
"Lo, masih jomblo kan Grace, gue lagi cari istri nih, Lo mau nggak?". Ucap Reno tiba-tiba pada Grace dan seketika itu juga orang di depan mereka terbatuk-batuk mendengar ucapan Reno.
Hukkk....hukkk
Terdengar suara Rey batuk-batuk mendengar ucapan Reno yang gamblang sekali. Grace yang mendengar suara batuk dari suaminya langsung memberikan air putih ke hadapannya untuk diminum.
"Kamu, nggak apa-apa Kak?
Tanya Grace
"Hmm". Asal menjawab saja.
"Gimana, Grace. Lo mau nggak jadi istri gue. Bokap udah nyuruh gue nikah, soalnya". Reno mengulang pertanyaannya barusan dan seakan-akan mengabaikan orang yang tengah batuk-batul di hadapannya.
"Lo, baru balik dari luar negeri tambah nggak waras tau nggak sih, Ren". Ucap Grace.
Bukannya menjawab sindiran dari Grace, pria itu malah merangkul bahu milik Grace dan mendekatkan wanita itu ke sampingnya.
Rey sontak terkejut melihat aksi pria yang tidak tahu diri dihadapannya tak sadar mulai tidak suka dengan tangannya yang sudah menggantung di bahu istrinya.
"Apa-apaan ini" fikirnya dalam hati.
"Dia istri Gue. Bro". Sambil memandang tidak suka akan rangkulan tangan pria itu di bahu istrinya.
"Ahh, Bang Rey ternyata suka bercanda juga" Ucap Reno, yang tangganya masih menggantung di bahu Grace.
Grace yang sadar akan pandangan suaminya ke arah bahunya, seketika langsung melepaskan rangkulan dari Reno.
"Kak Rey , bener Ren. Kita udah menikah" Kali ini Grace yang menjawab sambil melepaskan rangkulan tangan di bahunya.
Terdengar suara tawa Reno mendengar ucapan tersebut.
"Sejak kapan?" Katanya.
"Tau nggak Lo, terakhir gue dengar kabar kalau Lo masih sendiri. Gue sengaja cepat balik ke Indo demi Lo tau, nggak?" Ucap pria itu lagi sambil masih tertawa mendengar pengakuan mereka berdua.
"Kami udah nikah Ren, ini buktinya". Ucap Grace yang menunjukkan cincin pernikahannya ke Reno.
Melihat cincin yang dikenakan Grace di jarinya, Reno juga melihat ke arah jari milik Rey. Dan pria itu menemukan sepasang cincin yang sama melingkar di jari tangan keduanya.
"Ini serius, Grace?" Ucapnya dengan raut wajah yang sedih.
"Grace, gue udah sering dengar penolakan dari Lo dulu. Tapi kalau alasan Lo kayak begini, gue nggak akan ketipu lagi tau nggak. Mending Lo cari alasan lain deh." Jawab Reno masih tidak percaya dengan ucapan dari Grace.
"Kami memang sudah menikah." Kali ini Rey yang mengucapkannya secara serius.
Tidak menanggapi dari ucapan Rey, Reno lebih memilih untuk mendengar sendiri jawaban yang sebenarnya dari Grace.
"Kapan Grace" Ucapnya yang masih menatap Grace dengan raut wajah masih sedih.
"Maaf, Ren. Kita baru kemarin menikah". Jawab Grace kepada pria itu.
"Kemarin, maksudmu hari kemarin?" Tanyanya lebih terkejut lagi mendengar pengakuan dari Grace.
Grace pun menganggukan kepalanya tanda membenarkan. "Maaf nggak sempat undang Lo, Ren. Gue juga hilang contact dengan anak lainnya". Ucap Grace lagi dengan raut wajah yang menyesal.
Reno hanya terkekeh mendengar ucapan dari Grace, sementara sang suami malah asyik-asyiknya menyantap hidangan sarapan di atas meja sambil mendengarkan.
"syok gue denger kabar tentang lo, tau nggak" Ucap Reno lagi yang masih belum terima kenyataan kalau wanita yang dicintainya sudah menikah dan menjadi milik orang lain.
"Kalau kata orang sebelum janur kuning melengkung itu artinya masih ada kesempatan. Tapi Grace kalau buat Gue, sebelum bendera kuning atau putih berkibar itu artinya gue masih ada kesempatan selama Lo masih hidup." Ucapnya
Mendengar ucapan dari pria yang tidak tahu diri di depannya membuat Rey tidak sadar mengepalkan tangannya dan memandang pria itu dengan wajah yang merah.
"Maksud Lo, apa bro?". Tanya Rey mulai tidak suka.
"Menurut Lo, bang apaan?" Tanya pria itu balik.
"Gue pamit dulu Grace, klient gue udah nunggu juga. Sampai jumpa cantik". Ucapnya sambil mengedipkan matanya dengan bibir yang tersenyum merekah.
"Oh iya Ren, sukses Lo". Ucap Grace yang tidak menanggapi senyuman pemuda itu.
Reno pun berlalu dari meja pengantin baru tersebut tanpa berpamitan dengan Rey.
"Jangan di ambil hati, Kak. Reno orangnya memang begitu, tapi dia baik kok. Meskipun bicaranya pedes banget". Ucap Grace yang melihat wajah Rey seperti orang tidak suka akan kehadiran temannya tadi.
"Mulai dari sekarang jangan dekat-dekat dengannya". Jawab Rey yang kembali melanjutkan makanannya.
"Loh, kenapa Kak, dia orangnya baik kok". Ucap Grace yang membela Reno.
"Kalau aku bilang jangan dekat ya nggak usah dekat". Nada bicara mulai ketus.
"Iya.. iya" Jawab Grace mengalah dengan pembicaraan mereka daripada bertengkar pikirnya.
"Jangan cemberut gitu dong, senyum dong" Ucap Grace lagi yang menggoda suaminya itu .
"Ayo, Kak. senyum Kak, kamu ganteng tau kalau senyum". Ucapnya sambil menoel-noel sendok ke hidung mancung milik Rey.
Rey yang merasa tergoda dengan tingkah laku Grace langsung tersenyum dan memberikan buah ke mulut gadis itu, supaya dia berhenti menggodanya.
"Nih makan nih". Ucapnya sambil memasukkan buah ke mulut istrinya itu sambil tertawa.
****
"Ciee... penganten baru". Ledek Laura yang melihat Kakak beserta istrinya muncul di depan pintu.
"Gimana, Kak. Udah di proses belum keponakan Gue?". Ucap Laura kepada Rey.
Rey yang mendengar ledekan dari adiknya hanya menatap wajah Laura sekilas dan memilih diam saja. Kemudian pria itu berlalu membawa koper miliknya dan milik istrinya ke dalam kamar.
"Mbak, gimana?". Tanya Laura kali ini yang sangat bersemangat pada Grace karena pertanyaannya tidak digubris oleh kakaknya.
"Gimana apanya, Lau?". Ucap Grace yang duduk di sofa milik keluarga itu. Sambil melihat sekeliling ruangan ternyata mertuanya belum keluar dari kamar.
"Keponakan Gue, udah di buat belum". Ulang Laura lagi.
"Mau tau aja, Lo" Jawab Grace secara asal.
"Kepo Gue , Mbak." Balas Laura kali ini yang mendekatkan tubuhnya ke Grace.
"Kalau Lo kepo, buruan sono nikah. Biar tau rasanya gimana". Jawab Grace lagi.
Setelah perbincangan bersama adik ipar yang tidak ada faedahnya itu menurut Grace. Kedua mertuanya baru muncul di ruang tamu milik mereka.
"Ehh....udah pulang kalian Grace?". Ucap Nita yang sambil duduk di sofa bergabung bersama suaminya.
"Sudah, Ma". Ucap Grace kalem.
"Suami kamu dimana?". Tanya Nita lagi sambil melihat sekeliling rumah mencari putranya.
"Taruh koper ke kamar, Ma". Jawab Grace
"Kalian sudah makan, Grace?". Kali ini Farhan yang bertanya.
"Sudah, Pa. Tadi di hotel sarapan". Ucap Grace yang melihat kalau Rey sudah duduk di sampingnya.
"Ehh, anak Mama". Ucap Nita yang melihat kehadiran putranya.
"Gimana, cucu Mama. Udah di buat belum?" Tanya Nita secara gamblang pada Rey.
Grace yang mendengar ucapan mertuanya yang frontal itu hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata anak sama Mama sama saja. Pikirnya mengingat pertanyaan yang sama yang ditanyakan tadi oleh Laura kepada mereka tadi.
Rey yang mendengar pertanyaan Mamanya hanya mengedikkan bahunya santai dan memilih diam saja tidak menjawab pertanyaan tersebut.
"Gimana, Grace? Kalian nggak nunda kan?". Tanya Nita kepada Grace karena pertanyaannya tidak di jawab oleh Rey.
Grace yang menerima pertanyaan tersebut hanya salah tingkah dan tidak tahu mau menjawab apa. Kalau Laura atau orang lain yang meledeknya seperti itu pasti dia bisa jawab dengan asal-asaln, ini kalau mertuanya yang menanyakan, dia bingung harus menjawab apa. Sekilas wanita itu melirik ke samping untuk melihat reaksi Rey yang hanya diam saja.
"Ma, mereka juga baru nikah kemarin. Sudahlah kita tunggu saja kabar baiknya dari mereka". Kali ini Farhan yang memberi pengertian kepada istrinya tersebut.
"Iya juga ya, Pa". Ucap Nita yang memaklumi perkataan dari Suaminya Farhan.
"Segera kasih Papa, cucu ya Rey" Ucap Farhan dengan raut wajah yang berharap.
"Papa udah nggak sabar gendong cucu pertama soalnya". Ucapnya lagi sambil tersenyum kepada putranya tersebut.
Melihat raut wajah Papanya yang penuh harap seperti itu, Rey menjadi tidak enak kalau hanya diam saja membalas ucapan papanya.
"Iya, Pa. Rey dan Grace akan usaha". Ucap Rey yang melihat arah wajah Farhan.
Farhan pun hanya tersenyum mendengar jawaban dari putranya itu dan menganggukkan kepalanya mengerti.
"Yeayy bentar lagi, Gue punya keponakan. Dong ya". Ucap Laura dengan senangnya.
Sementara itu Grace yang baru mendengar ucapan dari Rey yang mengatakan mereka akan 'usaha', langsung berfikir yang aneh-aneh di dalam kepalanya.
"Ini maksudnya kak Rey bilang 'usaha', maksudnya apaan coba? Nggak mungkin jugalah dia mau ngelakuin itu sama Gue, secara belum ada cinta juga di antara kami berdua". Ucap wanita itu dalam hatinya
Grace pun melihat raut wajah dari kedua mertuanya beserta dengan Laura, yang sangat antusias sekali kalau membahas keturunan. Dia pun jadi tidak tega mengatakan kepada keluarga ini kalau cucu atau keponakan mereka mungkin prosesnya masih akan lama. Jangankan untuk memberikan cucu atau keponakan, akhir dari pernikahan mereka ini pun Grace tidak mengetahui nantinya akan bagaimana ujung pernikahan mereka. Akan bahagiakan, hidup Gue? Ucap wanita itu lagi di dalam hatinya.
"Oh, iya. Kado dari Papa dan Mama buat pernikahan kalian, Ini Rey". Ucap Farhan memberikan 2 lembar amplop ke depan putranya itu.
"Apa ini, Pa". Ucap Rey yang melihat sekilas isi dari amplop tersebut.
"Tiket bulan madu". Ucap Nita kali ini dengan masih tersenyum senang.
"Biar cucu Mama cepet hadirnya". Ucap wanita paruh baya itu lagi.
"Iya, itu tiket liburan ke Hawaii". Jawab Farhan.
Rey yang sudah membuka isi dari amplop tersebut langsung mengetahui tujuan beserta keberangkatan mereka.
"Ini terlalu cepat, Pa. Aku juga masih banyak kerjaan di kantor. Kapan-kapan sajalah, tunggu ada waktu luang". Jawab Rey sambil menyodorkan kembali isi amplop tersebut.
"Masalah kantor biar Papa yang urus. Untuk perusahaan Ayahnya Grace sudah di tangani oleh Glenn. Dan Gilang juga sudah mengetahui kalau kalian akan segera berbulan madu. Jadi Papa tidak menerima bantahan". Ucap Farhan terdengar tegas karena mendengar penolakan dari Rey untuk berlibur bersama istrinya.
"Kalian berangkatnya besok, kamu nggak usah mikirin perusahaan Papa. Cukup kamu pikirin gimana Papa bisa punya cucu cepat". Ucap Farhan lagi.
Rey hanya menundukkan kepalanya lemas mendengar ucapan dari orangtuanya itu, Grace yang sedari tadi mendengar percakapan anak beserta orantuanya itu hanya bisa melihat reaksi Rey yang sepertinya tidak suka dengan acara bulan madu mereka yang terpaksa dilaksanakan.
"Segitunya kamu, Kak. Nggak mau liburan bareng aku". Ucap Grace dalam hatinya melihat reaksi Rey disampingnya yang tampak tidak suka.
****
Selanjutnya