
Grace menghirup napas dalam-dalam, merasakan hembusan angin pantai yang menyejukkan serta pemandangan di depan mata tak kalah dengan pantai lainnya yang eksotik.
Mereka berdua memakai baju couple yang dibelikan oleh Grace beberapa minggu lalu.
Kaos abu-abu meskipun corak berbeda tetapi menimbulkan kesan yang senada di pakai oleh mereka berdua.
"Kak.... pantainya bagus banget, nggak kalah dengan pantai tempat kita bulan madu kemarin." ucapnya memandang hamparan laut yang tersuguh di depan mata.
Terlihat Rey menganggukkan kepala tanda setuju dengan perkataan istrinya, " Pantai di negara kita memang tak kalah lebih indah kalau kita telisik lebih jauh." jawabnya memeluk wanita itu dari belakang. Menaruh dagunya di puncak kepala Grace yang telah menjadi kebiasaannya. Menciumi rambut istrinya yang wangi dan terkadang mengusili wanita itu.
Mereka tidak menyesal setelah menempuh jarak berjam-jam dari kota hingga sampai ke pantai, melihat pemandangan yang seindah ini. Lautnya yang biru, pasir pantai yang putih membuat mata dimanjakan sejenak untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan di bumi.
"Kita cuma lihat begini doang, Kak? nggak jalan gitu?" tanya Grace memiringkan kepala ke samping melirik suaminya.
"Sebentar lagi tour guide nya datang. Kita tunggu disini aja dulu." ucap Rey yang mendapat anggukan kepala dari Grace.
Selagi melihat laut dan keindahannya, tiba-tiba Grace mencium pipi Rey yang masih memeluknya dari belakang.
Mendapat kecupan hangat seperti itu Rey langsung tersenyum dengan senangnya melihat tingkah laku sang istri yang terkadang menggemaskan terkadang juga tidak penurut, membuat Rey ingin membalas kecupan istrinya tersebut lebih dari yang dibuat oleh Grace tadi.
"Jangan digigit!" seru Grace tiba-tiba mendaratkan telapak tangan untuk menyembunyikan pipinya. Dia sudah tahu kebiasaan Rey yang sangat senang sekali mengigit pipinya, padahal kan bukan makanan.
Rey tertawa, melonggarkan pelukan mereka. Niatnya sudah terbongkar oleh sang istri.
"Kok Kamu tahu, Aku mau gigit." jawabnya dengan tawa menjengkelkan.
"Ck . Aku udah tahu kebiasaan Kamu, Kak." ucapnya masih menyembunyikan pipinya sebelah takut-takut Rey masih mau menyerangnya.
"Ya udah. Aku nggak gigit, tapi cium Aku disini." kata Rey menunjuk bibirnya untuk dicium oleh Grace yang jarang sekali mencium pria itu di bagian bibir.
Grace menggelengkan kepala, "Nggak mau banyak yang lihat. Kamu nggak malu dilihatin orang?." ucapnya melihat suasana pantai yang meskipun sedikit pengunjung yang datang di pantai itu.
Rey semakin mengeratkan pelukan mereka berdua, "Selalu Aku yang duluan cium Kamu. Masak Aku terus, sekali-kali nyenengin hati Suami, kenapa sih Grace." kata Rey yang masih kekeh ingin dicium.
Semakin dibilang seperti itu, Grace semakin tidak mau mencium suaminya. Dia sungguh malu mempertontonkan kemesraan di depan umum seperti sekarang ini.
"Nggak mau." jawabnya dengan tegas. "Nanti malam aja di kamar." katanya lagi, mengiming-imingi kepada suaminya untuk sabar menunggu.
Rey membalik tubuh Grace menjadi berhadapan dengannya, "Kalau nanti malam ada plus-plusnya ya." tawar Rey sambil menaik turunkan alisnya tidak lupa bibir yang mesum sudah tersungging dengan jelas di wajahnya.
Mendengar hal itu, Grace mencubit pipi Rey dengan gemasnya. "Perasaan waktu kita dari kecil sampai belum nikah, Aku nggak pernah denger Kamu bicara semesum ini deh, Kak." jawabnya masih menarik pipi pria itu.
Rey berdecak malas, menepis tangan istrinya yang melekat di pipi, "Jadi Kamu maunya gimana? cium Aku disini nggak boleh, Aku ngomong begituan nggak boleh." Rey berbicara dengan nada kecewa yang dibuat-buat agar Grace mengasihani dan menuruti permintaannya.
"Ya udah, Aku cium Kamu deh." ucap Grace membuat Rey seketika itu juga terseyum dengan manisnya ke arah istrinya.
"Tapi..."
"Tapi apa?" Rey mengerutkan dahinya, mau cium aja kok ribet banget sih Istrinya ini. Pikirnya.
"Tapi tangkap Aku dulu." jawab Grace yang kini sudah menjauhkan tubuhnya dari Rey yang berada di dekatnya tadi.
"Nggak usah aneh-aneh deh." balas Sang Suami yang malas meladeni tingkah laku Sang Istri.
" Ayo, Kak!" seru Grace menggerakkan tangannya supaya pria itu mengejarnya.
"Nggak.... Aku nggak mau. Kamu lari sendiri aja. Percuma, Aku nggak akan kejar." jawab Rey yang membuat Grace mencebikkan bibirnya.
"Di drama yang Aku tonton, kalau sepasang kekasih ada di pantai mereka itu main kejar tangkap tahu, Kak." ucap Grace memberitahukan pada Rey agar Suaminya itu menuruti permintaannya barusan.
"Kebanyakan nonton drama, Kamu. Mulai sekarang kurangi menonton drama seperti itu. Ujung-ujungnya aku juga yang kena." jawab Sang Suami yang mendekatkan tubuhnya ke arah Grace.
"Tapi kan seru Kak. Ayolah... hmm." goda Grace yang masih ingin bermain kejar tangkap seperti anak kecil.
"Nggak." Rey masih terkekeh.
Terlintas ide di kepala Grace untuk menjahili Suaminya itu, "Kalau Kamu nggak kejar Aku. Jangan harap ada jatah nanti malam." ucapnya dengan nada mengancam.
"Ya udah deh.." Grace menjawab dengan nada yang lesu kembali mendekat ke arah Rey di tempat mereka berdiri tadi.
Membujuk Rey untuk menuruti permintaannya memang susah, kalau tidak masuk akal menurut Pria itu.
"Gitu dong." ucap Rey merangkul bahu Grace supaya semakin mendekat ke arahnya.
Rey yang mengira sang istri akan masuk ke dalam pelukannya ternyata salah. Wanita itu justru mengigit tangan Rey hingga menimbulkan bekas merah di tangannya.
"Rasain, hahahaha... Ayo, tangkap Aku. Kalau mau balas." ucap Grace yang kini kembali menjauh, berusaha mau berlari.
Rey semakin tersulut untuk menangkap Grace, dia ingin membalas perbuatan wanita itu tadi yang mengigitnya.
"Awas Kamu ya.... " ucapnya sudah mulai berlari mengejar Sang Istri.
Grace berlari dengan kencang agar tidak bisa di tangkap oleh suaminya, namun hal yang berbeda dengan Rey, pria itu tidak terlalu mengeluarkan tenaganya lebih untuk menangkap Grace, masih mencoba untuk menyenangkan hati istrinya.
"Ayo... Kak, lemah Kamu." jawab Grace menjulurkan lidahnya mengejek. Masih sambil berlari kesana kemari seperti anak kecil.
Rey sudah mulai bosan untuk menuruti keinginan Grace, dia semakin mempercepat langkah kakinya mengejar Grace yang tinggal beberapa meter di depannya.
Terdengar teriakan dari Grace, tatkala Sang Suami berhasil menangkapnya. "Kena.. Kamu." kata Rey memeluk Grace dan mengangkat tubuh Istrinya sedikit lebih tinggi darinya membuat wanita itu melayang di udara.
Grace tertawa dengan senangnya, kemudia dia memeluk leher Rey agar tidak terjatuh selagi diangkat seperti ini.
"Kamu mau balas gigit Aku?" jawab Grace menundukkan pandangannya ke arah Rey yang masih mengangkat tubuhnya.
"Nggak."
"Jadi?" tanya Grace mengerutkan dahinya, masih tercetak jelas senyum senang di wajahnya yang cantik.
"Cium Aku." kata Sang Suami.
"Disini?" tanya Grace ulang, dan mendapat anggukan dari Rey yang bersemangat sekali mendengar perkataan tersebut.
"Ya udah...." ucap Grace
" Ya udah apa?" tanya Rey, yang mendongakkan wajahnya dan menatap Grace dengan serius. Membuat wanita itu gugup untuk mencium Rey duluan.
"Kamu tutup mata." jawab Grace malu.
Terdengar kekehan dari Rey, namun tak ayal dia menutup kedua matanya.
Beberapa detik setelah Rey menutup matanya, dia bisa merasakan Sang Istri tengah mengecup bibirnya dengan kaku seperti orang yang belum berpengalaman.
Rey membiarkan sejenak Grace mencium bibirnya dengan kaku dan lembut, baru saja wanita itu ingin melepas pagutan bibir mereka. Tiba-tiba Rey mendominasi dengan tidak membiarkan Grace melepaskan ciuman mereka.
Pria itu semakin gencar menciumi bibir sang istri yang membuatnya candu dan tidak menyadari keadaan sekitar mereka di lingkungan pantai yang terbuka.
Tidak peduli dengan tanggapan orang yang akan melintas nanti, berusaha menikmati keindahan surga dunia yang sudah menjadi miliknya.
Selanjutnya
****
****
****
Jangan lupa Vote kenceng, Comment entah apa gitu, sama like yang buanyakk yakk, kalau kenceng nanti siang othor update lagi. Mumpung kerjaan othor agak longgar dikit jadi rajin update deh.
Othor bales atu-atu deh komennya, paling yang komentar orangnya itu lagi itu lagi wkwkwk.Terserah kalian mau nanyain apa aja. Asal jangan nanyain endingnya gimana hahaha.
Salam Sayang dari Author cantik.