
Grace tidak henti-hentinya mengucap syukur, saat alat test kehamilan tersebut menyatakan dirinya positif hamil.
Seperti orang yang masih terkejut dan tidak tahu harus mengekspresikan seperti apa kondisi hatinya ketika menerima hasil tersebut. Grace selalu saja menatap testpack dengan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya dan mata yang berkaca-kaca, hendak menangis akan anugerah yang dia terima saat ini.
Grace pun segera beranjak dari kamar mandi, wanita itu ingin sekali menghubungi Sang Suami untuk memberitahukan hasilnya. Namun, Grace mengurungkan niatnya tersebut. Dia mau memberikan kejutan untuk Rey saat pria itu pulang nanti dari kantor.
Memikirkan bagaimana reaksi Rey ketika menerima kabar bahagia ini, membuat Grace tidak sabaran untuk cepat-cepat segera memberitahukan kepada Sang Suami.
Pasti Rey senang sekali, akan menjadi seorang Ayah. Penantian mereka selama ini akhirnya membuahkan hasil. Tidak sia-sia juga Sang Suami menggempur dirinya setiap malam, pikir wanita itu dalam hati.
Terlintas ide di kepala Grace untuk memberitahukan Rey hasilnya saat pulang nanti harus bagaimana.
Wanita itu kemudian memasukkan testpack tersebut kedalam kotak kecil yang dibingkai dengan pita sebagai penghiasnya. Semoga Rey senang dengan kejutannya kali ini.
handphone milik Grace pun berbunyi, menghentikan aktivitas wanita itu sejenak untuk mempersiapkan kejutan.
Sekali lihat, Grace seketika tersenyum melihat nama Sang Suami yang menghubunginya.
"Halo, Kak?" Grace berusaha menjawab dengan santai dan biasa namun wajahnya selalu tersenyum dan ingin bersorak ketika mengangkat panggilan tersebut.
"Kamu sudah makan?" tanya Sang Suami di ujung sana.
"Sudah,"
"Sebentar lagi aku pulang ya. Tunggu aku di rumah, habis itu kita ke dokter." ucap Rey memberitahu.
Grace mengerutkan dahinya, "Loh bukannya Kamu pulangnya masih lama?" tanyanya.
"Aku batalin meeting nya, Alan yang gantikan Aku sementara Aku lagi nggak di kantor."
"Ohh, ya udah. Kamu hati-hati di jalan."
"Hm, Aku tutup telfonnya." Ucap Sang Suami sebelum menutup panggilan.
Grace pun segera mempersiapkan kotak kejutan tersebut, sambil menunggu kepulangan Rey dengan hati yang gembira dan jantung yang berdegup kencang.
***
Sesuai perkiraan Grace, setengah jam kemudian Rey pulang ke apartemen mereka. Dan Wanita itu menyambut dirinya di depan pintu sambil memasang senyuman yang manis terhadap Suaminya.
"Kenapa Kamu senyum begitu?" tanya Rey saat dirinya masih di depan pintu dan mendapati ternyata Sang Istri menyambut kedatangannya dengan senyuman.
Grace menggelengkan kepalanya sejenak sambil masih tersenyum senang, "Nggak ada, Kamu sudah makan?" tanyanya kemudian.
Rey pun menganggukkan kepalanya, "Aku ganti baju sebentar ya. Baru kita ke dokter," kata Rey sembari ingin masuk ke kamar mereka. Namun, Sang Istri menahan langkah kakinya.
"Kenapa?" tanya Rey ketika dia di cegat oleh Grace.
Tanpa menjawab Grace menyodorkan kotak tersebut di hadapan Suaminya dengan menundukkan kepala malu-malu.
Rey menerima kotak kecil tersebut, "Apa ini?" tanyanya.
"Kejutan," jawab Grace.
"Bukalah" kata Grace lagi.
Dengan tidak ragu-ragu, Rey pun membuka kotak tersebut dan menemukan testpack di dalamnya.
"Ini?" tanya Rey, seperti mengerti hasilnya.
Grace menganggukkan kepalanya dengan semangat, kemudian membisikkan sesuatu di telinga Suaminya itu.
"Aku hamil," bisiknya.
Rey pun tertawa dengan senang, "Benarkah? serius?" tanya Rey dengan sangat antusias.
Kembali Grace menganggukkan kepala, "Sebentar lagi kita jadi orang tua, Kak" jawab Grace.
Seketika itu juga Rey berteriak kesenangan, Lelaki itu mengangkat tubuh Istrinya ke atas sebagai tanda dia sangat senang sekali menerima kabar bahagia ini akan datang di pernikahan mereka.
"Terima kasih Sayang, terima kasih." Rey menciumi wajah Grace dengan bertubi-tubi melimpahkan kasih sayang kepada ibu dari calon anak-anaknya itu.
Rey merasa terharu dan sulit untuk mengungkapkan bagaimana bahagianya dia sekarang.
***
Tak henti-hentinya Rey mengecup tangan Grace di dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah mendengar kabar bahagia yang datang dari Istrinya itu Rey langsung membawa Grace ke dokter kandungan untuk memeriksa calon anak mereka.
Setelah menunggu antrian, seorang dokter wanita paruh baya memberikan instruksi pada Grace untuk berbaring sejenak. Sementara Rey duduk di dekat Istrinya itu sambil memegang tangan Grace yang gugup.
"Santai saja Bu Grace," kata dokter tersebut karena melihat raut wajah Grace yang gugup. Setelah menanyakan kapan terakhir datang bulan dan gejala yang Grace alami selama beberapa pekan terakhir.
"Wah selamat Pak Rey, Istri anda sedang hamil. Kalau dilihat dari ukuran janin dan waktu terakhir datang bulan. Usia kandungannya diperkirakan sudah memasuki usia 10 Minggu." Ucap Dokter itu, setelah mengolesi gel lembut nan dingin di perut Grace.
Mendengar detak jantung calon dari buah hati mereka, membuat sepasang suami istri itu dilanda keharuan. Mereka berdua tidak bisa mengungkapkan bagaimana bahagianya perasaan mereka sekarang.
"Tidak boleh stress ya Bu, Saya akan meresepkan vitamin untuk anda. Untuk Suami di harapkan siaga ya pak. Untuk masalah mood swing dan lainnya itu adalah gejala biasa yang dialami ibu hamil. Diharapkan bapak bersabar dan memaklumi saja tingkah laku dari Istrinya " kata Dokter tersebut dan Rey hanya menganggukkan kepalanya. Dia masih belum percaya kalau mereka sebentar lagi akan menjadi orang tua.
"Baik Dokter. Terima kasih atas penjelasannya." Jawab Rey ketika mendengar penjelasan dokter tersebut.
Sementara Grace hanya memandangi monitor yang menampilkan perkembangan anaknya itu dengan mata yang berbinar-binar sambil mengelusi perutnya dengan lembut.
***
Kini calon ibu dan ayah itu sedang tidur-tiduran manja di sofa, Grace yang tiba-tiba merasa pusing sehabis dari rumah sakit dan tidak ingin kemana-mana. Membuat Rey membawa kembali Istrinya itu pulang ke rumah.
"Kamu mau makan apa nanti malam?" tanya Rey dengan antusias. Lelaki itu kini menyadari perubahan pola makan Grace dengan porsi yang banyak dan makan di tengah malam.
Grace menggelengkan kepalanya, tidak ingin memakan apapun saat ini.
"Kamu tidak lapar?" tanya Rey lagi.
"Nggak," jawab Grace memeluk Suaminya itu dengan erat.
"Kak?"
"Hm?"
"Pasti Mama senang kan , dengar Aku hamil?" tanya Grace.
"Ya pastilah Sayang, nanti kita kasih tahu mereka ya." Jawab Rey dengan mengelus rambut Istrinya itu.
"Oh iya, mulai sekarang jangan panggil Aku dengan sebutan Kak lagi." kata Rey tiba-tiba ingin merubah nama panggilan mereka berdua, yang tidak ada romantis-romantisnya itu.
"Jadi mau di panggil apa?"
Rey sejenak berpikir, "Coba panggil Sayang, selama ini Kamu nggak pernah panggil Aku dengan sebutan itu." katanya lagi.
Grace menggelengkan kepalanya kuat-kuat tanda tak setuju dengan perubahan panggilan tersebut.
"Ayo, masak Aku terus sih yang panggil Sayang." Rey mendesak istrinya itu.
"Nggak, Aku lebih nyaman manggil seperti biasa." Grace malah bersikukuh.
Rey tidak putus asa, lelaki itu mengigit pipi Grace yang semakin tembem menurutnya.
"Sakit Kak. Kamu kebiasaan deh gigit pipi aku." Protes Grace tidak terima sambil memukul dada Suaminya itu.
"Ayo, coba panggil Sayang." kata Rey.
Grace mengatupkan bibirnya rapat-rapat, "Nggak" katanya.
"Aku gigit lagi nih" Rey mulai melancarkan aksinya kembali ingin mengigit pipi Grace.
Grace tertawa geli, bukannya menggigit pipinya. Lelaki itu malah menggelitiki pinggang Grace. Membuat Sang Istri menggeliat kegelian.
"Ampun Kak, geli" Jawab Grace ingin menghindar dari serangan Sang Suami.
Namun Rey masih belum meloloskan Istrinya itu sebelum dia mendengar apa yang ingin dia dengar diucapkan oleh Grace.
"Panggil Sayang dulu,"
"Iya..... iya" Akhirnya Grace mengalah.
Wanita itu menetralkan napasnya sejenak, akibat ulah Rey barusan.
Rey menaikkan alisnya untuk menunggu ucapan tersebut.
"Hm... Sa... yang"
"Ulangi lagi," kata Rey tidak terima dan Grace hanya berdecak saja.
"Sayang" Grace menjawab cepat dan tidak ikhlas.
"Nggak ikhlas itu namanya. Yang lembut dong manggilnya."
"Iya Sayang... puas?" Grace mencium bibir Sang Suami sekilas supaya tidak menuntut terus memanggilnya Sayang.
Rey pun terkekeh dengan senang, "Puas." Jawabnya setelah itu membalas mencium bibir Grace dengan lembut. Dan berjanji dalam hatinya akan selalu menjaga wanitanya serta anak-anak mereka nanti.
*
*
*