita yang sudah bersuami. Jadi, hentikan kegilaanmu ini sebelum terlalu jauh Kendrick. Aku mohon !!"
***BERSAMBUNG .......
TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.
***
HAY GUYS KALAU KALIAN SUKA
JANGAN LUPA KASIH
LIKE 👍
KOMENTAR 😀
BINTANG 5
FAVORITE
KOIN
DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA , DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA JUGA YANG MEMBANGUN
JANGAN ADA PLAGIAT DI ANTARA KITA YA " TERIMAKASIH*****