Grace

Grace
Bertemu dengan tidak terduga



Setelah membawa Istrinya masuk ke dalam kamar, Rey berusaha mencari kotak P3K yang sengaja lelaki itu simpan di laci dekat tempat tidur sebelum menikah dulu.


"Duduk!" perintah Rey pada Istrinya saat membuka laci tersebut.


Grace pun duduk di tepi ranjang, menuruti perintah Sang Suami.


Setelah mendapatkan kotak P3K tersebut, Rey kemudian berlutut di depan Grace dan mengamati kaki Sang Istri yang kelihatan memerah.


"Aku bisa sendiri, Kak." ucap Grace menyingkirkan kakinya, saat lelaki itu menaruh kaki Grace di atas pahanya untuk memberikan salep.


"Sudah jangan bantah." jawab Rey, menarik kembali kaki Sang Istri kemudian dia taruh di atas pahanya.


"Makanya, Kamu itu hati-hati bawa nampannya." Rey berbicara di sela-sela dia memberikan salep di kaki Istrinya.


Grace berdecak sebal mendengar nasihat Suaminya itu, "Memang dasar dianya aja, Kak. Pegang nampan aja nggak benar." jawab Grace membela diri, masih tidak terima dengan drama si Wanita centil tadi.


"Kak?" tanya Grace di saat Rey masih fokus pada kaki sebelahnya yang terluka.


Rey mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat Grace sejenak, "Kenapa?" tanyanya kemudian.


"Kamu bekerjasama dengan Perusahaan mereka?" tanya Grace balik.


"Hm." hanya deheman singkat yang dijawab oleh Rey.


Grace mengerutkan dahinya tidak suka mendengar jawaban tersebut.


"Kok, Kamu sekarang jawabnya singkat-singkat gitu sih?" Grace berdecak sambil mencebikkan bibirnya tidak puas dengan jawaban Rey.


"Iya terus, Aku mau jawab apa?" Rey bertanya lagi ketika dia sudah duduk di sebelah Grace. Lelaki itu memasukkan kembali salep ke dalam kotak.


"Kamu kenapa juga diem daritadi pagi?" bukannya menjawab pertanyaan Rey barusan, kini Grace bertanya hal yang lain.


Terdengar helaan napas Rey mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi dari Istrinya itu.


"Aku cuma capek aja, Grace. Aku harap Kamu bisa ngertiin Aku," ungkap Rey menatap Grace dengan serius.


"Proyek Aku lagi penting banget akhir ini. Nggak bisa ditinggalin begitu aja." ucapnya lagi.


"Ya, setidaknya Kamu kasih kabar sama Aku, Kak. Kamu nggak tahu kuatirnya Aku kemarin mikirin Kamu, belum pulang ke rumah." Grace menyuarakan pendapatnya pada Suaminya itu.


"Iya," kata Sang Suami.


Setelah mengatakan hal tersebut, tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka berdua.


Hening


Grace yang menatap kosong arah depannya, sementara Sang Suami yang ikut juga melamun. Tidak ada lagi obrolan hangat seperti biasanya mereka ciptakan dulu.


Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.


Rey tiba-tiba berdiri dan mengulurkan tangannya pada Grace.


"Ayo, kita pulang!" ucapnya sambil mengulurkan tangan.


Grace pun mendongakkan pandangan ke arah Suaminya itu, "Masih ada tamu, Kak. Kita nggak apa-apa kalau langsung pulang?" tanyanya merasa sungkan dengan tamu Sang Mertua.


"Nggak apa-apa, lagi pula mereka tamunya Mama." jawab Rey menarik tangan Istrinya karena tidak mendapat sambutan dari Grace.


"Aku ngantuk," ucap Rey lagi saat mereka hendak berjalan keluar kamar.


"Ya udah Kamu tidur disini aja, biar Aku tungguin." jawab Grace menunjuk ranjang di dalam kamar tersebut


Rey menggelengkan kepala, "Aku mau tidur di apartemen Kita, aja." jawabnya yang sudah membuka knop pintu.


"Kami pulang dulu, Pa." Rey berpamitan saat mereka sudah berada di ruang tamu.


"Loh, nggak makan siang dulu Rey." malah Anita yang menjawab.


"Tidak usah, Ma. Aku lagi ada keperluan mendadak." jawab Rey, sementara tangannya masih setia menggenggam tangan Sang Istri.


"Oh ya sudah, kamu hati-hati di jalan." ucap Farhan akhirnya.


"Kami pamit Om," Rey menganggukkan kepala sedikit kepada Herlambang yang masih setia duduk di ruang tamu. Sementara Wanita centil itu berada di kamar Laura untuk berganti pakaian.


"baik, Rey." jawab Herlambang membalas dengan anggukan kepala.


Setelah berpamitan sejenak, Rey kemudian membawa Istrinya itu untuk pulang ke kediaman mereka. Dia sungguh merasa kelelahan dengan rutinitasnya beberapa hari ini, dan ingin mengistirahatkan diri sebentar.


****


Sepertinya Sang Suami memang benar-benar sibuk. Bisa dilihat seperti pagi ini, mendapati ranjang di sebelahnya yang kosong. Grace sudah bisa menduga dia sudah ditinggal lagi oleh Suaminya tanpa berpamitan dan mengatakan apapun.


Hari ini Grace harus ke Bandung bersama Reno. Mereka sudah janjian di beberapa Minggu yang lalu, tetapi karena keadaan dan kondisi Rey yang sangat sibuk membuat Grace melupakan untuk membicarakan keputusan dia harus keluar dari perusahaan pada Suaminya itu.


" Iya, Ren?" jawab Grace ketika handphone miliknya berbunyi tanda ada panggilan masuk dari Reno.


"Grace, hari ini kita harus ke Bandung. Kamu nggak lupa, kan?" tanya Reno di ujung sana.


Sejenak Grace menghela napasnya, dia sungguh tidak lupa. Yang dia lupakan adalah meminta izin pada Suaminya.


"Iya, Aku nggak lupa Ren." jawab Grace memijit pangkal hidungnya.


"Iya sudah, Aku jemput di apartemen Kamu ya."


"Iya." Grace terpaksa menuruti permintaan Reno untuk pergi ke Bandung secara bersamaan.


Setelah mengakhiri panggilan singkat tersebut, Grace kini menyusun keperluannya untuk di bawa ke Bandung.


Awalnya, Wanita itu menelpon Rey tetapi panggilan darinya tidak kunjung diangkat oleh Sang Suami yang entah dimana keberadaannya saat ini.


Putus asa dengan panggilan yang belum diangkat oleh Rey, akhirnya Grace mengirim pesan singkat pada Suaminya itu. Untuk mengatakan dia akan pergi ke Bandung hari ini karena ada peresmian cabang dan akan menginap selama satu hari disana.


Kemudian wanita itu menunggu Reno untuk menjemputnya sembari melihat handphone menunggu balasan pesan dari Rey. Namun sayang, pesan itu selalu tidak terbaca.


"Sesibuk apa sih, Kamu." ucap Grace jengkel karena tidak mendapat balasan.


***


Sesampainya mereka berdua di Bandung, kini Grace disibukkan dengan acara-acara untuk peresmian hotel milik keluarga mereka. Bersama Reno yang selalu setia mendampingi Wanita itu kemanapun dia pergi dan melangkah.


"Grace, jam makan siang udah lewat banget nih. Kamu mau makan dimana?" tanya Reno sembari melirik jam di pergelangan tangannya.


Terlihat Grace sedikit berpikir, "Aku mau makan di cafe dekat sini aja deh." ucapnya yang memang ingin tidak terlalu jauh meninggalkan tempat acara.


"Yakin?" tanya Reno dan mendapat anggukan dari wanita yang masih dicintainya tersebut.


"Ayo," jawab Reno tanpa sengaja menggandeng tangan Grace dan mendapat tepisan langsung oleh wanita itu.


"Eh, Maaf Grace. Nggak sengaja." jawabnya tersenyum sungkan akan perbuatannya barusan.


"Hm, iya Ren." kata grace.


Mereka kemudian berjalan menyusuri daerah tersebut dan mencari resto terkenal yang menyediakan makanan enak disana.


Disinilah mereka berdua, setelah menemukan resto dan memesan menu yang terkenal di daerah itu, Grace kini terlibat perbincangan dengan Reno untuk membahas acara peresmian malam ini.


Memang sifatnya Reno yang ceria dan membuat Grace selalu tertawa jika berada di dekatnya. Disela-sela mereka mengobrol mengenai pekerjaan, Reno tak lupa menyelipkan candaan supaya pembicaraan mereka tidak terlalu serius.


Membuat Grace melupakan sejenak, permasalahannya yang lupa meminta izin pada Rey dari hari kemarin.


****


Sementara dengan tidak diduga-duga, muncullah Rey bersama dengan Alan memasuki resto tersebut.


"Bro, itu Grace bukan?" Alan menepuk bahu Rey saat mereka sudah berada di dalam resto.


Sejenak Rey melihat, dia langsung terkejut ketika mendapati Istrinya bersama musuh bebuyutannya selama ini. Wanita itu tengah tertawa pada pria dihadapannya.


"Istri Lo, di Bandung juga?" tanya Alan, namun Rey tidak mendengarkan pertanyaan dari rekannya tersebut.


Dia terlalu terkejut, mendapati keberadaan Sang Istri di tempat ini bersama dengan pria lain.


Dengan tidak mengulur-ngulur waktu, Rey langsung menghampiri mereka dengan raut wajah yang kelihatan marah dan tidak suka.


"Grace!" kata Rey langsung menarik lengan Sang Istri dengan kasar. Lelaki itu sangat marah sekarang.


"Kamu ngapain disini?" tanyanya dengan nada yang dingin.


"Kak?" Grace cukup terkejut mendapati Sang Suami berada dihadapannya. Dia cukup tahu kalau Rey sedang marah saat ini.


**


Cuma mau bilang Happy Reading 😔😔