
Grace semakin mengeratkan pelukannya di bahu suaminya, saat Rey semakin memacu pergumulan panas mereka di pagi hari ini.
Sejak subuh tubuhnya sudah di kuasai oleh Rey dan belum dilepaskan sepenuhnya oleh suaminya tersebut. Grace baru mengetahui ternyata Rey adalah Pria normal seperti pada umumnya dalam hal pemenuhan hasrat lelaki pada istrinya.
"Terima kasih". Ucap Rey masih dengan mengatur nafasnya akibat aktivitas mereka di pagi ini.
Grace yang sudah lemah dan tidak berdaya hanya pasrah dan menganggukkan kepalanya saja mendengar ucapan terima kasih dari Rey yang masih berada di atas tubuhnya.
Melihat raut wajah sang istri yang sepertinya kelelahan akibat aktivitas mereka barusan, Rey berpindah ke samping tubuh Grace dan membawa istrinya itu masuk dalam pelukannya. Mencium puncak kepala Grace dan mengusap-usap punggung wanitanya yang polos sudah menjadi kebiasaan Rey saat mereka selesai berhubungan seperti sekarang ini.
"Kamu nggak ada puas-puasnya kak." Ucap Grace yang masih bergelung di dada sang suami.
"Aku pria dewasa, Grace. Kalau setiap hari tidur bersama wanita tanpa melakukan apapun, ya aku mana tahan". Jawab Rey masih mencium rambut istrinya yang wangi.
Grace tidak menjawab ucapan dari suaminya itu malah semakin memeluk pinggang Rey dan ingin tidur kembali di pagi hari.
"Kamu nggak lapar?". Tanya Rey yang melihat sang istri ingin tidur kembali setelah pergumulan panas mereka.
Grace menggelengkan kepalanya,"aku ngantuk". Ucapnya semakin menempel pada dada suaminya.
"Biasanya jam segini, kamu udah kelaparan". Jawab Rey yang mengingat kebiasaan sang istri yang memang sudah sarapan di jam seperti ini.
"Aku capek,Kak. Kita order aja ya". Jawab Grace sambil memejamkan matanya memberikan penawaran.
"Ya sudah, biar aku saja yang masak". Ucap Rey sambil melepaskan pelukan Grace.
"Emang kamu bisa masak?". Tanya Grace yang menaikkan selimut mereka untuk menutupi tubuhnya.
"Bisa". Ucap Rey santai.
"Kamu mau apa". Tanyanya lagi sambil merapikan rambut Grace yang terlihat berantakan.
Grace tampak berfikir sejenak sebelum mengutarakan keinginannya.
"Aku mau nasi goreng aja deh, Kak". Putusnya kemudian.
"Kamu bisa masak nasi goreng kan?". Tanya Grace lagi memastikan suaminya bisa memasak atau tidak secara selama ini, wanita itu tidak pernah melihat Rey memasak di rumah mereka.
"Hmm. Kamu tunggu disini". Jawab Rey yang sudah memakai baju dan celananya kemudian segera menuju dapur milik mereka.
Grace yang melihat kalau sang suami sudah beranjak menuju dapur mereka. Langsung mengistirahatkan tubuhnya sejenak dan memejamkan matanya untuk tertidur.
Tidak tahu sudah berapa lama wanita itu tertidur, kini Grace merasakan guncangan di bahunya seperti ada orang yang sedang membangunkannya dari tidur.
"Nasi goreng nya udah siap. Kamu mau makan dimana?". Ucap Rey yang membangunkan istrinya itu.
"Makan di meja makan saja, Kak.". Ucap Grace yang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Ya udah, aku tunggu di meja makan. Pakai bajunya". Jawab Rey sambil mencium bibir sang istri sekilas dan di balas anggukan kepala dari Grace.
Sesampainya di meja makan, Grace dapat melihat bahwa ternyata Rey menata nasi goreng di piring wanita itu menjadi bentuk bulat dan di hiasi tomat beserta pernak pernik lainnya yang sedap di lihat mata.
"Kamu belajar masak dan hias begini belajar darimana sih, Kak?". Dari Mama?". Ucap Grace sambil melihat nasi goreng yang sudah tersedia di hadapannya.
Rey tampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut. "Dari Mitha". Jawabnya langsung.
Grace seketika melihat ke arah Rey yang masih sibuk menata nasi goreng miliknya dengan tomat dan membentuknya sesuai keinginan.
"Ohhh". Jawab Grace seadanya.
"Aku dengar dia juga pinter masak". Ucap Grace lagi yang ingin banyak mengetahui soal Mitha mantan kekasih suaminya itu.
"Ayo, dimakan". Ucapnya lagi pada Grace.
"Kamu belajar membuat nasi goreng ini juga dari dia?". Tanya Grace yang memilih penasaran daripada memakan sarapannya.
"Bisa di bilang begitu" Jawab Rey seadanya. Dia tahu kalau mereka terus membahas Mitha ujung-ujung nya pasti di akhiri dengan perdebatan.
"Ayo, di makan. Selesai makan kita belanja bulanan di supermarket". Ucap Rey lagi yang menghindari topik membahas Mitha.
"Baiklah". Jawab Grace yang sepertinya mengerti kalau suaminya tidak ingin membahas Mitha di dalam hubungan mereka.
*****
Dan disinilah mereka berdua, selesai sarapan dan membereskan apartemen. Kini mereka sudah di salah satu supermarket yang terbesar di kota tersebut.
"Kak, kita masak ikan itu ya". Ucap Grace yang menunjuk salah satu ikan yang terlihat segar di hadapannya.
"Hmm. boleh". Jawab Rey yang melihat ikan tersebut.
Berhubung hari ini adalah weekend mereka memutuskan untuk berbelanja bulanan kemudian menghabiskan waktu berdua di dalam apartemen.
"Habis ini kita mau kemana?". Tanya Rey yang mendorong troli mereka.
"Kita ke bagian sayur, Kak. Aku udah lama tidak memasak sayur juga untuk kita". Ucap Grace yang melangkahkan kakinya duluan.
Rey hanya mengikuti langkah sang istri dan sibuk membantu mendorong troli milik mereka yang penuh dengan belanjaan.
Masih sibuk memilah-milah sayur dan melihat sekeliling. Rey merasakan tepukan di bahunya dari arah belakang.
"Nak Rey?". Ucap seseorang tersebut.
Seketika Rey langsung melihat arah belakangnya dan raut wajahnya tampak terkejut.
"Ehh, Tante". Ucapnya dengan kaku.
Grace pun melihat seorang wanita paruh baya yang menghampiri mereka berdua. Kemudian Grace tersenyum ramah dengan wanita tersebut sebagai tanda sopan santun.
"Tante sendiri?". Ucap Rey yang sibuk melihat sekeliling.
"Iya, Rey. Sudah lama tidak bertemu kamu". Ucap seorang wanita paruh baya itu lagi.
"Dia siapa Rey?". Ucapnya kembali yang melihat ke arah Grace yang sedang tersenyum kepadanya.
"Ohh, kenalin Tante dia, Grace istri aku". Ucap Rey memperkenalkan Grace kepada wanita tersebut.
"Grace kenalin ini Tante Lisa, mama nya Mitha". Ucap Rey kini memperkenalkan pada Grace sebagai mamanya Mitha. Grace hendak menyalami wanita itu, tetapi sambutan tangannya tidak di balas oleh wanita paruh baya tersebut.
"Loh, kamu sudah menikah Rey?. Kok Mitha nggak pernah cerita?". Tanya Tante Lisa yang raut wajahnya seakan terkejut mendengar pengakuan dari Rey.
Selanjutnya.
***
Aku Tahu kok, kalian pasti sedang nimbun point kan. Udah deh ngaku aja Author udah tau kok hehehehe (baper banget yakk).
Supaya suatu saat, bisa vote karya ini sampai 1000 point kan. Ya ampun kalian so sweet banget sih, Author sampai terhura deh ehhh terharu maksudnya.
Terima kasih yaa, kalian baik banget dehh.
Happy Reading kesayangan ♥️