
Masih di Cafe Green Lake...
Aqib berpikir serius bagaimana membuat adiknya lepas dari jebakan Kiki, dilihat dari kelakuan Kiki dan cerita Yasir sepertinya memang Kiki tipe orang yang mengandalkan segala cara untuk dapat memiliki sesuatu yang dia sukai.
Yasir paham bila kakaknya jadi pendiam berarti dia sedang berpikir serius.
Yaa kak Aqib memang beda dengan dirinya, semua yang dilakukannya selalu dipikirkan matang-matang,
"Boleh tahu terakhir kamu syuting dimana dan kejadian itu di mana?" tanya Aqib
"Kejadian itu di hotel Tulip, wait... sepertinya Rose mengetahui sesuatu " Yasir tiba-tiba teringat tentang perkataan Rose sewaktu Kiki pertama kali mengancamnya.
Alis Aqib bertemu tanda berusaha untuk memahami maksud adiknya itu.
"Iya Rose pasti mengetahui sesuatu" batin Yasir lalu menyambar kunci mobil.
"Heii mau kemana' tanya Aqib.
"Ada yang mau aku tanyakan pada Rose sepertinya dia mengetahui sesuatu" jawab Yasir sambil berlari meninggalkan Aqib.
Aqib menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah pola adiknya yang selalu gegabah.
Aqib memanggil pelayan untuk membayar makanan dan minuman yang tadi dipesannya.
Kemudian pergi meninggalkan Cafe Green Lake untuk mengikuti adiknya menuju ke Rumah Sakit.
...........~~~~~...............
Kantin Rumah Sakit ini makin malam makin ramai, Jevaro dan Kimberley masih terlihat makan disana, mereka juga sudah bikin janji makan bersama Rose di kantin.
Sebentar lagi Rose akan berkumpul bersama mereka, sambil menunggu, Jevaro berusaha membuat Kimberley tersenyum dan melupakan kesedihan.
"Bagaimana perutnya sudah tidak bernyanyi lagi kan?" goda Jevaro.
" Haha iya nih dah tenang" sahut Kimberley.
"Good daripada perut kamu yang bernyanyi bagaimana kalau kamu saja yang bernyanyi" goda Jevaro.
"Hahaha kamu yaa aku dah pensiun jadi penyanyi nih " sahut Kimberley sambil tersenyum.
'Kamu tau Kim, kamu cantik bila tersenyum seperti ini " puji Jevaro
"Kimberley selalu cantik setiap saat bahkan tidurpun dia juga cantik" sahut Yasir
Jevaro dan Kimberley pun kompak menoleh ke arah suara,
"Yasir" ucap lirih Kimberley.
Yasir menghampiri Kimberley dan berlutut di hadapannya.
Yasir meraih tangan Kimberley,
menggenggamnya dan mencium tangannya.
"Aku mencintaimu Kimberley Ryan with all my heart." ucap Yasir.
Kimberley tidak tahu harus berbuat apa, lelaki yang ada di hadapan nya saat ini yang sedang berlutut adalah lelaki yang sangat dia cintai tapi sekaligus yang menghancurkannya berkeping keping.
Lelaki di hadapannya saat ini adalah laki laki yang membuat hidupnya berwarna tapi sekaligus membawa kesedihan.
Tak mampu lagi Kimberley menahan air mata dan semua emosi di dadanya..
"Cinta katamu??mana!? aku tidak melihatnya? aku juga tidak merasakannya ? bahkan aku tidak bisa menyentuhnya? " jerit Kimberley sambil menangis.
"Kalau kau memang benar mencintaiku seharusnya kejadian ini tidak akan terjadi!"
"Yasir Mir aku benar-benar kecewa padamu,' ucap lirih kimberley sambil bercucuran air mata
"Aku dijebak Kim aku tidak merasa melakukan itu, Kim come on you know me so well aku tidak mungkin melakukan itu !" balas Yasir
"Hmm di jebak atau tidak ini semua karena kamu sendiri yang mengijinkan dan membiarkan terjadi, Kiki terus bermimpi dan terobsesi denganmu itu karena sikap kamu sendiri bila kamu dari awal tidak memberinya harapan aku yakin hal ini tidak akan terjadi " jelas Kimberley
" Jadi sekarang nikmatilah hasil tuaian mu sendiri, barangsiapa menabur kebaikan ia akan memetik kebaikan, dan begitu juga sebaliknya."
"Aku yakin selama ini kamu memberi Kiki harapan sehingga harapan itulah yang membuat Kiki nekat berbuat ini"
"lupakanlah aku Yasir mungkin ini yang terbaik buat kita aku akan tetap mencintaimu dan menyimpan semua kenangan kita menjadi bagian dari perjalanan hidup aku dalam menemukan cinta sejati ku.' ungkap Kimberley.
"No .... No ...please don't do this to me Kim, I need you i love you so much don't leave me " Yasir menangis di hadapan Kimberley
"I am so sorry," tangis Yasir pecah di hadapan Kimberley.
"Pergilah Yasir semua cerita kita sudah selesai " Kimberley menarik tangannya dan berbalik badan menahan kesesakan yang dirasakannya.
Kimberley sudah memikirkannya cepat lambat Yasir akan menikahi Kiki, jadi Kimberley pun harus ikhlas melepas semua impian, harapan dan kebahagiaannya.tidak ada lagi yang harus dipertahankan semua selesai.
Tidak kuat menahan dan mencoba menutupi perasaannya lagi Kimberley berlari menjauh dari Yasir.
"Kim tunggu ...." seru Jevaro.
Yasir tertunduk lemas, hancur sudah semuanya, hanya ada penyesalan yang sangat besar.
Aqib yang dari tadi ada di belakang Yasir melihat Kimberley berlari sambil menangis langsung menyusulnya.
"Kim wait.." panggil Aqib lantang.
Kimberley tidak memperdulikan panggilan Aqib dia terus berlari, sampai akhirnya karena kondisinya tidak terlalu sehat Kimberley mulai terhuyung huyung...,
"Hei Kim ..." seru Aqib kuatir sambil memeluk Kimberley
"Kita kembali ke ruangan kamu ya ... kamu istirahat di sana ok?"
Kimberley menangis di pelukan Aqib, "Its okay cry if you want cry .."
"Maafkan adik aku Kim, andai dari awal aku ada bersama kalian hal buruk ini tidak akan terjadi, tak akan kubiarkan Yasir menyakitimu." gumam Aqib.
" Sabar ya Kim semua akan baik-baik saja kita semua pasti bisa melalui masa suram ini " ucap Aqib berusaha menguatkan Kimberley.
Setelah Kimberley berangsur angsur tenang Aqib membimbing Kimberley kembali ke ruangannya.
"Kamu tiduran dulu ya, gak usah mikir macam-macam'" ucap Aqib
Aqib mengusap air mata Kimberley, dalam hatinya ingin sekali melindungi gadis yang ada dihadapannya ini
"Andai kamu dan Yasir bisa bersatu mungkin aku adalah kakak yang paling bahagia mempunyai adik seperti kalian " ucap batin Aqib
"Kimmy...!" seru Jevaro menata nafasnya.
"Haii kamu mencari Kimberley?" tanya Aqib .
"Kimberley sedang istirahat kasihan banyak emosi yang tadi dikeluarkannya" jelas Aqib pada Jevaro.
"Pak Jevaro" panggil Rose.
"Ohh kak Aqib !? Pak Jevaro Kimberley tidak apa-apa kan?" tanya Rose.
"Roseee" panggil Kimberley lirih saat mendengar suara Rose
"Haii Kim kamu gak apa apa kan?" tanya Rose kuatir.
"Aku gak pa pa " jawab Kimberley.
Rose menghampiri Kimberley dan mencium pipi kanan dan kiri Kimberley lalu mengusap kepala Kimberley sambil tersenyum.
" Kim aku suapin ya" tawar Rose.
"Kimberley sudah makan" sahut Jevaro singkat.
"Ohh tapi ini kok masih utuh?" tunjuk Rose pada makanan yang diberi dari Rumah Sakit.
"Aku tadi dah makan sama Jevaro di kantin tadi kan aku sudah telepon kamu" jelas Kimberley.
" Ohh aku kira kalian tidak jadi ke kantin , tadi aku ke kantin tapi aku cuman lihat....Yasir yang sedang menangis " sahut Rose tertahan.
" Sorry aku tinggal dulu ya mau lihat kondisi Yasir, nanti aku kembali lagi, Kimberley ingat jangan pikir macam-macam." pesan Aqib
" Baik kak Aqib " sahut Kimberley sambil tersenyum.
Setelah Aqib meninggalkan mereka Jevaro pun pamit pulang karena tadi ibunya telepon minta diantar ke suatu tempat
"Kim jangan bersedih lagi, kami semua selalu ada untukmu tapi please jangan kabur seperti tadi ya aku kuatir" pesan Jevaro
" Maafkan aku Aro aku tadi menyusahkan kamu ya" pinta Kimberley
" Gak pa pa next please jangan kabur ya, kami semua sayang kamu Kim" pesan Jevaro sambil meraih tangan Kimberley.
"Rose aku mohon ceritakan apa yang kamu tahu tentang malam itu!! " suara Yasir tiba-tiba terdengar lantang walaupun masih ada sisa serak efek selesai menangis.
Semua pada menoleh ke arah sumber suara dan ternyata itu suara Yasir, kemudian berganti menatap Rose.
"Ada apa Rose? apa maksud Yasir?" tanya Kimberley.
"Waduh bagaimana ini? haruskah aku menceritakan sesungguhnya tapi aku tidak punya bukti" gumam Rose dalam hati
"Rose apa yang kamu ketahui tentang malam itu?" tanya Aqib.
"Tolong Rose kalau kamu tahu sesuatu ceritakan pada kami sisanya biar aku yang menangani nya " sahut Aqib sekali lagi
"Aku memohon atas nama adik aku, Yasir mungkin bukan lelaki yang sempurna tapi aku tahu adik aku tidak akan berani berbuat seperti yang dituduhkannya" bela Aqib.
"Rose ada apa ini, apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Kimberley .
"Bukan begitu Kim, cuman aku takut kalian semua tidak percaya karena aku tidak punya bukti tapi ini benar terjadi" jelas Rose takut Kimberley salah paham padanya.
"Ceritakan saja Rose, mungkin ini memang sudah saatnya biarkan Yasir dan kak Aqib nanti yang menyelesaikannya." sahut Jevaro.
"Apa...kamu juga tahu?" kedua alis Kimberley menyatu tidak percaya Rose dan Jevaro selama ini menyembunyikan sesuatu darinya
"Tenang Kim, kami akan
jelaskan." jelas Jevaro
"Okay ceritakan apa yang kalian ketahui" pinta Aqib
"Yasir memang dijebak ini semua hanya rekayasa Kiki" jelas Rose lirih
Kimberley, Aqib dan Yasir menatap tajam ke arah Rose.
"Tuh kan .. Kim kamu dengar sayang ini hanya rekayasa Kiki rekayasa Kiki, terima kasih Tuhan akhirnya kebenaran ini terungkap " teriak Yasir Lega.
"Rose bagaimana kamu tahu" tanya Aqib.
Kimberley hanya terdiam membisu dia tak tahu hrs bahagia atau sedih sahabatnya yang selama ini ia percaya menyembunyikan hal penting seperti ini darinya.
...........~~~~..............