
Hari ini di ruang rapat PT Sukses Cemerlang terlihat sedikit kesibukan, Rose yang memimpin jalannya rapat kali ini meminta kepastian kesiapan pesta kejutan yang akan dilaksanakan besok.
Ya rapat kali ini walau diadakan di lingkungan kantor tapi sama sekali tidak membahas permasalahan kantor sedikit pun Rose sengaja meminta bantuan karyawan PT Sukses Cemerlang untuk ikut andil dalam kesuksesan pesta kejutan pimpinan mereka Ibu Kimberley Ryan.
Sejauh ini semua persiapan dari dekorasi, konsumsi dan jalannya kejutan nantinya, sudah berjalan hampir 90%.
Ibu pun diundang Rose untuk hadir rapat di kantor untuk membahas persiapan konsumsi.
Semua laporan yang masuk hari ini menyatakan semua persiapan berjalan dengan lancar.
"Oke cukup sekian rapat hari ini semoga besok semua berjalan sesuai rencana." Rose menutup pertemuan hari ini.
"Ibu tunggu sebentar ya kita pulang bersama Bu" ajak Rose.
Ibu mengangguk dan menunggu di ruangan Kimberley.
Ibu melihat lihat ruangan kerja Kimberley dan tersenyum bangga .
"Maafkan ibu nak, ibu menyesal tidak mendampingi mu saat engkau masih membutuhkan kasih sayang ibu" batin ibu saat melihat foto Kimberly di meja kerjanya.
"Ibu paham betapa menderitanya dirimu dahulu dipaksa dewasa dan mandiri di saat teman-teman seusiamu masih bermain." pikiran ibu melayang di saat Kimberley pergi karena kecewa terhadap dirinya dan ayahnya.
"Ibu..," panggil Rose
Ibu menyeka air matanya.
"Ibu menangis? semua sudah berlalu Bu, Kimberley juga sudah memaafkan ibu, yang lalu biarlah berlalu, yang penting ibu dan Kimberley saat ini sudah bersama dan saling menyayangi kembali." hibur Rose sambil memeluk ibu.
Rose memberi ibu tissue.
"Mari bu kita pulang" ajak Rose.
"Iya nak" Ibu meraih tasnya dan mengikuti Rose pulang.
Malam ini Rose menginap di rumah Kimberley untuk mempersiapkan semuanya.
Sejak tadi siang Kimberley berusaha menghubungi Rose tapi sengaja Rose tidak menerimanya.
Salah satu bagian dari pesta kejutan versi Rose adalah tidak menghiraukan dan pura pura lupa akan kepulangan Kimberley dan Yasir, dan itu sudah dimulai sejak siang tadi.
Rose melihat pemberitahuan di telepon genggamnya sudah sangat banyak dan itu berasal dari Kimberley dan Yasir.
Setelah sampai di rumah, ibu langsung memulai tugasnya menyiapkan segala sesuatu yang mungkin masih tertinggal atau kurang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
Sedangkan Rose memeriksa detail dekorasi yang saat ini sedang dikerjakan oleh tim dekorasi.
Semua dipusatkan di area dekat kolam renang.
"Hmm apa lagi yang kurang ya" pikir Rose berusaha mengingat ingat.
"Konsumsi, dekorasi, acara dan undangan semua beres, tunggu Jevaro ya Jevaro aku harus menghubunginya ia salah satu bagian dari kejutan ini tapi..., bagaimana reaksi Yasir nanti ?"
pikir Rose
"Ah biarlah nanti aku yang akan memberi pengertian pada Yasir " batin Rose.
Kemudian Rose menghubungi Jevaro, ia menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Jevaro bintang tamu di pesta kejutan spesial untuk Kimberley.
Dan tanpa menunggu lama Jevaro langsung menerima undangan spesial untuknya itu.
Jevaro berjanji kepada Rose untuk menjaga kerahasiaan pesta kejutan kali ini.
Besok dengan menggunakan penerbangan pertama Jevaro akan terbang ke Surabaya.
Selesai sudah semua persiapan untuk besok, kini waktunya Rose beristirahat setelah seharian pontang panting berburu kelengkapan dekorasi.
...........~~.............
Di dalam kereta menuju New Delhi Kimberley termenung.
"Ada apa ini kenapa Rose, dan ibu tidak bisa dihubungi." pikir Kimberley.
Yasir masih terus mencoba menghubungi Rose tapi tetap saja belum berhasil.
Yasir menghampiri Kimberley, "Kim jangan terlalu dipikir, mungkin ada masalah dengan telepon genggam Rose jadi tidak bisa menerima telepon kita" hibur Yasir.
"Trus Ibu?? Hmm...,rusak juga teleponnya kok bisa bebarengan? enggak... menurut aku ini ada sesuatu yang terjadi." ucap Kimberley Kuatir.
"Sudahlah sekarang kamu istirahat dulu berdoalah sayang semoga semua baik- baik saja." pesan Yasir.
"Bagaimana mungkin aku bisa istirahat sedangkan ibu dan Rose tidak bisa dihubung." kuatir Kimberley pada mereka.
"Hmm sayang bolehkah aku mencoba satu cara lagi" tanya Kimberley ragu.
"Apa itu? cara bagaimana lagi?" tanya Yasir.
"Aku hubungi Jevaro boleh, mungkin dia tahu keberadaan Rose" ijin Kimberley.
Kimberley ragu Yasir meluluskan permintaannya.
"Oke silakan" jawab Yasir pendek
"Serius?? boleh?"tanya Kimberley tak percaya dengan yang di dengarnya.
Yasir melingkarkan tangannya di pinggang Kimberley,"Asal kamu tidak kuatir lagi dan bisa istirahat kenapa tidak, perasaanmulah yang paling penting bagiku" ucap Yasir sambil memeluk dan mencium Kimberley.
"Terima kasih sayang " seru Kimberley yang kemudian menekan nomer telepon Jevaro.
Seperti yang Jevaro janjikan pada Rose, Jevaro pun pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi.
Jevaro berjanji akan berusaha mencari tahu lewat anak buahnya di Surabaya dan bila sudah dapat informasinya Jevaro akan segera menghubungi Kimberley.
Lega sudah perasaan Kimberley mendengar Jevaro akan mencari informasi untuknya, dan memberitahukan secepatnya setelah mendapatkan informasinya.
Kimberley membalikkan badan dan menatap lekat wajah kekasihnya itu, kedua tangannya menyentuh pipi Yasir.
Kimberley menyentuh bibir tipis Yasir dan menatap matanya penuh cinta.
Kemudian Kimberley pun menutup matanya dan membiarkan bibir lembut Yasir menyentuh, menguxxm , dan menghixxp bibirnya.
Kimberley merasa terbang melayang bila berdekatan, dan bercumbu dengannya, Yasir selalu sukses membuat Kimberley melupakan apapun bila mereka sedang berduaan
Bagi Kimberley kehadiran Yasir sangatlah berarti dalam hidupnya dan selalu teristimewa di hatinya dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun hingga mereka menua nantinya, selamanya akan selalu bersama sampai kapanpun.
Tiba tiba telepon genggam Yasir berbunyi.
Membuat kegiatan romantis mereka sedikit terganggu dan terhenti.
Yasir tersenyum pada Kimberley, "Sebentar ya"
Kimberley mengangguk sambil membenahi lipstiknya yang berlepotan dan bajunya yang sedikit berantakan.
Kimberley masih merasakan ada rasa panas yang masih menjalari wajahnya, jantungnya pun masih bergolak, masih terasa sesuatu yang lembut berdesir di seluruh tubuhnya
"Kim ini kak Aqib, kamu mau ngobrol?" tawar Yasir pada Kimberley.
"Boleh" jawab Kimberley.
Yasir memberikan teleponnya pada Kimberley.
"Hai kak, jangan sedih-sedih lagi ya bila kakak sedih kakak ke Surabaya saja kita berkumpul lagi bersama" ucap Kimberley.
"Hai Kim, iya kakak janji kalau kakak sedih kakak akan ke Surabaya untuk mencari bahumu biar kakak bisa menangis dan dipeluk kamu lagi,trus kakak akan dimusuhi seumur hidup oleh adik kakak " kelakar Aqib yang tertawa terbahak bahak di seberang.
"Ih kak Aqib ah bercanda mulu" sahut Kimberley sambil tertawa kecil.
"Hati-hati ya Kim titip Yasir ya kalau nakal langsung lapor kakak okay" pesan Aqib .
"Baik kak siap! jaga diri ya kak"
"Iya kalian juga ya salam buat paman, bibi dan Rose" pesan Aqib
"Baik kak nanti aku sampaikan." jawab Kimberley.
"Bisa kamu berikan telepon nya ke Yasir?" pinta Aqib
"Baik kak" sambil memberikan telepon kepada Yasir.
"Iya kak ini Yasir"
"Yasir ingat ya jaga nama baik keluarga kita jangan berbuat sesuatu yang bikin heboh lagi okay bro" pesan Aqib
"Iya kak"
"Jaga Kimberley jangan kamu sakiti hatinya, lelaki sejati tidak akan pernah menyakiti hati seorang yang ia cintai janji...??" tanya Aqib akan kesediaan Yasir untuk memenuhi permintaannya untuk berlaku sebagai lelaki sejati
"Baik kak Yasir janji" sahut Yasir mantap.
"Okay kakak percaya, kakak tahu kamu tulus mencintai Kimberley, jaga diri kalian baik- baik ya"
"Iya, kakak juga ya, sudah saatnya kakak memikirkan kebahagiaan kakak" sahut Yasir
"Iya jangan kuatir, kakak akan memikirkannya." jawab Aqib
"Bye kak"
"Bye" sahut Aqib kemudian terputuslah hubungan telepon mereka.
Yasir menghampiri Kimberley, meletakkan kedua tangannya ke bahu Kimberley dan mencium keningnya lembut.
"Aku cinta kamu" bisik Yasir sambil menatap lembut Kimberley.
"Aku juga Yasir Mir, sangat mencintaimu" jawab lirih Kimberley sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Yasir.
Mereka saling memandang penuh cinta dan tersenyum bahagia.
"Yuk istirahat dulu, masih panjang perjalanan kita besok"ajak Yasir.
Kimberley mengangguk dan membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.
Disusul Yasir juga membaringkan tubuhnya di ranjang depan Kimberley.
Sesaat kemudian mereka sudah melayang di alam mimpi mereka masing-masing.
.............❤️❤️❤️❤️❤️................
Sssttt selagi pasangan Kimberley dan Yasir tertidur lelap Author pamit dulu ya..
Tunggu kelanjutannya setelah mereka bangun ya...🤭🤗
Jangan lupa like komen dan jadikan favorit biar tidak ketinggalan up 🙏😊
Salam hangat selalu
❤️ eveliniq ❤️
Oh ya sambil menunggu kelanjutanya Author mau kenalin nih karya teman literasi author
Rekomendasi bagus karya dari Mama Reni dengan judul Berbagi Cinta Noda Merah Pernikahan.
Happy Reading