Grace

Grace
Aku percaya kamu



Rey menerima uluran tangan tersebut untuk berjabat tangan, sekilas lelaki itu membalas senyuman tersebut.


"Ya, kita bertemu lagi" Ucapnya terdengar santai. Kelihatan di mata Rey saat ini tidak ada lagi rasa kerinduan yang terpancar untuk mantan kekasihnya itu seperti terakhir mereka bertemu. Hari ini dia menyadari dan harus mengakui kalau hatinya sudah dimiliki Grace seutuhnya.


"Silahkan duduk, Mit" Alan menawarkan kursi kosong yang ada disebelah pria itu.


"Terima kasih" Ucap Mitha, wanita itu cukup tahu diri dengan kesepakatan mereka berdua dengan Rey di beberapa Minggu yang lalu. Kali ini dia benar-benar akan mundur dan bersikap profesional sebagaimana mestinya pada Rey.


"Aku baru tahu kamu pindah perusahaan?". Rey bertanya pada Mitha.


"Iya. Perusahaan ini menawarkan gaji dan fasilitas yang lebih baik dari yang sebelumnya" Jawab Mitha dengan santai


"Kamu, makin cantik aja Mit" Alan yang berada di sebelah wanita itu ikut menyahuti.


"Bisa aja kamu, Kak" Ucapnya tersipu, tak ayal tersenyum juga.


Mitha kemudian mengeluarkan berkas dan dokumen-dokumen yang akan mereka bahas segera.


Rey pun memilih serius dan menerangkan bagaimana proyek yang mereka jalankan kedepannya pada Mitha yang sebagai utusan perwakilan dari perusahaan yang akan berinvestasi di perusahaan Rey.


Setelah membahas ini dan itu secara serius, akhirnya Mitha melakukan meeting sebentar melalui video kepada atasannya yang berhalangan untuk hadir.


Rey memilih untuk bersikap jujur dalam menerangkan keuntungan dan kendala apa saja yang akan mereka hadapi nanti kedepannya untuk proyek ini.


Beberapa saat setelahnya mereka akhirnya melakukan kesepakatan dan perusahaan tersebut ingin berinvestasi di perusahaan Rey ketika melakukan beberapa negosiasi.


"Oke. Baiklah Pak Rey dan Pak Alan. Silahkan menandatangani berkas berikut" Ucap Mitha secara formal.


"Dan ini berkas dan dokumen dari perusahaan kami. Silahkan ditandatangani" Alan menyodorkan berkas di hadapan Mitha.


Melihat berkas yang sudah di tandatangani membuat Rey tersenyum lega. Proyek pertama yang dia lakukan terhadap perusahaan papanya, akhirnya mengalami kemajuan. Pria itu semakin optimis kalau hal kedepannya akan baik-baik saja setelah proyek ini selesai nantinya.


"Karena aku yang sudah menjadi perwakilan dalam proyek ini. Untuk beberapa waktu ke depan. Sepertinya aku akan sering bertemu kalian" Mitha berkata sambil menyesap kopi yang dia pesan.


"Iya sepertinya kita akan sering bertemu" Alan yang menanggapi.


"Iya benar" Ucap Rey menganggukkan kepala.


"aku bisa belajar banyak nih dari kalian berdua. Secara kan ilmu bisnis kalian lebih daripada aku" Balas Mitha


"Tenang aja aku akan mengajari kamu banyak tentang seputar bisnis" Jawab Alan.


"Wah, nggak nyangka bisa belajar dari maestro bisnis" Mitha tertawa mendengar ucapan tersebut.


Setelah berbicara dan berbasa-basi sejenak, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali ke kantor masing-masing.


"Kamu tadi naik apa kesini?". Tanya Alan sementara Rey hanya memperhatikan mereka berdua sedari tadi.


"Aku naik taksi, Kak" Ucap wanita itu tidak formal karena masalah pekerjaan sudah selesai.


"Ya sayang sekali kita beda jalur, kalau searah kita bisa anterin kamu" Lagi-lagi Alan yang sangat tertarik mengobrol dengan Mitha.


"Iya, kan, Bro" Ucapnya lagi pada Rey


"Ehh, iya. Maaf Mit. Kami nggak bisa antar ke kantor" Ucap Rey berusaha untuk tidak membangun jarak kembali pada sang mantan.


"Iya, nggak apa-apa. Aku juga udah biasa" Jawab Mitha


"Ya udah kita tungguin kamu sampai sudah dapat taksi" Kata Alan.


"Terima kasih, Kak" Ucap Mitha sambil membereskan dokumen tadi untuk dimasukkan kembali ke dalam tas.


Setelah menunggu kedatangan taksi dan memastikan Mitha masuk ke dalam taksi tersebut. Rey dan Alan langsung bergegas menuju kantor mereka.


"Gue, perhatiin sepertinya Lo udah melepas tuh cewek, Bro" Alan menoleh pada sahabatnya yang tampak fokus menyetir.


"Seperti yang Lo liat" Kata Rey.


"Good job, seneng gue punya sahabat macem Lo" Ucap Alan tersenyum bangga menepuk bahu Rey.


"Ya, gini-gini gue setia bro"


"Gue boleh deketin, dia nggak nih" Alan meminta izin.


"Maksud Lo, mau deketin Mitha?" Tanya Rey yang menolehkan kepalanya untuk memastikan ucapan Alan.


"hm" Jawab Alan.


"Serius Lo" Rey masih belum percaya


Terdengar decakan dari Alan, "iya gue serius. Soalnya Lo udah ngambil tambatan hati gue".


"Secepat itu Lo lupain istri gue" Ucap Rey lagi.


"Jadi maksud Lo, gue boleh deketin Grace bro?". Tanya Alan dengan tersenyum menampilkan raut wajah yang kesenangan.


"Gue bunuh Lo" Jawab Rey seketika jiwa pencemburu nya keluar lagi.


"Hahaha takut banget. Gue ambil bini Lo" Alan tertawa menepuk lengan sahabatnya itu.


"Awas aja Lo, berani deketin Grace" Rey masih mengancam.


"Iya.. iya sensi banget Lo, bro. Takut gue" Alan memeluk tubuhnya berpura-pura ketakutan dengan ancaman tersebut.


****


Karyawan sudah mulai pulang satu persatu, Grace melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan menunjukkan pukul setengah enam sore. Hari ini Rey tidak memberi pesan atau menelfonnya sepanjang hari. Grace memaklumi karena memang hari ini suaminya itu sedang sibuk-sibuknya dan tidak bisa di ganggu.


Tadi pagi Glenn menawarkan untuk pulang bersama dan mengantarkan Grace kembali ke apartemen mereka sepulang jam kantor. Masih membereskan meja dan dokumen yang berserakan. Grace mendengar handphone nya berbunyi tanda panggilan masuk. Saat itu juga dia langsung tersenyum ketika membaca nama yang tertera di layar handphone miliknya. yang bertuliskan suami aneh.


"Halo, Kak" Grace mengangkat panggilan tersebut dengan tersenyum senang.


"Kamu sudah pulang?" Tanya sang suami.


"Belum ini masih di kantor" Jawab Grace mendudukkan kembali tubuhnya di kursi kerja.


"Ya udah, tunggu aku ya. Aku jemput kamu sekarang" Balas Rey di ujung sana.


"Pekerjaan kamu udah selesai?"


"hm, sudah"


"Baiklah aku tunggu kamu. Hati-hati di jalan ya" Kata Grace lagi.


"Iya, aku tutup telfonnya" Jawab Rey.


Grace langsung mengabarkan kepada sang adik, kalau dia tidak jadi untuk diantar pulang ke apartemen. Sembari menunggu suaminya datang ke kantor. Wanita itu tidur-tiduran malas di atas sofa di ruangan tersebut sehingga membuat Grace jadi tertidur sejenak. Selain karena kurang tidur akibat aktivitas mereka kemarin, tubuhnya juga sangat lelah hari ini.


Setelah beberapa saat menunggu, muncullah sang pujaan hati yang ditunggu-tunggu. Rey memasuki ruangan istrinya tanpa diketahui Grace, karena dia masih tidur di atas sofa.


Mendapati sang istri tertidur, Rey membangunkan Grace dengan cara mengelus pipi wanita itu.


Merasakan ada sentuhan di pipinya membuat Grace terbangun dari acara tidurnya.


"Kamu sudah sampai?". Ucapnya parau khas orang bangun tidur sambil mendudukkan tubuhnya.


Rey menganggukkan kepala kemudian duduk di sebelah Grace.


"Bagaimana proyek kamu, berhasil?" Tanya Grace penasaran.


Rey tersenyum, " Berhasil dong" Ucapnya tersenyum bangga.


"Baguslah, traktir aku makan malam ini" Ucap Grace memeluk Rey dan menyadarkan kepala di bahu suami.


"Oke. Mau makan dimana?"


"Terserah kamu" Ucap wanita itu.


"Iya"


Hening sesaat di antara mereka berdua.


"Grace?" Rey berbicara, dia merasa hal ini harus dibahas agar tidak ada salah paham ke depannya nanti di antara mereka.


"Iya, kak?"


"Perusahaan yang berinvestasi di kantor aku, ternyata perusahaan tempat Mitha bekerja" Rey menolehkan kepalanya untuk melihat raut wajah Grace.


Grace merasa terkejut mendengar ucapan tersebut. "Kemungkinan di hari selanjutnya aku dengan dia akan sering bertemu" Ucap Rey lagi.


Grace melepas sandarannya kemudian menegakkan tubuhnya. "Kamu tidak masalah kan, kalau aku sering bertemu dengan dia membahas pekerjaan?" Lagi-lagi Rey bertanya.


Grace tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia sangat bersyukur, Rey bisa jujur padanya seperti ini. Tidak menyembunyikan apapun padanya. Dan sebagai istri seharusnya dia memilih untuk percaya pada suaminya.


"Nggak apa-apa, aku percaya kamu" Ucap Grace mengelus rahang Rey menunjukkan sikap kepercayaan pada sang suami.


Selanjutnya


Guys, Author besok dan minggu nggak up dulu ya. Karena beberapa hari ini pekerjaan kantor banyak banget ditambah selalu up setiap hari di novel dan memikirkan jalan cerita nya. Kesehatan Author agak drop beberapa hari ini, doakan segera sembuh ya.


Terimakasih sayang ♥️