
Sementara itu di perusahaan milik papanya, Rey terlihat sibuk meeting bersama dengan Alan dan karyawan kantor lainnya. Mempelajari berkas-berkas perusahaan serta manajemen perusahaan tersebut membuat Rey belajar kembali lagi dari nol. Untuk membangun perusahaan papanya, Farhan.
"Oke. Yang ini Clear". Ucap Rey seraya menggeser dokumen yang menumpuk di depannya.
"Rey, gue pulang duluan ya. Nyokap ada kondangan malam ini. Suruh gue nemenin dia datang ke acara temen arisannya" Ucap Alan pamit sambil melihat jam di pergelangan tangan pria itu.
"Oh, iya baru sadar gue. Ini udah jam 6 ya". Jawab Rey seketika yang menyadari hari sudah mulai gelap.
"Gue balik bro" Ucap Alan yang bergegas keluar sambil melambaikan tangannya.
Setelah Alan keluar dari ruangannya, handphone milik Rey berbunyi dan menampilkan notifikasi baru dari seseorang yang sebelumnya pria itu hubungi.
08.45
Rey : Bisa kita bertemu Selasa Minggu depan?, ada yang ingin aku tanyakan padamu.
18.05
Sayang : Bisa, aku tunggu saat siang di cafe dekat kantor ku jam 12.00
18.06
Rey : Baiklah
Pesan tersebut adalah pesan yang dikirimkan Rey kepada mantan kekasihnya Mitha tadi pagi. Rey yang ingin berjumpa dengan mantannya tersebut serta rasa keingintahuannya yang besar. Mengapa bisa Mitha membohonginya di saat dia ingin memperjuangkan hubungan mereka dulu sebelum menikah dengan Grace.
Nama Mitha di contact handphone miliknya pun memang sengaja belum di ubah oleh Rey sendiri. Entah dia tidak tau mengapa. Dia hanya merasa belum siap saja mengubah nama tersebut di handphonenya.
Rey masih terdiam dengan kelamunannya, seketika dikejutkan dengan bunyi handphone miliknya lagi tanda ada panggilan dari Grace istrinya.
"Halo, Kak?" Tanya Grace di ujung sana.
"Iya, Grace?". Jawab Rey.
"Kamu belum pulang?".
"Ini mau pulang sebentar lagi". Jawab Rey sembari melihat jamnya.
"Ooh, hati-hati di jalan Kak. Aku sudah masak sup ayam kesukaan kamu. Kamu belum makan kan?". Tanya istrinya itu.
"Belum, baiklah tunggu aku di rumah". Ucap Rey lagi.
"Iya. Aku tunggu di rumah. Kamu hati-hati nyetirnya ya". Jawab Grace.
"Hmm. Aku tutup telfonnya". Kata Rey yang sambil membereskan dokumen dan tas kantor miliknya.
Sesampainya di apartemen milik mereka, Rey sudah disambut dengan pelukan dan ciuman di pipi yang berasal dari istrinya.
"Selamat datang suamiku". Ucap Grace menyambut kedatangan Rey dengan tersenyum manis.
"Kok kamu tumben banget, manis begini kelakuannya" Ucap Rey sambil menyunggingkan bibirnya tak ayal tersenyum juga dengan sambutan Grace.
"Emang aku manis dari dulu tau, Kak". Balas Grace seraya mengambil tas kerja milik Rey.
"Iya deh". Ucap Rey mengacak rambut milik Grace dengan gemas.
"Ya udah kamu mandi sana. Aku tunggu di meja makan". Kata Grace yang sudah memasuki ruang kerja Rey untuk meletakkan tas pria itu.
"Iya". Jawab Rey melangkahkan kakinya menuju kamar.
*****
Seperti biasa di saat makan, tidak adanya obrolan di antara mereka. Semenjak menikah dengan Rey, Grace jadi mengetahui kalau suaminya itu tidak suka dengan obrolan ketika mereka sedang makan. Berbeda dengan keluarganya Grace ketika di rumah yang membahas ini dan itu sambil menikmati makanan mereka.
Selesai makan, Rey langsung masuk ke kamar dan tidak memasuki ruang kerja seperti biasanya.
Tumben?. Kata Grace lirih melihat kelakuan suaminya.
Grace pun langsung menyusul suaminya itu ke dalam kamar usai mencuci piring yang kotor sehabis makan malam tadi. Dan bisa melihat Rey sedang duduk di atas ranjang sambil menonton tv.
"Kak". Ucapnya seraya menaiki tempat tidur.
"Gimana di kantor papa kamu?". Tanya Grace yang ikut bergabung dengan suaminya di atas kasur.
"Baik, semuanya lancar". Ucap Rey
Grace menolehkan kepalanya ketika namanya di panggil oleh Rey. "Kenapa?". Ucapnya.
"Hmmm". Ada jeda sejenak dari Rey
"Aku kemungkinan Minggu depan akan bertemu dengan Mitha". Ungkapnya jujur.
Grace tidak langsung menjawab pemberitahuan tersebut. Sebelum menjawab terdengar helaan nafas dari Grace.
"Emang harus bertemu ya, Kak". Ucapnya yang seolah belum rela jika mereka bertemu.
"Kalau aku tidak bertemu dan menanyakan secara langsung dengannya. Aku akan penasaran Grace" Jawab Rey.
Mendengar ucapan tersebut Grace hanya bisa menganggukkan kepala, "ya udah deh". Ucapnya kemudian mengalah dengan keputusan suaminya untuk bertemu dengan sang mantan.
"Oh iya, Minggu depan ada acara kantor di Bogor, Kak. Seperti biasa acara tahunan". Ucap Grace kembali yang mengingat pembicaraan mereka tadi siang.
"Aku boleh ikut ya?". Bujuknya pada Rey
"Jadi aku sendiri dong, tinggal di apartemen". Jawab Rey yang menolehkan kembali pandangannya kepada Grace.
"Iya. Soalnya aku udah janji sama Wenny untuk ikut. Kasihan juga dia kak, disana nanti nggak ada temen". Ucap Grace yang masih membujuk supaya diperbolehkan ikut.
"Terus kamu sekamar dengan siapa nanti disana?". Tanya Rey yang belum mengizinkan.
"Ya sama Wenny lah". Jawab Grace
"Ck, yang jadi suami kamu itu Wenny atau aku sih. Kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengannya aku lihat". Jawab Rey
"Kan kamu tau sendiri kita sahabatan, udah lama. Boleh ya, Kak". Membujuk dengan senyuman manis sambil mengguncang lengan Rey agar mengizinkan untuk pergi.
"Gini aja, kamu berangkat duluan. Sore nya aku nyusul kamu". Putus Rey kemudian.
"Loh, kamu jadinya ikut juga?"Tanya Grace kini yang keheranan.
"Iyalah, aku nggak mau tidur sendirian" Ucap Rey dengan berdecak.
"Jadi Wenny dengan siapa dong nanti disana tidurnya!". Tanyanya lagi.
"Biarin aja dia pikir sendiri, pokoknya aku nyusul dan kamu sekamar dengan aku nanti disana". Jawab Rey yang memutuskan secara sepihak.
"Kamu nih. Kasihan kan Wenny". Ucap Grace lagi masih belum terima.
"Sudah tidur. Tidak ada bantahan lagi". Jawab Rey sambil menarik istrinya itu untuk tertidur dan memeluk tubuh istrinya yabg hangat.
"Iya. iya". Ucap Grace yang mengalah.
*****
Hari selasa Minggu depannya pun tiba dengan tidak terasa. Siang harinya sesuai dengan janji mereka sebelumnya untuk bertemu. Rey sudah terlihat menunggu di salah satu cafe yang telah mereka sepakati untuk bertemu.
Tringg.
Suara lonceng pintu masuk cafe yang menandakan seseorang yang sangat dia kenal masuk dan kemudian berjalan ke arahnya dengan senyuman yang masih belum bisa dia lupakan.
"Kamu sudah lama nunggu?". Tanya seseorang itu.
"Nggak, aku juga barusan datang". Ucap Rey sambil memandangi wajah di hadapannya.
"Kamu apa kabar?". Ucap orang itu lagi dengan senyuman khas miliknya.
"Baik, seperti yang kamu lihat". Rey Masih memandang ke arah orang di depannya dengan mata yang penuh kerinduan.
Selanjutnya
*****
Sorry ya, baru update hari ini.
Author mohon dimaklumi hehehe.
Lagi banyak banget kerjaan di kantor kemarin,, yaa beginilah para pencari pundi-pundi rupiah setiap harinya demi sesuap nasi dan seperangkat alat makeup beserta perlengkapan skin care lainnya 😂😂.