Grace

Grace
Berdebar - debar



Setelah keluar dari ruangan nya Wenny sahabat karib nya itu, Grace kembali ke ruangan kantor nya dan tidak berhenti untuk menatap jam kantor yang di pasang di ruang kantor nya itu.


Wanita itu berharap agar jam kantor itu segera cepat menunjukkan pukul 17.00 WIB.


Haghh, gara -gara telfon dadakan itu dia tidak bisa lagi berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas - tugas kantor miliknya.


Wanita itu sibuk memikirkan 'baju','Sepatu', dan 'tas ' apa yang akan nanti dia kenakan untuk bertemu pujaan hati nya.


Rasanya dia ingin berteriak kegirangan.


***


Beberapa jam kemudian, setelah jam menunjukkan untuk kepulangan karyawan dari perusahaan tempat mereka bekerja.


Wanita itu langsung terburu - buru untuk pulang dan segera bergegas menuju parkiran tempat dia memarkirkan mobil nya.


Di dalam mobil tak henti nya wanita itu bernyanyi - nyanyi mengikuti suara musik di dalam mobil yang dia putar.


Menunjukkan tanda suasana hati nya sangat senang sekali.


"Bumm...bumm, apakah kau tau dia mengajak ku untuk makan malam nanti, aku senang sekali. Apa kau bisa merasakan nya?"


Sambil berbicara sendiri dengan mobil yang dinamainya dengan Bum bum itu.


Haghhh, sepertinya wanita ini sudah mulai kehilangan kesadaran nya.


Sampailah lah wanita itu di rumah nya dengan perasaan yang sangat senang, sampai sampai menyapa pak Ujang yang membuka pagar rumah milik keluarga mereka.


"Sore pak Ujang"


Sambil menampilkan senyum yang lebar sekali


Pak Ujang yang terkejut dengan tingkah aneh majikan nya itu hanya melongo sebentar sebelum menjawab sapaan dari majikan nya yang aneh hari ini.


"Ehhhh, iya Non, Sore juga"


Menjawab sambil berfikir apakah majikan nya menang hadiah lotre.


Aneh...,


pikir pria yang menjabat sebagai satpam di rumah itu.


Setalah keluar dari mobil dan memasuki rumah, wanita itu melihat Ayah nya yang lagi sibuk menonton tv di ruang tamu milik mereka.


"Sudah pulang Grace?, tumben cepat sekali pulang nya?"


Tanya sang ayah.


"Iya , yahh, Kak Rey mau mengajak makan malam di luar hari ini"


Kata nya senyum senyum sendiri sambil mencium punggung tangan sang ayah.


"Sepertinya putri ayah senang sekali?"


Tanya sang ayah lagi


"Hehehehe"


Nyengir nyengir kesenangan


"Grace, naik ke atas kamar dulu yaa, yahh"


Pamit wanita itu.


"Iya, nak "


Kata sang Ayah


Dan tiba lah di kamar nya. Adegan membuka lemari pakaian yang berisi baju baju wanita itu tampak sangat heboh.


Grace mencocokkan satu persatu pakaian nya ke tubuh nya sambil melihat kaca yang ada di sudut ruangan dekat lemari pakaian nya itu.


"Hmm, pakai yang mana yaa?, Kata Wenny senyaman nya gw aja"


Bicara sendiri lagi di dalam kamar sambil mencocokkan baju miliknya.


"Kok tiba tiba semua koleksi baju gw jelek semua yaa"


"Ini, udah gw pakai di acara kantor kemarin, kalau yang ini udah di pakai juga, terus ini kok kayak jadul banget"


"gw harus ajak Siska sama Wenny nih , belanja baju "


Berbicara sendiri lagi,padahal baju di dalam lemari pakaian tersebut sangat lah banyak.


Kalau boleh di katakan ini adalah pertama kali nya wanita itu keluar dan makan malam bersama seorang pria. Wanita itu tidak mengerti apa yang harus di lakukan nya saat keluar pertama kali dengan ajakan makan malam bersama seorang pria seperti saat ini.


Mungkin itulah yang menyebabkan wanita ini sangat heboh dan senang sekali


******


"Malam, om"


Sapa Rey setelah sampai di ruang tamu keluarga milik Grace


"Malam, Calon menantu"


Sapa si Pria paruh baya itu


"Grace nya ada om?"


Tanya nya lagi


"Ada nak "


"Bi tolong panggil Grace di kamar nya yaa Bi"


Ucap pria itu lagi ke Bi Imah asisten rumah tangga di tempat itu.


"Iya , Tuan"


Jawab bi Imah


Setelah mendapat kabar dari bi Imah kalau pujaan hati nya sudah datang, Grace langsung menuju ruang tamu rumah mereka.


Akhirnya, setelah bongkar baju sana dan sini wanita itu memutuskan untuk memakai Dress selutut bermotif polkadot polkadot kecil sederhana di padu Flatshoes dan tas selempang cokelat serta rambut yang di gerai nya. Menampilkan kesan sederhana dan tidak terlalu mencolok juga fikir wanita itu.


Wanita itu melihat penampilan Rey yang juga sederhana dan tidak terlalu berkesan formal, pria itu hanya memakai kaos yang di balut jaket beserta jeans, dan semakin menambah ketampanan pria itu.


"Sudah , siap"?


Tanya Rey setelah sadar Grace sudah berada di ruang tamu.


"Iya,sudah"


"Kalau begitu kami pamit sebentar ya om?"


Ucap Rey yang bersalaman dengan Ayah sang gadis


"Yah, Grace keluar dulu"


"Iya , hati hati di jalan, titip anak om ya Rey"


Ucap sang Ayah


"Baik om"


*****


Setelah meninggalkan rumah milik keluarga Grace. Seketika itu juga suasana hening tercipta di dalam mobil itu.


Grace yang merasa jantung nya mau keluar dari tubuh nya hanya berdoa di dalam hati agar sang pria tidak mendengar suara detak jantung nya yang sangat keras itu.


Wanita itu memilih mengalihkan pandangan mata nya ke luar mobil sambil tangan nya bertautan satu sama lain untuk menetralisir keadaan yang membuat nya canggung itu.


Sementara Rey tampak nya bingung, apa yang harus di ucapkan nya untuk memecah kecanggungan satu sama lain kepada gadis yang lagi melihat keadaan luar mobil ini.


Tak bisa dia pungkiri di dalam hati nya kalau wanita yang berada di samping nya ini terlihat cantik dari biasanya dan sepertinya dia berdandan.


fikir pria itu di dalam hatinya


"Mau, makan malam dimana?"


Akhirnya Rey yang berbicara duluan


"Hmmm, terserah bapak saja"


Ucap Grace


"Grace?"


Ucap Pria itu


Sementara Grace hanya menanggapi nya dengan wajah yang menatap pria tersebut.


"Kau bisa memanggil ku seperti biasanya kalau di luar kantor "


Ucap Rey yang risih dengan sebutan bapak itu padahal dia sendiri yang meminta agar memanggil secara formal.


"Baik lah , kak"


Kata Grace


"Nah, gitu donk"


Ucap Rey yang secara spontan mengusap ngusap rambut milik Grace.


Pria itu langsung mengangkat tangan nya kembali ke kemudi mobil setalah sadar apa yang telah dia lakukan. Itu hanyalah kebiasaan Rey ketika bersama wanita itu dulu. Tak jarang pria itu mengusap usap atau mengacak acak rambut wanita itu ketika dia penurut maupun susah untuk di ajari.


"Ehh, Maaf"


Ucap pria itu kemudian


Dan seketika Grace mengambil tangan pria itu kembali untuk melabuhkan ke atas kepala nya sambil mengusap ngusap rambut milik nya.


"Gak apa apa kak, Grace senang kok"


Kata wanita itu, sambil terus memegang tangan pria tersebut sebelum kemudian melepas tangan pria itu dari rambut nya.


"Hahaha, baik lah"


Ucap Rey sambil tertawa kecil melihat aksi wanita itu yang berani menurut nya.


Selanjutnya