Grace

Grace
First Kiss



Sesampainya mereka di Hawaii, sudah di sambut pihak tour guide yang akan bertugas untuk membawa mereka untuk berkeliling negara tersebut.


"Ini masih jam 3 pagi, kita ke hotel dulu yaa, Kak. Aku capek". Ucap Grace yang melihat jam otomatisnya di negara tersebut.


Rey hanya menganggukkan kepala dan menginstruksikan kepada tour guide tersebut untuk membawa mereka ke hotel terlebih dahulu.


Setelah sampai di hotel dan check in kamar, Grace langsung membuka gorden kamar hotel yang masih gelap dan menunjukkan suasana pantai Hawaii yang indah meskipun matahari belum muncul disana.


"Kita entar keliling pantai dulu ya, Kak". Ucap Grace pada Rey yang masih sibuk membereskan koper mereka.


"Hm". Jawabnya


"Ehh... Maaf Kak, kamu jadi repot bawa koper aku hehehe. Ucap Grace yang mengambil alih kopernya sambil tersenyum sungkan.


"Baru sadar kamu" Ucap Rey.


"Iya.. iya maaf deh". Ucap Grace lagi sambil membuka koper miliknya.


"Aku duluan yang mandi ya, Kak". Masih sibuk memilih dengan baju yang akan dia pakai.


"Mandi bareng aja, biar kita hemat waktu". Ucap Rey sambil masih ingin menggoda istrinya.


Dan yang di goda hanya memberikan tatapan tajam ke arah suaminya itu.


"Iyaa.. iyaaa. Bercanda ". Jawab Rey yang sudah melihat tatapan tajam Grace.


Grace langsung menuju kamar mandi hotel dan menghiraukan permintaan maaf suaminya tersebut.


"Padahal kan Gue, niatnya yang mau godain dia. Kok jadi dia sih yang godain gue. Kalau gue terlanjur baper gimana coba". Ucap Grace berbicara sendiri setelah sampai di kamar mandi dan melanjutkan acara mandinya yang seharian tidak mandi karena di dalam pesawat.


Pintu kamar mandi pun terbuka, Grace bisa melihat suasana kamar hotel yang lampunya sengaja di buat mode lampu tidur walau matahari belum muncul. Dia bisa melihat kalau Rey sudah tertidur di atas ranjang dengan posisi secara asal-asalan.


"Kamu nggak mandi, Kak?" Tanya Grace sambil mengeringkan rambutnya.


Tidak ada jawaban dari suaminya...


Tidak mendapat jawaban, Grace kemudian mendekat dan melihat kalau ternyata Rey sudah tertidur di atas ranjang.


Karena tidak ada teman untuk mengobrol dan dia juga masih dalam keadaan yang letih setelah seharian di dalam pesawat. Grace pun memutuskan untuk berbaring di samping nya dengan posisi membelakangi pria itu kemudian memilih untuk tertidur sebentar


Belum ada beberapa menit, Grace menutup matanya untuk tertidur, tiba-tiba dia merasakan tangan kekar yang memeluknya dari belakang dan menempelkan punggung milik Grace supaya merapat ke dadanya.


"Kak?". Ucap Grace


Masih tidak ada jawaban dari belakang sana.


"Kamu belum tidur?" Tanya Grace lagi tetapi tetap belum mendapat jawaban.


Grace yang penasaran apakah lelaki dibelakangnya ini tertidur atau tidak, langsung membalikkan tubuhnya menghadap lelaki tersebut. Dengan jarak mereka yang hanya beberapa centimeter saja, Grace bisa merasakan hembusan nafas teratur milik Rey yang sambil memejamkan mata, entah tertidur atau tidak.


Wanita itu pun sibuk melihat wajah Rey dari jarak dekat seperti sekarang ini. Mata yang sering tajam kalau sedang melihatnya, alis yang tebal, hidung yang tidak terlalu mancung, ditumbuhi kumis yang sangat tipis dan bibir yang hitam kemerahan yang terlihat seksi menurutnya. Tatapan Grace berhenti di bibir milik suaminya itu sejenak, wanita ini sepertinya tidak sadar kalau tangannya sudah memegang bibir tersebut dan menyusuri tekstur dari kulit bibir itu.


Masih sibuk memegang dan menyusuri bibir milik Rey, tiba-tiba pemilik dari bibir itupun membuka matanya dan menatap si pengganggu tidurnya.


"Tadi aku bilang apa?". Tanya Rey dengan suara parau khas orang bangun tidur, yang membuat Grace terkejut dan melepaskan tangannya dari bibir suaminya itu.


"Ehh. Kak. Kamu nggak tidur?" Ucap Grace yang kelabakan tertangkap basah melihat mata suaminya sudah terbuka.


"Aku sudah tidur dari tadi, tapi ada yang menggangguku". Ucap Rey sambil tersenyum aneh.


Melihat cara senyum Rey yang aneh itu, Grace ingin membalikkan kembali tubuhnya membelakangi Rey. Belum sempat membalikkan tubuhnya, Rey menahan pinggang Grace untuk tidak berbalik dan semakin mendekatkan jarak mereka berdua.


"Tadi di bandara aku bilang, apa?" Tanya ulang Rey dengan senyum yang masih aneh.


"Eee....apa ya, emang apaan, Kak?" Ucap Grace yang gugup di pandang intens seperti itu dan membuat jantungnya berdebar-debar.


Terdengar suara kekehan dari Rey mendengar suara gugup Grace yang menjawab pertanyaannya.


"Kalau kamu sentuh aku, aku juga nggak akan segan-segan nyentuh kamu" Ucap Rey lagi mengingatkan percakapan mereka di bandara.


Grace langsung ingin menjauhi tubuh suaminya setelah Rey berbicara seperti itu dengan senyuman yang menjengkelkan.


"Eits.. mau kemana". Ucap Rey menahan pinggang sang istri yang mulai menjauhinya kemudian mulai menindih tubuh sang istri agar tidak memberontak untuk pergi.


"Kk...ak?" Ucap Grace dengan gugup menyadari posisi mereka saat ini.


"Hmm". Jawab Rey yang sibuk memandangi wajah Grace yang berada dibawah tubuhnya.


"Kamu cantik juga ternyata, Grace" Ucap Rey lagi sambil merapikan rambut milik istrinya masih dengan posisi menindihnya.


"Ck, kamu nggak usah gombal deh. Awas kak, badan kamu berat tau". Ucap Grace yang mulai menjauhi badan Rey yang berada diatasnya tetapi tenaganya sia-sia sepertinya.


Belum sempat memberikan dorongan yang lebih supaya tubuh sang suami menjauh dari atas tubuhnya. Grace kemudian merasakan kalau bibir Rey sudah menciumnya dengan lembut. Sontak Grace membelalakkan matanya merasakan bibir kenyal dan panas itu menciumnya.


"Manis,, Grace". Ucap Rey yang sudah melepas tautan bibir mereka sambil mengelus bibir mungil milik Grace yang barusan dia cium.


"Ka....mu cium aku?" Mengucap terbata, masih kaget dengan aksinya.


Rey tertawa mendengar pertanyaan yang aneh itu menurutnya.


"Tadi kamu udah sentuh bibir aku, jadi jangan salahkan aku memberikan sentuhan balik". Ucap Rey yang masih melihat bibir mungil milik istrinya itu.


"Ciuman pertama kamu yaa?" Ucap Rey dengan menjengkelkan masih dengan senyuman aneh miliknya.


"Tau lah, minggir kak. Susah aku nafasnya". Ucap Grace yang masih berusaha untuk mendorong dada suaminya.


"Lagi ya". Ucap Rey dengan ambigu masih mengelus bibir Grace


"Ha?". Grace mengerutkan dahinya.


Belum sempat menanyakan ulang apa maksud dari perkataan Rey tadi. Grace kembali merasakan kalau suaminya itu kini sedang mencumbunya lebih dalam lagi daripada ciuman sebelumnya yang mereka lakukan tadi.


***


Rey yang semula hanya ingin menggoda gadis yang sudah menjadi istrinya ini, akhirnya terbuai. Niat awalnya hanya ingin menggoda tetapi berujung dengan lepas kendali. Sedari tadi dia tertidur dan ingin mengistirahatkan tubuhnya sebentar sebelum kemudian tour guide menyuruh mereka untuk keluar dari hotel dan menikmati pemandangan Hawaii.


Ketika dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dan suara dari istrinya yang sedang bertanya, dia ingin menjawab tetapi rasanya begitu malas dan lebih memilih untuk tidur sebentar saja, fikirnya.


Merasakan guncangan tempat tidur dan gerakan Grace yang mengikutinya untuk tertidur di sampingnya. Sejenak dia membuka matanya, mengharapkan wanita ini untuk memeluknya seperti kebiasaannya tetapi Grace memilih membelakanginya untuk tertidur.


Sadar ada perasaan jengkel yang memenuhi hatinya karena Grace tidak memeluknya, kemudian dia langsung memeluk tubuh wanita itu untuk mencari kehangatan.


Namun tidak disangka-sangka Grace malah bermain-main dengan wajahnya, membuat dadanya merasakan desiran aneh dan ingin lebih dari sekedar ini.


Menangkap si pelaku yang mengganggu tidurnya, dia baru menyadari ketika semakin lama dilihat-lihat bahwa dia ternyata memiliki istri yang cantik. Hanya ingin menggodanya saja namun dia merasa tertarik dengan bibir milik istrinya itu. Sejenak memandang bibir yang mungil dan kemerahan, dia ingin sekali menciumnya, ingin merasakan bagaimana rasa bibir itu. Setelah merasakan ternyata bibir itu manis juga lebih manis dari bibir milik mantan kekasihnya dulu, dia ingin menuntut lebih dan kehilangan kendali mencium gadis yang telah menjadi miliknya.


***


Dan disinilah mereka berdua, yang sama-sama kehilangan kendali. Grace yang semula menolak ciuman tersebut hanyut seketika dan ingin membalas, tetapi gadis tersebut tidak memahami bagaimana cara membalasnya. Rey yang mengerti akan kekakuan ciuman dari gadis itu kemudian tersenyum sekilas di dalam ciuman mereka dan hanya bisa menuntun dan mengajarinya bagaimana untuk berciuman.


Menyadari tangan milik Rey sudah menyentuh kemana-mana pada bagian tubuhnya di sela-sela ciuman mereka. Grace langsung mendorong dada suaminya itu dengan keras dan melepaskan ciuman mereka. Sekilas Grace bisa melihat tatapan berbeda milik Rey yang seakan-akan menampilkan raut wajah kecewa didalamnya.


"Jangan, Kak. Kita udah sepakat tadi". Ucap Grace sambil memperbaiki penampilannya yang terlihat berantakan akibat ulah Rey.


Terdengar helaan nafas kasar dari Rey dan kemudian pria itu mengusap wajahnya sebelum berkata kepada istrinya itu.


"Maafkan aku, kau istirahatlah sejenak. Aku mandi dulu". Ucapnya kemudian sambil turun dari ranjang mereka dan menuju kamar mandi.


Rey yang merasa aneh dengan perasaannya akhir-akhir ini hanya bisa melamun di dalam kamar mandi dan mencoba untuk memahami bagaimana sebenarnya perasaannya pada Grace.


Menjadi lebih dekat dengan gadis itu selalu membuatnya menuntut lebih. Tetapi dia sadar kalau dia masih mencintai Mitha di dalam hatinya, lantas apa yang menyebabkan dia menjadi hilang kendali seperti ini pada Grace.


Apakah sudah terganti Mitha di dalam hatinya? Atau itu hanya sekedar nafsu lelakinya saja ketika berdekatan dengan seorang wanita?. Didalam pikirannya, tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Rey langsung menyalakan shower dengan kencang untuk memenuhi kepalanya agar terasa dingin.


"Kamu marah, Kak?" Tanya Grace ketika melihat Rey sudah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya.


"Marah karena apa?" Tanya pria itu balik.


"Maaf soal yang tadi, aku memang belum siap". Jawab Grace sambil menundukkan kepalanya.


"Aku tahu, kita juga udah sepakat". Ucap Rey sambil mendekatkan dirinya ke arah Grace.


"Maaf, ya. Aku hampir khilaf tadi". Ucap lelaki itu lagi.


Grace hanya menggangukkan kepalanya saja, sambil masih tertunduk malu mengingat kelakuan mereka tadi.


Rey yang melihat wajah malu-malu dari Grace pun langsung bertanya.


"Jadi beneran aku yang pertama?" Ucap Rey yang mengingat kakunya gadis itu tadi.


Mendengar perkataan Rey sontak Grace mendongakkan kepalanya mengingat apa yang barusan mereka lakukan dan membuat pipinya menjadi merah.


"Dari wajah kamu sepertinya aku yang pertama ya". Ucap lelaki itu lagi penuh dengan senyuman kemenangan.


"ihhh, kamu ngeselin tau nggak".Jawab Grace sambil berdiri kemudian menginjakkan kakinya ke kaki milik Rey dengan keras.


"Nih rasain nih". Ucap Grace sambil menginjak kaki Rey.


"Aduh, sakit Grace". Jawab Rey sambil tertawa mengusap kakinya yang sudah diinjak.


Grace melangkahkan kakinya ke arah sudut hotel kemudian mengambil tas miliknya. "Kamu, mau kemana?". Ucap Rey yang melihat istrinya sudah mengambil tas.


"Ya turunlah, aku mau sarapan. Dari kemarin kamu belum kasih aku makan tau nggak". Ucap wanita itu lagi. Kini sudah mengikat tali sepatunya.


"Tunggu aku, kita sarapan bersama". Ucap Rey yang berjalan terburu-buru ke arah kaca hotel untuk melihat penampilan dan menggunakan sepatunya.


"Habis sarapan kita ke pantai dulu ya, Kak" Ucap Grace kini sambil masih mengikat tali sepatu.


"Iya nanti kita bilang ke tour guide nya". Ucap Rey yang mengambil dompet miliknya kemudian berjalan ke arah Grace untuk keluar dari kamar hotel.


"Ayo". Ucap Rey sambil mengulurkan tangannya supaya digenggam oleh istrinya itu.


Grace langsung menepis tangan itu, "Nggak usah entar aku baper lagi". Ucapnya.


"Ck, kamu tuh ya. Sekali kali nggak usah bantah kenapa sih Grace. Nurut gitu sama suami. Ayo!". Ucapnya pria itu lagi yang menggenggam tangan Grace secara paksa.


"Iya... iyaa." Ucap Grace


Dan pasangan pengantin itu keluar dari kamar hotel tersebut untuk menikmati keindahan Negara Hawaii yang menjadi tempat bulan madu mereka.


Selanjutnya