Grace

Grace
Jangan Baper



"Eh, iya tungguin gue"


Ucap Alan kemudian setelah mendengar ucapan dari sahabat nya itu yang terdengar ketus menurut nya.


"Grace, sampai jumpa ya"


Ucap lelaki itu sambil melambaikan tangan kepada Grace.


"Iya kak"


Jawab Grace sambil tersenyum dan membalas lambaian tangan pemuda itu.


Tampak pemuda itu berlari menyusul sahabat nya yang sudah jauh di depan dengan langkah kaki yang cepat. Dan segera menyusul masuk ke mobil milik sahabat nya itu.


"Cemburu ya ,Lo?"


Ucap Alan pada lelaki itu.


" Emang gue keliatan begitu?"


Rey balik bertanya pada lelaki tersebut.


Dan Alan hanya menanggapi pertanyaan lelaki itu hanya decakan malas saja.


"Meskipun gue, belum tau atas dasar apa kalian berdua bertunangan, tapi gue yakin kalau kalian lakuin itu ada rasa terpaksa tau nggak"


Ucap Alan kemudian.


"Sok tau Lo"


Ucap Rey sambil mengemudikan mobil nya keluar dari area perkantoran tersebut.


"Ya iyalah, Lo cinta mati sama si Mitha tiba - tiba aja kalian putus gitu aja dan Lo yang nggak ada hubungan apa-apa sama Grace langsung ngadain acara pertunangan. Orang di luaran sana juga nganggap itu aneh, kali"


Ucap Alan yang sudah menjelaskan isi pemikiran lelaki itu daritadi mengenai hubungan tiba -tiba sahabat nya itu.


Dan Rey hanya tersenyum saja mendengar penuturan sahabat nya tersebut.


"Ngomong - ngomong Grace, makin cantik ya bro"


Ucap Alan sambil mengingat wajah wanita itu tadi.


Mendengar penuturan Alan, seketika itu juga Rey menyipitkan mata nya kepada lelaki itu.


"Kenapa?, suka Lo sama Grace?"


Ucap Rey yang terdengar tidak suka mendengar pujian dari lelaki itu untuk tunangan nya tersebut.


"Ck, ya Lo tau lah perjuangan gue dulu buat ngedapetin tu anak, tapi dasar emang dia nya yang tertutup banget"


Ucap Alan yang mengingat kan pada lelaki di samping nya ini bagaimana perjuangan nya untuk mendapatkan Grace sewaktu mereka kuliah dulu.


"Meskipun gue sahabat Lo , gue nggak akan segan - segan nusuk Lo dari depan kalau Lo buat dia kecewa nanti nya di masa pernikahan kalian, bro"


Ucap Alan kali ini yang terdengar serius mengucapkan nya kepada lelaki itu.


"Nusuk itu dari belakang kali"


Ucap Rey yang menanggapi pembicaraan lelaki itu hanya bercanda.


"Gue serius, gue nggak akan segan - segan ngambil hati nya dia buat ninggalin hidup Lo entar kalau Lo buat dia sampai kecewa"


Ucap Alan yang sudah menatap wajah sahabat nya dengan raut wajah yang serius.


"Iya, gue ingat "


Balas lelaki itu sambil fokus melihat jalan raya di depan nya.


*****


Sementara sang wanita yang di bicarakan oleh kedua lelaki itu, sedang sibuk di kamar nya sambil bertelfon ria dengan Wenny yang menceritakan percakapan wanita itu tadi di lobby kantor selepas jam kantor.


"Menurut Lo, dia cemburu Wen?


Ucap Grace yang bertanya kepada sahabat nya itu setelah dia menceritakan kejadian sore tadi di lobby kantor nya.


"Ya, menurut Lo gimana?"


Balas wanita di telfon seberang sana.


"Ck, Lo itu selalu kebiasaan banget sih gue nanya Lo malah balik nanya"


Ucap Grace sambil berdecak mendengar jawaban dari sahabat nya itu yang selalu membalas nya dengan pertanyaan.


"Ya Lo sendiri yang ada di tempat kejadian, emang Lo nggak liat ekspresi muka nya dia gimana?"


"Ya, seperti biasa Wen, muka nya ya datar nggak ada ekspresi sama sekali"


Ucap Grace yang mengingat raut wajah tunangan nya itu yang bertemu di lobby kantor tadi.


"Berarti ya, enggak cemburu Grace"


"Mungkin dia bilang selalu bersedia untuk nganter Lo kemanapun itu agar orang lain nggak ngomongin Lo berdua yang aneh - aneh."


"Coba Lo fikir nih ya, Lo tunangan nya sama siapa, jalan nya sama siapa"


Ucap Wenny kepada sahabat nya itu agar tidak terlalu berharap lebih pada sikap tunangan nya tersebut.


"Gitu ya Wen, menurut Lo"


Sambil berfikir ucapan Wenny ada benar nya juga. Tunangan nya itu pasti tidak mau mereka di bicarakan tentang yang aneh-aneh nanti nya.


"Menurut gue, Lo nggak usah bawa perasaan Lo lebih ke dia, Grace. Entar yang ada Lo udah nganggap dia punya perasaan ke Lo ehh ternyata malah nggak ada sama sekali"


Ucap wanita itu di seberang sana.


"Sebelum dia bilang kalau dia benar - benar cinta ke Lo, berarti itu bukan perasaan cemburu. Kalau dia emang udah bilang cinta ke Lo , Lo bisa nyimpulin itu perasaan cemburu nya dia ke Lo yang nggak suka Deket sama cowok lain.


Ucap Wenny lagi memberi saran pada sahabat nya itu.


"Iya juga sih Wen, Gue nggak boleh terlalu baper ya"


Ucap Grace kepada sahabat nya itu.


"Udah, mending Lo fokus mikirin gimana cara Lo biar dia bisa suka sama lo di waktu pernikahan kalian nanti"


Ucap Wenny lagi


"Itu gue yang masih bingung Wen, gimana cara nya dapetin hati nya dia"


Kali ini suara Grace terdengar bingung mengucapkan nya .


"Gimana, kalau Lo terus deketin dan nempelin dia kemana - mana. Entar kalau kalian udah nikah, dimana ada dia Lo juga harus ada di situ. Biar dia terbiasa akan kehadiran Lo di samping nya"


Saran Wenny lagi kepada sahabat nya itu.


"Apa itu nggak terlalu agresif menurut Lo Wen?"


Ucap Grace kali ini yang terdengar ragu akan saran sahabat nya tersebut.


"Nggak, namanya aja entar kalian udah sah. Mau Lo peluk mau Lo cium mau Lo bawa kemana mana itu hal yang wajar, biarin aja kali ini Lo yang agresif gak apa apa selagi itu sama suami lo sendiri "


Kata Wenny lagi.


"Kalau gue lakuin itu dia nggak makin lari apa Wen, dari gue?"


Ucap Grace yang masih terdengar tidak setuju dengan saran sahabat nya itu.


"Ck, dengar gue ya, kucing yang nggak lapar aja kalau di sodorin ikan asin terus menerus lama lama dia juga lapar terus makan tu ikan asin."


"Kalau dia masih nggak ada rasa sama Lo, berarti kita harus cari cara lain. Entar lama lama dia juga jadi terbiasa dengan Lo"


Ucap Wenny lagi yang kali ini sudah terdengar menguapkan suara nya.


"Lo udah ngantuk ya Wen"?


Kata Grace yang mendengar suara dari sahabat nya itu yang sudah mulai menguap.


"Iya Grace, gue tutup dulu ya, capek banget gue satu hari ini berasa badan gue mau copot"


Ucap Wenny


"Iya deh, tidur yang nyenyak Lo"


Ucap Grace kepada sahabat nya itu.


"Iya sampai jumpa besok"


Ucap Wenny yang sudah akan mengakhiri panggilan dari sahabat nya tersebut.


Sementara itu Grace masih tampak berfikir di kasur milik wanita itu, sepertinya yang di ucapkan Wenny ada benar nya juga. Sebelum lelaki itu mengatakan kalau dia sudah mencintai nya, Grace tidak boleh terbawa perasaan sendiri dengan kelakuan pria itu kepadanya.


Dan wanita itu pun memutuskan setelah mereka menikah nanti dia akan lebih agresif kepada suami nya tersebut demi mendapatkan hati lelaki itu.


******


Selanjutnya