
Hari-hari berlalu dengan cepat, tidak terasa sebentar lagi acara pernikahan Grace dan Rey akan diadakan di salah satu hotel milik keluarga Wijaya tersebut. Saat ini Grace terlihat sangat sibuk untuk mengurusi gaun pengantin yang akan gadis itu kenakan di hari bahagia nya itu.
Sementara sang calon mempelai laki-laki yang akan menjadi suami dari gadis itu hanya disibukkan dengan tugas-tugas kantor yang sudah menjadi tanggung jawab lelaki itu. Hanya Grace saja sepertinya yang terlalu antusias dengan pernikahan mereka ini.
"Maaf pak, bukannya bapak ada acara mengukur baju hari ini bersama Bu Grace?" Tanya Andra sekretaris pribadi lelaki itu yang masih sibuk berkutat dengan dokumen penting dan layar komputer miliknya.
"Oh iya, jam berapa sekarang?"
Ucap lelaki itu lagi yang mengingat dia punya janji untuk mengukur bajunya nanti di saat hari pernikahannya.
"Jam 7, pak"
Ucap Andra sambil melihat jam yang tertera di pergelangan tangan pria tersebut.
"Oke, saya berangkat sekarang kamu urus hal-hal yang belum saya selesaikan ya, Ndra"
Ucap lelaki itu sambil merapikan meja kantor nya yang berserakan dengan dokumen.
"Baik pak"
Ucap Andra yang ikut membantu membereskan meja atasannya tersebut.
Setelah membereskan dokumen-dokumen kantor miliknya, Rey bergegas menuju lobby kantor tersebut untuk mendatangi butik langganan keluarga mereka.
Rey mengatakan kepada gadis itu untuk datang duluan saja ke butik tersebut karena lelaki itu ada beberapa hal yang penting untuk dikerjakan.
Sementara Grace yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan calon suaminya itu hanya bisa melihat jam yang berada di butik tersebut, jam sudah menunjukkan angka pukul 20.00 WIB lewat, tetapi calon suaminya itu belum datang juga. Gadis itu berfikir, Apakah Rey lupa dengan janji mereka untuk fitting baju bersama?
Gadis itu berniat untuk menghubungi lelaki itu, mudah-mudahan saja lelaki itu tidak lupa dengan janji mereka tadi untuk datang ke butik ini. Sebelum menekan nomor yang dituju pintu dari butik itu pun terbuka dan menujukkan sosok yang dia kenal. Lelaki itu melihat dan langsung menuju gadis yang menjadi tunangannya itu dengan langkah yang terburu-buru.
"Maafkan aku, tadi aku hampir kelupaan"
Ucap Rey kepada gadis itu.
"Tidak apa-apa kak, apa di jalan juga macet?"
Jawab Grace yang tampak menatap wajah lelaki itu.
"Tidak, jalanan nggak terlalu macet juga"
Jawab Rey kemudian sambil menatap sekitar suasana butik tersebut.
"Kau sudah mencoba gaun mu?"
Tanya Rey lagi kepada gadis itu.
"Belum Kak, aku menunggumu"
Jawab Grace
"Baiklah ayo kita masuk"
Ucap Rey sambil melangkahkan kakinya masuk menuju ruang tempat mereka akan fitting baju mereka.
*****
Kali ini Grace yang terlebih dahulu untuk mencoba gaun pengantin miliknya itu, terlihat gadis itu keluar dari ruang private bersama pelayan butik tersebut untuk menanyakan pendapat dari lelaki itu.
"Bagaimana Kak?"
Ucap Grace yang menanyakan gaun miliknya itu kepada calon suaminya tersebut.
Rey yang sebelumnya hanya fokus melihat isi dari handphone lelaki itu seketika mengangkat kepalanya untuk melihat penampilan dari calon istrinya itu.
Awalnya lelaki itu terdiam melihat penampilan dari calon istrinya itu, dengan gaun yang indah dan menampilkan lekukan yang pas di tubuh gadis itu, membuat penampilan gadis itu sangat cantik, fikir pria itu di dalam hatinya.
"Bagus, apakah gaun itu bisa ditambahkan penutup di bagian bahunya? bagian itu menunjukkan bahu mu terlalu terbuka."
Ucap pria itu lagi yang sambil menilai kalau bagian bahu dari gadis itu terlalu terbuka dan lelaki itu tidak ingin para undangan mereka nanti terlalu fokus pada bahu istrinya itu.
"Benarkah?"
Ucap Grace sambil melihat lagi bahu nya yang memang terlihat terbuka itu.
Lelaki itu memilih tidak menjawab pertanyaan dari gadis itu. "Baiklah, kami akan menambahkan sedikit aksesoris di bagian bahu anda, Nona untuk menutup bagian ini"
Kali ini pelayan butik itu yang menjawab dan memberikan sarannya kepada gadis tersebut.
"Silahkan masuk tuan, ini pakaian anda"
Ucap pelayan butik itu lagi, kali ini giliran Rey yang mencoba jas pernikahannya itu.
Grace yang dipersilahkan untuk menunggu calon suaminya itu untuk mencoba jas milik lelaki itu kemudian melangkahkan kakinya ke salah satu sofa milik butik tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat tampaklah lelaki itu keluar dengan balutan jas nya yang membuat penampilan nya semakin tampan dan terlihat gagah. Grace yang melihat penampilan lelaki nya itu pun terlihat takjub dan tidak sadar sudah tersenyum sangat lebar kepada lelaki itu.
"Kau sangat tampan, Kak" Ucap Grace yang memuji penampilan dari lelaki di hadapannya itu.
"Hm."
Hanya berupa balasan deheman saja. Seketika itu juga Grace mencebikkan bibirnya mendengar balasan dari lelaki itu.
"Baiklah, Tuan dan Nona silahkan berdiri bersisian sebentar, kami akan mengambil gambar kalian dulu"
Ucap pelayan butik tersebut sambil memegang kameranya.
Kali ini Grace tidak segan-segan untuk menggandeng lengan pria di sebelahnya itu. Dia tidak akan menjadi gadis malu-malu lagi untuk berhadapan dengan pria di sebelahnya ini, gadis itu memutuskan untuk mengikuti saran dari sahabatnya Wenny agar bisa mendapatkan hati lelaki ini.
"Kalian terlihat serasi".
Ucap pelayan butik itu memuji penampilan mereka berdua.
"Terimakasih" Ucap Grace dan lelaki yang akan menjadi suaminya ini hanya memilih diam saja mendengar pujian dari pelayan tersebut.
Setelah proses pengukuran baju pengantin mereka berdua, terlihat Grace mengikuti langkah kaki calon suaminya itu untuk keluar dari butik tersebut menuju parkiran mobil miliknya.
"Kau tidak membawa mobilmu?"
Ucap Rey yang melihat gadis itu mengikuti langkah kaki nya menuju parkiran.
"Aku lagi malas menyetir untuk hari ini kak".
Ucap Grace yang berbohong, sebenarnya gadis itu mengikuti saran Wenny yang mengatakan agar tidak membawa mobilnya ke butik nanti supaya Rey bisa mengantarnya balik kerumah gadis itu.
"Masuklah". Jawab Rey sambil melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobil. Mendengar jawaban yang diberikan calon suaminya itu membuat Grace terlihat sangat senang. "Ada gunanya juga gue, punya sahabat macem Wenny". Ucap wanita itu di dalam hatinya sambil tersenyum.
"Apakah kau mau menemaniku sebentar?"
Ucap Rey di dalam mobil ketika mereka berdua sudah meninggalkan butik itu.
"Menemani kemana, Kak?" Jawab Grace yang menatap wajah lelaki disebelahnya itu.
"Jujur aku belum membeli cincin pernikahan kita, aku tidak tahu kau suka model yang seperti apa, jadi aku belum sempat membelinya". Ucap Rey yang memilih agar gadis itu saja yang memilih cincin untuk dia kenakan sendiri nantinya di acara pernikahan mereka.
Kalau gadis lainnya mungkin akan sedikit tidak suka dengan pengakuan yang terang-terangan itu, seolah-olah sang pria tidak bisa menunjukkan sikap romantis nya dengan mempersiapkan cincin pernikahan mereka sendiri kepada calon istrinya.
Tetapi berbeda dengan Grace dia malah senang ketika lelaki ini menanyakan hal apa yang dia suka. "Nggak apa-apa Grace, meskipun nggak ada romantis nya sama sekali setidaknya lo bisa milih sendiri cincin pernikahan kalian bersama". Ucap Grace dalam hatinya.
"Bagaimana?" Ucap Rey yang mengulang pertanyaan nya kepada gadis tersebut.
"Baiklah Kak, ayo kita membeli cincin". Ucap Grace sambil tersenyum dengan senang. Rey yang melihat ekspresi dari gadis itu pun langsung tersenyum lega mendengar jawaban darinya.
Sesampainya di Mall yang ramai itu, Grace terlihat kesusahan mengikuti langkah kaki sang pria tersebut. Gadis itu berlari-lari kecil agar mereka berdua bisa jalan beriringan di tengah-tengah keramaian pengunjung mall.
Setelah sudah berjalan beriringan dengan lelaki itu, Grace pun langsung menggenggam tangan lelaki itu agar dia tidak ketinggalan lagi di belakang pria itu.
Rey yang menerima perlakuan yang berani dari gadis itu pun seketika menghentikan langkah kakinya untuk melihat sekilas tangan mereka yang bertautan itu.
"Ada apa, Kak kenapa berhenti?" Ucap Grace dengan polosnya sambil masih tetap menggenggam tangan lelaki itu.
"Oh, tidak apa-apa. Ayo jalan". Ucap Rey yang tidak menolak genggaman gadis itu, sambil melangkahkan kakinya pelan dari sebelumnya menuju toko perhiasan mall tersebut.
"Aku suka yang ini, Kak". Ucap Grace sambil menunjukkan cincin yang berada di etalase toko tersebut.
"Boleh kami mencoba cincin itu?". Ucap Rey kepada pelayan toko itu. Dan pelayan toko itupun mengeluarkan cincin yang ditunjuk oleh gadis tersebut.
Rey pun secara spontan melingkarkan cincin itu ke jari gadis itu untuk mencoba cincin yang ditunjuk nya tadi. Grace yang melihat aksi dari calon suaminya ini hanya berteriak kegirangan di dalam hatinya dan membuat jantungnya semakin berdebar-debar.
"Sebentar lagi gue nikah!"
Ucap Grace berteriak kesenangan di dalam hatinya menerima perlakuan lelaki itu.