Grace

Grace
Dinner



"Gak apa apa kak, Grace senang kok"


Kata wanita itu, sambil terus memegang tangan pria tersebut sebelum kemudian melepas tangan pria itu dari rambut nya.


"Hahaha, baik lah"


Ucap Rey sambil tertawa kecil melihat aksi wanita itu yang berani menurut nya.


Seketika itu juga wajah Grace memerah setelah melakukan aksi nya tersebut. Wanita itu sudah mengambil keputusan untuk tidak agresif terhadap lelaki ini, tetapi kenapa dia selalu melanggar apa yang sudah menjadi keputusan nya.


"Grace, ingat Lo nggak boleh agresif, entar yang ada dia malah lari, dasar emang lo"


Rutuk Grace dalam hati nya


"Bagaimana, kalau kita makan di Cafe sekitar sini?"


Tanya pria itu lagi.


"Hmmm, boleh kak"


Ucap nya setelah merutuki kebodohan dirinya tadi di dalam hati


***


Setelah memutuskan untuk makan malam di dekat cafe di daerah sekitar. Mereka kemudian memutuskan untuk duduk di sudut ruangan Cafe yang mempunyai pemandangan jalan raya kota tersebut.


"Permisi kak, silahkan mau pesan apa?"


Sapa pelayan cafe yang menghampiri mereka di kursi tersebut.


"Kamu mau pesan apa Grace"?


Ucap Rey yang memberikan buku menu cafe itu.


"Saya pesan makanan yang recommended di cafe ini aja mas, sama Lemon tea nya satu."


Ucap Grace pada pelayan cafe yang sibuk mencatat pesanan nya itu.


"Baiklah kak, yang recommended di Cafe ini ada Spaghetti homemade, apakah setuju?"


Ucap pelayan itu menanyakan.


"yaa, boleh saya pesan itu saja"


Ucap Grace lagi


"Saya pesan makanan dan minuman yang sama juga".


Ucap Rey kemudian


"Baik kak, saya ulangi pesanan nya Spaghetti Homemade dan lemon tea nya 2 ya kak."


Ucap pelayan itu lagi untuk memastikan pesanan mereka


Ketika mendengar pesanan mereka dari pelayan tersebut Grace pun hanya mengangguk tanda mengiyakan kalau pesanan nya sudah benar.


Setelah pelayan tersebut meninggalkan meja mereka, kembali mereka menjadi canggung lagi dan terdiam satu sama lain.


"Apa yang ingin kakak sampaikan?"


Ucap Grace memberanikan diri menatap wajah pria yang menjadi calon suami nya itu.


"Aku hanya memikirkan kita harus berbicara mengenai pernikahan ini"


Ucap Rey kemudian


Tampak Grace menghela nafas sebentar sebelum kemudian berkata pada pria yang duduk di hadapan nya ini.


"Aku tau kalau kakak terpaksa memenuhi permintaan Ayah"


Kata Grace lagi


"Aku sudah putus dengan Mitha"


Ucap Rey yang bukan nya membantah atau mengiyakan perkataan wanita itu.


"Aku sudah tau"


Ucap wanita itu


Mendengar pernyataan dari wanita itu langsung membuat Rey tampak berfikir seketika.


"Dari siapa?"


Ucap pria itu menanyakan


"Tante Nita yang bilang kalau kakak sudah putus dengan nya."


Ucap Grace yang enggan menyebut nama Mitha sendiri langsung dari mulut nya.


"Kapan, mama cerita ke kamu?"


Tampak kening wanita itu mengkerut mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu .


"Beberapa bulan yang lalu, waktu aku datang ke rumah kakak untuk belajar memasak"


Ucap wanita itu kemudian


Hening seketika setelah mendengar ucapan wanita itu yang memberitahukan kabar kalau dia sudah putus ternyata dari mama nya.


"Grace?"


Ucap Rey setelah beberapa menit mereka terdiam dan wanita itu hanya menatap nya saja.


"Maaf kalau selama ini aku banyak menghindar dari mu. Aku membutuhkan waktu untuk menerima keadaan ini"


"Aku tau kalau kakak terpaksa menyetujui permintaan ayah, Grace juga nggak akan berharap lebih"


Kata wanita itu lagi


"Jujur aku masih mencintai Mitha"


Ucap Rey yang membuat wanita itu hanya menundukkan kepala nya


"Kami pun mengakhiri hubungan kami karena keadaan yang terpaksa, dia di jodohkan oleh orang tua nya dan aku juga di jodohkan dengan mu"


Timpal pria itu lagi menceritakan keadaan sebenarnya.


"Sebelum kita menikah, lebih baik aku mengatakan nya secara jelas dengan mu. Kalau aku masih mencintai Mitha"


Ucap pria itu lagi


Seketika itu juga Grace hanya mampu menatap keadaan luar Cafe yang ramai untuk mengalihkan perasaan hati nya yang sakit mendengar ucapan dari pria di hadapan nya ini.


"Jadi kakak, mau aku harus bagaimana"?


Tanya wanita itu kemudian


"Kita jalani pernikahan ini, aku akan membuka hati ku untuk menerima mu dan pernikahan ini"


"Tetapi jika selama pernikahan ini memang tidak ada rasa mencintai di antara kita berdua. Aku akan melepas mu untuk kehidupan mu yang lebih baik ke depan nya dan aku harap kau juga bisa melepas ku, Grace"


Ucap pria itu kemudian yang membuat wanita dihadapan nya ini terkejut setengah mati mendengar nya.


Melepasnya ?


Maksudnya melepas pria ini pergi dari hidup nya?


Berarti hanya hati nya yang akan tersakiti di dalam hubungan ini jika tidak ada rasa mencintai satu sama lain.


Jangan di tanya untuk hati nya, wanita ini sangat mencintai pria di hadapan nya ini. Jika timbul rasa cinta di antara satu dengan yang lain nya itu akan menjadi lebih baik.


Tetapi bagaimana kalau selama pernikahan yang mereka jalani hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan untuk si pria.?


Yaa, Grace sudah yakin dengan jawaban itu berarti hanya hati nya saja lah yang akan tersakiti ketika menyadari kalau cinta nya tidak akan berbalas suatu saat nanti.


"Bagaimana?"


Tanya pria itu lagi setelah melihat Grace tampak melamun mendengar perkataan nya.


"Baik lah kak, aku akan melepas mu suatu saat nanti jika tidak ada rasa suka di antara kita."


Jawab wanita itu


Mendengar jawaban dari wanita itu tampak raut wajah Rey merasa lega, bahwa wanita dihadapan nya ini ternyata bersedia melepas nya suatu saat nanti jika memang benar-benar di antara mereka tidak ada rasa saling mencintai satu sama lain.


"Semoga ini yang terbaik untuk kita berdua"


Ucap pria itu membalas ucapan wanita Tersebut.


"Iya kak"


Ucap wanita itu hanya menganggukkan kepala nya pasrah dengan keadaan mereka saat ini.


Kemudian setelah perkataan itu, terlihat pesanan mereka datang bersama pelayan yang melayani mereka tadi.


Grace hanya menatap makanan yang sudah dia pesan tersebut. Tiba tiba saja dia tidak berselera untuk melahap makanan yang tersedia di hadapan nya ini.


Padahal dia tau sendiri bahwa dia merasa lapar dan belum makan sejak tadi pagi.


"Ohhh, iya Grace, mama meminta mu untuk Sabtu ini datang ke rumah, katanya dia ingin mengajarkan mu resep masakan yang baru"


Ucap pria itu sambil memakan pesanan nya dengan lahap.


"Baik lah kak, aku akan datang"


Ucap wanita itu yang hanya mengaduk aduk makanan nya.


"Kau tidak, makan?"


Ucap pria itu bertanya


"ohh nggak kak, aku masih merasa kenyang tadi siang Wenny membawa lauk yang banyak di kantor dan mengajak ku makan bersama, jadi aku masih kenyang"


Ucap wanita itu berbohong.


Tampak Rey hanya menganggukkan kepala nya saja mendengar pernyataan dari wanita yang mengatakan kalau dirinya masih ke kenyangan.


"Setelah ini kau mau kemana, aku akan menemanimu"


Tanya pria di hadapannya itu lagi.


"Kita balik saja kak, kasihan Ayah di tinggal lama sendirian di rumah"


Putus wanita itu kemudian.


Sepertinya pria itu tidak menyadari bahwa wanita di hadapan nya ini sebentar lagi bersiap siap untuk menumpahkan air mata.


Tetapi wanita itu hanya bisa menahan air mata nya saja sampai acara makan malam pertama nya ini selesai.


Makan malam pertama nya bersama sang pria pujaan hati nya tenyata tidak seromantis dengan film film yang di tonton oleh wanita itu.


Ternyata yang ada di film film itu bohong. Simpul wanita itu di dalam hati


*****


Selanjutnya