Grace

Grace
Single is Happy



Sesuai perencanaan mereka kemarin. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah salon langganan sejak mereka kuliah dulu. Mobil yang dikendarai oleh Wenny melaju dan memarkirkan di salah satu mall terbesar di kota itu. Rencananya setelah ke salon mereka akan langsung berbelanja di mall tersebut. Sekalian untuk menghemat waktu dan tempat yang di kunjungi juga tidak banyak.


Grace menghela napasnya lega, ketika sudah duduk di sandaran kursi salon yang empuk. Sudah lama sekali dia tidak merasakan kursi ini semenjak dia menikah ditambah kesibukan di kantor.


"Gue, kangen banget sama kursi ini" Grace berbicara lebay. "Udah lama banget ya kita, nggak ke salon" Katanya lagi sambil menolehkan kepalanya ke arah Wenny dan Siska yang duduk di kursi sebelahnya.


"iya, kalau nggak salah, terakhir kita ke salon waktu Lo mau nikah ya Grace" Ucap Siska yang teringat kapan terakhir mereka ke salon dan memanjakan tubuh mereka untuk merilekskan diri.


Di saat yang bersamaan muncullah seorang lelaki yang berdandan seperti wanita dengan gaya berjalan centilnya dan tangan yang dibuat-buat selentik mungkin.


"Helloo, para wanita-wanita cantik Ku. Sudah lama kalian tidak kesini ya. Sudah sombong sama aku" Ucap pemilik salon langganan mereka ketika menghampiri ketiga wanita tersebut.


"haii..Kak Zeri. Aduh makin maksimal aja nih tampilannya." Wenny memberikan pujian dengan mengikuti gaya Zeri yang centil.


"ihh..bisa aja kamu Cin. Sudah lama nggak ketemu, makin cetar aja ya" Pria yang kelihatan seperti wanita itu kemudian berjalan menghampiri Wenny dan memijit bahu wanita itu sejenak.


"iya, nih Kak. Biasa lagi sibuk banget, hari ini kita di kasih diskon ya" Seperti biasanya Wenny selalu memberikan penawaran dengan diskon ketika ke salon maupun, berbelanja. Jiwa diskonnya memang meronta-ronta mengingat hanya dia yang memang mempunyai status kekayaan yang sedikit kurang dari kedua sahabatnya.


"ihh kebiasaan deh kamu minta diskon, Cin." Zeri meremas bahu Wenny dengan kencang tanda kesal dengan wanita itu yang sedikit-sedikit meminta diskon.


Wenny tertawa, "iya deh, Kak. Tapi kasih pelayanan maksimal ya" ucap Wenny yang mengerlingkan matanya kearah Zeri.


"Beres, kalau itu jangan ditanya. Serahkan sama Zeri yang tralala trilili ini" Zeri berbicara sambil menggoyangkan tangannya dengan gemulai. Membuat ketiga wanita itu tertawa karena merasa terhibur dengan tingkah laku pemilik salon langganan mereka.


Treatment demi treatment berjalan, mulai dari rambut, wajah, tangan, kaki serta yang lainnya dilakukan. Grace tertidur sejenak karena merasa nyaman dengan treatment tersebut. Zeri melihat Grace tengah tertidur kemudian menghampiri Siska terlebih dahulu untuk melakukan pemijatan di rambutnya.


"Ehh, sorry ya sebelumnya Cin. Aku lihat kok kamu makin gendutan aja sih" Zeri melihat kearah Siska dengan menggunakan kaca yang berada di depan wanita itu.


"Hahaha, Kak Zeri nggak apa-apa kali. Tapi memang aku lagi gendutan, Kak" Jawab Siska yang membenarkan bahwa tubuhnya makin berisi semenjak dia hamil.


Zeri terkekeh, "Lagi nafsu makan ya, Cin?" Tanya Zeri seraya mengaplikasikan cream rambut untuk Siska.


"Eh, iya Kak. Lagi berisi juga" Kata Siska mengelus perutnya, agar Zeri bisa memahami kondisi tubuhnya.


Zeri melihat sekilas gerakan tangan tersebut, dan dia langsung dapat mengerti. "Wah, selamat ya. Semoga kamu dan baby nya sehat terus" Zery dengan tulus mengucapkannya.


"Iya, Kak Zeri. Terima kasih"


"Untuk ibu hamil, hari ini aku kasih diskon deh buat kamu" Jawab Zeri


"Wah, kak Zeri baik banget. Siska jadinya senang banget kalau di kasih diskon begini" Ucap Siska.


"iya, sering-sering ke salon aku ya. Jangan ke yang lain" Ucap Zeri yang menampilkan jiwa marketingnya.


"Siap" Siska memberikan jempol ke atas.


Mendengar kata diskon, Wenny yang semula tidur seraya menikmati pijatan yang diberikan salah satu staff di salon itu, seketika terbangun dan menegakkan tubuhnya.


"Kak Zeri, kok nggak adil. Siska dikasih diskon, aku juga mau kali, Kak" Wenny yang tiba-tiba nyeletuk dari sebelah dan memandang ke arah mereka berdua.


"Yee..ini karena wanita cantik ini hamil. Kalau situ kan belum hamil" Zeri mengejek dengan menjulurkan lidahnya.


"Jadi tunggu aku hamil dulu, baru dikasih diskon. Begitu maksudnya?"


"Iya dong. Makanya kamu hamil dulu" Kata Zeri dan membuat Siska tertawa melihat interaksi mereka berdua.


"Gimana mau hamil, Kak. Lakik aja belum punya" Wenny memelas mulai mendramatisir keadaan hidupnya.


*****


Sehabis dari salon, mereka bertiga menuju salah satu tempat penjualan pakaian yang terkenal di mall tersebut untuk menambah koleksi baju-baju mereka.


"Grace kok, Lo jadinya ngeliatin baju cowok sih. Sini buruan deh" Wenny menarik tangan Grace yang sedari sibuk melihat pakaian pria.


"Menurut kalian, ini bagus nggak?" Tanya Siska yang tiba-tiba menghampiri mereka dengan menunjukkan baju pria. Hal yang sama dilakukan oleh Grace tadi.


Wenny berdecak sekilas, "Gini nih, kalau udah menikah yang dipikirin bukan baju untuk dipakai buat diri sendiri, jadi buat suami juga sekalian" Ucapnya sambil menggelengkan kepala.


"Coba Lo, udah nikah Wen. Pasti Lo kepikiran hal yang sama kalau belanja baju" Celetuk Siska.


"Gimana Grace, Kak Raka bagus nggak ya pakai ini?" Siska kembali meminta pendapat pada Grace.


"Bagus kok, menurut Gue" Jawab Grace yang melihat baju tersebut.


"Kita ke pakaian pria sebentar ya Wen, Gue juga mau beli sesuatu buat Kak Rey" Kata Grace lagi kepada Wenny membuat wanita itu lesu seketika dan hanya mengikuti langkah kedua sahabatnya untuk membeli pakaian buat suami mereka terlebih dahulu.


Ternyata dugaan Wenny salah, wanita itu berpikir memilih baju pria hanya membutuhkan waktu sebentar daripada memilih baju untuk mereka.


Sama saja waktu yang mereka habiskan untuk memilih pakaian pria dengan mereka memilih baju untuk mereka sendiri. Pikirnya dalam hati.


"Guys, udah sejam lewat kita disini. Kalian nggak selesai-selesai milihnya daritadi" Wenny mulai mengeluh karena kedua sahabatnya masih terlihat bingung memilih baju untuk suami masing-masing.


"Eh, iya. Baru sadar Gue" Jawab Grace yang melihat jam di pergelangan tangannya.


"Kita belum milih baju ya, Wen" Siska ikut celetuk di samping Grace.


"ck baru sadar Lo berdua. Cepetan gih, keburu kering nih Gue" Kata Wenny.


"Iya..iya. Sabar dong" Grace yang berbicara menggandeng lengan Wenny. Wanita itu akhirnya memutuskan untuk membeli kaos santai buat Rey.


"Kalian keliatan beda banget tahu nggak. Biasanya kita bertiga kalau jalan nggak mikirin yang lain. Ini sekarang agenda kita jadi nambah cari baju buat suami Lo, pada"


"Entar ya kalau Lo nikah. Pasti Lo ngerti deh Wen" Siska yang berbicara sambil memanggil pelayan toko tersebut untuk mencari ukuran baju yang di pakai suaminya.


"Eitss. Ngelihat Lo berdua ya udah rempong begini milihin baju. Gue lebih seneng sendiri" Jawab Wenny yang memang lebih menikmati hidup sendirinya.


"Awas aja kalau Lo, udah nikah terus ngelakuin hal yang sama kayak kita" Ucap Grace mencebikkan bibirnya.


"Single is Happy, Grace" Balas Wenny yang menggandeng kedua lengan sahabatnya itu untuk segera ke tempat pakaian wanita.


Selanjutnya


****


Tiba-tiba ranking Grace naik tuh, makasih ya nona cantik yang di ujung sana sudah boom vote sampai 3000. Niat Author yang mau up cuma satu hari ini jadi mau up lagi nanti malam karena kamu hehehehe.


Oh iya makasih juga Readers yang selalu setia dan nggak pernah bosan vote meskipun orangnya itu-itu aja ya, terima kasih seberapa pun yang kalian vote, Author sangat menghargai dukungan kalian. Karena kalian juga Author selalu mengusahakan untuk up setiap harinya.


Sabar ya, part selanjutnya masih diketik.


Terimakasih sayang ♥️