
Paginya seperti biasa Enrico mengantar aaliya kuliah, tidak ada yang mereka bicarakan di dalam mobil, sesampainya di depan kampus Enrico menarik tangan aaliya yang hendak turun
Tunggu soal kemarin malam, aku minta maaf, anggap itu semua gak pernah terjadi ucap Enrico
Iyah gak masalah sahut aaliya sambil membalikan badan nya mencoba keluar dari dalam mobil
Tunggu Enrico kembali menarik tangan aaliya sesuai perjanjian, aku sudah transfer 10jt ke rekening kamu sambil menunjukan bukti transfer di handphone nya
Iyah ucap aaliya pelan sambil bergegas keluar dari mobil, betapa sakit, hancur dan terluka perasaan nya tidak terasa dia menangis sambil berlari tiba-tiba "Brukk aaliya terjatuh karena menabrak seseorang yang dengan sigap menangkapnya, dan ternyata yang di tabrak nya adalah Nathan
Kamu gpp aaliya ucap Nathan masih memegang pinggang aaliya.
Gpp ucap aaliya sambil melepaskan tangan Nathan yang masih melingkar di pinggang aaliya, dan segera pergi meninggalkan Nathan yang terdiam
Aku seperti melihat aaliya yang habis menangis gumam Nathan dalam hati jujur Nathan menyukai aaliya tapi aaliya tidak pernah memberinya kesempatan
Seperti biasa Enrico menjemput aaliya sore hari, aaliya masih mencoba berdamai dengan hatinya, dia ingin bertemu dengan Mami Papi nya karena dia gak mungkin pulang kerumah tanpa Enrico
Sesampainya di rumah Enrico, aaliya langsung menuju kamar, bahkan sepanjang perjalanan pun dia tidak bicara sama sekali, sampai waktu makan malam pun aaliya tidak keluar dari kamar, dia hanya bilang sedang tidak enak badan pada Mama Papa Enrico..
Tante Angy meminta Enrico agar melihat keadaan aaliya dan membawakannya makanan, Enrico segera beranjak dan membawakan makanan ke kamar aaliya
"tok-tok
Enrico mengetuk pintu kamar aaliya
" masuk jawab aaliya
Enrico pun masuk dan melihat aaliya yang sedang berada di tempat tidur dan berbalut selimut
"kau sakit kata Enrico sambil memegang kening aaliya
" nggak jawab aaliya ketus sambil menepis tangan Enrico
"aku kesini cuma disuruh Mama untuk mengantarkan makanan Mama takut kau sakit
" taruh di meja aku gak lapar ucap aaliya sambil menutup wajahnya dengan selimut hingga seluruh badannya tertutup selimut sekarang
"makan kalo gak makan aku paksa ucap Enrico
aaliya tetap pada posisi nya tanpa menjawab Enrico, tiba-tiba Enrico menarik selimut aaliya sekuat tenaga hingga selimutnya terlempar ke lantai
" kamu apa apaan sih jawab aaliya sambil bangkit dari tidurnya dan duduk di kasurnya
Enrico memegang sendok mengambil makanan dan mendekatkan nya ke mulut aaliya " makanlah aku gak mau kamu sakit Ucapnya lirih dan sangat lembut
seketika aaliya luluh diapun membuka mulutnya, Enrico terus menyuapi aaliya hingga makanan di piring habis, kemudian Enrico menaruh piringnya di meja dan mengambil selimut yang jatuh ke lantai tadi di selimuti nya aaliya sambil membelai rambut aaliya kemudian mengecup kening aaliya " tidurlah ucap Enrico kemudian meninggalkan aaliya di kamarnya
Aaliya
Enrico demam sepertinya, dia tumben lembut sekali padaku hari ini, kemudian mencubit pipi nya sendiri "aww aku kira ini mimpi ucapnya sambil tersenyum dan memejamkan mata
Minggu siang aku ada janji jalan dengan kedua sahabatku jarang sekali aku keluar rumah semenjak berada di kota B. Aku meminta izin pada tante Angy diapun mengizinkan aku untuk pergi
Aku Lucy dan Hana pergi ke pusat perbelanjaan setelah puas belanja dan makan siang tiba-tiba Hana menarik tanganku
"emang aku bisa nolak kalo dah begini ucapku"
Lucy hanya tertawa sambil mengikuti kami
"apaan sih ko nonton film romantis kataku pada Hana karena aku tau yang nonton pasti kebanyakan pasangan
" gpp lah jawab Hana enteng
kami memesan popcorn dan minuman hingga agak terlambat masuk ke dalam bioskop Hana masuk pertama kemudian aku dan lucy, kami duduk di tengah, karena kalian tau lah yg duduk di pojok dan nonton film romantis itu cuma pasangan
Saat film sedang dimulai tiba-tiba Hana mencubit tanganku aaliya ada Enrico katanya berbisik
"mana sahut ku sambil mencari keberadaan nya
" itu Hana menunjuk dengan memajukan bibir nya dia duduk persis di depan Hana tentunya dan dengan Diana juga tentunya
"Aku tidak tau apa yang kurasakan saat melihat Diana bersandar di pundak Enrico dan Enrico pun memeluknya, ada perasaan yang sulit ku ungkapkan, perasaan yang membuat mood ku berubah seketika dan ahhh.. aku sangat tidak menyukai perasaan ini.
Film pun selesai kami bertiga keluar dan Enrico aku tak tahu kemana perginya dia dan Diana.
"aaliya main kerumahku dulu yu kata Hana
" aku capek Hana ucapku dengan nada tidak bersemangat
Sepertinya kedua sahabat ku melihat perubahan sikapku semenjak melihat Enrico tadi tapi mereka tidak tahu kalau aku sudah bertunangan dengan Enrico
"kamu suka Enrico al kata Hana membuka pembicaraan saat di dalam perjalanan pulang
" nggak kataku singkat
"jangan bohong, kamu bisa cerita ko nanti kita bantuin kata Lucy
" apaan sih orang aku gak suka ucapku lagi
"yaudah kalo gamau cerita aku gak maksa, tapi kalau nanti kamu mau cerita kita siap dengernya kata Hana sambil memegang bahuku
" iya makasih aku pun memeluk Hana dan Lucy bergantian, aku sangat senang memiliki mereka saat aku jauh dari kedua orang tuaku
sesampainya dirumah aku melihat Enrico di taman belakang, aku mendekatinya aku akan menagih janjinya dia berjanji akan mengantarkan aku mengunjungi Mami Papi ku
Aku mendekati Enrico dan diapun sudah melihatku dari kejauhan
"Ada apa ucapnya sambil menaikan wajahnya melihatku dari tempat duduknya
" kau berjanji akan mengantarku pulang kataku sambil menyipitkan mata seolah tidak suka
"tunggu aku tidak sibuk ucapnya sambil kembali memakan cake nya tanpa melihatku
" aku bosan dengan janji janji mu yang tidak pasti!! ucapku dengan nada ketus sambil membalikan tubuhku bersiap meninggalkan nya
Tiba-tiba "Tap" Enrico menarik tanganku hingga aku hilang keseimbangan dan dia memelukku dari belakang tangan nya berada di pinggang ku sekarang diapun berbisik "aku akan mengantarkan kamu pulang minggu depan, jangan marah sambil mengecup lembut pipiku. Aku tak tahu apa yang terjadi seolah ada perasaan hangat, perasaan dilindungi yang membuat aku hanya terdiam di dalam pelukan nya.. aku tidak tahu bagaimana perasaannya terhadapku tapi aku merasa nyaman berada dalam pelukan nya. Tiba-tiba aku teringat siang tadi Enrico dan Diana seketika aku merasa kesal dan berusaha melepaskan pelukan nya, tapi kemudian Enrico berbisik "Mama sama Papa aku lagi liat kita, kamu mau rencana pulang ke kota mu batal. Aku memalingkan wajahku ke wajah Enrico dia hanya tersenyum seolah menandakan kemenangan, sementara aku hanya bisa diam dalam pelukan nya.