Grace

Grace
Lunch



Setelah mendengar dari calon mertua nya tersebut kalau Rey sangat menyukai masakan mantan kekasih nya itu, di saat itulah Grace sangat bertekad sekali untuk bisa masak dan menyenangkan calon suami nya itu nanti nya di saat mereka menikah.


'Lo harus semangat Grace, lo nggak boleh nyerah untuk urusan masak memasak begini saja lo harus bisa'


Ucap wanita itu bermonolog sendiri dalam hati nya.


Secara wanita itu sangat pintar di bidang akademis nya dulu apalagi soal memasak seperti ini, dia tidak boleh kalah. Yang hanya harus dia kuasai itu hanya lah tahu membedakan mana 'jahe, kunyit, ketumbar, merica, dan segala macam jenis nya', setelah itu baru lah hanya tuang, campur, dan aduk.


Sepertinya wanita ini belum memikirkan bagaimana soal kualitas rasa masakan nya nanti entah enak atau tidak nya. Yang penting bisa memasak dulu. Fikirnya dengan semangat yang berapi-api untuk bisa memasak.


"Grace, kalau memasak itu nggak boleh melamun, entar masakan kamu jadi nya gosong seperti ayam yang kamu goreng sekarang"


Ucap wanita paruh baya yang mengagetkan lamunan Grace yang sibuk memegang spatula penggorengan tersebut.


Dan seketika itu juga wanita yang sibuk dengan lamunan masak memasak nya itu pun terkejut melihat ayam yang dia goreng sudah mulai menghitam di bagian bawahnya.


"Eh, astaga . Tante maaf "


Ucap nya dengan sesal sambil mematikan kompor listrik milik wanita paruh baya itu.


"Sepertinya kamu lagi banyak fikiran Grace"


Ucap wanita paruh baya itu


"Ah, maaf Tante aku tadi melamun. Jadi gosong deh ayam nya. Biar Grace keluar beli lagi ayam nya sebentar ke supermarket. ya tante"


Ucap wanita itu dengan sesal sambil melepas celemek milik nya.


"Oh, nggak usah Grace masih ada kok di kulkas ayam nya. Coba kamu lihat soalnya bibi selalu stok ayam di rumah"


Ucap wanita paruh baya itu.


Grace pun melangkah kan kaki nya menuju kulkas milik keluarga itu . Sepertinya ucapan calon mertua nya yang mengatakan stok ayam nya masih ada di kulkas ternyata benar.


"Tante , maaf yaa"


Ucap Grace lagi dengan raut wajah yang penuh penyesalan.


"Tidak apa apa Grace, lain kali jangan di ulangi lagi ya. Melamun di depan kompor itu berbahaya loh."


Ucap wanita itu memberi nasihat.


'Iya Tante"


Ucap Grace membalas nasihat dari calon mertua nya itu.


Setelah mengatakan ucapan itu kemudian hadir lah seseorang yang menganggu acara masak memasak ke dua wanita beda usia tersebut.


"Eh, ada calon kakak ipar datang ke rumah nih"


Ucap wanita yang berbicara itu sambil mencomot kentang yang baru di goreng mama nya.


"Kamu ini ya Lau, kebiasaan asal ambil aja, cuci tangan dulu sana!'


Ucap si penjaga kentang goreng yang tak lain adalah mama nya itu.


"Tangan Laura bersih kok ma, nih lihatin "


Ucap wanita pengambil kentang goreng tersebut sambil menunjukkan dan memutar - mutar jemari tangan nya.


"Udah lama, nggak lihat lo, mbak"


Ucap si wanita itu lagi yang tak bukan adalah Laura adik dari Rey.


"Kayaknya Lo yang selalu sibuk deh , Lau. Gw mah di sini sini aja."


Ucap Grace yang mengingat kan kesibukan wanita itu yang jarang dia lihat ketika mampir ke rumah nya untuk masak bersama.


"Eh, iya ya mbak?, Sorry deh hehehe gw mah emang sok sibuk dari dulu"


Cengir - cengir sambil menikmati kentang yang baru di goreng.


Di saat itu juga muncul lah seorang pria yang tiba - tiba membuka kulkas mencari minuman dingin untuk memuaskan dahaga nya.


Grace langsung melihat pria itu yang tak lain adalah Rey calon suami nya yang sedang asik meneguk minuman yang di ambil pria itu barusan dari kulkas


Tampak pria itu sepertinya baru selesai berolahraga, terbukti dengan nafas nya yang ngos-ngosan dan keringat yang membasahi tubuh nya.


'Buset, haus banget kayak nya Lo, kak"


Ucap Laura ketika melihat sang kakak baru tiba dari luar.


Menilai penampilan si sang pria dari atas sampai bawah yang hanya menggunakan kaos olahraga tanpa lengan yang menampilkan otot otot nya serta celana sport selutut yang menampilkan otot betis nya juga dengan memakai sepatu sport milik pria itu.


Menambah kesan seksi di mata Grace.


'Ya, Tuhan. Calon suami gw macho juga ternyata'


Ucap wanita itu di dalam hati nya sambil senyum - senyum sendiri.


Rey pun yang melihat tingkah aneh dari wanita itu pun segera menghabiskan minuman nya sebelum berbicara pada gadis tersebut dan tidak menjawab sapaan dari adik nya itu.


"Sudah lama datang nya?"


Ucap pria itu menghentikan aksi senyum senyum si wanita


Si wanita yang kepergok tersenyum sendiri itu pun terkejut melihat pria itu sepertinya mengajak nya berbicara duluan


"Eh, sudah kok tadi jam 9 lewat baru sampai"


Ucap wanita itu kemudian.


Dan Rey pun hanya mengangguk - anggukan kepala nya mendengar jawaban dari calon istri nya itu


Melihat putra sulung nya sudah datang wanita paruh baya yang tak lain adalah mama nya si pria tersebut sebelum berkata kemudian.


"Rey, istirahat sana, habis itu mandi terus turun makan siang ya"


Ucap wanita paruh baya itu.


Ucap sang pria itu sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar milik nya.


******


Setelah selesai acara masak memasak bersama itu, akhirnya tibalah keluarga Baskara berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama Grace sebagai tamu mereka.


"Ayah kamu sehat Grace,?"


Ucap pria paruh baya itu yang tak lain adalah papa dari Rey.


"Sehat, om"


Ucap Grace seketika yang mendengar pertanyaan dari calon ayah mertua nya itu.


Tampak Farhan mengangguk -anggukan kepala nya mendenar jawaban dari gadis itu.


"Mulai sekarang biasakan untuk panggil saya 'papa' ke saya ,kan sebentar lagi kalian akan menikah"


Ucap pria paruh baya itu yang tampak melirik putra sulung nya.


Mendengar perkataan dari calon ayah mertua nya itu seketika itu juga Grace membelalakkan mata nya. Dia terkejut dengan perkataan pria tersebut yang menyuruh nya untuk memanggil dengan sebutan 'papa' kepada pria itu.


Sejenak Grace melirik Rey untuk melihat reaksi dari pria itu apakah setuju atau tidak dengan sebutan baru itu kepada ayah nya, tetapi sepertinya pria yang dia lirik tidak menggubris hal tersebut dan sibuk memainkan hp di tangan nya.


"Bagaimana, ma?"


Ucap Farhan lebih tepat tertuju kepada istri nya.


"ya, gak apa apa juga. Mama sih setuju setuju saja"


Ucap wanita paruh baya itu sambil mengambil centong nasi untuk memasukkan nasi ke pria yang menjadi suami nya tersebut.


Melihat hal itu, Grace pun segera mengambil centong nasi tersebut dari tangan calon mertua nya itu agar dia saja yang mengambilkan nasi ke pria paruh baya itu beserta kepada semua nya.


"Biar ,Grace saja Tante"


Ucap Grace seketika dan mengambil nasi untuk di letakkan ke masing-masing piring mereka.


"Nasi gw, yang banyak mbak"


Ucap Laura yang protes karena nasi yang di berikan Grace dalam jumlah sedikit ke piring nya.


Grace pun terkekeh mendengar nya.


"Baik lah "


Kata wanita itu.l


Dan keluarga itu pun makan bersama dengan tenang seperti keluarga pada umumnya.


Setelah selesai makan siang tampak mereka berkumpul di ruang keluarga untuk menikmati buah sambil menonton acara yang berada di televisi tersebut.


"Oh, iya Rey, kamu udah cari tempat tinggal buat kalian berdua nanti setelah menikah?"


Ucap Farhan kepada putra sulung nya tersebut.


"Untuk sementara kita tinggal di apartemen Rey waktu kuliah aja dulu Pa, Rey belum sempat hubungi broker dan ngurus hal lain tentang perumahan nya."


Ucap Rey kemudian dan Grace pun tahu akhirnya setelah menikah nanti dia akan di bawa ke apartemen milik suami nya tersebut.


" Kamu harus cepat Rey, bagaimana pun sebuah keluarga itu lebih nyaman kalau tinggal di perumahan bukan apartemen. Secara apartemen lebih kecil kalau kalian hidup hanya berdua mungkin masih bisa tinggal di apartemen kalau nanti cucu-cucu papa sudah lahir entar kamu yang repot ngurus pindahan nya"


Ucap Farhan memberi saran


Mendengar saran dari calon ayah mertua nya itu membuat Grace terkejut.


Cucu?


Maksudnya, mereka akan memiliki anak begitu?


Jangan kan untuk berpikiran memiliki anak, mereka berdua saja belum tahu akhir dari pernikahan mereka nanti bagaimana. Apalagi untuk hadir nya seorang anak di antara mereka berdua itu pasti nya akan sangat sulit.


Fikir Grace dalam hati nya.


"Kamu kok diam saja Grace, kamu nggak setuju kalau tinggal di apartemen?"


Ucap Farhan yang sedari tadi melihat wajah calon menantu nya itu.


"Eh, nggak om, Grace ngikut aja kemana kak Rey tinggal"


Kata wanita itu kemudian.


"Bagaimana, acara pertunangan minggu depan? ada kendala Grace?"


Ucap wanita yang tak lain adalah mama nya Rey.


"Sudah di atur oleh Ayah, kok tante buat acara keseluruhan di minggu depan"


Ucap Grace lagi.


"Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi Tante, Grace?


Ucap Nita.


"Iya tante"


Ucap Grace lagi


Sementara Rey hanya fokus kepada acara televisi yang dia pun tak tahu itu mengenai apa yang di tayangkan oleh siaran televisi tersebut.


Pria itu sibuk dengan fikiran nya sendiri bagaimana mereka akan menjalani rumah tangga mereka nanti nya.


Hanya Tuhan lah yang tau akhirnya bagaimana hati seseorang akan berlabuh kepada siapa. Pria itu hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuk pernikahan mereka yang akan mereka jalani nanti nya.


****


Selanjutnya