
"Apakah ini sudah cukup?"
Tanya Rey kepada petugas photo tersebut sambil masih merangkul bahu tunangan nya itu.
"Ya, pas sekali. Nona, tolong hadap ke kamera"
Ucap petugas photo itu yang melihat Grace tidak fokus pada kamera melainkan sibuk menoleh kepada lelaki di sebelah nya itu.
Dan mendengar arahan petugas photo tersebut Grace pun kembali fokus kepada kamera.
Hati nya terasa berdebar - debar kembali merasakan rangkulan hangat dari tunangan nya ini, rangkulan yang membuat nya nyaman dan merasa terlindungi.
Fikir wanita itu.
Seketika itu juga Grace pun tersenyum dengan bahagia & cantik nya di hadapan kamera tersebut.
Selesai acara pertunangan yang sudah kedua keluarga itu lakukan, di sinilah mereka berkumpul di ruang tamu milik keluarga Wijaya itu untuk membahas acara pernikahan yang akan di adakan mereka selanjutnya.
Tampak Grace duduk di sofa milik keluarga itu di dampingi oleh Glenn dan Ayah nya, sementara itu keluarga dari baskara terlihat duduk juga berhadapan dengan sofa mereka.
Waktu itu Rey yang ingin memulai pembicaraan untuk mengutarakan niat lelaki itu untuk selanjutnya.
Sejenak lelaki itu berdehem sebelum berbicara kepada kedua orang tua nya beserta calon mertua nya.
"Begini, om, pa, ma hm.. dan semuanya, saya sudah membicarakan hal ini sudah lama dengan Om Gilang kalau saya setelah menikah nanti ingin Resign dari perusahaan om Gilang dan memulai karir saya dari awal"
Ucap Pria itu yang tak lain adalah Rey.
Dan seketika itu juga keluarga yang mendengar penuturan dari ucapan Rey itu sendiri terkejut dengan keputusan yang akan di ambil oleh lelaki itu.
"Apa maksud nya Rey?"
Kali ini tampak Farhan yang bertanya kepada putra sulung nya itu.
"Rey akan meneruskan perusahaan milik papa"
Ucap Rey yang menatap wajah orang tua nya itu.
"Walaupun perusahaan papa masih kecil dan baru start - up saya akan berusaha menghandle dan berusaha se maksimal mungkin untuk membuat perusahaan papa lebih maju"
Ungkap pria itu lagi.
"Benar Farhan, ini adalah permintaan nak Rey sendiri kepada saya, sebelum memutuskan untuk menikah dengan Grace"
Kali ini Gilang yang berbicara kepada orang tua dari lelaki itu.
"Papa masih sanggup untuk menghandle perusahaan papa sendiri Rey, kamu cukup membantu Om Gilang di perusahaan nya"
Ucap Farhan yang sepertinya tidak setuju dengan keputusan dari putra nya tersebut.
"Tidak pa, bagaimana pun juga Rey nanti nya akan menjadi seorang kepala keluarga. Rey ingin mandiri dengan hasil jerih payah sendiri untuk menghidupi keluarga ku nanti nya."
Ucap Rey yang masih bersikukuh dengan keputusan nya itu.
"Sudah, tidak apa apa Farhan, kalau nak Rey ingin memulai semua nya dari awal buat keluarga sendiri, saya pun menyetujui nya. Lagi pula sebentar lagi kuliah nya Glenn di Jerman akan selesai. Setelah menikah nanti biar Glenn yang akan menggantikan posisi dari Rey sebelumnya."
Ucap Gilang kali ini kepada Farhan.
"Bagaimana Glenn, apakah kamu setuju untuk menggantikan posisi Rey nanti nya?"
Ucap Gilang lagi kepada putra bungsu nya.
"Glenn, setuju saja, Yah"
Ucap Glenn kali ini.
"Bagaimana, Farhan?"
Ucap Gilang menanyakan keputusan Farhan ayah nya Rey.
" baiklah jika itu yang kau inginkan untuk membuat rumah tangga mu nanti nya lebih mandiri. Papa akan menyerahkan perusahaan papa supaya bisa kau menghandle nya secara keseluruhan"
Putus Farhan kemudian.
"Terimakasih , pa"
Ucap Rey
"Tapi kau juga tak boleh lupa dengan pendapat calon istri mu mengenai ini, bagaimana pun juga Grace berhak memberikan pendapat nya tentang keputusan mu ini."
Ucap Farhan lagi sambil menoleh ke arah Grace yang tampak dari tadi hanya mendengarkan dan diam saja dengan pembicaraan kedua keluarga itu.
"Bagaimana, Grace apakah kau setuju dengan keputusan Rey untuk rumah tangga kalian nanti nya?"
Ucap Farhan mengulang pertanyaan nya.
Sejenak Grace diam tampak berfikir mengenai keputusan calon suami nya itu.
"Grace mendukung apa pun yang di lakukan Kak Rey, om selagi itu demi kebaikan kami nanti nya"
Ucap Grace kemudian
Ucap Gilang kali ini kepada calon menanatu nya itu.
"Saya tidak akan melarang & keberatan kalau Grace masih bekerja nantinya om, saya akan tetap mendukung karir nya ke depan untuk perusahaan om."
Ucap Rey
*****
Setelah mendengar ucapan dari calon suami nya tersebut, baru lah Grace mengerti pembicaraan serius yang di lakukan oleh Ayah nya itu dan Rey sebelum acara pertunangan tadi. Sepertinya mereka membahas hal ini.
"Baik lah kalau seperti itu keputusan nya"
Ucap Gilang Ayah nya Grace.
"Jadi setelah hal ini, bagaimana sekalian kita tentukan tanggal pernikahan mereka ?"
Ucap Farhan kali ini
"Bagaimana, apakah bisa dilakukan bulan depan atau kita undur lagi di bulan- bulan selanjutnya?"
Ucap Nita kali ini yang berbicara.
"Kalau mengingat nak Rey ingin Resign dari kantor berarti harus dilakukan setelah Glenn menyelesaikan perkuliahan nya"
Ucap Gilang kemudian
"Oh iya benar juga"
Ucap Farhan sambil mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti.
"Bagaimana, nak Glen kira kira berapa bulan lagi akan selesai?"
Ucap Farhan yang menatap wajah Glenn
"Sepertinya bulan depan perkuliahan saya sudah selesai om, akan Glenn usahakan lebih cepat mengurus nya sebelum akhir bulan depan"
Ucap Glenn kepada Farhan.
"Oke.. berarti baik nya 2 bulan lagi kita akan mengadakan acara pernikahan mereka"
Ucap Nita
"Ya sepertinya itu lebih baik"
Ucap Gilang kali ini dan Farhan hanya mengangguk kan kepala nya saja.
"Bagaimana Rey , dan Grace apakah setuju, pernikahan akan di langsungkan 2 bulan lagi?"
Ucap Nita kepada anak nya dan calon menantu nya itu.
"Baiklah , ma"
Ucap Rey
"Grace, mengikut baik nya saja Tante"
Ucap Grace kemudian.
"Baiklah, kalau begitu pernikahan kalian akan di langsungkan 2 bulan lagi sejak dari sekarang".
Ucap Farhan lagi memutuskan acara berkumpul keluarga itu.
Dan semuanya hanya mengangguk kan kepala mereka dengan keputusan yang sudah mereka ambil tersebut.
Setelah kepulangan Rey dan keluarga nya itu tampak Grace sudah berbaring di kamar nya sambil melihat photo yang sudah di ambil dari pertunangan mereka tadi.
Wanita itu langsung mencetak photo tersebut dan menaruh nya di atas nakas di seblah tempat tidur wanita itu.
Tampak di dalam foto itu ketika Rey merangkul bahu milik nya tadi dan wajah wanita itu yang tersenyum sumringah.
Bagaimana dengan wajah pria yang menjadi tunangan nya itu?
Wajah pria itu hanya menampilkan raut wajah yang datar tanpa guratan senyum dan bibir yang melengkung. Hanya wajah yang datar dan mata yang fokus kepada kamera yang mengambil pose mereka berdua tadi dan sangat terlihat dari tubuh nya yang kaku ketika berfoto tadi.
'Apakah, raut wajah mu juga akan seperti ini kak, ketika kita menikah nanti?'
Ucap Grace sambil menyentuh wajah Rey di dalam foto yang dia lihat itu.
Wanita itu terus memikirkan pertanyaan nya itu sampai dia tertidur dan membayangkan wajah datar yang akan di tampilkan oleh calon suami nya itu nanti di saat acara pernikahan mereka.
Ya, hanya wajah nya saja kemungkinan yang akan tersenyum menerima pernikahan ini.
*******
Selanjutnya