Grace

Grace
Foto di galeri hp



Selepas dari sarapan pagi di hotel, pasangan pengantin baru tersebut menyusuri pantai Wakiki yang menjadi salah satu pantai terkenal di negara itu.


"Bagus ya, Kak". Ucap Grace sambil melihat pantai yang indah dengan ombak serta pasir yang menyejukkan mata mereka.


"Hm". Jawab Rey sambil memeluk pinggang Grace dari belakang.


Grace yang menerima perlakuan tiba-tiba dari Rey, langsung menunduk ke bawah melihat tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Kamu kok jadi suka nempel gini sih, Kak". Jawab Grace ingin melepaskan tangan yang melingkar tersebut.


"Emang kenapa, aku meluk istri aku kok" Ucap Rey yang mulai sewot karena tangannya ingin dilepas. Semakin mengeratkan pelukannya dan tangan tidak ingin dilepaskan.


"Habis ini kita kemana?" Ucap Grace yang menolehkan kepalanya kebelakang ingin melihat reaksi suaminya.


"Kata Tour guide nya tadi sebentar lagi akan ada acara tarian khas negara ini di daerah hotel tempat kita menginap" Masih memeluk pinggang Grace sambil mencium wangi rambut istrinya.


"Ya udah, ayo!" Jawab Grace yang mulai ingin melepaskan pelukan itu.


"Sebentar lagi Grace, anginnya sejuk soalnya". Ucap Rey masih memeluk erat istrinya sambil menikmati suasana pantai tersebut .


"Oh, iya kita nggak pernah foto selfie, Kak. Kita foto ya.". Ucap Grace yang meminta persetujuan karena Rey memang tidak suka untuk berfoto.


Grace merasakan anggukan kepala Rey tanda menyetujui perkataannya. "Pakai hp kamu aja. Sini hp kamu!. Ucap Grace sambil menyodorkan tangannya meminta hp milik suaminya.


Rey memberikan hp nya kepada Grace dan membiarkan wanita itu untuk mengambil gambar mereka.


"Kamu senyum dong, Kak". Ucap Grace yang kini sibuk melihat ke arah kamera hp.


"Aku emang begini kok". Ucap Rey yang malas untuk tersenyum ketika berfoto.


"ck, kamu tuh ya." Ucapnya berdecak sambil memegang rahang milik suaminya untuk tersenyum.


"Ayo, senyum" Ucapnya yang menggerak-gerakkan rahang milik Rey.


Rey yang di instruksikan seperti itu hanya bisa tersenyum kaku menghadap kamera supaya Grace bisa mengambil gambarnya.


"Nah, satu, dua, tiga". Ucap Grace yang mengambil foto selfie mereka berdua.


"Udah, ayo kita lihat tarian khas sini". Ucap Rey yang sudah melepas pelukannya.


"Bentar, Kak. Ayo foto lagi". Ucap Grace yang masih belum puas untuk berfoto.


"Itu kan udah" Sambil mengacak rambut Grace gemas


"Belum, di foto ini aku jelek" Ucaonya.


"Ayo foto lagi". Ucapnya yang menarik-narik tangan suaminya seperti anak kecil minta uang jajan pada ibunya.


Rey pun hanya bisa mengalah menuruti keinginan Grace yang memang ratunya berfoto kalau bisa mungkin setiap momen akan dia foto.


"Tunggu, Kak". Ucap Grace lagi sambil berlari ke arah warga lokal di lantai tersebut meminta bantuan untuk mengambil foto mereka.


Setelah meminta bantuan warga disana untuk mengambil gambar mereka, Grace pun kembali ke arah Rey untuk berfoto bersama.


"Kakak, harus senyum. Oke!". Serunya dengan tegas. "Iya.. iyaa" Ucap Rey.


Sesudah pengambilan beberapa foto mereka di pantai itu, Rey pun membawa istrinya untuk menuju acara tarian warga di negara tempat mereka berbulan madu.


Di dalam perjalanan menuju tempat acara itu, tak henti-hentinya Grace melihat foto mereka yang telah di ambil tadi.


Masih dengan menggunakan hp milik Rey, wanita itu terus menggeser-geser foto yang sudah ada di dalam galeri hp suaminya itu. Hingga Grace menemukan foto-foto Rey bersama dengan Mitha, mantan kekasihnya dulu. Melihat foto tersebut rasanya Grace ingin menghapusnya, tetapi itu tidak akan mungkin mengingat suaminya ini masih sangat mencintai sang mantan kekasih.


"Kak,?" Ucap Grace


Rey pun hanya menoleh sekilas lalu melihat sekeliling dari jalan yang mereka telusuri.


"Ini hp kamu". Ucap Grace sambil memberikan hp dengan agak kasar dan wajah yang cemberut.


Rey tidak menyadari reaksi istrinya yang cemburu itu dan hanya menerima hp miliknya sebelum kemudian memasukkan hp ke saku celana.


"Grace, kan udah dibilang nggak boleh baper. Lo masih aja baper sama dia. Kalau dia beneran udah ada rasa suka sama Lo, pastilah itu foto udah di hapus dari hpnya. Ingat Grace nggak boleh baper. Oke". Ucap Grace menenangkan dirinya sendiri setelah melihat foto-foto mantan kekasih suaminya itu.


****


Dasar nggak peka...Gue udah cemberut gini dari tadi belum sadar juga dianya.


Ucap Grace dalam hatinya karena merasa jengkel melihat foto di galeri hp Rey.


Sepanjang mengikuti acara tarian yang menjadi ciri khas warga di negara tersebut Grace tidak menikmati pertunjukan itu. Dia lebih memilih banyak diam dan tidak berisik seperti biasanya. Sampai dia tidak menyadari kalau pertunjukan tarian tersebut sudah usai.


"Ayo". Ucap Rey yang menggandeng tangan Grace supaya keluar dari tempat acara.


Grace mengikuti saja kemana dia di bawa oleh suaminya itu. Sepertinya Rey juga tidak menyadari kalau istrinya sedang cemburu ketika melihat isi foto di dalam ho miliknya tadi.


"Kita kemana, Kak?". Tanya Grace yang sudah mengikuti langkah Rey yang masih menggandeng tangannya.


"Kamu lapar?". Ucap Grace dan suaminya itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Kita makan disana saja". Tunjuk lelaki itu.


Setelah memutuskan menu apa yang akan mereka coba di negara tersebut, Grace mencoba bertanya pada Rey, selagi menunggu pesanan mereka tiba.


"Kak?". Tanya Grace


Sementara Rey sibuk dengan handphone miliknya, dan mungkin lagi chat dengan seseorang. Ditandai dengan wajahnya yang serius menatap hpnya.


"hm". Ucap Rey sambil masih melihat hp dan tidak menatap Grace.


"Kamu sibuk ya?". Ucap Grace yang melihat kesibukan suaminya itu mengetik di hpnya.


"Iya, ini Alan tanya mengenai proyek kami nantinya". Masih sibuk mengetik


"ohh". Ucap Grace


Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka sampai menu yang mereka pesan pun tiba.


Rey yang sudah tidak sibuk dengan hp miliknya kini sudah fokus untuk menyantap hidangan yang tersaji di depan mereka.


"Kapan rencananya Resign, Kak?" Ucap Grace di sela-sela makan siang mereka.


"Belum tau, tergantung kesiapan Glenn dulu. Kalau Glenn sudah siap aku segera resign". Jawab Rey sambil mengunyah makanan miliknya.


"Ohh". Jawab Grace


"Perusahaan Papa kamu lancar kan ,Kak?" Tanya Grace lagi.


"Sepertinya lancar, aku juga udah lihat laporan keuangan mereka perbulan nya bagaimana, tidak ada masalah sejauh ini". Ucapnya


"Kalau aku nggak mengerti masalah kantor, aku masih bisa tanya ke kamu kan, Kak?". Tanya Grace lagi


"Tanya saja, meskipun aku resign aku juga masih punya saham di perusahaan ayah". Jawab Rey yang kini sudah menghabiskan makanannya.


"Baiklah". Ucap Grace sambil mengunyah makanan miliknya yang masih tersisa setengah.


"Selesai makan kita istirahat sebentar di hotel, sore nanti kita baru keluar dari hotel lagi" Ucap Rey memberitahu.


"Iya". Ucap Grace yang hanya pasrah saja dia akan di bawa kemana


Hening lagi sejenak diantara mereka...


"hm, Kak?". Tanya Grace yang memberanikan diri


Rey menatap matanya dengan serius mendengar ucapan dari istrinya itu.


"apa?". Ucapnya lagi


"hm..." Ada jeda sejenak sebelum mengucapkan.


Rey hanya mengangkat kedua alisnya menunggu percakapan dari Grace.


"Kamu masih berhubungan dengan Mitha?". Tanya Grace akhirnya memberanikan diri


"Kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?" Tanya Rey kembali padanya.


"Nggak ada, aku cuma ingin tahu aja. Kalau kamu nggak mau kasih tau juga gak apa-apa". Jawab Grace


Rey terdiam sejenak mendengar pertanyaan Grace yang tiba-tiba tersebut.


"Kami sudah tidak berhubungan lagi, semenjak kami putus". Jawab Rey akhirnya.


"Aku juga tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang". Ucap Rey lagi


Grace hanya menganggukkan kepala tanda mengerti dengan perkataan Rey.


"Waktu acara pernikahan kita, aku nggak lihat dia soalnya" Ucap Grace


"Iya, memang aku tidak mengundangnya". Rey menjawab jujur pada Grace


"Ooh". Ucap Grace yang mengerti kenapa suaminya itu tidak mengundang mantan kekasihnya.


"Ternyata kamu masih sangat mencintainya, Kak" Ucap Grace dalam hatinya sendiri.


"Kamu sudah selesai makan?' Tanya Rey yang memecah lamunan istrinya itu.


"Ehh, sudah". Ucap Grace


"Ya sudah, ayo. Kita istirahat sebentar" Ucap Rey lagi masih sambil menggandeng tangan Grace menuju hotel tempat mereka menginap tadi.


Selanjutnya