
Peresmian salah satu cabang dari Perusahaan Rey itu pun terlaksana. Setelah melalui proses yang panjang untuk mengurus perizinan usaha, akhirnya Rey bisa bernapas lega.
Hari ini hari terakhir lelaki itu di Bandung, rencananya dia akan memberi kejutan pada Sang Istri. Setelah acara selesai dilakukan dia berencana untuk segera kembali ke Jakarta mau semalam apapun acara peresmian selesai.
Sementara Sasa yang sedari kemarin meyakinkan lelaki itu untuk kembali di besok harinya saja, merasa jengkel dengan keputusan Rey yang mengacuhkannya beberapa hari terakhir.
"Yakin Mas, mau kembali malam ini?" tanya Sasa lagi.
Saat ini acara peresmian sebentar lagi akan dilaksanakan. Rey dan Sasa selaku pemilik dan partner perusahaan mendatangi acara lebih awal.
"Hm." jawab Rey seadanya.
Belum ada beberapa detik Rey menjawab pertanyaan wanita itu, manajer dari perusahaan Rey menghampiri mereka berdua.
"Silahkan duduk dulu Bapak, Ibu. Acara sebentar lagi akan dimulai. Nanti di akhir acara akan dilaksanakan gunting pita." Manager tersebut mengarahkan mereka berdua untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Saat sudah duduk Rey pun bertanya pada petugas acara untuk menanyakan selesai acara. Setelah mengetahui kalau acara yang akan dilakukan membutuhkan waktu yang lama, Rey pun memerintahkan untuk memotong acara yang tidak terlalu penting supaya acara cepat segera selesai.
Mendengar hal tersebut, tambah membuat Sasa jengkel setengah mati. Susah sekali menaklukkan lelaki ini. Pikirnya. Dia kan juga kaya dan cantik, tak kalah lah dengan Istrinya yang manja itu. Sasa mendumel di dalam hati.
Satu ide terlintas di kepala Sasa. Ya kali ini dia tidak boleh kalah. Bagaimana pun juga dia akan menaklukkan lelaki itu.
Saat acara tengah berlangsung, Sasa dengan sengaja memasukkan bubuk putih ke dalam tas miliknya, untuk melancarkan aksi mendapatkan Rey.
Sepertinya Anita juga sangat menyayangi Sasa. Terbukti kemanapun wanita paruh baya itu pergi, dia akan mengajak Sasa untuk menemaninya.
Ya, kali ini dia harus berhasil.
Acara perjamuan makan malam pun dilakukan. Rey tampak sibuk bergilir kesana kemari untuk berbincang-bincang dengan rekan bisnis Papanya. Dia juga mengatakan alasan kenapa Farhan berhalangan untuk hadir.
Meskipun Farhan tidak hadir, Rey sebisa mungkin untuk selalu menampilkan kesan yang baik kepada kolega Farhan.
"Mas, ini minum dulu." Sasa datang entah darimana, menyerahkan anggur putih pada Rey ketika lelaki itu masih asik berbicara pada client mereka.
Melihat minuman yang diberikan Sasa, sontak Rey menolaknya.
"Maaf Sasa, Saya tidak minum alkohol. Lagipula sebentar lagi saya akan menyetir." Ucapnya menolak minuman yang Sasa berikan secara halus.
Gagal.
Oke... dia gagal untuk percobaan pertama.
"Ohh, Aku kirain Kamu penyuka alkohol Mas." Jawab Sasa, kerutan di dahinya tercetak sangat jelas kalau dia memang tidak suka ditolak.
Rey tidak menggubris perkataan Sasa barusan. Dia kembali lagi melanjutkan pembicaraannya bersama rekan kerja yang lainnya.
Sekarang percobaan kedua.
Sasa terlihat menatap Rey seperti pemangsa menatap buruannya. Saat ini Rey sudah kembali lagi duduk di kursi, karena sebentar lagi acara pengguntingan pita akan dilakukan.
Sebelum acara dilakukan, terlihat pemandu acara memandu mereka untuk segera mengambil barisan di depan pita.
"Masih mau balik malam ini Mas?" tanya Sasa kembali saat sudah berdiri di sebelah Rey.
Rey menolehkan kepalanya sejenak ke arah Sasa.
"Iya," ucapnya tanpa ragu.
"ini udah malam banget Mas. Hampir jam 11, yakin mau nyetir sendirian?" kata Sasa lagi.
"Hm.. Kamu fokus saja. Biar acara ini cepat selesai." Tegur Rey karena wanita itu sedari tadi mengajaknya untuk mengobrol.
Sasa semakin merasa jengkel diacuhkan seperti ini.
Prok... prok... prok..
Tepuk tangan para undangan yang menghadiri acara terdengar memenuhi ruangan tersebut.
Selagi memberi menyalami para tamu undangan, Sasa pun kembali lagi menghampiri Rey dengan membawakan minuman yang tidak beralkohol.
Kali ini dia tidak boleh gagal lagi.
"Selamat Mas. Semoga bisnis ini segera sukses." Kata Sasa sembari menyodorkan minuman kepada Rey, yang kali ini pria itu terima.
"Terimakasih, "Ucapnya dengan tersenyum.
"Cheers," balas Rey mendekatkan minuman mereka.
Sasa tersenyum dengan senang. Kali ini rencananya bakalan berhasil untuk menjebak Rey supaya tidak pulang segera.
Rey dibuat terkejut saat salah satu pelayan di acara tersebut menyenggol lengannya. Membuat pegangan Rey dengan minuman tersebut oleng dan akhirnya gelas itu pun terjatuh membasahi jas yang dia kenakan.
"Maaf Pak, maafkan Saya." Pelayan tersebut membungkuk ke arah Rey dan segera mengambil tisu untuk membersihkan jas yang Rey kenakan.
"Maafkan Saya Pak." Ucap pelayan itu takut-takut pada Sang Atasannya.
"Kamu gimana sih, kalau kerja itu yang bener dong." Protes Sasa, wanita itu terkejut ketika rencananya gagal lagi kali ini.
"Maaf Pak. Jangan pecat Saya." Kata Pelayan itu lagi.
"Sudah tidak apa-apa, lain kali hati-hati." Ucap Rey seraya membersihkan jas yang lelaki itu kenakan.
Sasa berdecak tidak suka.
Hagh, malah bubuk tadi sudah habis lagi.
Rencananya benar-benar gagal hari ini.
"Mau kemana Mas?" tanya Sasa saat Rey hendak meninggalkan ruangan tersebut.
"Saya mau ganti baju sekalian kembali ke Jakarta, sisanya Kamu urus acara ini." Jawab Rey segera berlalu untuk menemui Istrinya dan memberi kejutan pada Grace yang telah menunggu.
***
***
Waktu saat subuh harinya, Grace terbangun saat merasa pergerakannya terbatas untuk memindahkan tubuhnya ketika tidur.
Wanita itu langsung menegang karena ada yang tidur disebelahnya dengan memeluk erat pinggang miliknya.
Dengan takut-takut, Grace menoleh ke belakang. Sontak membuat mata Grace terbuka lebar karena Sang Suami yang ternyata tidur di sebelahnya.
Bukankah Suaminya ini baru pulang nanti siang? mengapa sekarang dia sudah ada disini? pikir Grace.
Merasa takut itu hanyalah khayalan semata, Grace pun menyentuh wajah Rey dengan mencubit pipi pria itu.
"Hmmm." jawab Rey karena tidurnya merasa terusik.
"Kamu sudah pulang Kak? kapan?" tanya Grace karena sudah sadar kalau Rey memang berada di sebelahnya.
"Tadi jam 2," jawabnya dengan parau. Khas bangun tidur.
Grace pun tersenyum dengan senang. Wanita itu segera masuk kedalam pelukan Rey dan memeluk lelaki itu dengan erat.
"Kamu kenapa sudah bangun? mual?" tanya Rey.
Grace menggelengkan kepalanya, "Nggak. Cuma kebangun aja karena ada yang peluk Aku " Jawabnya.
"Ohh.."
"Kamu kenapa, langsung balik Kak?" tanya Grace di balik dada bidang Rey.
Rey tidak menjawab. Malah lelaki itu hanya membalas pelukan Sang Istri.
"Hm?" tanya Grace lagi karena tidak mendapat jawaban dari Suaminya.
"Kak?" kali ini Grace mendongakkan kepala ke atas.
Ternyata dia ditinggal tidur oleh Rey. Terbukti dari suara dengkuran halus Suaminya. Pantas saja dia tidak mendapat jawaban.
Sepertinya Rey sangat kecapekan hari ini.
"Tidur yang nyenyak, Suamiku." Grace mengecup pipi Rey menghantarkan kembali Suaminya itu ke dalam tidur yang pulas, dan masuk kembali ke dalam dekapan hangat Sang Suami.
***
***
***