
"Wenn, gw nggak nyaman banget makai ini gaun, terbuka banget nggak sih?"
Tanya Grace sambil memutar tubuh nya di depan kaca.
Yaa, hari ini lah adalah hari bertepatan Siska menikah dengan Raka yang sudah menjalani masa pacaran 10 tahun.
Wanita itu sibuk memutar mutar tubuh nya seakan akan dress yang dia gunakan terlalu menampakkan lekukan tubuh nya.
"Nggak kok Grace , Lo keliatan cantik kok".
Balas Wenny kemudian tanpa melirik Grace yang masih memutar mutar tubuh nya di depan kaca.
"Seriusan Lo, gw kok nggak percaya diri banget makai baju ini, ini bagian dada nya terbuka banget ". Tampak berfikir apakah mengganti dress atau tidak.
"Gw , ganti dress aja kali yaa Wen,"
Sambil berjalan menuju Walk in Closet di kamar nya untuk mencari dress yang pas.
"Grace, udah saat nya Lo ngerubah tampilan style fashion Lo, tau nggak Lo itu cantik terus badan Lo itu sebenarnya bagus tau nggak , gw aja pengen punya badan kek Lo"
Ucap Wenny yang sudah keliatan memperbaiki maskara di mata nya.
"Udah nggak usah ganti, entar waktu di acara nanti biar si Rey ngeliat kalau calon istri nya ini punya tubuh yang seksi dan cantik yang nggak kalah dengan model di luar sana ."
Timpal Wenny lagi yang sudah melirik Grace
"Lo harus mulai percaya diri Grace, buang rasa insecure Lo, yang harus mikirin apa kata orang lain di luar sana."
Ucap Wenny kemudian sambil merangkul pundak Grace meyakinkan.
"Udah gak apa apa, Lo keliatan cantik kok"
Sambil melepaskan rangkulan
Tampak Grace melihat kaca kembali untuk menilai penampilan nya.
Dan wanita itu memutuskan untuk selalu percaya diri dengan apa yang dia pakai selama itu tidak lewat dari batas kewajaran nya.
"Ya udah deh, gw pakai ini aja"
Putus nya kemudian
"Nah, gitu dong"
Ucap Wenny sambil merapikan dress yang dia pakai agar tidak kusut.
"Ooh iya Grace, Lo yakin berangkat ke acara bareng gw?"
Tanya wenny
"Iya Wen, berangkat bareng Lo aja, pakai mobil gw"
Ucap Grace yang mulai merapikan make up di wajah nya
"Emang calon suami lo nggak nawarin buat jemput Lo?"
Tanya nya wanita itu lagi
"Gw udah nggak pernah chat dia akhir akhir ini, dia nya juga nggak pernah hubungin gw duluan". Timpal nya kemudian.
"Aneh tau nggak sih hubungan Lo berdua, mau menikah tapi nggak contact an sama sekali"
Sambil geleng geleng kepala
"iyaa, Lo tau lah Wen, dia orang nya gimana"
Ucap Grace
"Udah ah, yuk berangkat entar telat lagi kita, ehh Lo yang nyetir yaa Wen"
Timpal Grace lagi
"Siap, nyonya Aditama"
Wenny sambil terkekeh mengatakan nya
Terdengar dengusan geli dari Grace ketika wanita itu mengatakan nya Nyonya Aditama.
Wanita itu memikirkan terdengar cocok kah dia menyandang gelar tersebut.
Sampai keluar dari rumah nya pun untuk menghadiri acara pernikahan Sahabat nya wanita itu masih tampak berfikir dan belum mendapatkan jawaban apakah dia cocok menyandang gelar tersebut.
******
Suara alunan musik khas untuk Pernikahan terdengar memenuhi aula acara resepsi sahabat nya tersebut.
Tampak sepasang pengantin yang sudah resmi menjadi suami istri beberapa jam yang lalu itu, menampilkan senyum bahagia yang terpancar dari wajah mempelai itu yang menyalami para tamu yang menjadi tamu undangan mereka.
"Siska keliatan bahagia banget yaa Grace"
Ucap Wenny
"Iya, dia kelihatan bahagia banget Wen"
Ucap Grace masih melihat pengantin baru itu yang masih menyalami para undangan
Wanita itu berfikir apakah di saat acara pernikahan nya nanti dia bisa menampilkan senyum sebahagia itu?
Atau hanya dia saja yang bisa tersenyum ketika menyalami para undangan tamu sedangkan mempelai pria nya tidak menampilkan senyum bahagia ketika menikahi nya.
Memikirkan itu membuat kepala Grace pusing seketika. Dia berharap pernikahan yang di inginkan nya adalah pernikahan yang bahagia seumur hidup nya, yang mencintai dan menerima satu sama lain.
Apakah Rey bisa mencintai dan menerima nya ketika sudah mengarungi bahtera rumah tangga bersama nya nanti?
Ucap Wenny tiba tiba memecah lamunan Grace sambil menarik tangan Grace supaya mengikuti nya.
**
"Cieee, akhirnya Sah juga yaa kalian berdua"
Ucap Wenny setelah menaiki panggung pelaminan
"Selamat yaa kak Raka dan Siska, semoga pernikahan kalian selalu bahagia, sampai kakek nenek"
Ucap Grace.
"Amin"
Kali ini Raka yang menjawab nya
"Sis , yang nurut Lo jadi istri, jangan sering bantah apa kata suami lo"
Ucap Wenny yang sudah menyalami tangan Siska
"Kak, kalau Siska nggak nurut potong aja belanja bulanan nya"
Timpal Wenny lagi.
"Tega banget sih Lo Wen, ngomong gitu"
Ucap Siska sambil menunjukkan wajah yang terluka
"Udah nggak usah nge drama Lo"
Balas Wenny kemudian.
Terdengar suara kekehan Raka mendengar ucapan Wenny.
"Jagain temen nya kita yaa kak, sekali lagi selamat buat pernikahan nya"
Ucap Grace
"Terimakasih Grace , thankyou Wen"
Ucap Raka sambil membalas salaman Grace
"Kado dari kita jangan lupa Lo pakai yaa Sis, sesuai Request an Lo, kita beli nya yang paling mahal dan limited edition"
Kata Grace kemudian
"Thankyou yaa, guys, Lo berdua emang Ter the best banget deh"
Balas Siska
"Iya, kita turun dulu, tamu udah banyak ngantri di belakang"
Timpal Wenny yang sambil melirik belakang melihat tamu undangan yang mulai mengantri.
"Thanks ya Grace, Wen udah datang"
Balas Raka kemudian
"Iya kak, kita turun dulu sekali lagi selamat yaa Sis, dahhh"
Ucap Grace dan Wenny yang sambil menggangukkan kepala nya.
********
"Ngeliat cara makan Lo, kayak orang nggak makan setahun tahu nggak, Wen.
Malu maluin gw aja Lo"
Ucap Grace yang sambil terheran melihat cara makan Wenny yang lahap di pesta pernikahan Siska.
"Lapar gw Grace, Lo tau sendiri tadi gw nggak sempet sarapan di rumah Lo"
Balas nya yang sambil sibuk mengunyah makanan di mulut nya.
"Yee itu mah emang dasar Lo nya aja yang doyan makan dan lapar terus kali"
Ucap Grace sambil mencebik kan bibir nya
"hehhehe Lumayan Grace, hemat duit makan siang gw"
Ucap Wenny membela
"Dasar nggak modal banget Lo emang"
Balas Grace sambil mengambil minuman dari pelayan yang lewat
"Hehehehe"
terdengar Kekehan dari seorang Wenny.
Di saat Wenny, masih sibuk mengunyah makanan nya. Dia melihat sosok yang familiar di pesta pernikahan Sahabat nya itu.
Sebelum mengucapkan kata kata nya , dia menepuk pundak Grace dan berkata
"Grace, itu bukan nya calon suami lo ya, kok dia bisa datang sama Sherli sekretaris nya pak Rezi sih?"
Ucap Wenny dan seketika Grace melihat arah pandangan Wenny
"Dia, nggak bilang sama Lo Grace kalau ajak Sherli ke sini?" Timpal Wenny lagi
Selanjutnya