
Reynaldo Pov
Saat ini usia ku sudah menginjak hampir memasuki Usia 29 tahun.
Mama mengatakan pada ku di usia ku yang sekarang sudah seharusnya aku menikah dan punya pendamping hidup.
Aku juga lelaki pada umumnya yang mempunyai sejuta ambisi dan hal hal yang menjadi target untuk ku capai.
Untuk urusan menikah ?
Tentu saja aku juga ingin menikah dan mempunyai istri yang selalu bisa mendampingi ku melewati suka dan duka.
Aku menyukai gadis yang mempunyai sifat mandiri dan tidak manja.
Kenapa aku menyukai gadis seperti itu?
Karena kelak jika kami menikah aku tidak selalu 100% untuk memikirkan dia bagaimana dan apa yang akan terjadi kalau aku selagi tidak ada kala bersama nya.
Aku anak pertama dari Keluarga Baskara.
Nama ayah ku Farhan Baskara Aditama
Nama ibu ku Anita Ningsih Baskara
Aku juga mempunyai seorang adik perempuan dia bernama Laura Yasmin Aditama. Dia salah satu karyawan Swasta di perusahaan ternama di kota ini.
Aku cukup bangga pada adik ku ini di usia nya yang masih 24 tahun dia sudah menjadi penyelia atau supervisor di perusahaan ternama.
Dia masuk ke perusahaan itu berkat hasil jerih payah nya sendiri. Dan aku cukup bangga mempunyai adik seperti nya.
Sewaktu aku masih kecil dan masih menempuh Sekolah Dasar (SD), keluarga ku mengalami kebangkrutan.
Iyaa benar sekali, Papa dulu mempunyai perusahaan Retail dan Property di kota ini dulu. Karena salah satu orang kepercayaan papa melarikan uang perusahaan dan meninggalkan utang yang sangat banyak, maka terpaksa perusahaan kami harus mengalami kepailitan dan kebangkrutan.
Dan kami terpaksa harus menutup perusahaan kami untuk membayar semua gaji karyawan dan utang yang di tinggalkan oleh orang kepercayaan papa.
Di saat itulah dunia kami yang dulu nya bergelimang harta jadi berputar 180° menjadi kekuarga yang tidak mempunyai apa -apa.
Waktu dalam penyelesaian masalah utang kami di Bank disitulah papa bertemu dengan Om Gilang Wijaya.
Yang aku tau Om Gilang ini ternyata adalah sahabat papa dan mama sewaktu Sekolah Menengah Atas (SMA) dulu.
Dan papa menceritakan kepada kami kalau om Gilang menawarkan untuk bergabung dan menjadi investor terbesar di perusahaan kami . Agar perusahaan yang papa dirikan tidak tutup sama sekali.
Papa menerima penawaran tersebut dan keluarga kami sering untuk datang ke rumah Om Gilang. Dan membicarakan bisnis bisnis ke depan nya.
Saat aku berkunjung ke rumah nya Om Gilang itu lah aku mengenal gadis kecil yang rambut nya selalu berkepang dua dan selalu membawa boneka Barbie .
Setiap keluarga ku berkunjung ke rumah nya dia selalu mengepang rambut nya menjadi dua dan sepertinya dia tidak terlalu pandai untuk mengepang rambut nya, itu terlihat dari hasil kepangan nya yang selalu terlihat berantakan.
Aku juga melihat adik laki laki nya dan mungkin usia adik nya laki laki sama dengan usia nya adik ku Laura.
Ternyata keluarga mereka hanyalah bertiga karena Ibu mereka sudah tidak ada lagi.
Dari situlah aku selalu kasihan pada gadis kecil dan adik nya tersebut.
Gadis kecil itu punya sifat yang ceria, dia juga terlalu banyak berbicara ini dan itu. Dan aku hanya menanggapi nya sekena nya saja.
Nama gadis kecil itu Grace Wijaya dan aku tidak menyangka kalau dia akan menjadi istri ku kelak.
Karena terbiasa untuk berkunjung ke rumah gadis ini dan bermain bersama nya, Papa meminta ku untuk selalu menjaga nya. Papa selalu mengatakan kalau keluarga Om Gilang sudah baik terhadap keluarga kami dan aku harus menjaga nya untuk membalas kebaikan nya Om Gilang
Dan aku menyanggupi permintaan papa untuk menjaga nya. Selama aku sekolah dan menempuh Perkuliahan, Gadis itu selalu masuk di sekolah dan Kampus yang sama dengan ku.
Karena kami selalu satu sekolah dan satu kampus tak jarang aku selalu untuk mengantar jemput nya di rumah nya. Dan aku sudah terbiasa dengan sifat nya yang ceria dan banyak berbicara. Tak jarang juga aku selalu mengajari nya materi materi di sekolah dan materi kampus nya. Oleh karena itu lah aku selalu terbiasa akan kehadiran nya .
Dan menggangap nya hanyalah seorang adik yang harus ku jaga untuk membalas kebaikan orang tua nya terhadap keluarga kami.
Sewaktu aku kuliah aku mengenal Gadis yang cantik dan pintar di Jurusan ku.
Namanya Mitha dia satu tahun di bawah angkatan ku. Aku mengenal nya ketika kami mengikuti acara Jurusan di kampus.
Karena Mitha ini adalah salah seorang Mahasiswi yang pintar dan juga cantik, aku mulai mendekati nya. Dan ternyata semakin lama aku mengenal nya dia adalah wanita yang mempunyai sifat yang pantang menyerah dan mandiri.
Terbukti dengan dia mendapatkan beasiswa di kampus ini dan mempunyai pekerjaan part time selagi kuliah.
Mitha berasal dari keluarga yang sederhana dan keluarga nya juga bukan lah orang yang berada.
Mungkin dengan kepribadian Mitha yang sederhana, pintar dan cantik inilah aku menyukai gadis ini.
Ketika aku mendekati nya waktu perkuliahan, dia juga menyambut ku dan kami memutuskan untuk berpacaran. Selama aku berpacaran dengan nya hidup ku serasa bebas dan berwarna.
Karena ketika aku mengenal nya , aku juga mengenal apa itu arti kesederhanaan dan hidup dengan apa adanya.
Dan itulah yang membuat ku sangat mencintai Mitha. Sampai kami tidak menyadari bahwa kami telah menjalin hubungan berpacaran selama 8 tahun.
Tetapi hubungan kami harus berakhir beberapa bulan yang lalu karena Om Gilang meminta ku untuk menikah dengan Grace.
Awalnya aku menolak permintaan itu karena bagaimana pun juga aku harus hidup dengan orang yang benar benar aku cintai.
Tetapi seolah di dukung dengan keadaan ku saat ini papa menyuruh ku untuk menikah dengan Grace dan Mitha meminta ku untuk mengakhiri hubungan kami.
Aku terkejut dengan keputusan Mitha, dimana aku berfikir harus berjuang dengan hubungan kami dia malah memilih untuk mengakhiri nya.
Mitha mengatakan bahwa dia sudah di jodohkan oleh orang tua nya dengan orang lain, dan dia tidak bisa menolak permintaan orang tuanya.
Dari situlah hubungan ku dan Mitha selama 8 tahun yang kami jalani bersama ini harus berakhir. Karena dia di jodohkan dan aku harus membalas kebaikan Om Gilang.
Aku marah dengan keadaan ku. Bukannya aku tidak menyukai Grace. Tetapi aku selalu berfikir bahwa aku juga berhak bahagia di hidup ku dan berhak untuk memilih. Aku juga tidak menyukai sifat manja dan bergantung pada orang lain itu di dalam dirinya.
Tetapi Grace pun tidak menolak permintaan dari ayah nya untuk menikah dengan ku.
Baiklah, Grace jika ini yang kau kehendaki aku akan menerima nya.
Mari kita jalani kehidupan pernikahan yang terpaksa ini.
Selanjutnya