Grace

Grace
Ajakan ke- 2



Tampak Rey sedang memperhatikan layar handphone nya dengan serius.


Kelihatan sepertinya pria tersebut terlihat sedang memutuskan untuk menghubungi seseorang atau tidak.


Cukup lama berfikir dan menimbang, akhirnya pria itu memutuskan mencari contact nomor yang akan dia hubungi.


Sedikit ragu awalnya, tetapi pria itu tetap untuk menghubungi seseorang di sana.


Tuuttt.....Tuutt.....Tuttt


Di saat menunggu untuk tersambung, entah mengapa jantung pria itu berdebar kencang, seperti pria yang akan menyatakan cinta. Membuat nya terasa gugup.


Telfon pria itu akhirnya di angkat setelah deringan ke lima oleh seseorang di seberang sana.


"Iya, Hallo Pak?"


Ucap seseorang di seberang sana.


Sebelum menjawab sambutan hallo di telfon, Rey sempat untuk berdehem sebentar untuk menetralisir suara nya agar tidak terlihat gugup.


"hmmm"


Ucap pria itu terlebih dahulu.


"Iya, Hallo Grace, apakah malam ini kamu ada acara"?


Ucap Rey kemudian setelah berhasil menetralkan suara nya.


Tampak hening beberapa saat di ujung telfon seberang sana.


"Grace?"


Ucap Pria itu lagi karena tidak mendapat jawaban


"Eehh, iya pak?"


Ucap wanita di seberang sana kemudian


"Bagaimana, apa kamu punya acara malam ini?"


Ucap pria itu mengulang pertanyaan nya lagi


"Sepertinya tidak pak, tetapi rencana nya saya malam ini pulang dari kantor sedikit terlambat . Karena saya lagi menyusun acara Gathering bersama investor untuk bulan depan?"


Ucap wanita itu kemudian


"Bisakah itu di kerjakan besok pagi saja?, saya akan menyuruh Andra sekretaris saya untuk membantu mu menyusun Rundown nya. Sekalian kita bahas di rapat mingguan besok, Bagaimana?"


Saran pria di telfon itu


"Hmm, baiklah pak kalau begitu."


Ucap wanita itu simpul nya kemudian


"Malam ini saya akan jemput kamu di rumah jam 7, kita makan malam di luar,,sekalian ada yang ingin saya sampaikan"


Ucap pria itu mengutarakan niat nya.


"Baik pak"


Ucap wanita itu kemudian sebelum memutus sambungan telfon.


Setelah sambungan telfon terputus, Rey langsung menghela nafas nya lega mendengar jawaban dari ajakan nya untuk wanita itu malam ini.


Bukan karena tidak ada alasan Pria itu menghubungi calon istri nya, bagaimana pun juga pertunangan mereka akan di adakan Minggu depan.


Sementara hubungan mereka berdua bisa dikatakan selama ini belum ada pembicaraan khusus mengenai hal itu. Dan mereka akhir akhir ini sama sekali tidak berkomunikasi semenjak Rey mendengar pengakuan mengejutkan dari wanita itu yang menyukai nya dari dulu.


**


Sementara di seberang sana si wanita tampaknya masih belum sadar dengan ajakan makan malam calon suami nya itu.


Grace tampak bingung, perasaan nya campur aduk antara senang, bahagia, ragu dan semuanya menjadi satu di dalam perasaan nya.


Astaga,,, ini kali pertama mereka makan malam berdua selama kenal dengan pria itu. Dan pria itu yang pertama menghubungi nya untuk mengajak nya makan malam.


Rey mengajak nya makan di luar? Seriusan kah?


Tampak wanita itu menepuk nepuk pipi nya sendiri dan memeriksa riwayat panggilan di handphone milik nya lagi. Sepertinya dia masih merasa kalau ini mimpi. Dan ternyata itu bukan mimpi dan dia tersenyum lebar seketika.


*****


"Gimana Wenn, menurut Lo, gw harus dandan cantik atau nggak?"


Ucap Grace


Dan disinilah wanita itu berada, dimana lagi kalau bukan di ruangan kantor milik Wenny sahabat karib nya itu. Setelah mendapat telfon dadakan yang membuat jantung nya bertalu talu itu , dia langsung berlari menghampiri sahabat nya itu dan menceritakan ajakan makan malam dari calon suami nya tersebut.


"Menurut Lo?"


Balik bertanya, masih sibuk dengan kertas kertas di meja kantor miliknya yang berserakan.


"Nih anak, kalau ditanya itu di jawab Wen, bukan balik tanya, Lo tuhh ihh?"


Ucap Grace sambil berdecak mendengar jawaban dari Wenny.


"Aduhh, pala gw mumet Grace, Lo nggak liat apa ini laporan keuangan gw numpuk semua. Lo tau nggak si pak Rezi tiba tiba minta laporan keuangan yang keluar beserta anggaran sebelumnya. Dan lebih gila nya lagi nggak bulan ini aja dia minta Grace , laporan dari tahun kemarin juga dia minta. Gilakk nggak sih itu orang?"


Menceritakan derita nya yang begitu dramatis.


"Grace, elo nggak bisa apa turunin jabatan nya pak Rezi apa?. Semenjak dia naik jabatan dia sering banget nyusahin gw ketimbang sama si Sherli sekretaris nya yang nggak ada kerjaan itu."


Masih mendumel sambil menulis entah apa


"Itu mah di luar kemampuan gw, Wen. Lo tau lah gimana Deket nya pak Rezi dengan Ayah dan Rey. Kan perusahaan ini tetap maju karena mereka bertiga juga"


Ucap Grace memberi pengertian.


"Gini deh, elo deketin aja pak Rezi Wen, siapa tau kalian jodoh, secara kan dia masih single tampan dan kaya lagi. Sesuai typical Lo lah menurut gw "


Timpal grace memberi saran yang bagus sekali menurut nya.


"Omongan Lo lebih gila tau nggak Grace , nyesel gw cerita sama Lo. Mending nih yaa gw jadi perawan seumur hidup deh ketimbang sama itu orang, kalau gw nikah sama dia bukan bahagia yang ada bisa mati muda gw,,grace"


Sambil berbicara sangat sewot sekali.


"Yaa, kita kan nggak tau jodoh kita siapa Wen di masa depan. Lo nggak ngeliat gw gimana?"


Ucap Grace


"Ehhh, iya yaa lupa gw Grace Hehehhe. ooh iya Lo tanya apa an tadi ke gw?"


Ucap Weny sambil terkekeh


"Menurut Lo, gw harus dandan atau nggak? gw nggak tau dia mau ngajakin gw ke restoran mana. Entar nihh yaa gw udah dandan maksimal dia malah ngajakin gw makan di kaki lima. Kan nggak lucu Wen"


Ungkap wanita itu


"Emang dia nggak jelasin mau di ajak ke resto mana?"


Tanya Wenny


"Nggak Wen cuma bilang ""(Malam ini saya akan jemput kamu di rumah jam 7, kita makan malam di luar,,sekalian ada yang ingin saya sampaikan")'


Sambil menirukan gaya Rey berbicara di telfon tadi.


"Lo tampil apa ada nya aja Grace, yang menurut Lo senyaman nya Lo aja. Kalau Lo dandan udah wow,, entar kesan nya keliatan banget Lo terlalu berharap lebih ke dia."


Ucap Wenny memberi saran.


"Gitu ya Wen, oke deh, menurut gw juga gitu baik nya. Ya udah deh, gw balik ke meja gw dulu. Yang semangat Lo"


Ucap Grace sambil berdiri dan mulai meninggalkan ruangan Wenny.


Perkataan Wenny ada benar nya juga untuk dia fikirkan kembali. Wanita itu belum tau apa yang akan di sampaikan calon suami nya nanti padanya. Bisa saja itu hal yang akan membuat hati nya tidak senang. Jadi wanita itu memutuskan untuk tidak berharap lebih dengan ajakan makan malam pertama mereka ini.


Selanjutnya