
Di ruangan inap Kimberley, nampak ibu sedang beristirahat di sofa, ayah duduk di samping Kimberley sesekali berdiri mondar mandir cemas. Jevaro berdiri bersandar tembok sambil memandangi Kimberley.
" Rose, hasil kunjungan dokter hari ini bagaimana? " tanya ayah
"Kata dokter semua sudah baik, ya mungkin hanya tunggu psikis Kimberley pulih saja ." jawab Rose.
"Hmm, ayah ingin membawa Kimberley pulang ke Yogyakarta mungkin dengan suasana disana Kimberley bisa melupakan sedikit demi sedikit luka di hatinya." pikir ayah.
Ibu terlihat lelah sudah sejak pagi ibu menemani di Rumah Sakit.
"Ayah...., ibu sepertinya lelah bagaimana kalau ayah dan ibu pulang dulu beristirahat di rumah , Rose kira lebih nyaman buat ibu dan ayah" tawar Rose.
"Tapi nak....., Kimberley bagaimana? ndak apa-apa ibu di sini saja, biar ayah saja yang pulang." cemas ibu memikirkan keadaan Kimberley.
" Biar saya saja yang menemani Kimberley malam ini di sini Bu " sahut Rose.
" Begini saja ibu dan ayah saya antar pulang, sekalian saya ambil baju ganti Kimberley dan saya." sambung Rose.
"Trus Kimberley bagaimana kalau nak Rose yang antar kami pulang? ndak apa-apa nak ibu dan ayah pesan driver online saja" timpal ibu.
" Kimberley biar saya yang jaga sementara tante " sahut Jevaro.
"yaaa benar bu, biar Jevaro yang jaga Kimberley." ucap Rose sambil menyambar tas kecilnya dan jaket di kursi.
"Pak Jevaro titip sahabat saya ya..itu di lemari ada makanan instan kalau Kimberley terbangun dan lapar " pesan Rose pada Jevaro sambil menunjukan tempat penyimpanan makanan.
"Okay Rose siap" sanggup Jevaro..
" Kami tinggal dulu ya nak Jevaro, Ayah titip anak ayah , kalau ada apa-apa hubungi kami atau Rose saja " pesan ayah.
" Iya om" sahut Jevaro "Om istirahat dulu dengan Tante, Kimberley biar saya dan Rose yang menjaganya." sambung Jevaro.
Akhirnya tinggal Jevaro sendiri di Rumah Sakit menemani Kimberley yang sedang tertidur.
Jevaro duduk disamping Kimberley, Jevaro sedih melihat keadaan Kimberley sekarang, begitu hebatnya pengaruh kehilangan seseorang bila kehadirannya sangat berarti di dalam hidupnya, bahkan mampu membuat kita tumbang.
Jevaro memberanikan diri memegang tangan Kimberley, tidak terasa air mata Jevaro berkumpul di sudut matanya.
"Kim... aku janji bila kamu pulang nanti aku akan selalu menemani mu, aku akan jaga dirimu dari siapa saja yang ingin menyakiti mu ." gumam Jevaro lirih sambil terus menggenggam tangan Kimberley.dan mencium tangannya.
Jevaro terus menjaga Kimberley dan berharap, ketika Kimberley bangun Kimberley tidak lagi merasa sedih dan sendiri lagi mengetahui bahwa sahabat sahabatnya selalu ada untuknya.
..............~~~~................
Aqib merasa masih belum bisa mengerti jalan pikiran Yasir, kenapa ia bisa meninggalkan sebutir muntiara untuk seonggok sampah.
Sepanjang perjalanan menuju cafe yang dulu sering Aqib datangi bersama kekasihnya, Aqib terus berpikir ada apa ini apa yang terjadi hingga Yasir menjadi buta melihat mana yang patut dipertahankan dan mana yang harus dijauhi .
Tiba-tiba telepon genggam Aqib bergetar. Aqib mengambil telepon nya dan melihat siapa yang menelepon ternyata Yasir yang menghubunginya, bertanya dimana posisi Aqib saat ini.
Setelah Aqib menjelaskan dimana posisinya sekarang berada , Aqib mulai menyusun pertanyaan apa saja yang nantinya akan Aqib tanyakan pada Yasir.
Disisi lain hati Yasir masih marah, jengkel, ada perasaan tidak terima, penyesalan semua perasaan negatif bercampur aduk di dadanya.
" Okay Kiki.., bila ini yang kamu mau ...., kamu ingin aku kan ...ok rencana licikmu berhasil ...bravo untukmu ...yaaaa kamu berhasil memenjarakan ku dalam obsesimu, tapi kamu hanya mendapatkan tubuhku tidak hatiku ." gumam Yasir dalam hati.
" Sukses untukmu berhasil mengacak acak hidupku, menyakiti kekasihku menghancurkan impian kami, akan kutunjukan padamu neraka sesungguhnya... lihat saja kamu akan menyesal membuatku menikah denganmu!" kutukan dan sumpah serapah Yasir dalam hati.
Mobil Yasir melaju dengan sangat kencangnya diiringi amarah yang bergejolak di hati Yasir saat ini.
Yasir sangat marah sekali bayangan Kimberley yang menangis menyesakan hatinya.
Yasir merasa bersalah, telah membawa Kimberley dalam kesedihan, yang seharusnya dari awal dia bisa tegas menolak sehingga petaka itu tidak pernah terjadi , dan impian indah mereka berdua bisa terwujud.
"Bodoh... bodoh.... bodoh" umpat Yasir pada dirinya sendiri sambil memukul mukul setir mobilnya.
Saat ini semua hanya bisa Yasir sesali, andai saja ...seharusnya .... hanya kata kata itu yang sekarang selalu melintas dalam pikirannya.
Tidak terasa Yasir sudah memasuki halaman parkir Cafe.
" Hmm, bagaimana pun juga aku harus menghadapi kakak, cepat atau lambat kakak pasti akan tahu akan hal ini " gumam Yasir berusaha memantabkan hati untuk berhadapan dengan kakaknya.
Kemudian Yasir berjalan cepat memasuki Cafe Green Lake.
Cafe Green Lake adalah Cafe favorit Aqib Mir karena disanalah pertama kalinya Aqib bertemu dengan Reva, seorang pramusaji di Cafe Green Lake .
Reva mahasiswi di Perguruan Tinggi Negeri di kota Surabaya, gadis kalem yang mempunyai senyum manis .
Masa-masa indah bersama Reva sungguh manis, setiap pulang kuliah Reva bekerja paruh waktu di Cafe Green Lake, Aqib mengenalnya karena ia sering berkunjung di Cafe ini yang letaknya saat itu berdekatan dengan tempat Aqib bekerja.
Suatu saat ketika Reva mengantarkan makanan pesanannya Aqib, tidak sengaja tangan Reva menyenggol gelas minuman yang dipesan Aqib, menyebabkan minuman tumpah dan membasahi baju aqib, Reva panik, spontan berusaha membersihkan tumpahan minuman di tubuh Aqib.
Dan semuanya berawal dari kejadian itu, melihat Reva panik dan spontan membersihkan minuman di bajunya, ketika itu juga tiba-tiba ada perasaan aneh yang merayap di hati Aqib, wajah polos Reva yang ketakutan karena merasa bersalah telah teledor, membuat pesona Reva makin keluar , yaa... Aqib mulai jatuh cinta pada Reva, gadis pramusaji Cafe Green Lake.
Lama-lama hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya Aqib memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya awalnya Reva menolak karena merasa tidak pantas mendampingi Aqib, Reva merasa dia hanyalah gadis biasa Ayahnya meninggal sewaktu ia masih remaja dengan 3 adik yang masih kecil-kecil, ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa, jadi sejak saat itu Revalah tulang punggung keluarganya.
Tapi karena Reva melihat niat baik dan kesungguhan hati Aqib yang gigih memperjuangkannya dan selalu ada baginya, Reva pun menerima itikad baik Aqib .
Masa-masa indah itu sangatlah berarti bagi Aqib banyak momen bahagia ia lalu bersama Reva hampir saja Aqib melamar Reva tetapi maut lebih dahulu menjemput nya.
Reva kecelakaan saat akan menuju tempat ia bekerja.
Biasanya Aqib yang selalu mengantar jemput Reva, tapi tidak saat itu, mobil Aqib masuk bengkel sehingga dia tidak dapat mengantar Reva, Aqib pun sudah menelepon Reva untuk memberitahu tidak dapat mengantarnya hari itu.
Tapi apa kehendak Tuhan kadang kita tidak tahu ..., saat Reva menyebrang jalan tiba-tiba ada mobil dikendarai seorang remaja mabuk dengan kecepatan sangat tinggi dan Brakkkk ....tubuh Reva terpental dan meninggal saat itu juga.
Awal kejadian itu Aqib syok berat saat diberitahu ia kehilangan Reva untuk selamanya. Aqib menyalahkan dirinya berulang-ulang, hal itulah yang membuat orang tua Aqib membawanya kembali pulang ke Kashmir dan bekerja membantu usaha keluarga di sana.
Berkat kehangatan keluarga mereka, perlahan tapi pasti Aqib berhasil melalui masa suram itu.
"Hmm tempat ini...., masih sama dengan yang dulu, hanya saja..., tanpa Reva" gumam Aqib sambil memandang ke sekeliling.
Memasuki Cafe Green Lake,
Yasir mencari cari kakaknya matanya menyusuri setiap pojok ruangan Cafe, akhirnya ia menemukan kakaknya duduk menghadap taman luas berumput hijau,.
Cafe Green Lake benar-benar asri, Yasir sangat paham kenapa kakaknya memilih bertemu disini, selain Cafe ini membuat hati terasa nyaman tapi sekaligus menyimpan kenangan tersendiri bagi Aqib.
Aqib terlihat melamun hingga kedatangan Yasir tidak disadarinya.
Yasir menarik nafas panjang kemudian menyentuh bahu Aqib , "Kak Aqib...." sapa Yasir, Aqib masih terdiam, lalu Yasir menarik kursi yang ada di depan Aqib, lalu duduk dihadapannya, kembali Yasir mencoba menyadarkannya." Kak Aqib... kak..." sambil melambaikan tangannya.
Tapi Aqib masih terdiam, nampak di sudut matanya ada airmata tergenang.
Yasir mulai kuatir, memori masa lalu kakaknya pasti sedang menghantuinya saat ini.
Yasir menaikan sedikit nada suaranya " Kak Aqib .." sambil menguncangkan bahu Aqib.
"Oh ehh kamu dah datang" sahut Aqib tersadar sambil menyeka air mata nya yg hampir saja melompat keluar.
" Sudah dari tadi kak....kak Aqib aja yang ngelamun, dari tadi dipanggil dicuekin" sahut Yasir mencoba mencairkan suasana.
"Okay kamu datang sendiri kan? yakin tidak ada yang menguntit kamu? " tanya Aqib yang tersenyum sinis sambil menoleh kiri kanan belakang untuk memastikan.
"Aman kak" sahut Yasir paham yang dimaksud kakaknya.
Mereka sama-sama terdiam.
Aqib memperbaiki posisi duduknya, tegak dan tangan dilipat sambil memandang tajam ke arah Yasir siap mendengar penjelasan Yasir.
"Come on ...kakak nunggu nih" tanya Aqib penasaran sambil menatap Yasir lekat.
"Hmm, Yasir haus kak dari tadi belum minum, pesan dulu ya" kilah Yasir.
" Kamu ya.. gak berubah selalu saja pintar cari alasan untuk menghindar " sahut Aqib sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan.
Yasir tersenyum nakal, dalam hati Yasir lega kakaknya tidak terlalu tenggelam dengan memori masa lalunya di sini.
"Mau pesan apa kak?" tanya pelayan.
"Hmm satu blue ocean dan satu roti bakar coklat keju deh, kejunya yang banyak ya..."pesan Yasir.
"Ok kak ditunggu, ada yang lain?"
"Sementara itu dulu, terima kasih" jawab Yasir sambil tersenyum.
Kemudian pelayan berlalu dari hadapan mereka.
Setelah Yasir selesai dengan pesanannya, kembali Aqib menatap adiknya itu sambil menaikan kedua alisnya, meminta penjelasan.
........~~~~............
Sambil menunggu Yasir menyiapkan mental nya menceritakan apa yang terjadi
Author kembali ke dunia real dulu ya masih banyak tugas menunggu nih🤭
Tetap tunggu kelanjutannya ya..
minta like komen dan kritik saran ya...
Jangan lupa untuk masukan favorite biar gak ketinggalan cerita nya
Terima kasih banyak,🙏
Salam sehat selalu
❤️ eveliniq ❤️