Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Keberhasilan



Sinar matahari mulai malu malu menampakan kuasanya, tanda pagi hari sudah tiba.


Diam diam sinarnya mulai memasuki kamar Kimberley, untuk mengisyaratkan bahwa sudah saatnya untuk memulai aktifitas di hari baru



Sinar matahari sudah mulai menyentuh dua sahabat yang masih tertidur pulas .


"Kringgg ... Kringgg .." bunyi jam weker yang spontan membangunkan mereka untuk bersiap siap memulai aktifitas pagi di hari baru.


Rose yang terbangun terlebih dahulu sengaja tidak membangunkan Kimberley yang kembali tertidur setelah jam weker berhenti berbunyi, dia sangat mengerti bahwa Kimberley pasti baru saja tertidur, karena sudah sangat bisa dipastikan bahwa semalam Kimmy susah tidur disebabkan pikirannya masih melayang tertuju pada si bocah tengil, yang bisa dipastikan belum terdengar kabarnya hingga sekarang.


"Hmm, bagaimana mungkin si tengil akan menghubungimu Kim saat ini dia pasti sedang bersenang senang dengan wanita lain." gumam Rose mengingat akan apa yang dia lihat semalam, walau memang belum pasti, tapi 95% sepertinya memang itu si bocah tengil.


Rose memutuskan untuk mandi terlebih dahulu kemudian membuatkan sarapan untuk mereka berdua baru kemudian ia akan membangunkan Kimberley.


15 menit kemudian terlihat Rose sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, tiba tiba bahu Rose disentuh seseorang dengan lembut.


"Hoooaamm, lagi bikin apa Rose ? kok aku tidak dibangunkan?" protes Kimberley.


"Hei Kim, sudah bangun? tadi rencananya setelah aku bikin sarapan, kamu aku bangunkan, tadi aku lihat kamu masih pules banget tidurnya tidak tega aku membangunkanmu " ujar Rose sambil tersenyum pada Kimberley.


"Sudah sana mandi dulu lanjut kita sarapan bersama, ingat kamu ada janji meeting dengan Bapak Andhara, nanti terlambat lho " Kim mengingatkan jadwal Kim hari ini.


"Oh iya, okay Rose makasih ya sudah diingatkan, aku mandi dulu ya .. thanks Rose sudah dibuatkan sarapan " sahut Kimberley sambil berlari kecil mengambil handuk dan menuju kamar mandi


Rose hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum melihat kelakuan Kimberley, sejak kecil mereka sudah bersahabat jadi Rose sangat paham sekali semua tentang Kimberley.


Selesai dengan urusan dapur Rose kemudian bersiap siap untuk berangkat ke kantor, setelah dirasanya semua persiapannya beres semua, Rose tersenyum puas.


Melihat Kimberley pun sudah siap, Rose mengajak Kimberley sarapan, " Yuk Kim, kita sarapan lanjut kita berangkat ke kantor, kamu antar aku dulu kan? ."


"Siap nona manis, aku antar kamu ke kantor dulu baru kemudian ke PT Sinar Baja, okay!" Kimberley mengerlingkan mata sambil tersenyum.


Kemudian mereka berdua tertawa bersama menuju ke dapur untuk sarapan.


"Wow Rose thanks ya, kamu tahu saja aku pengen sarapan apa hari ini, " Kimberley berdecak gembira saat melihat Sandwich buatan Rose.



"Hmm apa yang tidak kutahu tentang kamu Kim, " kemudian diikuti tertawa bahagia mereka, sambil menghabiskan sandwich buatan Rose .


Setelah selesai sarapan mereka kemudian berangkat ke kantor dan menjalankan tugas mereka masing masing hari ini.


Rose yang berkutat dengan kesibukannya mengatur pertemuan dengan klien serta menyusun proposal yang akan mereka ajukan ke klien, serta masih banyak lagi.


Sedangkan Kimberley menuju PT. Sinar Baja untuk mempresentasikan proposal yang ia ajukan pada rapat pagi ini.


........~~~......


Disela sela kesibukan dan jadwal padat Kimberley, ia masih berharap Yasir menghubunginya.


Bila ada waktu luang sedikit ia selalu mengecek notifikasi, dan selalu berakhir dengan rasa sakit yang menyebar halus di dada, Kimberley hanya bisa menghela nafas pedih, karena sejak semalam Yasir menghilang lagi tanpa kabar, dan tidak ada satu kontakpun yang dapat ia hubungi.


Tapi bukanlah Kimberley Ryan kalau tidak bisa tetap fokus pada pekerjaan nya , hatinya boleh hancur, sakit, pedih tapi untuk urusan pekerjaan Kimberley sangat profesional, ia tetap dengan ketegasannya, penuh percaya diri, saat menyampaikan ide ide nya dalam setiap tender yang ditanganinya, dan selalu membuahkan hasil yang memuaskan karena ia selalu berhasil memenangkan proyek di setiap meeting tender baik besar ataupun kecil.


Begitu juga hari ini , Kimberley berhasil lagi memenangkan tender di proyek PT. Sinar Baja.


Kimberley tersenyum puas, walau hatinya menangis, di dalam bidang pekerjaan ia adalah seorang wanita yang beruntung dan hebat, tapi di kisah percintaannya, air mata lah yang setia menemaninya.


Kemudian ia pamit untuk kembali ke kantor guna mempersiapkan segala yang diperlukan untuk mengerjakan proyek yang berhasil ia menangkan hari ini.


Dengan senyum puas dan bangga pada kepercayaan diri nya, Kimberley berjalan menuju area parkir mobil.


Sambil menuju ke mobil Kimberley menelpon Rose, "Rose" sapa Kimberley setelah telefon diterima Rose.


" Hai Kim bagaimana? kabar gembira kah?" tanya Rose penasaran akan hasil meeting hari ini.


"Hmm, maaf" jawab lirih Kimberley menggoda Rose.


"Ada apa Kim? kita gagal? its ok kita coba di tender berikutnya" Rose mencoba memberikan semangat pada Kimberley.


"Hahaha maaf Rose kali ini aku memberimu tugas tambahan lagi untuk urus satu proyek baru lagi, kita berhasil Rose kita menang" Kimberley masih tertawa merasa menang bisa menggoda Rose


"Sialan kau," sambil ikutan tertawa bahagia


"Ok Bu bos Kimberley semua tugas akan saya laksanakan.ibu langsung kembali ke kantor kan?" tanya Rose sambil masih tersenyum senang


"Iya Rose, sekalian siapkan team ya untuk proyek baru ini, aku otw kantor, sampai ketemu di kantor" sahut Kimberley sambil mematikan hubungan teleponnya.


Untuk beberapa detik ia ingin sekali menghubungi kekasihnya, ia menatap layar hape Nanar antara menuruti keinginan hati atau logika, tapi ego nya menahannya, sudah cukup ia menunjukan kepeduliannya, rasa sayang, dan cintanya, sekarang Kimberley ingin saat ini giliran Yasir yang menunjukan padanya seberapa keseriusan cintanya pada dirinya. Kemudian Kimberley melanjutkan perjalannya ke kantornya.


.............~~.........


Di sebuah hotel yang cukup mewah di dalam kamar presiden suit nampak sepasang laki laki dan wanita sedang berpelukan tanpa mengenakan busana selembar pun dan hanya ditutupi selimut .


"Hmm ahhh, sayang bangun sudah siang nih" sambil mencium seluruh tubuh sang lelaki dengan manja.


"Ahh" suara nikmat meluncur lolos dari bibir sang lelaki, saat si wanita melancarkan serangannya pada senjata kebanggaan sang lelaki.


"Kamu suka sayang?, kita sarapan dulu yuk sudah siang nih, ntar kita lanjut lagi" bisik manja si wanita di telinga sang lelaki.


"Haa .... siang ...?? aku dimana ini??" sambil menggosok gosok matanya mencoba melihat sekeliling, dan betapa terkejutnya ia saat sadar ia berada di hotel bersama Kiki dan dalam keadaan sama sama tela***ng.


Ya lelaki itu adalah Yasir dan wanita disebelahnya tadi adalah Kiki teman syuting nya.


"Gila kau Ki, kenapa aku bisa disini.. bersama kamu lagi ? kamu masukan apa dalam minuman aku semalam" bentak


Yasir sambil berusaha bangkit dari kasur dan mencari bajunya yang tercecer dimana mana.


"Yasir sayang .. sabar, aku tidak masukan apa apa dalam minuman kamu, kita di sini ya karena kita sama sama yang mau, semalam kamu benar benar luar biasa sayang" belum selesai Kiki menjelaskan Yasir sudah menepis tangan Kiki yang berusaha untuk memeluknya.


"Kamu gila Ki, aku tahu siapa kamu, aku tidak akan ada di sini bila tidak ada apa apa dalam minuman aku, aku sangat sangat paham tentang kamu" Yasir sangat marah sekali.


"Kenapa sih kamu sekarang berubah? dulu kamu selalu mesra denganku, kamu selalu bersikap hangat padaku tapi sekarang?? karena cewek udik itu !?" jerit Kiki kecewa dan marah.


"Cukup Ki jangan pernah kamu bandingkan dia dengan kamu dia jauh lebih berharga daripada kamu, diantara kita tidak ada hubungan apa apa, kalau kamu merasa aku meresponmu itu hanya karena aku kasihan padamu, karena kamu begitu menginginkan aku tapi hatiku, cinta aku, hanya untuk Kimberley seorang. Dengar ya aku mencintainya dan aku akan menikahinya jadi maaf jangan mimpi kamu untuk jadi bagian dari hidup aku" ujar Yasir yang buru buru berpakaian kembali, dan kemudian berlalu meninggalkan Kiki .


Kiki tidak menyangka akan mendapat jawaban yang begitu menyakitkan dan menghina dirinya .Kiki saat ini hanya bisa menangis saat ia sadar Yasir telah meninggalkannya sendiri.


Kebahagiaan, kebersamaan, kehangatan dan kenikmatan yang ia rasakan semalam sirna sudah, bagi Kiki hanya Yasir lah yang mampu membuatnya bahagia.


Tetapi bukanlah Kiki, yang pasrah begitu saja dan menerima kenyataan yang ada, tidak .. Kiki berniat untuk terus berusaha untuk mendapatkan Yasir, Kiki sudah terlanjur terobsesi oleh sosok Yasir Mir dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya.


"Yasir tidak boleh dimiliki siapa pun hanya aku yang boleh memilikinya, akan aku hancurkan hubungan mereka lihat saja, Yasir akan bertekuk lutut padaku." ancam Kiki dalam hati.


...................................................