Grace

Grace
Cemburu?



Honeymoon telah selesai...


Kini Rey membawa istrinya itu pindah ke apartemen miliknya yang dia tempati dulu sewaktu masih menempuh bangku kuliah.


"Loh, kata kamu kemarin kamarnya cuma satu. Itu ruang apa, Kak?" Tanya Grace kepada Rey setelah mereka baru memasuki apartemen.


"Ohh, itu gudang. Aku berencana buat kamar itu, jadi ruang kerja aku nanti". Ucap Rey seraya memasukkan barang-barang mereka berdua ke dalam apartemen.


"Grace, kamu yang beresin kamar kita. Aku beresin area dapur sama ruang tamu". Ucap Rey memberi perintah pada istrinya itu, untuk mulai membereskan apartemen yang masih kelihatan kotor.


"Baiklah, Kak. Aku boleh pindahin barang-barangnya sesuka aku?". Tanya Grace meminta persetujuan.


Rey mengacak rambut gadis itu gemas sambil tersenyum. "Boleh asal tidak kamu penuhi boneka saja kamar kita nantinya". Ucapnya.


"ck, aku tidak main boneka lagi, Kak". Ucap Grace sambil berdecak.


"Haha. Maaf aku lupa kalau kamu sudah dewasa". Jawab Rey yang masih tertawa.


"Kamu tidak ingat dulu, waktu kita kecil kemana-mana, kamu selalu membawa boneka mu. Terus ini, rambut mu juga selalu mengikatnya jadi 2 bagian haha". Jawab Rey lagi seraya memegang rambut Grace dan memain-mainkannya.


Grace menepis tangan Rey untuk berhenti bermain di rambut miliknya. "Itu kan dulu. Sekarang ya beda lah". Ucap Grace yang mulai berjalan ke arah kamar milik mereka berdua.


Rey juga mengikuti langkah kaki istrinya itu, dan masih sibuk menggodanya.


"Iya, kamu benar juga. Itu dulu waktu kita masih kecil. Sekarang kamu sudah cantik dan pintar berdandan". Ucap Rey lagi sambil melihat wajah istrinya itu.


"Udah nggak usah gombal kamu, Kak. Aku nggak akan termakan rayuan kamu". Ucap Grace yang melihat sekeliling kamar mereka.


Terdengar kekehan Rey sekilas karena mendengar ucapan Grace.


"Alan ternyata benar juga, bilang tentang kamu". Ucap Rey lagi dan Grace hanya mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.


"Emang Kak Alan, bilang apa tentang aku?". Tanya Grace.


"Dia bilang dulu, dia sering goda kamu. Tapi kamu nya nggak mempan di goda katanya". Ucap Rey yang sambil duduk di ranjang milik mereka.


"ohh". Jawab Grace sekenanya.


"ohh?". Tanya Rey.


"Cuma, ohh?". Tanya Rey lagi


"Iya. Terus maksud kamu aku harus jawab apa". Jawab Rey.


"ck,selama kita kuliah dulu, dia emang sering godain kamu?" Mulai jengkel karena mengingat Grace sering di goda Alan.


"Itu udah biasa, Kak" Jawab Grace seraya berjalan melihat suasana kamar mandi di dalam kamar.


"Terus kamu yang sering di goda begitu, nggak pernah baper?.". Tanya Rey lagi.


Grace diam sejenak kemudian tampak berfikir sebelum menjawab pertanyaan tersebut.


"hm. kayaknya pernah deh" Ucapnya Grace yang mengingat jaman mereka dulu kuliah.


"Habis Kak Alan godain aku setiap hari."Jawab Grace lagi


"Kenapa kamu nggak pernah bilang sama aku, dia sering godain kamu. Dulu aja waktu kita SMA kamu selalu cerita sama aku". Ucap Rey mulai sewot masih duduk di tepi ranjang memperhatikan istrinya itu bergerak kesana-kemari.


"Kamu kan sibuk pacaran" Jawab Grace


Terdengar decakan malas dari Rey.


"Kalau kita ketemu sama Alan, kamu nggak boleh deket-deket sama dia". Perintah sang suami yang harus dipatuhi.


"Kamu tuh, Kak. Kemarin aja Reno kamu larang. Sekarang kak Alan. Kenapa? kamu mulai cemburu sama mereka?". Ucap Grace secara gamblang.


"Nggak, siapa bilang aku cemburu". Suara mulai kesal karena di kira cemburu.


"Terus itu kamu larang-larang aku dekat dengan mereka karena apa alasannya?" Tanya Grace yang kini sudah mulia ikut duduk di tepi ranjang.


Rey seperti memutar otaknya untuk mencari alasan.


"Ya iyalah, aku larang kamu dekat dengan mereka. Nanti kalau orang lihat kamu dekat-dekat dengan orang lain, sementara kamu kan istri aku. Apa kata orang coba" Ucapnya


Grace yang mendengar alasan suaminya tersebut. Terdengar sama dengan alasan yang diberikan oleh Wenny sebelum mereka menikah kemarin.


"Berarti bener kata Wenny, gue nggak boleh baper dulu sebelum dia bilang cinta". Ucap Grace dalam hatinya


"Iya.. iyaa. Aku nggak akan dekat-dekat mereka lagi". Ucap Grace akhirnya dan kembali membereskan barang-barang mereka di dalam kamar.


Sepertinya gadis itu tidak melihat respon suaminya yang tersenyum puas mendengar kepatuhan Grace terhadap perkataannya.


"Ya udah. Aku beres-beres dapur dulu." Ucap Rey yang mulai melangkahkan kakinya untuk keluar menuju dapur.


"Kak, selesai beresin ini semua. Kamu mau aku masakin apa?" Tanya Grace


"Kita makan di luar aja. Lagipula Kuta bekum belanja keperluan dapur" Ucap Rey


"Kata Mama, kamu nggak suka makan di luar". Jawab Grace lagi yang mengingat nasihat mertuanya itu.


"Gak apa-apa kalau cuma sekali-sekali". Jawab Rey kini yang sudah hampir keluar dari kamar.


"Kalau perlu bantuan panggil aku" Ucap Rey lagi yang menghentikan langkahnya sejenak


"Iya, aku bisa sendiri kok. Kamu tenang aja" Berbicara sambil membereskan barang mereka berdua.


"Anak yang pintar" Ucap si pencuri kecupan pipi sambil mengacak rambut istrinya yang melongo terkejut karena barusan di cium.


***


"Kak..Bangun". Ucap Grace seraya mengguncang tubuh suaminya yang masih tertidur.


"Kak..." Ucapnya lagi karena belum ada tanggapan. Bukannya bangun sang suami malah mengeratkan pelukannya ke wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Karena tidak mendapat tanggapan malah membawa Grace semakin masuk ke dalam dekapan Rey, Grace akhirnya mencubit pinggang suaminya untuk membangunkannya.


"Bangun, nggak?" Ucapnya dengan nada mengancam sambil mencubit pinggang.


Bukannya membuka matanya, Rey justru menggigit pipi sang istri yang sedang asik mencubit pinggangnya.


"Aduh, sakit tau". Ucap Grace seraya memegang pipinya yang sudah di gigit.


Rey pun akhirnya membuka matanya dan menatap sang istri yang mengaduh kesakitan akibat gigitannya di pipi wanita tersebut.


"Siapa suruh kamu bangunin aku pakai kekerasan". Ucap Rey yang sudah duduk di kepala ranjang


"Tapi nggak usah pakai gigit kali, Kak" Ucapnya mengeluh sambil masih memegang pipi.


"Biarin, lain kali bangunin suami itu pakai kelembutan. Contohnya mungkin kamu bisa cium aku". Ucapnya dengan alis dan raut wajah yang menjengkelkan.


"Nggak, itu mah enaknya di kamu". Ucap Grace sambil turun dari tempat tidur mereka.


"Bangun, Kak. Habis itu mandi, kamu nggak liat itu jam berapa". Ucap wanita itu lagi yang sambil berjalan ke lemari pakaian untuk menyiapkan baju kantor suaminya.


"Oh iya, kita ada rapat sama pemegang saham yang baru". Ucap Rey yang sudah turun dari ranjang dan segera berlari ke arah kamar mandi.


"Baru sadar dia". Ucap Grace sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya di pagi hari.


Wanita itu baru tahu ternyata suaminya juga susah di bangunin di pagi hari sama seperti Glenn adiknya, yang sulit sekali bangun di pagi hari kalau tidak adanya paksaan.


Setelah bersiap dan membereskan tempat tidur mereka kemudian menuju dapur untuk menyiapkan sarapan buat mereka berdua di pagi hari sebelum berangkat ke kantor tentunya. Grace mengikuti anjuran dari mertuanya kemarin sebelum mereka menikah, yang hanya menyiapkan roti bakar beserta teh untuk mereka berdua sarapan di pagi hari.


"Grace, bantuin aku pasang dasi" Ucap Rey yang berjalan terburu-buru ke arah istrinya sambil memberikan dasi kepada Grace.


"Sini". Ucap Grace yang menerima dasi dan mulai mengikat dasi di leher Rey. Dengan posisi mereka saat ini, membuat jantung wanita itu kembali berdegup kencang menghirup aroma sabun mandi yang tercium di tubuh sang suami.


"Muka kamu merah Grace" Ucap Rey sambil terkekeh tidak jelas.


"ck, kamu nih kak."Ucapnya masih dengan jantung yang berdegup kencang.


"Pengen aku gigit lagi tau nggak" Ucap sang suami yang sangat menjengkelkan di pagi hari.


"Jangan di gigit lagi aku udah make up, Kak" Ucapnya seraya mengikat dasi sang suami.


"Iya..iya" Jawab Rey sambil memeluk pinggang sang istri.


"Nggak usah nempel - nempel gini deh. Kamu tuh ya senang banget godain aku." Ucap sang istri yang tidak kuat dengan perlakuan Rey yang selalu membuat nya baper.


"Terserah aku dong". Dengan nada dan wajah yang sangat menjengkelkan.


"Sudah". Ucap sang istri sambil melepaskan pelukan suami yang membuat jantungnya merasa tidak aman.


Rey langsung duduk di meja makan dan memulai sarapan yang sudah dipersiapkan oleh istrinya tersebut.


"Kamu tahu, siapa pemegang saham yang terbaru hari ini, Kak?". Tanya Grace sambil mengunyah roti bakar yang menjadi sarapan mereka.


"Belum tahu, Ayah cuma bilang katanya dia anak dari teman Ayah kamu dulunya". Ucap Rey sambil meminum teh.


"Temen Ayah banyak ya Kak. Papa kamu aja temennya dulu". Jawab Grace


"Namanya juga pengusaha, pasti relasinya banyak". Ucap Rey.


"Kita berangkat bareng aja hari ini. Nanti kalau aku sudah resign baru kamu pergi sendiri ke kantornya". Ucap Rey lagi dan Grace hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk berangkat bersama ke kantor.


***


"Ciee, yang habis berbulan madu. Oleh-oleh buat gue mana nih?" Ucap Wenny yang sudah mampir ke kantor Grace di pagi hari.


"Elo, pagi-pagi kayak nggak ada kerjaan terus malak lagi ke kantor gue" Ucap Grace sambil berdecak melihat tingkah laku sahabatnya itu


"Galak amat Bu, penganten baru hahaha" Ejek Wenny lagi.


"Udah Sono, masuk ke divisi Lo. Entar di cariin pak Rezi lagi". Ucap Grace yang mengusir Wenny.


"ck, dia lagi sibuk ngurusin rapat saham hari ini bareng si Sherli". Kata wanita itu lagi.


"Ehh. Grace denger-denger nih ya, katanya salah satu pemegang saham yang baru itu temen kita waktu SMA dulu, gue denger gosipnya". Ucap Wenny yang mulai menghibah di pagi hari.


"Gosip Lo denger". Ucap Grace


"Emang Lo nggak tau orang nya siapa Grace?" Tanya Wenny lagi.


"Nggak, Gue belum tau. Udah gue mau ikut rapat dulu." Ucap Grace sambil membereskan dokumen kantor miliknya.


"Entar kasih tau gue gimana ya hasilnya. Gue kepo banget siapa tuh orangnya yang katanya temen kita pas SMA dulu". Ucap Wenny lagi yang sudah berjalan ke luar ruangan.


"Kita lihat aja nanti" Ucap Grace seraya berjalan meninggalkan ruangannya menuju acara rapat perusahaan milik ayahnya.


Selanjutnya