Grace

Grace
Izin bertemu



Sorry, baru update yaa. Kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya. Harap dimaklumi aja ya.


So, Happy Reading kesayangan ♥️


***


Grace memilih untuk melanjutkan memasaknya saja, dan fokus bagaimana caranya untuk mendapatkan hati suaminya itu. Dia tetap optimis bahwa sudah ada rasa suka yang timbul di dalam hati Rey, untuknya. Grace hanya akan berusaha untuk membuat Rey berpaling kepadanya dan melupakan mantan kekasihnya yang bernama Mitha.


Tokk..Tokk..Tokk..Tokk


Selsai memasak, Grace mengetuk pintu ruang kerja Rey untuk mengajaknya makan siang bersama.


"Kak?". Ucapnya sambil membuka handle pintu. Grace bisa melihat bahwa Rey sedang tertidur di kursi meja kerja tersebut dengan kepala menengadah ke atas.


"Kak". Ucap Grace menepuk bahu Rey dengan lembut.


Tidak ada jawaban dan sepertinya suaminya masih betah untuk tertidur.


"Kak, bangun". Ucap Grace lagi dengan mengusap lengan pria itu.


Rey terbangun dari tidurnya dan bisa melihat Grace sudah berada di sampingnya dengan tersenyum kepadanya.


"Makan siangnya sudah siap. Ayo, makan!". Ucap Grace.


Rey hanya menganggukkan kepala dan mengikuti istrinya untuk keluar menuju dapur milik mereka.


Sesampainya di meja makan, Grace melayani Rey seperti biasa mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya itu.


"Katanya, tadi mau masak bersama?". Tanya Grace yang melirik Rey sudah mulai memakan makan siangnya.


"Hmm". Jawab Rey seadanya.


"Kamu masih mikirin ucapan Tante Lisa itu?". Tanya Grace memberanikan diri.


"Nanti aja kita bicarakan". Jawab Rey yang tidak ingin ada obrolan di meja makan.


Usai makan siang, Grace langsung mengikuti suaminya itu kemanapun dia pergi. Untuk kali ini Grace ingin egois dalam hubungan mereka. Dia yang merasa lebih berhak atas Rey sebagai suaminya. Perempuan lain yang hadir di dalam rumah tangga mereka harus segera disingkirkan.


Bagaimanapun sedari dulu dia sudah bertekad untuk membuat Rey bisa mencintainya sepenuh hati. Dan kali ini dia tidak boleh menyerah.


Grace menghampiri Rey yang sudah duduk di sofa dan sedang menyalakan Televisi. Mendekati suaminya kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Rey yang sedang asyik menonton tv. Tidak ada penolakan dari Rey, dengan sandaran kepalanya Grace di bahu miliknya. Rey malah membalas pelukan Grace dengan mengusap lengan wanita itu.


"Kamu kenapa?". Tanya Grace seraya mengelus rahang milik suaminya.


"Kamu terkejut dengan kabar dari Tante Lisa tadi?". Tanya Grace lagi karena pertanyaan sebelumnya tidak di jawab oleh Rey.


"Iya, kenapa dia bisa membohongi ku ". Jawab Rey akhirnya mengutarakan apa yang dipikirkan sedari tadi.


"Pasti dia punya alasan, Kak". Jawab Grace meskipun di dalam hatinya sakit membahas mantan suaminya itu.


"Kamu marah nggak, kalau aku bertemu dengan dia?". Tanya Rey


Grace langsung menegakkan tubuhnya dan menatap pria itu. "Untuk apa?". Ucapnya.


"Aku hanya ingin menanyakan alasannya, kenapa dia harus berbohong seperti itu". Jawab Rey.


"Kamu percaya kan sama aku?". Tanya Rey lagi karena Grace tidak menjawabnya.


"Tapi apapun yang kalian bahas nanti, kamu harus kasih tahu aku". Jawab Grace kini dan dibalas anggukan kepala oleh Rey.


Malas untuk membahas Mitha lagi di saat bersantai seperti sekarang ini, Grace mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Oh iya, besok kamu udah kerja di perusahaan papa kamu kan , Kak?". Tanya Grace yang kembali menyandarkan kepalaku di bahu Rey.


"Iya ". Jawab Rey.


"Jam berapa berangkat ke kantor nya?" Tanya Grace lagi, masih melihat televisi yang menayangkan acara talkshow.


"Jam Setengah delapan, mungkin aku udah berangkat dari apartemen". Ucap Rey.


"Sepertinya kamu duluan yang berangkat ya?". Tanya Grace.


"Kamu nggak apa-apa kan, nyetir sendiri?". Masih dengan pembahasan kesanggupan Grace untuk menyetir.


"Bisa, aku udah terbiasa kok". Jawab Grace.


"Nanti kalau ada waktu luang kita berangkat bersama". Ucap Rey seraya mengelus rambut istrinya dan menikmati menonton bersama di siang harinya.


****


"Suami lo, udah resign Grace?". Tanya Wenny yang seperti biasa menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu sambil membawa makanan ke ruangan tersebut.


"Hmm". Ucap Grace yang berjalan di sofa dan menyuruh sahabatnya itu untuk duduk bersama dengannya.


"Wen?". Ucap Grace


"Apaan?". Tanya Wenny yang membuka tutup bungkusan makanan yang di bawa olehnya.


"Kemarin, gue dengan Kak Rey ketemu nyokapnya Mitha". Ucap Grace yang ingin curhat dengan sahabatnya.


"Terus?". Tanya Wenny dengan penasaran.


"Elo, tau nggak?. Ternyata alasan mereka putus bukan karena si Mitha di jodohkan sama orangtuanya". Ucap Grace yang memulai curhatan.


"Haghh, maksudnya gimana nggak connect gue". Ucap Wenny dengan kelemotannya.


Terdengar decakan malas dari Grace untuk mengulang kembali informasinya itu.


"Jadi gini, kan gue pernah cerita kalau mereka itu putus karena si Mitha di jodohkan sama orang tuanya kan?". Tanya Grace dan mendapat anggukan dari Wenny.


"Ternyata si Mitha nggak di jodohin beneran tau. Dia bohong sama Kak Rey" . Ucap Grace lagi.


"Kemarin kami bertemu dengan nyokapnya yang bernama Tante Lisa itu. Ngelihat kami berdua ada di supermarket. Akhirnya Tante Lisa ceritain semuanya. Kalau si Mitha nggak di jodohin sama mereka dan Mitha nya juga nggak pernah cerita kalau sudah putus sama Rey. Makanya Tante Lisa terkejut banget kemarin dengar kabar kalau Kak Rey udah nikah sama Gue." Ucap Grace panjang lebar supaya Wenny dapat mengerti dengan benar.


"Jadi gimana menurut Lo, Wen?". Tanya Grace lagi.


Wenny hanya mengerutkan dahinya saja tanda kebingungan harus menjawab apa dengan curhatan sahabatnya ini.


"Jujur gue juga bingung mau jawab apa". Ucap Wenny.


Grace pun hanya terduduk lesu sambil menyandarkan kepalanya di sofa tersebut.


"Kak Rey, minta izin sama gue buat dia bisa ketemu sama Mitha". Ucap Grace sambil memejamkan matanya.


"Terus Lo izinin?". Tanya Wenny


"Iya". Jawab Grace masih bersandar di sofa.


"Atau gue nggak usah izinin aja kali ya?". Ucap Grace lagi yang sudah menegakkan tubuhnya.


"Kalau Kak Rey minta izin sama lo seperti itu. Berarti dia ingin Lo harus naruh kepercayaan buat dia, Grace". Ucap Wenny memberi pendapat.


"Iya juga sih". Jawab Grace.


"Tapi kalau gue ditikung sama Mitha, gimana dong Wen?". Masih terlihat bingung antara mengizinkan atau tidak.


"Ya Lo tikung balik lah". Ucap Wenny yang terdengar asal dan mendapat pukulan di lengannya dari Grace.


"Gue serius, Wen". Jawab Grace


"Gue tanya sekarang sama Lo ini ya. Selama kalian sudah menikah dan tinggal bersama. Menurut Lo kak Rey udah suka sama Lo bekum?". Tanya Wenny yang sudah mulai terlihat serius.


"Sepertinya begitu sih, Lo tau nggak. Dia cemburuan banget kalau ngelihat gue dekat sama si Reno". Jawab Grace yang kembali bercerita.


"Yakin Lo, dia cemburu?". Tanya Wenny lagi memastikan.


"Gue yakin banget, Wen". Jawab Grace.


"Oke.. Gue punya ide". Ucap Wenny yang menggerakkan tangannya supaya Grace mendekat ke arahnya.


Selanjutnya