
Di kamar, Kimberley kembali menangis, bayangan dan kenangan bersama Yasir kembali terlintas di kepalanya.
Walaupun Yasir seringkali menyakiti perasaannya, tapi entahlah cinta Kimberley padanya tidak pernah pudar.
Rose sedih, bila melihat sahabatnya kembali bersedih.
Tok tok tok
Rose membuka pintu kamar Kimberley, "Hai Rose, bagaimana Kimberley?" lirih Jevaro bertanya pada Rose.
"Tuh" Rose mengarahkan kepalanya ke dekat jendela kamar.
Rose akhirnya meninggalkan kamar Kimberley, dan membiarkan Jevaro yang menenangkan Kimberley.
Jevaro menghela napas sejenak.
Sesungguhnya perasaannya sedikit sakit ada rasa cemburu yang tersirat di dalam hatinya.
Tetapi ia sadar ini semua proses, Kebersamaan Kimberley dengan Yasir sudah terjadi begitu lama, banyak sudah kenangan yang mereka lalui jadi wajar bila kepergian Yasir menyisakan kepedihan dan kehilangan yang begitu dalam.
Jevaro lalu menghampiri Kimberley, ia menyentuh pundaknya, memeluknya dan mencium ujung kepalanya.
Kimberley sadar Yasir telah pergi, kini hanyalah ada dirinya, anak dalam kandungan nya dan Jevaro calon suaminya.
"Maafkan aku " ucap lirih Kimberley.
"Maaf untuk apa? kamu tidak melakukan kesalahan apapun." Jevaro terus membelai dan mencium ujung kepala Kimberley.
"Karena aku masih mengingat nya, seharusnya aku tidak boleh menangisinya lagi, saat ini kamulah yang berhak atas aku." jawan Kimberley.
Jevaro membalikkan badan Kimberley, menatapnya intens lalu tersenyum."Kim walaupun kita saat ini terikat komitmen bersama, tetapi kenangan kamu bersama Yasir tetaplah milik dan hak penuh dirimu. Bagaimana pun juga dia pernah ada sebagai bagian dari dirimu terlebih lagi dia juga ayah dari anak yang kau kandung saat ini."
"Aku tidak mungkin melarang atau bahkan mengharuskan dirimu untuk melupakan nya. Tidak sayang tetapi yang aku mau kita jadikan masa lalu kamu itu suatu pengalaman agar kita kelak dapat menjalin hubungan yang lebih baik dari yang sebelumnya."
"Masa lalu biarlah menjadi bagian dari diri kita, yang akan kita jadikan pelajaran dan guru untuk masa depan kita." Kemudian Jevaro memeluk Kimberley erat.
"Aku sangat mencintaimu. ijinkan aku untuk menjadi masa kini dan masa depan dirimu"
'Terima kasih Aro, buat semua pengertian mu. Kamu lah yang mengajarkan aku untuk tetap berdiri tegar menghadapi apapun yang terjadi dalam hidup kita." ucap Kimberley.
"I Love you Aro" bisik lirih Kimberley.
"I love you too Kimberley" balas Jevaro yang kemudian mencium dan mencumbu Kimberley.
Tiba-tiba ponsel Jevaro berbunyi.
Kegiatan berbagi kasih dan sayang antara Kimberley dan Jevaro pun terpaksa terhenti.
Jevaro meraih ponselnya
"Hallo , iya benar ini dengan Jevaro Reynaldi"
"Ohhh okay okay...baik , besok di Cafe Cinamon Jam sebelas" sahut Jevaro.
Kemudian ia menutup teleponnya.
"Kim besok kamu ikut aku ya, bentar saja" ajak Jevaro sambil meraih tangan Kimberley dan menciumnya.
Kimberley mengeryitkan keningnya.
"Hmm memang kita mau kemana?" tanya Kimberley.
"Ini ....., pihak Event Organizer tadi menghubungi, mereka sudah mendapatkan beberapa lokasi seperti yang kita inginkan. mereka ingin kita memilihnya, yang mana yang paling sesuai dengan yang kita inginkan." jelas Jevaro.
"Oh ya? baiklah" Kimberley pun menyetujui ajakan Jevaro.
"Okay Kim, aku pamit pulang dulu ya, besok aku jemput sekitar jam sepuluh pagi " sambil mencium kening Kimberley.
"Hati-hati sayang, jangan ngebut-ngebut," pesan Kimberley.
Tiba-tiba Kimberley teringat Yasir kembali.
"Kecelakaan itu ..., andai saat itu aku tidak marahan dengannya, mungkin kejadian buruk ini tidak akan terjadi." batin Kimberley dalam hati.
Jevaro melihat airnata Kimberley kembali menetes. Ada perasaan sakit setiap melihat Kimberley menangis.Merasa gagal membuatnya bahagia.
Jevaro mengangkat dagu Kimberley"Kim .., apa aku tidak bisa membuatmu bahagia?
Kimberley menghapus air matanya.
"Tidak Aro, aku menangis bukan karena aku tidak bahagia bersamamu. Aku sangat bahagia kamu tidak pernah sekalipun membuatku bersedih" ucap Kimberley
"Benarkah? kamu tidak hanya menghiburku bukan?" tanya Jevaro.
"Pasti sayang, aku tidak akan pernah meninggalkan mu sampai kapanpun, bagaimana mungkin aku meninggalkan mu, aku sudah menunggu dan memendam lama perasaan ini.'
"Aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia dan tersenyum selalu, tak akan aku biarkan satu tetes air mata pun jatuh di pipi mu"
"Terima kasih Aro, aku janji aku juga akan membuatmu bahagia"
Lalu merekapun berpelukan dan bercumbu
....................................................
Hari ini Jevaro dan Kimberley sedang menuju cafe Cinamon, tempat mereka akan berdiskusi dengan bagian Event Organizer tentang lokasi pernikahan mereka.
"Wow benar nih Aro, mereka sudah dapat lokasi di tepi pantai? " Kimberley sangat bahagia membayangkan pernikahan impiannya akan terwujud.
Pesta yang sederhana, hanya bersama keluarga, kerabat, sahabat dan beberapa kolega kantor di tepi pantai dengan angin yang sepoi-sepoi dan banyak bunga-bunga disekitar mereka.
"Hmm, lagi membayangkan ya?" goda Jevaro pada Kimberley, yang terlihat senyum senyum sendiri.
Kimberley tersenyum Bahagia.
"Iya, aku tidak sabar melihatnya" ucap Kimberley.
"Tidak sabar akan pesta pernikahan nya atau tidak sabar untuk menikah denganku??" goda Jevaro sambil tersenyum tipis
"Dua duanya donk?" seru Kimberley riang.
"Hahaha makasih sayang, kirain hanya gak sabar pesta pernikahan nya saja" Jevaro menyentil hidung Kimberley.
"Yeee" merajuk manis Kimberley.
"Yuk Kim kita sudah sampai." Jevaro memakirkan mobilnya.
"Aro makasih banyak ya" peluk Kimberley sambil mencium kedua pipi Jevaro.
Jevaropun tersenyum.
"Asal kamu bahagia aku juga bahagia"
"Yuk" ajak Jevaro turun sambil membukakan pintu bagi calon istrinya.
Akhirnya merekapun bertemu perwakilan dari Event Organizer yang akan membantu mereka dalam pelaksanaan pesta pernikahan mereka nanti.
Setelah berdiskusi dan memilih lokasi yang tepat, beserta kelebihan dan kekurangan lokasi lokasi yang mereka pilih, akhirnya mereka menyerahkan sepenuhnya pada pihak Event Organizer, untuk memilih yang terbaik buat mereka bila lokasi tersebut tidak bisa dipakai dan alternatif berikutnya adalah pesta di tepi kolam renang.
Jadi hasil diskusi hari ini, pihak Event Organizer memberikan mereka dua alternatif pesta tepi pantai dan tepi kolam renang.
Setelah mereka mencapai kesepakatan bersama, akhirnya mereka pun berpisah dengan perasaan lega, karena sudah hampir sembilan puluh lima persen, persiapan pernikahan mereka telah matang. Baik undangan sudah siap untuk disebarkan, souvernir dan konsumsi semua sudah siap, tinggal menunggu hari yang telah ditentukan.
Kimberley dan Jevaropun akhirnya bisa tersenyum lega karena semua persiapan mereka sudah hampir selesai semua .
"Aro terima kasih buat semuanya ya, terima kasih kamu sudah pilih aku sebagai pendamping hidupmu, padahal aku sebenarnya tidak pantas untukmu, dengan bayi dalam kandungan ku saat ini----"
"Sssstt aku mencintaimu dan mencintai bayi dalam kandungan mu, tulus tanpa syarat." kemudian Jevaropun mencium Kimberley.
"I love you "
"I love you too"
................❤️❤️❤️❤️.................
Maaf author sensor sebentar ya biarkan mereka saling berbagi dan menyalurkan cinta mereka dulu ,🤭🤭🤭
Tunggu Bab selanjutnya ya pesta impian pernikahan Jevaro dan Kimberley.
jangan lupa ya berikan
❤️
👍
komen
dan hadiah hadiah lainnya
🌹
☕
kalau masih ada vote bagi yaa
Terima kasih banyak 🙏