Grace

Grace
Memasak



"Jadi lo nge iya in"?


Wenny berbicara setelah mendengar pengakuan dari sahabat nya itu.


Setelah makan malam yang di rasa Grace adalah makan malam yang menyedihkan dengan pengakuan dari pria yang masih mencintai mantan kekasih nya, wanita itu memutuskan untuk menceritakan semua kejadian itu pada sahabat dari SMA nya ini.


"Iya Wen, gw juga nggak boleh egois dalam hubungan ini. Dia aja nerima pernikahan ini harusnya gw udah nggak banyak menuntut lah"


Ucap Grace yang sibuk memainkan pulpen di atas meja kantor sahabat nya itu.


"iya kalau dia bisa membalas perasaan suka lo, kalau nggak gimana?"


Ucap Wenny kepada wanita di hadapan nya ini yang terlihat masih bingung dengan keputusan nya itu.


"Kok Lo, ngomong nya gitu sih Wen, jadi nge drop banget gw"


Ucap wanita itu kemudian


"Grace, bukan nya gw nggak ngedukung lo untuk ambil keputusan yang seperti itu untuk kalian berdua"


Ucap Wenny lagi


"Pernikahan itu nggak main main Grace, itu hal yang sakral. Dan kalian itu bersumpah di hadapan Tuhan. Iya kalau kalian bisa saling suka satu sama lain, kalau nggak gimana?


Maksud dia akan ngelepas Lo dan lo yang harus ngelepas dia itu bukan nya cerai istilah nya?"


Ucap Wanita yang telah menjadi sahabat nya selama bertahun tahun itu.


"Tapi gw yakin bisa menangin perasaan dia , Wen"


Ucap Grace yang masih yakin dengan keputusan nya.


"Yakin Lo? Secara selama ini bertahun tahun Lo udah nunjukin perasaan suka lo ke dia dan udah terang terangan lagi nyatain nya perasaan Lo ke dia, tapi dia masih tetap belum bisa balas perasaan Lo kan?


Ucap Wenny secara gamblang yang ingin wanita di hadapan nya ini berfikir rasional.


"Menurut gw, resiko yang lo ambil tinggi banget grace, gw jamin hati lo akan terluka parah dengan keadaan kalau akhir nya dia nggak bisa balas perasaan lo"


"Iya, gw tau banget hal itu yang akan terjadi ke gw, kalau dia tetap nggak cinta sama gw, Wen".


Ucap Grace yang memang sudah akan mengetahui akhirnya bila perasaan nya tidak di balas.


"Tapi setidaknya gw akan coba untuk menangin perasaan nya dia, Wen"


Ucap wanita itu lagi.


Tampak Wenny menghela nafas sebentar mendengar perkataan sahabat nya itu yang masih ingin memperjuangkan cinta nya kepada lelaki yang sudah dia kenal sewaktu kecil tersebut.


"Kalau itu menurut lo yang terbaik, gw bisa apa Grace, yang ngejalanin kalian berdua juga nanti nya. Setidak nya gw udah ngingatin lo resiko akhirnya gimana"


Ucap Wenny yang memaklumi perasaan wanita di hadapan nya ini.


"Tapi ingat Grace, lo udah tau akhir nya bagaimana kalau dia nggak bisa balas perasaan lo. Kalau emang itu yang akan terjadi nanti nya gw harap lo nggak akan terjatuh dalam banget grace"


Ucap wanita itu lagi.


Grace terkekeh sejenak, sebelum membalas ucapan dari sahabat sejak SMA nya yang terkenal aneh itu.


"Iya Wen, gw akan selalu ingat perkataan Lo".


Ucap Grace kemudian yang memang sudah mengetahui akhirnya bagaimana kalau perasaan nya tidak bisa di balas.


"Hm, ya udah deh kita makan siang di kantin kantor yuk, udah lama juga kita nggak makan di sana"


Ucap Wenny yang sambil menarik lengan Grace untuk keluar dari ruangan kantor miliknya itu.


"Iya, gw juga nggak makan dari kemarin"


Ucap Grace sambil mengusap usap perut nya yang keroncongan


"Emang cari penyakit tau nggak Lo, udah tau bentar lagi acara pertunangan, masih aja Lo telat makan"


Ucap Wenny yang sudah mulai mengomel khas emak - emak.


"Iya iya, cerewet banget sih lo, Wen. Entar nggak laku lo kalau cerewet terus hahaha"


Ucap Grace sambil tertawa mengikuti langkah Wenny.


"Yahh, meskipun gw cerewet setidaknya gw nggak punya hubungan rumit macam Lo berdua."


Ucap wanita itu membela diri nya


"Hahaha, iya deh"


Ucap Grace kemudian.


*****


Setelah sampai di kantin kantor, kedua wanita itu memutuskan untuk duduk di salah satu meja yang tidak ramai dengan karyawan yang juga ikut makan siang disana.


Bagaimana pun juga mereka sudah mengetahui kalau Grace adalah anak dari pemilik tempat mereka bekerja. Bukan hal yang aneh kalau karyawan di sana sedikit mempunyai rasa sungkan terhadap nya.


Dan Grace pun menyadari hal itu, dia memilih untuk tetap terlihat tidak mencolok perhatian karyawan kantor yang lagi makan siang di kantin tersebut.


"Kita makan, di ujung meja itu aja ya Wen"


Ucap wanita itu yang sudah menyadari tatapan para karyawan sudah tertuju kepada nya.


"Oke"


Ucap Wenny yang mengerti hal itu.


"Oh, iya Grace, Siska udah balik dari Honeymoon nya. Dia mau ngajak ketemuan Sabtu ini."


Ucap Wenny sambil memasukkan makanan yang dia ambil tadi ke dalam mulut nya.


"gw nggak bisa Wen, gw udah janji mau masak bareng sama Tante Nita weekend ini."


"Oh ya udah kapan kapan aja entar gw yang bilang ke Siska"


"Yang kompak Lo berdua entar masak nya yaa, Calon menantu dan calon mertua"


Ucap Wenny yang bercanda.


"Dasar Lo"


Ucap Grace kemudian sambil terkekeh.


*****


Ketika hari Sabtu nya tiba, pagi nya Grace pun datang ke rumah Rey untuk memenuhi undangan memasak bersama calon mertua nya tersebut.


"Ehh, kamu sudah datang Grace?"


Ucap Nita yang melihat calon menantu nya itu sudah muncul di depan pintu rumah bersama asisten rumah tangga mereka yang menyambut kedatangan nya.


"Iya Tante,"


Ucap nya kemudian


"Oh iya Tante ini ada buah buat Tante, tadi Grace liat ada penjual buah di seberang gang depan sebelum sampai ke sini.


Ucap wanita itu lagi sambil menyerahkan buah yang dia beli tadi.


"Oh, makasih ya Grace"


Ucap wanita paruh baya itu sambil menyerahkan plastik buah itu ke asisten rumah tangga nya.


"Kita mulai masak sekarang aja ya Grace, Tante juga sudah lapar"


Ucap Nita sambil berjalan menuju dapur milik keluarga mereka.


"Iya Tante"


Ucap Grace kemudian sambil mengikuti langkah calon mertua nya itu dan melihat sekeliling rumah untuk mencari calon suami nya tersebut. Dan yang dia cari sepertinya tidak ada.


Nita pun melihat tingkah laku calon menantu nya itu yang melihat ke sekeliling rumah milik mereka dan dia pun mengerti dengan sifat perempuan itu.


"Rey nya, keluar tadi dia izin olahraga sebentar keliling kompleks"


Ucap wanita itu tiba tiba.


Dan yang Grace yang merasa kepergok pun hanya tersenyum kikuk menanggapi pernyataan calon mertua nya itu.


"Tante , mau masak apa hari ini?"


Ucap Grace yang sudah berdiri di samping Nita.


"Tante lagi pengen makan ayam pedas manis Grace, gimana kamu suka?"


Tanya Nita yang sembari melirik perempuan itu.


"Grace, senang makan semua nya kok Tante"


Ucap Grace kemudian yang membuat calon mertua nya itu tertawa terbahak bahak mendengar ucapan nya.


"Kamu ini ada ada aja Grace, kalau senang makan semua nya berarti kalau Tante kasih batu sama kamu emang kamu mau makan?"


Ucap Nita yang masih tertawa.


"Ehh, nggak tante"


Ucap Grace seketika yang melihat calon mertua nya itu sudah mulai meracik bumbu bumbu masakan nya.


"Grace?"


Tanya wanita paruh baya itu.


"Iya Tante?'


Ucap Grace sambil melirik wanita itu.


"Rey itu kalau pagi - pagi begini suka nya minum teh hangat"


Ucap wanita paruh baya itu yang membuat kening Grace mengkerut tanda memikirkan sesuatu.


"Tante ingin kasih tau kamu, kalau kalian menikah nanti kebiasaan Rey itu apa aja"


Ucap Nita yang mengerti raut wajah calon menantu nya itu yang kebingungan.


"Oh, baik lah tante akan Grace ingat"


Ucap wanita itu setelah mengerti kemudian


"Rey nggak terlalu suka makan makanan yang terlalu banyak micin nya, dia juga lebih senang makan di rumah daripada keluar untuk membeli makanan"


Ucap wanita paruh baya itu memberitahu.


"Kalau pagi - pagi kamu cukup buatin teh hangat sama roti buat dia, kalau kamu sempat untuk memasak buat makan siang nya, dia pasti nggak akan keberatan membawa nya ke kantor untuk makan siang nya. Makanya Tante sering ajarin kamu memasak seperti ini, karena Rey nggak terlalu suka makan di luar.


Ucap nya lagi memberitahu.


"Tante harap kamu bisa cepat pinter masak ya Grace, soal nya Rey dulu sangat menyukai masakan nya Mitha"


Ucap wanita itu yang membuat hati Grace terasa sakit seketika mendengar nama wanita itu lagi.


Lagi - lagi dia kalah jauh dengan kekasih nya yang bernama Mitha itu dulu, pantasan saja calon suami nya itu sangat mencintai mantan kekasih nya tersebut selain mandiri dia juga pintar memasak tenryata yang baru dia ketahui.


Dari sinilah Grace pun mengetahui bahwa perjuangan nya sangat berat untuk mendapatkan cinta pria itu.


*****


Selanjutnya