
~~ Haloo.. Terimakasih buat dukungan Vote nya. Maaf belum bisa menjawab komentar satu per satu, Author cantik mohon dimaklumi wkwkwk
Author jawab disini aja ya, komentar kalian para readers kesayangan akuhhh yang kece badai sejagat raya.
Thor kapan pemeran utama hamil
( Saat nanti telah tiba, ada waktunya si pemeran utama berbahagia)
2. Thor jangan bilang ada poligami
(Ikutin saja alurnya)
3. Thor si pemeran pria kok selingkuh
(Hiks... hiks selingkuh darimana coba)
4. Thor pisahin aja si pemeran wanita dan pria
(Ohh maaf saya sudah terlanjur cinta pada mereka berdua wkwkwkwk)
5. Thor aku nggak suka ada penghianatan buat cerita beda dari yang lain dong
(Author suka sedih di suudzonin begini)
6. Thor karakter si pemeran utama kok gitu sih
(Iya sengaja Author buat begitu cintakuh sayangkuh, sabar aja ya ngikutin alurnya. Serahkan semua di tangan Author)
7. Suka males kalau alurnya begini
(Pedes amat komentar nya wkwkwkkw. Sudah biasa aku tuh dibeginiin, Author nggak akan baperan lagi, soalnya masih banyak yang ngikutin karya ini selain mikirin nyinyiran kamu 😜)
~~**Demikian curhatan Author wkwkwkwkwk, jangan lupa Vote yak, kalau votenya macet update nya juga macet (Mode ngancem)
~~ Happy Reading 😚😚😚**
****
Grace bingung, keluarga siapa yang dimaksud oleh Mertuanya ini. Di hari Minggu seperti sekarang, keluarga mana yang berkunjung di pagi hari, selain keluarga yang tidak mempunyai pekerjaan.
"Ini Grace, Ma. Kak Rey lagi di kamar mandi." jawab Grace setelah Anita berbicara hal yang Grace tidak mengerti. Dia masih sangat mengantuk untuk mencerna setiap ucapan dari Sang Mertua.
"Ohh, Kamu Grace, nanti sampaikan apa yang saya ucapkan tadi pada Rey." jawab Anita ketus.
Sebelum Grace menjawab perkataan Anita, sambungan telfon sudah diputus sepihak oleh Sang Mertua di ujung sana.
Grace mengerutkan dahinya, bingung menghadapi Mertua seperti Anita. Pintu kamar mandi pun terbuka, menampilkan Rey yang barusan selesai mandi dengan lilitan handuk di pinggang dan bertelanjang dada.
"Mama tadi telfon, Kak. Katanya kamu lagi ditungguin Pak Herlambang." ucap Grace masih memegang handphone Rey.
"Ohh." Rey menjawab dengan santai, sambil membuka lemari pakaian milik mereka.
"Kamu ada acara, Kak?" tanya Grace,
Mengapa hal seperti ini Rey tidak memberitahunya dari semalam?
" Kamu mau ikut?" Rey balik bertanya, menolehkan kepala ke arah Grace yang masih terduduk di ranjang.
"Hagh?" Grace tidak mengerti arah pembicaraan mereka kemana.
"Mandi, gih. Aku tungguin Kamu, kita ke rumah Mama hari ini." jawab Rey lagi sambil memakai baju yang terkesan santai. Tidak terlalu formal yang memang menunjukkan tidak ada acara penting di rumah Mertuanya.
"Ya udah aku mandi dulu." Grace berlalu ke kamar mandi, masih dengan pikiran yang bingung.
Saat Grace menyelesaikan ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi. Wanita itu melihat Suaminya masih setia menunggu di kamar sembari menonton televisi yang berada di kamar mereka.
Melihat penampilan Rey yang hanya menggunakan celana jeans dan kaos biasa terkesan santai, Grace pun memutuskan untuk mengikuti gaya penampilan seperti Rey juga dengan memakai kaos dan celana jeans yang membuat penampilannya juga mengikuti gaya Sang Suami.
Rey mengernyitkan dahi, ketika melihat penampilan gaya Grace dan mulai berkomentar.
"Jangan pakai kaos." ucap Sang Suami menarik kembali Grace ke arah lemari pakaian dan membuka lemari yang berisi koleksi pakaian Sang Istri.
Tidak menggubris perkataan Grace, Rey malah sibuk melihat koleksi dress yang berada di dalam lemari, untuk digunakan oleh Grace nanti ketika berkunjung.
"Kamu pakai ini." Rey menyodorkan dress sederhana berwarna putih selutut ke hadapan Istrinya.
"Ganti sekarang." nada Rey terdengar seperti memerintah dan tidak menerima bantahan sama sekali.
"Iya." ucap Grace patuh, mengganti pakaian yang dipilihkan oleh Rey barusan.
"Kalau aku pakai dress, aku juga harus dandan, Kak. Nggak matching dong akunya, kalau polos begini wajahnya."
"Ya udah aku tungguin." jawab Rey, kembali menunggu di tempat tidur.
" Kamu nggak telat banget? sepertinya Mama tadi suruh kamu buru-buru datangnya." tanya Grace.
"Nggak apa-apa." ucap Rey dengan santainya.
Grace berdandan sebentar untuk menyempurnakan penampilannya agar senada dengan dress yang dipakai.
"Ayo." ucap Grace, setelah selesai berdandan dan menyampirkan tas selempang miliknya.
"Hm." jawab Rey berlalu begitu saja untuk keluar dari kamar, tanpa menggandeng tangan Istrinya itu seperti biasa.
Sepertinya mood Suaminya ini lagi sangat buruk, Grace mengikuti langkah Rey dari belakang mengambil jarak beberapa meter di belakang Rey. Dia tidak mau mempertanyakan ini dan itu supaya tidak memperparah kondisi hati Rey saat ini.
***
Di dalam mobil tidak ada perbincangan di antara mereka berdua. Grace yang mencoba mengerti dan memahami karakter Rey di saat sekarang, dan Rey yang diam membisu seribu bahasa. Pikirannya jauh melayang, entah apa yang dipikirkan lelaki itu.
Grace tidak sengaja menyenggol lengan Rey yang berada di dekatnya. Saat itu juga Grace segera menjauhkan lengan miliknya kembali supaya tidak menyenggol lengan Sang Suami. Takut menghadapi mood Rey yang anjlok seperti sekarang.
Tanpa dia duga, Rey menarik tangan Istrinya untuk digenggam. Menautkan jari jemari mereka seperti kebiasaan Rey, membuat Grace menoleh dan menatap Rey yang masih fokus menyetir dengan raut wajah serius. Tidak ada senyuman disana tercetak di wajah lelaki itu.
Hanya keheningan yang mendera selama perjalanan mereka berdua.
Kini mobil yang dikendarai oleh Rey telah sampai di kediaman milik keluarga Mertuanya. Grace dapat melihat ada mobil baru terparkir di depan halaman rumah Rey. Menandakan ada tamu yang datang berkunjung ke rumah tersebut.
Sepasang Suami Istri itu pun turun dari mobil, disambut oleh Sang Mama Mertua yang sudah berdiri di teras rumah, dengan tangan bersedekap di dada. Tak lupa menampilkan raut wajah jutek dan ketus ketika mereka berdua sudah berada di depan Anita.
"Kamu telat banget, Rey. Keluarga oak Herlambang sudah mau pulang." ucap Sang Ibu dengan gaya menjengkelkan.
"Iya Ma, macet di jalan." Rey beralasan, dia sengaja berbohong supaya tidak memperkeruh suasana.
Seketika itu juga Anita mengalihkan pandangannya ke arah Grace, "Kamu ngajak Grace?" Anita kembali bertanya pada Rey, yang hanya mendapat jawaban anggukan dari Rey.
Pria itu seolah-olah cuek dengan perkataan Ibunya, dia terlalu malas meladeni Sang Mama di pagi hari seperti ini.
"Kami masuk, Ma." Rey berbicara dengan tiba-tiba, memasuki rumah duluan tanpa seizin Nita yang menyambut mereka tadi di depan rumah.
Sementara tangan pria itu masih sibuk menggenggam tangan wanitanya sampai di ruang tamu.
Saat sudah sampai di ruang tamu, Grace melihat ternyata tamu dari Mertuanya adalah wanita yang dia lihat kemarin siang bersama Rey di mall. Wanita itu tengah duduk bersebelahan dengan seorang pria paruh baya seumuran Farhan yang Grace yakini bernama Herlambang.
"Ehh... kalian sudah sampai Rey?" kata Farhan ketika menyadari anak dan menantunya sudah berada di dekat mereka.
"Iya, Pa." jawab Rey, sementara Grace hanya menampilkan senyum sederhana saja.
Merasa diperhatikan, Grace menatap wanita yang tengah memperhatikan dirinya dengan sengit. Dari wajah wanita itu, Grace bisa mengetahui kalau ada perasaan tidak suka disana.
Anita pun bergabung duduk di sebelah Suaminya, "Duduk Rey." ucapnya hanya menyebut nama anaknya saja.
Farhan menatap istrinya itu ketika hanya menyebut nama Rey, sedangkan menantunya tidak dia sebutkan.
"Siapa Rey?" tanya pria paruh baya menatap Grace yang berdiri di sebelah Rey.
Seketika itu juga, Rey menarik pinggang wanitanya itu dan memperkenalkan Grace kepada pria paruh baya tersebut.
"Oh iya Om, kenalin Istri Aku. Grace.." ucapnya dengan nada penuh penekanan, sementara tangan masih setia di pinggang Sang Istri.