
Jevaro meraih ponselnya untuk menelepon Rose, dan memberitahu kalau dirinya sudah menemukan Kimberley di taman komplek.
"Baiklah kalau begitu syukurlah kalau Kimberley baik-baik saja,aku pamit cari makan dulu buat sarapan ya" ucap Rose menahan segala perasaan pedih yang ia rasakan.
"Baiklah Rose, hati-hati ya" ucap Jevaro.
Sesampainya Kimberley di rumah, ibu dan ayah berebutan memeluk dan mengusap perutnya, "Yang sehat ya nak, maafkan mama kamu, sedikit ceroboh hari ini. Untung papa kamu mengingatkannya." celetuk ibu.
Kimberley yang mendengarnya merasa memerah pipi nya dan malu terhadap Jevaro, bagaimana mungkin ibu bisa ngomong seperti itu padahal semua tahu, bayi dalam kandungannya adalah anak Yasir.
Jevaro terlihat salah tingkah mendengar sebutan "Papa" untuk dirinya. Jantungnya pun ikut berdegup kencang, terselip rasa bahagia yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.
"Ehmm Kim, jangan lupa pesan aku tadi ya? aku mau pulang dulu terus ke kantor, ntar aku telepon kamu." pamit Jevaro sebelum semua orang tahu kalau jantungnya saat ini berdetak sangat cepat.
Kimberley mengangguk dan mengantarkan Jevaro sampai ke depan rumah.
"Jaga diri baik-baik, ingat kamu sedang hamil muda, okay...! oh ya, jangan bohong tentang hasilnya, kalau memang ada flek bilang ya jadi kita langsung ke dokter, janji Kim?!" pesan Jevaro.
"Iya Aro ...makasih ya buat semuanya," sahut Kimberley.
Jevaro hanya tersenyum manis, lalu masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangannya.
...................................................
Ayah dan ibu tersenyum bahagia melihatnya.
"Semoga mereka memang berjodoh ya" ucap ayah yang disambut anggukan oleh ibu.
"Haii Kim, kemana aja kamu! Jevaro bingung tuh mencari kamu tadi" senggol Rose.
"Sepertinya ia sangat mencintai mu dan anakmu, sudah tunggu apalagi, menikahlah dengannya aku yakin dia orang yang tepat untukmu dan pasti Jevaro akan membuat kamu dan anak kamu bahagia." nasehat Rose walaupun ada rasa pedih di dadanya.
Kimberley hanya diam membisu .
"Yuk kita makan dulu aku dah lapar nih, aku tadi beli pecel untuk kita semua" timpal Rose sambil menunjukkan tas kresek yang berisi nasi pecel.
Kemudian Rose merangkul Kimberley dan bersama sama menuju ruang makan.
Mereka saling tertawa dan bercerita tentang makanan favorit mereka.
"Sayang ya, nak Jevaro sudah pulang terlebih dahulu.Kalau ada dia suasana pasti makin ramai" kata ayah.
Mendengar nama Jevaro disebut, Kimberley langsung teringat pesan Jevaro.
Tiba-tiba ponsel Kimberley berbunyi dan di layar tertera nama Jevaro.
Kimberley tampak panik karena lupa menjalankan pesan Jevaro, dan sekarang ia menelepon nya untuk menanyakan hasilnya.
Kimberley reflek melempar ponselnya ke Rose.
"Rose bilang Aro, kalau aku masih di kamar mandi, ntar aku hubungi dia kembali" pesan Kimberley lalu berlari menuju kamar mandi.
"Heiii Kim jangan lari! aduh....., ingat sayang kamu lagi hamil! kalem Kim kalem" seru ibu cemas dengan perilaku Kimberley.
"Sepertinya anak Kimberley laki-laki deh, lihat tingkah pola Kimberley" sahut Rose yang disambut gelak tawa ibu dan ayah.
"Tuh ditunggu katanya, sampai segitunya cinta Jevaro ke kamu, jangan kamu sia siakan, mahkluk cowok yang berhati emas, seperti Jevaro itu sudah langka." pesan Rose sambil menyerahkan kembali ponsel Kimberley.
Kimberley sangat mengerti apa yang diucapkan Rose dan ucapan Rose sama persis dengan ucapan ibu adik bayi yang tadi ia jumpai di taman.
Kemudian Kimberley minta ijin untuk menghubungi Jevaro.
Setelah Kimberley menghubungi Jevaro, dan mengatakan padanya kalau ia baik-baik saja tidak ada flek, terdengar gumam an lega dari mulut Jevaro. Dan Jevaro pun berangkat ke kantor dengan perasaan lega dan tenang tidak was was seperti tadi. "Okay Kim selesai urusan kantor aku ke rumah kamu, ingat jaga kesehatan kamu dan kandunganmu jangan lupa vitamin dari dokter diminum ,aku gak mau dengar lagi kamu lupa dan masih harus dipaksa paksa oleh Rose dan ibu untuk minum vitamin nya, janji Kim?" ucap Jevaro di telepon
"Iya Aro"
"Good, sampai ketemu nanti ya" lalu hubungan telepon terputus.
Kimberley terdiam dan merenungi ucapan Rose dan ibu muda yang ia temui di taman tadi.
Kimberley mencoba mengenang saat pertama kali ia bertemu dengan Jevaro. Dan herannya setiap kali Kimberley mengingat ingat saat bersama Jevaro, tak ada satu kali pun ia temukan Jevaro telah membuatnya sedih atau kecewa, justru dia selalu ada disaat dirinya terjatuh, terpuruk dan sedih, Bahkan yang terakhir saat kepergian Yasir hingga ia dinyatakan mengandung anak Yasir pun, Jevaro selalu ada disampingnya, selalu memberinya semangat dan dukungan. Sudah terlalu sering dirinya menjadi beban pikiran Jevaro, tapi ia hanya sibuk meratapi kepergian Yasir. tanpa pernah memperdulikan sedikitpun perasaan Jevaro."Hmm betapa jahatnya diriku, kenapa tidak pernah menghargai perasaannya. Maafkan aku Aro " gumam Kimberley.
Pesta lamaran yang begitu indah dan mewah yang ia rencanakan untuk dirinya, dan cincin berlian putih yang diberikan Jevaro untuknya, yang sempat menjadi pemicu pertengkaran dirinya dan Yasir saat itu. Sampai saat ini masih tersimpan rapi di laci kamarnya. Ia pun belum memberikan keputusan terhadap lamaran Jevaro padanya.
Tiba-tiba pundak nya terasa disentuh."Kim ...apa yang kamu pikirkan?" tanya Rose yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.bersama ibu.
"Yasir lagi?? percayalah Kim Yasir ingin kamu bahagia, justru bila ia melihat kamu terus menerus meratapi kepergiannya ia akan sedih disana.Kamu ingin Yasir tenang kan di alam sana? doakan dan relakan kepergiannya." nasehat Rose.
"Iya nak, Rose benar ..., saat ini lebih baik kamu mulai memikirkan dirimu dan bayi dalam kandunganmu. Menurut ibu Jevaro pria yang baik dan ia sangat mencintai mu, kenapa ibu bilang ia sangat mencintaimu karena ibu tahu dan lihat sendiri Jevaro satu satu nya pria yang tulus, sangat peduli dan selalu ada disampingmu disaat kamu terpuruk dan berduka.Dan yang terpenting ia juga menyanyangi anak dalam kandunganmu" ibu mencoba menyadarkan akan cinta tulus Jevaro pada Kimberley.
"Kim menurut kami, sudah saatnya kamu menjawab lamaran Jevaro, waktu akan berganti dengan cepat, tanpa kita sadari. Demikian dengan Kandunganmu makin lama akan semakin besar. Tidak inginkan kamu memberikan anakmu seorang ayah yang baik, tulus dan menyanyangi kalian? Kim percayalah Jevaro adalah sosok yang layak sangat layak untuk menjadi suami dan ayah anak kamu. Aku yakin Jevaro akan menyanyangi nya seperti anaknya sendiri. Aku lihat sendiri Kim betapa panik dan khawatirnya Jevaro tadi saat ia tahu kamu lari pagi . Dia benar-benar berlaku bagai seorang suami dan ayah yang sangat mencintai kalian. Sosok seperti Jevaro, saat ini langka Kim, aku mohon kamu pikirkan dan renungi apa yang aku dan ibu katakan ini. Demi kebahagiaan dan masa depan kalian percayalah Jevaro orang yang tepat untuk melanjutkan perjuangan cinta Yasir pada dirimu." Rose memeluk erat sahabatnya itu.
"Kami semua ingin kamu bahagia Kimberley Ryan. Jangan ada airmata lagi, ingat kamu sekarang punya tanggung jawab, yang kebahagiaan dan masa depannya ada di tanganmu. Kamu tidak ingin kan anakmu terlahir nanti tidak punya ayah, pikirkan perasaannya bila kelak ia kesekolah dan diolok-olok teman temannya karena ia tidak mempunyai ayah, tega kah dirimu? Bangkit Kim! aku tahu sebenarnya kamu pun menyanyangi Jevaro jangan pernah kau pungkiri kebaikan Jevaro dalam hidupmu. Ingatkah kamu saat Jevaro berangkat ke Singapura? kamu menangisi kepergiannya kan? itu tanda bahwa sebenarnya di dalam hatimu yang terdalam, kamu juga menyanyanginya, menyanyangi Jevaro. Hanya saja kamu masih punya Yasir saat itu. Jadi perasaan dan hati kamu masih tertutup.Tapi sekarang, sudah saatnya kamu membuka hati dan melihat semua kebaikan, ketulusan dan keikhlasan Jevaro dalam mencintai dirimu." ucap Rose lirih.
Kemudian Rose melepaskan pelukannya.
"Okay Kimberley Ryan, pikirkan semua yang aku bilang tadi. Aku pulang dulu ya mau mandi dan beres-beres apartemen, terus lanjut ke kantor" Rose tersenyum memberi kekuatan pada Kimberley.
Kimberley mengangguk "Aku hari ini ikut ke kantor, Rose kamu ntar jemput aku ya... dah lama aku gak ke kantor, gak enak sama karyawan, masak pimpinan kok sering gak masuk"
"Haha kalau pimpinan sering gak masuk, anak buah makin senang percaya lah , beda kalau pegawai yang sering gak masuk, pimpinan pasti gak suka dan jatuhlah PHK" jawab Rose yang disambut gelak tawa Rose dan Kimberley.
Ibu senang melihat Kimberley akhirnya tertawa lepas kembali.
....................................................
Ikuti terus ya kisah Kimberley dalam menemukan cinta sempurna bagi dirinya....
Ditunggu ❤️, 👍 dan ,🌹 ataupun ☕ nya yaa....
Terimakasih 🙏💋
Sambil menunggu up kalian juga bisa mampir ke karya kedua aku yang berjudul Cinta Online yang tidak kalah serunya ..cekidot 🥰
Jangan lupa sematkan love, komen dan hadiah hadiah juga ya....
❤️ Happy Reading ❤️