Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Keputusan Ayah



Hening.... untuk beberapa saat ruangan kamar inap Kimberley menjadi sunyi.


Semua tenggelam dengan pemikiran mereka masing-masing baik Yasir, Kimberley, Jevaro, Rose bahkan kak Aqib.


"Rose ceritakan tentang malam kejadian itu apa yang kamu ketahui?" tanya Aqib sekali lagi


"Awalnya saya melihat samar-samar seperti sosok Y,asir sedang berpelukan dengan seorang wanita dan memasuki hotel Tulip" jelas Rose.


Tiba-tiba Kimberley dan Aqib kompak bertanya,"Kapan itu?"


"Kok kamu gak pernah cerita ke aku tentang ini?" tanya Kimberley heran.


"Aku sendiri belum yakin Kim kalau itu bener Yasir atau bukan," jelas Rose


"Kapan itu Rose?" tanya Aqib


"Hmm malam Jumat setelah kami pulang nonton bersama Jevaro" sahut Rose


Yasir langsung memandang serius ke arah Rose dan Jevaro lalu Kimberley.


Kemudian tiba-tiba Yasir berdiri hendak menyerang Jevaro.


"Stop! cukup Yasir hentikan!" hardik Aqib berusaha menahan adiknya menyerang Jevaro.


" Sudah berulang kali aku bilang jangan dekati Kimberley ku lagi! kenapa kamu masih terus mendekatinya?! nonton bareng?"


Aqib masih memeluk Yasir menghalangi Yasir yang masih berusaha untuk menyerang Jevaro.


"Yasir please ..., malam itu aku dan Rose bertemu tidak sengaja dengan Jevaro kemudian Rose yang mengajak Jevaro nonton bareng." jelas kimberley.


"Gak percaya! dia tuh pasti sudah nguntit kalian sejak awal." seru Yasir


"Yasir listen to me...., fokus kita sekarang bukan tentang Jevaro ingat itu! kita sekarang sedang mencari kebenaran tentang kejadian malam itu " ujar Aqib mengingatkan .


"Kamu ingin menikah dengan Kiki?" tanya Aqib serius


"Kakkk.... kakak tahu kan kalau aku hanya mencintai Kimberley." sahut Yasir


"Ini semua tidak ada hubungan nya dengan cinta walaupun kamu cinta mati Kimberley tapi Kiki bilang kamu harus menikahinya karena kamu di tuduh olehnya sebagai pemerkosa dirinya so you must married her not Kimberley, you want it?" seru Aqib menyadarkan Yasir.


Yasir menggeleng kan kepalanya berulang kali.


"No aku gak mau aku ga cinta dia!" jawab Yasir.


"Kalau begitu dengarkan Rose jangan bikin keributan lagi" ucap Aqib menenangkan Yasir.


"Okay ..lepaskan" pinta Yasir.


Kemudian Yasir berjalan menghampiri Kimberley, dan saat melewati Jevaro "Jangan coba-coba dekati Kimberley lagi" ucap lirih Yasir pada Jevaro


"Kamu nonton dengannya?kok kamu ga pernah bilang?" tanya Yasir lirih pada Kimberley sambil menunjuk ke arah Jevaro.


"Yasir Mir!" seru Aqib.


Yasir kemudian terdiam dia sadar bila kakaknya sedang serius, dan tidak suka di acuhkan.


"Rose lanjutkan!" perintah Aqib.


"Sejak itu aku berusaha untuk mencari kebenarannya, sampai suatu ketika aku mendengar Kiki mengancam Yasir untuk pertama kalinya"


" Akhirnya aku pancing Kiki untuk menceritakan kejadian sesungguhnya aku berpura pura berada di pihak dia , dan bercerita lah Kiki kalau semua ini hanya rekayasa dia, dan memang ia memberi obat pada minuman Yasir agar Yasir mabuk berat malam itu." jelas Kiki.


"Tuh kan benar...Kim kamu dengar kan aku di jebak, aku tidak melakukan apa apa " Yasir berusaha meyakinkan Kimberley


"Tapi kita tidak punya bukti" sanggah Rose.


"Itu juga lah yang membuat aku selama ini diam, aku juga tidak ingin Yasir terpaksa menikah dengan orang yang salah, Kim maafkan aku kalau selama ini diam, aku juga tersiksa melihat kalian yang saling mencinta terpaksa berpisah dengan cara tidak adil seperti ini" jelas Rose


Semua hening terdiam, Kimberley mulai meneteskan air mata kembali.


Melihat Kimberley menangis Yasir memeluknya dan mengusap kepala Kimberley sambil mencium kening Kimberley.


"Iya kita tidak punya bukti" sahut Aqib sambil melipat tangannya kemudian tangan satunya memegang kepalanya berpikir keras.


"Yasir kamu ingat no berapa kamar hotel kamu?" tanya Aqib


"Hmm, gak aku gak sempet liat" jawab Yasir.


"Okay besok coba aku lobby manager Hotel nya." sahut Aqib.


"Wah kak Aqib" tiba-tiba suara Kiki bergema di seluruh ruangan membuat seisi ruangan terkejut.


"Stop don't touch me!" sergah Aqib ketika Kiki dengan entengnya ingin memeluknya.


Kemudian Kiki beralih menuju Yasir.


"Calon suamiku aku kangen" seru Kiki pada Yasir.


Sebelum Kiki sempat memeluk Yasir, Yasir sudah siap mencengkeram tangannya.


"Ikut aku" perintah Yasir sambil menarik Kiki keluar dari ruangan Kimberley,.


Yasir tidak mau Kiki bikin onar lagi terhadap Kimberley.


Telepon genggam Jevaro tiba-tiba berbunyi. Mamanya memintanya untuk mengantarnya ke suatu tempat.


"Kim aku pamit dulu ya, mau antar mama ke rumah teman mama." pamit Jevaro


"Rose, kak Aqib aku pamit dulu ya" pamit Jevaro.


"Take care J" ucap Aqib.


"Saya antar ke depan pak" sahut Rose.


"Terima kasih Rose" jawab Jevaro


Tinggal Kimberley dan Aqib yang ada di ruangan itu . Aqib ingin sekali membuat Kimberley tersenyum kembali terlalu banyak air mata seharian ini.


Aqib berjalan menghampiri Kimberley yang sedang berpikir.


"Kim kamu istirahat lah, dan jangan mikir macam-macam ok, biar kakak yang urus semua."ucap Aqib sambil tersenyum pada Kimberley.


"OMG senyum itu...kenapa senyum itu mirip sekali' batin Kimberley sambil menahan air mata.


"Iya kak terimakasih" jawab Kimberley lalu membaringkan badannya.


"Kakak temani disini boleh sampai Rose kembali?" tanya Aqib sopan.


"Iya kak Kimberley senang kakak di sini" jawab Kimberley sambil mencoba tersenyum.


"Tidurlah" ujar Aqib sambil mengusap rambut Kimberley.


...............~~~~...........


Di luar ruangan tampak Yasir dan Kiki bertengkar.


"Ki kamu bisa gak bersikap normal layaknya gadis lainnya." tanya Yasir.


"Yasir...aku kangen kamu sejak kamu pergi tadi aku mencarimu kemana mana" ucap Yasir sambil berusaha memeluk Yasir.


"Kangen aku??yakin??" tanya Yasir sinis.


"Iyalah sayang..., aku kangen kamu, pelukan kamu ciuman kamu semua yang kamu lakukan padaku" bisik Kiki sambil mendekatkan tubuhnya ke Yasir meraba-raba tubuh Yasir sampai hampir ke bagian sensitif Yasir.


Yasir yang sempat mematung, sadar Kiki sudah terlalu jauh, dengan sigap nya mencegah tangan Kiki bergerak lebih lanjut.


Yasir bergerak menjauh dari Kiki.


"Sudah lah jangan bermimpi kamu"sahut Yasir


"Aku memang tidak lagi bermimpi, sebentar lagi kamu akan jadi pangeran aku dan aku putrinya." mimpi Kiki


"Sayang.., kamu mau pesta seperti apa nantinya outdoor atau indoor? aku pengen kita pesta di tepi pantai hmm so romantis" lanjut Kiki sambil membayangkan pernikahan di tepi pantai bersama Yasir Mir.


Yasir yang jijik mendengar nya meninggalkannya begitu saja Kiki dengan khayalannya.


.....…......~~~~............


Di rumah Ayah dan ibu pun berdiskusi tentang pernikahan Kiki dan Yasir.


Menurut ibu sebaiknya ayah memikirkan kembali niatnya untuk menikahkan Kiki dan Yasir.Ibupun sudah berkonsultasi dengan Ayah Kiki yang sekarang sedang berada di negeri tirai bambu


Ayah Kiki seorang pedagang di negeri tirai bambu sudah hampir tiga tahun ini ayah Kiki bekerja di sana.


Dua hari yang lalu ibu sudah membicarakan tetang apa yang terjadi saat ini, dan tingkah pola Kiki yang keterlaluan.


Ayah Kiki bilang lebih baik Kiki jangan buru-buru dinikahkan. kalaupun benar yang dikatakan Kiki tentang tuduhan Kiki terhadap Yasir lebih baik diselidiki terlebih dahulu.


Menurut Ayah tidaklah adil bila kita menghakimi seseorang hanya sepihak sedangkan pihak lain dalam kondisi tidak mengingat apapun, ada beberapa kejanggalan-kejanggalan dari cerita Kiki.


Untuk itulah ayah Kiki meminta pernikahan ditunda dahulu sampai ia kembali ke Indonesia. rencana sebulan lagi ayah Kiki pulang ke Indonesia.


Karena ayah berpikir semua kenakalan kenakalan Kiki hanya karena Kiki marah dengan kepergiannya, sehingga Kiki membalas dengan berlaku di luar batas seperti itu.


Mendengar cerita ibu akhirnya ayah Kimberley mengalah "Baiklah kalau ayah Kiki sendiri berpendapat seperti itu, Ayah pun sudah lelah dengan kelakuan Kiki yang semakin tak terkontrol sejak saya mengeluarkan keputusan Yasir harus menikahi nya." ucap Ayah Kimberley


"Kita tunda dulu saja semuanya dan tunggu kedatangan Ayah Kiki pulang,.biar ayah Kiki yang menyelesaikan masalah ini" ujar Ayah.


"Iya yah memang sebaiknya seperti itu" sahut ibu.


"Baiklah Bu istirahat lah ayah masih ada urusan dengan pekerjaan ayah" ucap Ayah.


"Iya yah. jangan terlalu malam besok pagi kita menjenguk Kimberley lagi menurut ibu mungkin besok Kimberley sudah boleh pulang" ucap Ibu sambil membenahi rumah yang sedikit berantakan sejak mereka meninggalkan rumah tadi pagi.


"Baik bu " sahut ayah.


Melihat ayah sedang sibuk dengan pekerjaannya Ibu berjalan ke dapur untuk membuatkan ayah secangkir kopi.



"Ini ayah diminum kopinya dulu jangan kelelahan ya yah, nanti kalau ayah sakit kasihan Kimberley" saran ibu


"Iya Bu makasih ya" sahut ayah sambil tersenyum.


Kemudian Ibu kembali dengan pekerjaannya membersihkan rumah dan kemudian beristirahat, berharap yang terbaik akan terjadi untuk semuanya baik Kimberley dan Kiki.


.…....~~~.............


Hai sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya teman aku Mohammad Yunus Ternyata aku istri kedua.