Grace

Grace
Spesial



Melihat Rey yang sudah hampir terlelap, Grace mengusap rambut suaminya dengan lembut. Membuat Grace berpikir sejenak. Tumben sekali lelaki itu di jam yang belum larut seperti ini sudah tidur. Biasanya Rey setiap malam akan menjahilinya dulu atau sekedar bercengkrama walau cuma sebentar sebelum mereka tidur.


Apa ada masalah di perusahaannya?


Grace ingin menanyakan hal itu tetapi karena melihat Rey sepertinya sudah terlelap, dia jadi memutuskan untuk menanyakannya besok saja. Pikir Grace dalam hatinya.


Menyusul sang suami untuk tertidur setelah mematikan lampu kamar dan kembali memeluk pria itu, sepertinya Grace sudah terbiasa tidur dimalam hari dengan dipeluk atau memeluk Rey yang berada disebelahnya.


Saat waktu tengah malam tiba, Grace mendengar suara ketikan keyboard laptop berbunyi. Membuat wanita itu membuka matanya malas dan melihat ternyata Rey sedang mengerjakan sesuatu dengan serius. Terlihat dari raut wajah lelaki itu yang tidak menyadari Grace sudah terbangun dan sedang memandangi Rey.


Merasa seperti sedang diperhatikan, Rey kemudian menoleh dan mendapati sang istri sudah terbangun.


"Maaf, aku bangunin kamu" Ucapnya mengelus kepala Grace.


"Nggak apa-apa, Kak. Sorry ya di saat kamu banyak kerjaan begini kita menginap. Jadinya kamu nggak bebas ngerjain pekerjaan kamu" Grace sudah mendudukkan tubuhnya di ranjang.


"Nggak apa-apa, kamu tidur lagi aja" Katanya sambil mengetik sesuatu.


Grace yang tidak bisa lagi untuk melanjutkan tidurnya, kemudian beranjak dari ranjang mereka "Kamu mau kopi?". Grace menawarkan pada Rey.


Rey menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, "Iya, boleh" Ucapnya.


"Tunggu sebentar ya, Kak" Jawab Grace sambil berlalu dan bergegas menuju dapur membuatkan kopi untuk Rey.


Beberapa menit setelahnya, tampak Grace membuka pintu sambil membawa nampan yang sudah diletakkan kopi dan beberapa potong kue ke dalam kamar.


"Ini kopi kamu, tadi sore juga bi Imah buat kue, Kak. Kamu coba ya" Ucap Grace menawarkan dan meletakkan kopi tersebut di meja kecil bersebelahan dengan Rey duduk.


"Iya" Kata Rey tanpa memandang istrinya, dan masih sibuk pada pekerjaan.


Grace naik kembali ke atas ranjang, tetapi kali ini bukan untuk tertidur. Wanita itu menyalakan tv yang berada di kamarnya untuk menonton sesuatu yang di rasanya menarik, sambil menemani Rey bekerja.


"Kamu nggak tidur?". Tanya Rey yang melihat Grace yang sudah menyalakan tv.


Grace menggelengkan kepala, "Nggak ngantuk lagi. Aku nemenin kamu aja" Ucapnya.


"Kalau kamu sudah mengantuk, nggak usah dipaksain" Kata Rey lagi dengan memandang wajah Grace serius.


"Iya..kamu tenang aja. Udah mending kamu fokus selesaikan kerjaan kamu" Grace mengusap rahang milik Rey.


"hm" Sudah beralih fokus pada laptop.


Grace memilih menonton salah satu film Korea yang memang sengaja dia simpan dan belum sempat dia tonton sebelumnya.


"Kantor kamu ada masalah, Kak?" Ucapnya dengan memegang remote tv untuk menyetel film yang dia inginkan.


"Iya" Jawab Rey masih sambil fokus.


"Apa?" Tanya Grace yang menoleh dengan wajah yang penasaran.


Rey sejenak berhenti mengetik dan memijit pangkal hidungnya sebentar. " Proyek yang kami ajukan membutuhkan dana yang besar, jadi kami membutuhkan investor yang banyak untuk investasi disana" Rey menoleh ke arah Grace.


"Mau coba bilang ke Ayah?, Siapa tau Ayah bisa bantu kamu" Grace memberi saran.


"Aku coba usaha aja dulu. Lagipula udah terlalu banyak aku repotin Ayah. Aku juga harus mandiri" Rey menjawab dengan tegas, terdengar seperti tidak setuju dengan saran istrinya.


"Ya sudah. Aku cuma bisa dukung kamu, Kak" Katanya menyentuh lengan Rey seolah-olah memberikan semangat dan dorongan untuk tetap maju.


Melanjutkan film yang ditayangkan di televisi, dengan memasang volume yang juga tidak terlalu berisik agar sang suami masih tetap berkonsentrasi dengan pekerjaannya.


Sampai Grace yang baru menyadari ternyata sudah jam 3 pagi. Membuat wanita itu ingin melanjutkan tidur kembali. Mematikan televisi dan melihat Rey masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


"Belum selesai?". Kata Grace yang sudah menarik selimut sampai sepinggangnya.


"Aku tinggal tidur duluan ya, Kak"


"hm. Kamu tidurlah" Jawab Rey mengusap kepala istrinya namun mata masih tetap memandang laptop yang berada di depannya.


****


Belum ada beberapa menit Grace melanjutkan tidurnya kembali. Kini dia bisa mendengar kalau lampu di kamar mereka sudah dimatikan dan merasa pergerakan dari sebelahnya. Siapa lagi kalau bukan Rey yang sudah menyelesaikan pekerjaan miliknya. Setelahnya lelaki itu menarik Grace untuk tidur bersandar di dadanya, memeluk wanita itu kemudian mencium kening istrinya.


Grace tersenyum senang mendapat perlakuan hangat seperti itu dari Rey. Tangan kokoh yang selalu memeluknya terkadang mengusap punggung miliknya di saat tertidur. Terkadang suaminya itu tak jarang juga mencium keningnya seperti saat ini.


"Tidur yang nyenyak, suamiku" Ucap Grace yang Rey tidak sadari kembali terbangun dan melihat ke atas untuk mengarahkan pandangannya ke Rey sambil tersenyum dengan manisnya.


"Kamu juga" Ucap Rey membalas sapaan tersebut dengan mencium bibir Grace lembut.


Bibir yang selalu menjadi candu dan ketagihan bagi Rey untuk dinikmati setiap harinya.


Awal mula ciuman tersebut masih lembut di rasakan oleh Grace. Tetapi lama kelamaan Grace bisa merasakan kini Rey menciumnya dengan possesive dan terkesan menuntut. Grace sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya di antara mereka. Sadar kalau tangan sang suami sudah membuka kancing piyamanya satu persatu dan menindih tubuhnya.


Rey yang masih belum puas mencium sang istri, kini merasakan dorongan tangan Grace di dadanya. "Nggak bisa napas aku, Kak" Ucap Grace terengah-engah.


Rey masih berada di atas tubuh istrinya, tersenyum dengan menjengkelkannya. Mereka sudah sering melakukan hal seperti ini, tetapi Grace Masih belum bisa untuk mengimbanginya maupun membalasnya.


"Kamu harus sering-sering aku cium, biar banyak belajar" Kata Rey dengan terkekeh.


Grace menyembunyikan wajahnya di dada pria itu, malu mendengar ucapan yang gamblang tersebut. "ck, kamu tahu sendirilah, aku belum banyak pengalaman" Ucapnya masih menyembunyikan wajahnya.


Mendengar hal tersebut Rey, menjauhkan kepala Grace agar dia bisa melihat wajah istrinya itu.


"Aku spesial banget ya" Ucap Rey wajahnya sudah beralih menciumi lekuk leher istrinya.


"Spesial kenapa?". Ucap Grace yang menahan rasa geli di lehernya akibat serangan sang suami.


"Iya, spesial aja" Kata Rey


Grace mendorong kepala Rey menjauh dari lehernya, "Maksudnya?". Tanya wanita itu.


"Maksudnya, aku merasa spesial aja. Aku orang pertama yang cium dan sentuh kamu. Terus.." Ucap Rey berhenti sejenak dengan menaik turunkan alisnya masih tersenyum jahil.


"Terus apa?" Tanya Grace mengerutkan dahi.


"Terus aku cinta pertama kamu" Ucap pria itu dengan bangganya.


" Aku spesial banget ya" Ucap Rey menunjukkan raut wajah yang sangat bangga sekali.


Grace tertawa mendengar perkataan tersebut, "Percaya diri banget kamu". Ucapnya


"Siapa bilang kamu cinta pertama aku" Grace masih tertawa menjawabnya.


"Terus siapa?". Tanya Rey menatap Grace dengan raut wajah yang sudah serius.


"Ada deh, kamu nggak perlu tahu" Jawab Grace tidak mau memberitahu.


"Kasih tahu nggak" Rey mulai mengancam


" Nggak mau" Kata Grace tetap bersikukuh tidak mau menjawab.


"Oke, karena kamu nggak mau kasih tahu. Siap-siap kamu terima hukumannya".


Ucap Rey dengan menaikkan selimut sampai ke atas kepala dan menutupi tubuh mereka berdua.


Selanjutnya