
"Terima kasih Rose, kamu muncul disaat yang tepat" ucap Jevaro.
"Maksud bapak?" tanya Rose bingung.
Sambil menyerahkan beberapa buah tangan untuk Jevaro.
"Ini pak aku bawakan buah-buahan biar bapak cepat pulih" ujar Rose.
"Oh ya ini ada titipan coklat dari Kimberley buat bapak, katanya bapak sangat suka coklat ini, biar bapak semangat pulihnya jadi bisa cepat pulang." Rose menyerahkan sebatang coklat favorit Jevaro.
Jevaro menerima coklat pemberian Kimberley dengan senang hati, ia tidak menyangka Kimberley masih ingat hal apa saja yang membuat mood nya baik.
"Sampaikan pada Kimberley ya terima kasih banyak" kata Jevaro.
"Siapp pak pasti akan saya sampaikan pada Kimberley."
"Oh ya bapak sudah dapat kepastian dari dokter kapan bapak sudah bisa pulang ?" tanya Kimberley
"Kalau gak besok ya besok lusa " jawab Jevaro.
"Kimberley sebenarnya ingin sekali menjenguk bapak," ucap Rose
Jevaro terdiam dan menatap ingin tahu.
"Tetapi dia masih belum bisa jalan jauh dan masih harus berpegangan" jelas Rose.
"Oh"
Rose menatap serius ke Jevaro .
"Aku kira dilarang Yasir" lanjut Jevaro memancing
"Iya sih" jawab Rose singkat.
"Tuh kan pasti dilarang Yasir, dari awal dia memang tidak pernah menyukaiku" sengit Jevaro.
"Ya pastilah kalau Yasir tidak menyukai bapak, karena bapak itu ancaman berbahaya bagi dia" sahut Rose.
"Bahaya bagaimana?" tanya Jevaro.
"Ya bahaya lah, bapak kan ancaman terbesarnya Yasir, dia pasti juga bisa merasakan kalau bapak suka Kimberley" jelas Rose.
"Berbahaya itu kalau aku dan Kimberley saling suka, kalau hanya sepihak, bahaya dimananya ?" lirih Jevaro.
Rose menatap Jevaro intens.
"Bapak sangat menyukai Kimberley ya" selidik Rose.
Jevaro hanya menatap kosong jendela.
"Aku tahu aku salah, seharusnya aku tidak boleh mencintainya karena dia milik Yasir" ucap Jevaro lirih.
"Tidak ada yang salah dengan perasaan pak" sahut Rose.
"Karena cinta datang bukan kita yang mau, dia bisa datang tiba-tiba, terkadang kita tidak bisa memilih kepada siapa kita mencintai, yaaa datang begitu saja.Mungkin itulah yang membuat cinta terasa menyakitkan dan tidak adil bila ternyata hati kita memilih orang yang ternyata milik orang lain atau mencintai orang lain." ungkap Rose.
"Kamu pernah merasakan cinta tak adil itu?" tanya Jevaro lirih.
Rose memandang lekat ke arah Jevaro.kemudian memalingkan wajahnya.
Jevaro menatap Rose serius menunggu jawaban.
"Iya orang yang aku sayangi dan kagumi ternyata mencintai orang lain," Rose menghembuskan nafas lirih "Tapi aku bahagia buat mereka andai benar mereka saling mencintai." sahut Rose singkat.
Jevaro terdiam sesaat
Rose rasanya ingin berteriak"Aku juga merasakan hal yang sama, aku mencintaimu Jevaro tapi hatimu sudah teruntuk Kimberley, walaupun kamu tahu cinta Kimberley adalah Yasir, tapi aku juga tahu, kamu juga punya tempat di hati Kimberley walau tidak sebesar Yasir, aku tahu Kimberley juga menyanyangimu" jerit hati Rose.
"Oke Pak saya pamit dulu ya, cepat pulih ya pak. biar bisa jalan-jalan lagi bersama Kimberley" goda Rose pada Jevaro.
"Rose"
"Iya pak" jawab Rose.
"Ini masih rahasia ya, setelah aku keluar dari sini, aku berencana untuk mengungkapkan perasaanku dan melamar Kimberley." ucap Jevaro sambil tersenyum manis
Rose hanya terdiam, tiba-tiba ada perasaan sakit di dadanya dan terasa otot-otot tubuhnya melemas.
"Melamar Kimberley??bapak serius? bukannya Yasir juga sudah melamar Kimberley dan sudah diterima?" tanya Rose serius.
"Iya aku tahu, tapi tujuan utama aku adalah mengungkapkan perasaanku pada Kimberley, soal diterima tidaknya lamaranku itu bonus.Aku cuman ingin Kimberley tahu bahwa ada hati yang mencintainya dan menunggunya di sini." jelas Jevaro.
Rose merasakan tiba-tiba matanya berembun, ia tidak mengira cinta Jevaro pada sahabatnya itu begitu besarnya, "Andai saja itu untukku" gumam Rose sedih.
"Rose janji ya jangan dibocorin dulu." Jevaro memberikan jari kelingkingnya untuk menandakan perjanjian diantara mereka.
Rose menyodorkan jari kelingkingnya dengan gemetar.
"Oke pak saya pamit ya, kasihan Kimberley sendirian di rumah"
"Yasir?" tanya Jevaro
"Biasa.. ada syuting pak," jawab Rose sambil bersiap meninggalkan ruangan
"Bye" Rose melambaikan tangannya.
"Bye hati-hati Rose" sahut Jevaro.
Rose berlari menuju mobilnya ia kuatir ada yang melihatnya embun di matanya sudah mulai terjun satu tetes dua tetes.
"Itu kan Rose pah" tunjuk ibu Jevaro
"Kenapa pah? apa yang membuat nya menangis, anak kita kah penyebabnya.?" tanya ibu beruntun.
"Ayo kita ke ruangan Jevaro" ajak Ayah.
Setengah berlari Ayah dan ibu menemui Jevaro.
"J" teriak ibu.
Jevaro menoleh ke arah ibu dan heran melihat mereka berlarian hingga ngos-ngosan.
"Ada apa mah kok lari-lari?" tanya Jevaro bingung.
"Je..., ada apa dengan Rose?" tanya ayah.
"Rose??" Jevaro bingung
"Iya ibu tadi melihat Rose keluar dari sini berlari sambil menangis" jelas ibu.
"Hmm, Rose menangis??" Jevaro berusaha mengingat apa yang terakhir ia ucapkan.
Jevaro samasekali tidak menemukan sedikitpun hal yang aneh dan yang ia katakan pada Rose semua tentang Kimberley.
"Benarkah Rose menangis, atau mungkin mamah papah salah lihat?" pikir Jevaro.
Kemudian Jevaro meraih ponselnya dan menelepon Rose.
"Yahh pak ada yang bisa saya bantu" suara Rose menjawab panggilan telepon Jevaro.
"Rose dimana kamu?" tanya Jevaro.
"Otewe kantor sebentar, trus ke rumah Kimberley, kenapa pak?Bapak mau titip pesan buat Kimberley?" tanya Rose.
"Hmm kamu baik-baik saja kan Rose?" tanya Jevaro.
"Baik pak" seru Rose.
"Oke kalau begitu titidj Rose" pesan Jevaro.
"Siapp pak" sahut Rose kemudian putus sudah hubungan telepon mereka.
Jevaro menaruh ponselnya kembali di meja samping .
"Tuh mah...pah..Rose baik-baik saja kok" jelas Jevaro lega
"Hmm yahhh mungkin kita yang salah lihat" sahut ayah sedikit tidak yakin .
"Baiklah nak, Papah sama mamah pergi dulu nanti sore kami datang lagi, sekalian bertanya ke dokternya kapan kamu bisa keluar" jelas ayah
Kedua orangtua Jevaro mencium kening Jevaro bergantian.
"Istirahat lah dulu jangan terlalu banyak mikir perusahaan dulu biarkan anak buahmu yang sementara menangani." pesan ayah.
Jevaro hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Love you all" seru Jevaro.
Setelah kedua orang tua nya pergi Jevaro kembali melamun tentang Kimberley.
Jevaro sangat berharap sekali apa yang ia impikan terwujud yaitu bersanding berdua di pelaminan bersama Kimberley.
Akhirnya Terlelap sudah Jevaro ke alam mimpi, bersama semua angannya tentang rasa cintanya pada Kimberley.
.......................~.................
Di mobil menuju kantor, Rose dibuat bingung, "Bagaimana Jevaro tahu aku sedang tidak baik-baik saja" batin Rose.
Rose merasa apa yang dirasakan saat ini hanyalah angannya saja. Semakin jelas sudah siapa pemilik hati Jevaro.
Tak ada kemungkinan sedikitpun untuk dirinya bersanding dengan Jevaro, lelaki pertama dalam hidupnya yang sanggup membuat dadanya selalu bergetar saat berjalan berdampingan dengannya.
Senyum manis Jevaro berserta lesung pipitnya senantiasa membuat dirinya terpesona, dan bahkan mampu membuat jantungnya berhenti sesaat.
Dari awal mengenal sosok Jevaro Reynaldi, Rose langsung terpesona pengusaha muda ganteng, pinter dan baik hati wow perpaduan keseluruhan keindahan di dunia ini ada di diri seorang Jevaro Reynaldi.
Betapa dirinya sangat mengagumi sosok Jevaro hingga setiap gerak gerik Jevaro dan segala informasi tentang nya baik yang berurusan dengan pekerjaannya ataupun pribadinya tidak pernah luput dari pantauan Rose.
Sampai suatu saat ia mulai curiga ada hati yang tak tersampaikan antara Jevaro dan Kimberley.
Disaat hubungan Kimberley dan Yasir terhempas badai, ia rela bila sahabatnya itu bersanding dengan Jevaro.
Tetapi saat ini saat hubungan Kimberley dan Yasir bahagia bahkan mereka berdua sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat ini, hatinya tidak rela bila Jevaro pun ingin melamar Kimberley.
Ada perasaan iri terbesit di hati, dua lelaki hebat dalam kehidupan Kimberley sangat mencintainya.
"Hmm betapa beruntungnya dirimu Kim dicintai dua lelaki sekaligus." gumam Rose.
Rose membawa mobilnya melaju dengan cepat seirama dengan kegundahan perasaannya.
................Bersambung…...............
Terima kasih semua buat kerelaannya meluangkan waktunya untuk membaca dan mengikuti kisah Kimberley mencari cinta sempurnanya.
Jangan lupa bagi vote nya yaa🥰
Tinggalkan jejak like komen serta berbagai macam hadiah apapun, author terima dengan senang hati.🙏😀
kelincahan jari kalian dalam memberikan dukungan sangat berarti buat kelanjutan kisah Kimberley mencari cinta sempurnanya
love you all