Grace

Grace
Kegigihan Reno Part II



"Kak?" Ucap Grace yang sudah menyadari ternyata sang suami yang kini berada di belakang barisannya.


"hmm" Jawab Rey berdehem yang sudah mengambil posisi Reno untuk mengikuti permainan.


"Ini kamu?" Tanya Grace kembali dengan menyentuh tangan pria itu.


"Udah kamu fokus aja" Kata Rey memberikan perintah dan diangguki oleh Grace.


Permainan demi permainan dilakukan, apapun yang di lakukan oleh Grace selalu diikuti oleh Rey dan Reno. Meskipun disini Rey statusnya bukan karyawan di perusahaan tersebut, namun dia diperbolehkan ikut karena mengingat, Rey adalah menantu dari pemilik perusahaan. Reno yang masih tidak pantang menyerah untuk mendapatkan hati Grace dan Rey yang selalu menggagalkan aksi Reno untuk bisa berdekatan dengan istrinya.


Kali ini saat makan siang, Reno masih sengaja untuk mengikuti kemanapun Grace pergi. Rey yang terkadang tidak selalu bisa mengikuti istrinya itu karena banyak kolega di acara tersebut yang mengajak nya untuk berbasa-basi sejenak. Membuat acara makan siang Rey dan Grace harus terpisah, Grace yang di meja karyawan biasa sementara sang suami berada di perkumpulan orang-orang pemilik saham dan elit lainnya.


"Ini Grace, aku bawain jus sirsak kesukaan kamu" Kata Reno yang menyodorkan jus tersebut di depan Grace. Masih menggunakan sapaan aku kamu pada Grace.


"Thanks , Ren. Padahal ngambil ini harus antri dulu" Ucap Grace tersenyum pada Reno, wanita itu tahu kalau untuk mengambil jus sirsak kesukaannya harus mengantri sampai mengular seperti sekarang ini.


"Nggak apa-apa, aku sekalian lewat tadi. Ini buat Lo, Wen" Ucap Reno lagi yang memberikan jus yang sama pada Wenny.


"Gue kirain Lo baiknya cuma sama Grace. Ternyata lo nggak lupa juga sama gue" Jawab Wenny memukul lengan pria itu dengan lembut.


"Iyalah, anggap aja ongkos gue nebeng kesini" Ucap Reno sudah memakan makan siangnya.


"Grace, aku denger di daerah sini itu ada danau yang bagus banget kalau di lihat dari malam hari". Kata Reno memberitahu.


"Oh iya?". Ucap Grace.


"Lo tahu darimana, Ren. Secara kan selama ini lo tinggal di luar negeri" Wenny yang bingung kenapa Reno bisa tahu daerah sini daripada mereka yang sudah lama tinggal di Indonesia.


"Gue tahu dari pembantu di rumah gue. Dia asli sini, terus dia pernah cerita sama gue tentang danau" Kata Reno yang menjelaskan.


" Kamu mau ikut ngelihat danau nggak nanti Grace?". Tanya Reno mencoba peruntungan siapa tahu wanita itu tidak menolak.


"Kamu cuma ngajakin aku?". Tanya Grace yang merasa aneh dengan ajakan tersebut.


Seketika itu juga Reno kelabakan mendengarkan perkataan Grace. Benar juga bisa-bisa dia langsung di golok sama Rey kalau dia cuma mengajak Grace berdua kesana.


Terlihat Reno sedikit berpikir untuk mencari alasan. "hm. Lo mau ikut nggak Wen?'. Tanya Reno berusaha membuat alibi yang bagus.


"Boleh deh, siapa tahu gue kesini lagi terus bisa ajakin suami gue entar ke danau itu" Jawab Wenny.


"Oke" Kata Reno yang mulai tersenyum, sepertinya niatnya hampir berhasil.


"Gimana, Grace?". Tanya Reno lagi pada Grace.


"hm. Aku tanya ke kak Rey dulu ya, Ren. Aku juga harus minta izin dia"


"Oke. Nanti waktu makan malam aku tunggu jawaban kamu" Kata Reno dan Grace menganggukkan kepalanya.


****


Sebelum acara makan malam dilakukan para karyawan di persilahkan untuk membersihkan diri mereka di dalam hotel, kemudian berkumpul kembali di gedung hotel yang sudah dipersiapkan untuk mengadakan acara inti dari tujuan acara tersebut dilakukan.


"Kak?". Tanya Grace pada Rey. Saat ini mereka sudah di kamar hotel dan belum ada yang mau mandi duluan.


"hm" Jawab Rey yang masih sibuk dengan handphone miliknya.


"Tadi Reno ngajakin aku nanti malam ke danau sekitar sini. Dia ngajakin Wenny juga. Aku boleh ikut nggak?". Tanya Grace lagi mendekat ke arah Rey yang tengah duduk di sofa hotel.


Rey langsung mengalihkan pandangannya sejenak, " nggak boleh" Ucapnya ketus.


"Ya udah" Jawab Grace mengalah tidak ingin berdebat.


"Tumben kamu nurut banget hari ini?". Tanya Rey mengingat sang istri biasanya berdebat dulu dengannya kalau membahas sesuatu.


"Ya, aneh aja. Biasanya kamu bantah dulu, baru nurut sama aku" Kata Rey yang sudah menaruh hp nya di atas nakas dekat sofa.


"Lagi nggak mau bantah aja" Ucap Grace asal, tapi tidak adanya keterpaksaan dari ucapan tersebut.


"Gini dong" Ucap Rey mengacak-acak rambut sang istri.


"ihh kamu kebiasaan deh" Kata Grace yang jengah akan kebiasaan Rey mengacak-acak rambut miliknya.


"Mahal tahu kak ke salon, buat rambut begini. Aku ngeluarin duit banyak" Kata Grace memperbaiki rambutnya.


"Iya .iya" Ucap Rey tidak mau memperpanjang masalah. Lelaki itu ingin sehari saja mereka tidak berdebat.


"Ya udah, aku mandi dulu" Grace beranjak dari sofa dan mendekati tas bawaan mereka tadi.


Saat mau memasuki kamar mandi hotel, Rey juga ikut masuk bersama Grace dengan raut wajah tidak berdosa sama sekali.


"Loh, kamu ngapain ikut masuk?". Tanya Grace menyadari kalau suaminya ikut masuk ke kamar mandi.


"Ya, mandilah" Ucap Rey dengan senyum menjengkelkan miliknya, kemudian mendekati Grace dan memeluk tubuh istrinya itu.


"Nggak usah aneh-aneh deh, Kak. Aku tahu kebiasaan kamu" Ucap Grace mendorong suaminya.


"Sebentar aja" Kata Rey memberi penawaran.


"Nggak, sama kamu itu nggak ada kata sebentar" Grace menolak sudah mendorong Rey untuk menjauh.


"ck, kamu nolak aku" Rey berdecak tidak suka.


"Bukan begitu, kamu tahu waktu kita itu mepet banget. Nanti malam aja" Jawab Grace


"Ya udah kamu keluar ya" Grace berkata lagi membujuk suaminya untuk keluar dari kamar mandi


"Untuk menghemat waktu kita mandi berdua. Kata kamu tadi waktunya mepet. Jadi kita mandi bareng supaya cepat" Kata Rey menuntun sang istri untuk masuk ke bathtub kamar mandi.


Dan Grace hanya bisa pasrah saja dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti di dalam kamar mandi jika saat bersama Rey, suaminya yang menjengkelkan.


Tetapi dugaan Grace salah, Rey menepati janjinya hanya sekedar mandi saja tidak ada kegiatan tambahan yang mereka lakukan di kamar mandi. Membuat wanita itu tersenyum senang keluar dari kamar hotel sambil menggandeng tangan Rey dan menuntun pria itu ke gedung hotel tempat acara dilakukan.


Saat memasuki gedung acara, Grace sudah melihat Reno tampak menunggu di depan gedung acara bersama Wenny yang sedang mengobrol dengan Rezi di dekat pintu utama gedung


"Ehh. Lo udah datang Grace?". Tanya Wenny yang menyadari kehadiran mereka.


"Iya, Wen" Kata Grace, sementara suaminya hanya diam saja melihat sekeliling acara inti yang akan dilakukan.


"Gimana ajakan aku tadi, Grace?". Kali ini Reno bertanya memastikan.


"Dia tidak saya izinkan" Bukan Grace yang menjawab pertanyaan Reno melainkan Rey sendiri.


"Ohh" Ucap Reno.


"Sorry ya, Ren" Kata Grace dengan raut wajah sedikit menyesal.


"Santai aja " Jawab Reno tetapi di dalam hatinya berkata gagal maning...gagal maning..


Selanjutnya


Jangan lupa vote yaa readers sayang.


Ohh iya comment Next dong atau comment apa gitu hehehe, Author serasa bicara sendiri kalau buat catatan kecil begini di akhir naskah.


Terimakasih ♥️