Grace

Grace
Teman Lama



"Tidurlah". Ucap Rey yang masih mengelus rambut Grace dan memejamkan matanya supaya tertidur.


Grace yang menerima elusan hangat dari tangan pria yang sudah sah menjadi suami baru beberapa jam tadi, merasakan perasaan yang hangat di dadanya.


Tangan yang hangat dan elusan yang meskipun dirasa tegas tetapi seolah-olah melindungi dirinya, membuat Grace mengingat masa kecil mereka dulu. Ya, tidak di pungkiri oleh Grace kalau semasa dia kecil sampai menginjak dewasa seperti ini dia telah banyak menghabiskan waktu dengan pria yang kini tidur disebelahnya.


Masa-masa remajanya yang indah dipenuhi oleh kenangan bersama, lelaki yang dulu melindunginya ketika dia digoda oleh lelaki lain sewaktu di sekolah. Lelaki yang mengantar jemput nya dulu kemanapun, juga selalu membantunya belajar.


Tetapi lelaki itu juga sudah berubah semenjak dia mempunyai hubungan dengan wanita yang bernama Mitha. Dia sudah jarang mengunjunginya, jarang juga mengantar jemput nya lagi, dan Grace pun tidak banyak memiliki waktu bisa melihat wajahnya setiap hari dulu sewaktu masa kuliah.


Tapi kini seolah takdir berubah, lelaki ini mulai sekarang sampai seterusnya akan selalu dia lihat wajahnya. Status mereka juga sudah berubah, tidak menjadi adik kakak lagi tetapi menjadi sepasang suami-istri. Meskipun sang suami belum mencintainya, Grace akan berusaha agar suaminya bisa mencintainya dan sellau bisa melihat wajahnya setiap hari ketika bangun maupun tidur di waktu malam seperti yang dia rasa sekarang ini.


Entah keberanian darimana, Grace pun ingin memeluk pria yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu itu.


"Kak...?". Ucap Grace


"Hm". Jawab Rey yang masih mengelus rambut milik Grace dan masih memejamkan matanya.


"Boleh aku tidur memelukmu?". Tanya Grace yang membuat jantungnya berdebar-debar kembali.


Rey pun yang mendengar ucapan sang istri yang menurutnya sangat berani sekali, seketika langsung membuka matanya dan menatap wajah Grace yang memandanginya sedari tadi.


Belum mendapat jawaban dari Rey apakah dia boleh memeluknya atau tidak, Grace pun langsung mendekatkan dirinya dan langsung memeluk tubuh kekar yang sudah menjadi suaminya itu. Wanita itu langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah malu karena perbuatan beraninya di dada bidang milik suaminya.


Rey terkejut dengan perlakuan wanita ini, mendapati tangan mungil yang melingkari pinggangnya dan wajah yang disembunyikan di dadanya membuat darahnya berdesir seketika dan ada perasaan aneh melingkupi hatinya.


Meskipun mendapat pelukan seperti itu, Rey tidak menolak dan juga tidak membalas pelukan wanita yang sudah menjadi istrinya. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri, "Kenapa berani sekali dia". Ucap Rey dalam hatinya.


Grace pun yang tidak merasa kalau pelukannya disambut, langsung mengerti akan kondisi hati suaminya itu. Dan langsung berkata kepada Rey.


"Meskipun kakak belum menyukaiku, tapi aku akan selalu berusaha membuat hati mu menjadi sangat mencintaiku. Tunggu saja Rey". Ucap wanita itu masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya dan menyebut nama Rey dengan beraninya.


Rey pun terkekeh mendengar pernyataan dari Grace yang sangat berani sekali menurutnya.


"Baiklah, aku akan menunggu usahamu membuatku jatuh cinta padamu" Ucap Rey masih sambil terkekeh.


Grace yang mendengar ucapan suaminya itu langsung mempererat pelukannya di pinggang dan semakin menyembunyikan wajahnya karena malu dengan aksi agresifnya. "nggak apa-apa Grace, kalian udah sah". Ucap Grace dalam hatinya dan semakin menempel pada Rey.


Rey yang merasa pelukan dari sang istri semakin mengencang, membuatnya langsung membalas pelukan wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut, dengan melingkarkan tangannya di bahu mungil milik Grace. Grace pun langsung merasakan pelukannya sudah di sambut langsung tersenyum di balik dada bidang suaminya.


Wanita itu merasakan kalau detak jantung suaminya biasa saja tidak seperti detak jantung nya yang sudah mau keluar. Grace yakin kalau pria yang kini memeluknya itu pun bisa merasakan detak jantungnya yang tidak karuan itu.


"Setidaknya Rey sudah mengetahui kalau aku teramat menyukainya". Ucap Grace dalam hati sambil tertidur menuju alam mimpi dengan pelukan hangat yang pertama kali dia rasakan berbeda di malam-malam sebelumnya.


****


Sinar pagi yang menembus gorden kamar hotel, membuat kedua mata Rey seketika mengerjap menyesuaikan sinar cahaya yang masuk ke matanya. Mendengar suara gemerisik air yang berasal dari kamar mandi , dia langsung mengetahui kalau Grace sudah bangun dan sedang mandi mungkin, Fikirnya.


Melihat sekilas jam yang terpajang di hotel dan ternyata sudah jam setengah 8 pagi, sepertinya mereka kesiangan juga kemudian


mengambil handphone miliknya untuk mengecek pemberitahuan yang masuk dari kemarin yang tidak sempat dia buka selama acara pernikahan berlangsung.


Banyak pesan masuk dengan ucapan selamat atas pernikahannya, tidak banyak juga mengatakan maaf atas ketidakhadiran acara pernikahan kemarin dan foto-foto yang masuk di akun media sosialnya karena ditandai oleh beberapa sahabat-sahabatnya.


"Udah bangun, Kak?". Ucap Grace yang baru keluar dari kamar mandi.


"Hm". Jawab Rey sambil menganggukkan kepalanya yang masih fokus dengan hp ditangan.


"Hm. Baiklah tunggu aku. Selesai mandi kita turun bersama ke bawah.". Jawab Rey pada Grace yang sudah meletakkan hpnya di atas ranjang hotel. Sambil berjalan mengambil handuk mandi.


"Iya, Kak". Ucap Grace sambil membereskan koper miliknya untuk segera dibawa pulang nanti.


Selesai membereskan barang satu dengan yang lainnya. Sepasang pengantin baru itu pun segera turun ke bawah untuk menikmati jamuan sarapan mereka yang sudah di siapkan oleh pihak hotel milik Ayah Grace tersebut.


"Tampaknya hotel ini semakin ramai saja, padahal aku merasa baru kemarin kita meresmikan hotel ini, Kak". Ucap Grace yang melihat sekeliling hotel.


"Iya, waktu itu kau hampir salah menghitung anggaran awalnya bukan?". Ucap Rey yang mengingat kesalahan Grace di waktu lalu ketika peresmian hotel.


"Ck, iya iya, aku juga kan masih belajar". Jawab Grace membela diri.


"Kalau aku sudah pindah nanti, jangan sering-sering buat kesalahan". Ucap Rey memberi nasihat pada istrinya.


"Hmm, iya baiklah. Tapi aku akan sering bertanya nantinya kalau kakak resign, aku juga belum terlalu banyak mengerti dengan perusahaan". Ucap Grace yang masih harus banyak belajar mengenai perusahaan Ayah.


"Aku akan banyak mengajari Glenn juga nantinya". Jawab Rey sambil menyerahkan kartu atm miliknya pada Grace.


"Apa ini, Kak?". Tanya Grace yang mengambil kartu atm tersebut.


"Mulai hari ini pakailah kartu itu, untuk keperluan kita sehari-harinya. Meskipun aku masih merintis perusahaan Papa, tapi aku yakin ini cukup untuk memenuhi keperluan kita." Ucap Rey sambil memakan sarapan di depannya.


"Aku juga punya gaji dan tabungan, Kak. Ini tidak usah". Ucap Grace lagi sambil menyerahkan kembali kartu atm pada Rey.


"Aku juga kepala rumah tangga, Grace. Aku akan memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Untuk gajimu kau simpan saja. Ucap Rey yang terkesan tegas pada Grace agar tidak menolak kartu tersebut.


"Baiklah, Kak". Ucap Grace


****


Masih terlihat sibuk dengan sarapannya masing-masing. "Grace, Bang Rey?. Ucap seseorang yang tiba-tiba mengagetkan mereka.


"Eh, Reno?". Ucap Grace yang mengenal teman lamanya sewaktu masa SMA itu.


"Kamu, apa kabar Grace?" Tanya Reno yang langsung duduk di kursi sebelah milik Grace tanpa di persilahkan.


"Baik, Ren. Udah lama nggak lihat Lo". Ucap Grace yang sibuk berbicara dengan teman lamanya.


"Iya, baru selesai kuliah gue, di luar negeri". Jawab Reno.


"Terus kok bisa ketemu di sini sih?" Ucap Grace yang masih sibuk berbicara tanpa memperhatikan suaminya.


"Iya, mau ketemu sama klien hari ini" Ucap Reno lagi yang mengambil beberapa makanan di depannya tanpa segan. Seolah-olah Rey tidak ada di depan mereka.


"Bang Rey, apa kabar?" Ucap Reno yang sudah melihat raut wajah yang aneh dari kakak kelasnya tersebut.


"Seperti yang,Lo liat". Ucap Rey terdengar dingin.


Reno pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tidak ingin bertanya lagi.


"Lo, masih jomblo kan Grace, gue lagi cari istri nih, Lo mau nggak?". Ucap Reno tiba-tiba pada Grace dan seketika itu juga orang di depan mereka terbatuk-batuk mendengar ucapan Reno.


Selanjutnya