Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Bertemu kakak




Sesampainya di Rumah Sakit Yasir berusaha memutar otak bagaimana caranya agar Kiki tidak mengetahui kedatangannya karena bila Kiki tahu Yasir datang lagi untuk menjenguk Kimberley apalagi bersama kakaknya, bisa dipastikan dari mulut jahatnya akan keluar berbagai ocehan pedas dan tidak enak di dengar.


Yasir sudah tidak ambil peduli lagi dengan segala celotehan Kiki yang sangat menusuk hati nya, tapi Yasir tidak ingin Kimberley mendengar nya dan akan membuat Kimberley sakit terlalu dalam.


"Andai saja aku bisa membuktikan malam itu aku sengaja dijebak oleh Kiki, habis sudah Kiki di tanganku, hidup yang damai dan penuh cinta dibuat kacau balau berantakan hanya untuk mewujudkan sebuah obsesi ingin memiliki seseorang dengan mengandalkan berbagai cara apapun ." geram Yasir dalam hati.


" Heii .... come on ..kita sudah sampai " seru Aqib membuyarkan lamunan.


" Kak beberapa waktu yang lalu aku sudah tunjukan foto kakak pada Kimberley, dan aku yakin Kimberley masih mengingatnya" kata Yasir.


"Hmmm," jawab Aqib sambil berpikir.


" Kakak duluan ya .... jenguk Kimberley, nanti aku susul " kata Yasir memohon.


" Okay tapi jangan lama-lama ya, ntar kalau kamu terlalu lama, trus aku jadi naksir Kimberley bagaimana? bukan salahku lho ga boleh marah ya.." goda Aqib sambil diikuti tertawa kecil .


Yasir hanya terdiam.," Kalaupun itu terjadi aku juga sudah tidak berhak lagi atas diri Kimberley." batin Yasir pedih.


"Heii..,santai bro....cuman bercanda, mana mungkin aku tega nikung adik sendiri , kecuali kamunya rela hahaha bercanda .." gurau Aqib sambil menyenggol Yasir.


Yasir hanya tersenyum miris, hatinya ingin menjerit berontak rasa sakit di dadanya mulai terasa menyesakan , bulir kecil air mata terkumpul manis di sudut pelupuk mata Yasir.


Membayangkan kelak Kimberley akan menjadi milik orang lain dan bukan dirinya.


Yasir berusaha semampunya menahan bulir bulir airmata jatuh ke pipi.


Ingin rasanya mengeluarkan semua kegalauan yang Yasir rasakan tapi Yasir belum siap dan belum tahu bagaimana caranya menceritakan pada Aqib kakaknya, Yasir belum siap mengatakan harus menikahi gadis lain karena dituduh menodainya. Hatinya begitu remuk harus menerima kenyataan bahwa bukan Kimberley yang menemani sisa hidupnya.


Penyesalan selalu saja datang belakangan, andai saja malam itu Yasir tidak ikut pesta... hal buruk itu tidak akan pernah terjadi hal itu lah yang selalu ia sesali dan melintas di kepalanya .


Tanpa sadar Yasir menarik rambutnya dan memukul mukul kepalanya sendiri.


"Heii ada apa ... stop!" Aqib langsung menarik kedua tangan Yasir menjauhkannya dari kepalanya.


Lalu Aqib memeluk adiknya itu dengan erat dan membiarkan Yasir menangis lagi di pelukannya.


" What happened .. talk to me Yasir ?" tanya Aqib kuatir.


Yasir hanya bisa menangis mengeluarkan kesesakan yang ia rasakan di dada.


Setelah beberapa lama menangis dan sudah mulai bisa menata kembali perasaannya Yasir pamit ke kakaknya untuk ke toilet merapikan diri.


" Kak .... Kakak duluan ya jenguk Kimberley nanti aku menyusul takutnya waktu menjenguk selesai sebentar lagi " pinta Yasir


" Okay aku tunggu di ruangan Kimberley ya " sanggup Aqib .


" Iya kak .. Kakak masuk dulu ya aku butuh waktu sendiri sebentar." pinta Yasir .


"Baiklah.. jangan lama-lama.. Oh ya jangan lupa cuci muka biar Kimberley gak tahu kamu habis nangis malu ah cowok ketahuan nangis " gurau Aqib sambil mengacak acak rambut Yasir


" Maksud kakak jangan sampai cewek kamu tahu kamu lagi sedih ntar dianya juga makin sedih ngeliat kamu nya sedih, okay paham maksud kakak" ujar Aqib sambil meninju bahu Yasir.


Yasir hanya mengangguk sambil mencoba tersenyum.


" Kakak masuk dulu ya .." pamit Aqib .


Yasir membalas dengan anggukan pelan.


Aqib melangkah dengan penuh keyakinan menuju Rumah Sakit, sebelum memasuki pintu Rumah Sakit Aqib melihat seorang gadis kecil berusaha menjual dagangannya tetapi tidak ada yang menghiraukannya.


"Hmm gadis yang kuat dan tegar kasihan seusianya sudah harus merasakan susahnya mencari uang seharusnya seusia gadis itu mereka masih bermain bersama teman-temannya berlari lari gembira menikmati masa kecil nya " batin Aqib.


Kemudian Aqib menghampiri gadis kecil penjual bunga tersebut .



"Hai Adek beri ke kakak bunganya " sambil menyodorkan sejumlah uang kepada gadis kecil tersebut


"Ohh ini kak beli berapa tangkai " tanya gadis penjual bunga


"Semua saja " sahut Aqib


Gadis kecil itu melongo tidak percaya, dari pagi ia berusaha menjual bunga tapi tidak satupun yang terjual tiba tiba datang satu pembeli dan memborong semua bunganya.


"Hmm kok bengong ? bunga nya dijual tidak?" goda Aqib


" Iya kak ini... terima kasih banyak ya kak sudah beli bunga saya " sahut gadis kecil tersebut.


"Sama-sama Adek, sudah ambil saja kembaliannya" melihat gadis itu mencari cari uang kembalian


" Benarkah kah kak tapi ini terlalu banyak " tolak gadis itu


" Tidak apa-apa buat kamu saja " sahut Aqib


"Terima kasih ya kak" sambil berlari gembira gadis itu meninggalkan Aqib dan serangkai bunga di tangan .


Aqib tersenyum bahagia melihat gadis yang tadi tampak murung sekarang sudah bisa tersenyum bahagia lagi .


Kemudian Aqib menuju ke kamar inap Kimberley.


" Assalamualaikum" salam Aqib


"Waalaikumsalam" jawab Rose dan ibu bebarengan


Rose dan ibu saling berpandangan heran dan bertanya tanya siapa yang ada dihadapan mereka ini.


" Maaf ini benar ruangannya Kimberley" tanya Aqib sopan


Rose mencoba mengingat siapa laki-laki yang ada di hadapannya ini "Sepertinya pernah melihatnya tapi dimana ya?" pikir Rose.


Melihat Rose dan ibu masih bingung melihat kehadirannya Aqib berinisiatif untuk memperkenalkan diri.


" Perkenalkan saya Aqib Mir kakak Yasir Mir " jelas Aqib


"Kakak Yasir?? ohh pantas kok seperti pernah lihat sebelumnya iya mirip banget dengan bocah tengil itu tapi ini versi sopannya"


"Ini buat Kimberley, boleh saya menjenguk Kimberley, sebentar lagi adik saya juga ke sini dia masih ada urusan sedikit katanya" jelas Aqib sambil menyerahkan serangkai bunga pada Rose.


" Woww indah sekali bunganya , terima kasih ya Kimberley pasti senang, sebentar ya" sahut Rose sambil menerima serangkai bunga indah dari Aqib.



Rose memberitahu Kimberley kalau ada yang datang untuk menemuinya dan waktu Rose mengatakan bahwa yang menemuinya adalah kakaknya Yasir, Kimberley langsung terbangun.


"Hei be careful .." teriak Aqib sambil menahan tiang infus yang hampir menimpa Kimberley karena terseret tangan Kimberley yang tiba tiba bangun tergesa gesa .


"Terima kasih kak" sahut Kimberley merasa bersalah .


" No problem dear be careful okay" pesan Aqib sambil tersenyum.


"Oh Tuhan .. senyum itu ..." Kimberley langsung terdiam tak terasa air mata Kimberley berkumpul di sudut mata indah Kimberley.


Senyum Aqib tadi mengingat kan Kimberley dengan senyum Yasir, begitu mirip bahkan sekilas sama persis.


Melihat mata Kimberley yang berkaca-kaca, Aqib teringat adiknya dua kali sudah hari ini menangis di pelukannya dan sekarang di mata Kimberley pun tersirat ada kesedihan terselubung.


" Hmm ada apa ini? apa yang terjadi? " tanya Aqib dalam hati sambil menatap Kimberley serius.


Rose yang melihat ada kesedihan di wajah Kimberley berusaha mencairkan suasana.


" Heii Kim ini ada bunga cantik dari kak Aqib buat kamu" celetuk Rose.


Melihat serangkai bunga indah berwarna merah di tangan Rose membuat Kimberley melupakan kesedihan yang ia rasakan sejenak.


"Wow indah sekali kak ... terima kasih yaa" seru Kimberley


" Syukur lah kalau kamu suka " sahut Aqib tersenyum senang bunga pemberiannya ternyata mampu membuat Kimberley tersenyum manis .


" Hmm pantas adik aku tergila gila pada gadis ini lembut dan manis " batin Aqib sambil tersenyum tipis bahagia.


" Terima kasih ya Kak Aqib bunganya cantik ," sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan .


"Kimberley..., kita kan belum pernah berkenalan sebelumnya" sambil tersenyum Kimberley memperkenalkan namanya.


Aqib pun menyambut uluran tangan Kimberley sambil mencium tangan Kimberley.


" Aqib Mir.....,sama-sama putri cantik melihat kamu suka, kakak jadi bahagia," ujar Aqib .


"prok ... prok...prok " bunyi tepuk tangan mengejek.


Tiba-tiba Kiki datang dengan wajah sinis penuh kedengkian.


" Tini keluar! tolong jangan buat keributan lagi di sini " bentak ibu tidak ingin kehadiran Kiki membuat Kimberley bersedih lagi.


Semua menoleh ke arah Kiki termasuk Aqib, sambil berpikir "siapa cewek ini ? kenapa semua orang memandang nya tidak suka "


Tanpa menghiraukan omongan ibu, Tini mulai berulah kembali.


" Wow hebat sekali, lepas dari laki laki satu langsung jatuh ke pelukan laki laki lainnya lagi, hmm kemarin Jevaro sekarang beda lagi benar-benar hebatt !'" sindir Kiki


Kiki mengamati Aqib dari atas hingga ke bawah dengan tatapan tidak suka dan nyinyir.


"Kenapa?? tidak terima Yasir bersamaku, sekarang mencari yang serupa dengan Yasir? dapat dimana kamu model seperti ini? dasar cewek gatal!" cibir Kiki


Kimberley berusaha menahan air matanya " Kenapa tidak cukup Kiki mengambil Yasir, kenapa Kiki tidak berhenti menghina dan menyakiti hatiku apa salah ku" jerit batin Kimberley


"Kiki stop!" bentak Yasir tiba tiba.


Yasir yang kebetulan sudah sampai di ruangan Kimberley


Tidak terima Kimberley disakiti terus menerus Yasir akhirnya angkat bicara.


" Cukup Ki kenapa sih kamu selalu menyerang Kimberley tidak ada kah empatimu sedikit untuk kakakmu? kamu menginginkan aku kan? fine! kamu menang Ki, ini aku ambil! lakukan sesuka hatimu asal tolong please aku mohon padamu Jauhi Kimberley jangan pernah kamu mengganggu nya lagi apalagi kau sakiti hatinya lagi '' jelas Yasir sambil berusaha menahan air mata dan kepedihan di hatinya.


"Kenapa Kiki terus menyerang Kimberley, padahal aku sudah menuruti apapun yang dia mau, meskipun aku tidak merasa berbuat seperti yang dituduhkan tapi karena tidak ada bukti apapun, aku rela melepas mimpi dan kebahagiaan ku bersama dengan Kimberley.tapi kenapa Kiki masih terus saja menyakiti Kimberley,.... maaf kan aku Kim gara-gara kehadiranku dalam hidupmu kamu tersakiti " jerit pilu hati Yasir.


" Kimberley Ryan maafkan aku... aku gagal membahagiakanmu justru airmata dan kepedihan yang aku berikan padamu... maaf " Yasir berlutut lemas di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu


Kimberley yang dari tadi sudah berusaha menahan air mata nya akhirnya tumpah juga meluncur keluar dari mata cantiknya.


Sedangkan Aqib masih berusaha memahami apa yang sedang terjadi kenapa adiknya sampai berlutut dan menangis seperti itu.


"Apa yang telah diperbuat adikku ini hingga dia berlutut meminta maaf pada Kimberley?" pikir Aqib mencoba menerka-nerka.


"Kamu jangan naif ... kamu pikir Kimberley ini cewek baik? tuh lihat belum lepas dari kamu dia juga dekat dengan Jevaro, kamu tahu itu kan? dan sekarang lihat dia mencari yang mirip dgn mu untuk menggantikan dirimu." balas Kiki berusaha menjatuhkan Kimberley.


" OMG .... Kikiii ...kamu memang penuh iri dengki! otak kamu dipakai Ki, jangan hanya hati kotor kamu saja yang kamu pelihara ... tahu dia itu siapa ???


dia itu kakak aku ! " jelas Yasir penuh emosi .


"Kakak kamu ... yang kamu jemput di bandara tadi !? " tanya Kiki .


" Ya ... masih terus mau menyakiti dan memfitnah Kimberley?" tanya Yasir pedas


"Kak...saya Kiki calon istri adik kakak .. Yasir " dengan tanpa rasa bersalahnya Kiki memperkenalkan dirinya.


" Calon istri Yasir....??? " Aqib terkejut dan bingung dibuatnya.


Yasir menatap tajam ke arah adiknya untuk meminta penjelasan.


.........~~~~............


Hai haii salam sehat selalu yaa ..


tetap setia tungguin kelanjutan Find the Perfect Love ya


jangan lupa like komen ditunggu


oh iya nih aku mau kenalin karya sahabat literasi aku Aveeii dengan karyanya Cinta Jangan Datang Terlambat.., sambil nunggu novel ini update kalian semua bisa mampir kesini