Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
kedatangan Kimberley



Yasir mondar mandir beberapa kali dari ruang tengah ke beranda depan, dengan wajah cemas.


"Sayang sudah dong duduk manis kenapa?, kalau emang sudah mepet waktunya kamu harus syuting, berangkat saja aku gak apa apa." ucap Kimberley sambil tersenyum.


Yasir menghampiri Kimberley yang duduk di kursi rodanya, lalu memegang kedua pundaknya,"Terus aku harus ninggalin kamu sendiri berdua dengan maklampir, gila! gak mungkin dong sayang apalagi dengan kondisi kamu seperti ini" sungut Yasir.


"Aku sudah bisa jalan sayang. yaahh walau masih langkah kecil sih" jelas Kimberley.


Yasir menatap penuh cinta pada Kimberley, lalu melihat ke halaman belakang.


"Bagaimana mungkin hati aku bisa tenang meninggalkanya bersama Kiki, dia bisa melakukan apa saja untuk mencelakai Kimberley, Kiki manusia yang penuh akal licik, tidak.... tidak! aku akan tetap temani Kimberley sampai Rose datang atau...OMG kenapa baru kepikiran sekarang sih" pikir Yasir.


Yasir tiba-tiba mendorong Kimberley berserta kursi rodanya ke ruang tamu."Tunggu sebentar sayang" lalu Yasir setengah berlari menuju mobilnya, memundurkan mobilnya lalu turun menghampiri Kimberley.


"Yuk," Yasir mengangkat tubuh Kimberley."Pegang erat sayang"


"Lho mau kemana?"


Yasir membopong Kimberley menuju mobilnya.


Kemudian Yasir melipat kursi rodanya lalu memasukkannya ke dalam mobil.


"Sayang kita kemana?"tanya Kimberley.


Yasir sedang mencari ponselnya menekan beberapa nomer lalu menelepon,"Hallo kamu jmpt Kimberley di lokasi syuting aku ya, sorry soalnya jam nya sudah mepet sekali dan aku gak mungkin tega ninggalin dia berdua di rumah dengan maklampir." ucap Yasir.


"Oke oke setelah kelar rapat aku jemput Kimberley, sorry ya" sahut Rose.


"It's ok," jawab Yasir lalu menutup sambungan telepon dirinya dengan Rose.


"Yuk Kita berangkat" ujar Yasir.


"Sayang aku di rumah saja gak apa apa, aku kunci pintu kamar deh sampai Rose datang" jelas Kimberley.


Yasir ingat betapa beraninya dan liciknya Kiki yang tiba-tiba ada di belakangnya saat ia mandi dengan penampilan tubuh polosnya. "Arrgghh gila! sungguh-sungguh gila, bagaimana bila Kimberley berdua saja dengannya di rumah bisa banget Kiki sudah menunggu di dalam kamar Kimberley dan siap untuk mencelakainya"


"No! .. kamu lebih aman bersamaku , Aku nggak percaya dengan Kiki, ia sanggup melakukan apa saja untuk melukaimu , selama kita tetap bersama berdua dia tidak akan bisa melukai kita." sahut Yasir.


Kimberly menatap tajam kearah Yasir, sikap khawatirnya kepada dirinya membuat Kimberley berada diantara perasaan senang dan heran, Yasir terlihat begitu membenci Kiki seperti dia sudah tahu betapa jahat dan liciknya Kiki dibalik sikap manis dan lembutnya bila di hadapan ibu.


Tak bosan bosannya Kimberley memandang Yasir entah mengapa hari ini Kimberley merasa semakin sayang lagi dan lagi pada Yasir.


"Hei ada apa? kok gitu amat ngeliatnya" sapa Yasir sambil terus menyetir.


"Ada yang salah kah, pada diri aku?" tanya Yasir.


Kimberley bergeser mendekati Yasir, melingkarkan tangannya pada dadanya, bersandar di pundaknya lalu berbisik di telinganya"Aku cinta kamu"


Yasir tersenyum bahagia kemudian melihat ke arah Kimberley sebentar lalu mencium kening Kimberley " Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu"


Kemudian kembali Yasir fokus malajukan mobilnya agar tiba di lokasi syuting tepat waktu


Tiba-tiba ponsel Kimberley berdering.


Kimberley mengambil ponsel nya dan di layar ponsel tertulis nama Rose.


"Hallo Kim kamu sudah di lokasi syuting?" tanya Rose


"Belum sebentar lagi, kamu dimana dah nyampe kah?" tanya Kimberley.


"Belum sih mungkin sepuluh sampai lima belas menit lagi." jawab Rose


"Oke Rose sampai jumpa di lokasi syuting ya"


"Oke" jawab Rose kemudian putus sudah hubungan telepon diantara Rose dan Kimberley.


Hari ini Yasir merasa bahagia sekali entah apa penyebabnya ia merasa dirinya adalah lelaki yang paling beruntung dicintai dan disayangi seorang Kimberley Ryan.


Yasir berjanji pada dirinya sendiri tidak akan lagi berbuat sesuatu yang akan menyakiti dan mengecewakan Kimberley.


"Apa kata Rose ?" tanya Yasir.


"Rose hanya memastikan kita sudah di lokasi syuting belum " sahut Kimberley.


"Sudah deket tuh" Yasir menunjuk ke arah sebuah cafe bertema Bali .


"Wow keren Cafenya" seru Kimberley.


"Oke yuk kita turun." ajak Yasir.


"Sebentar aku siap kan dulu, tunggu bentar ya"


Sekilas Kimberley melihat ada Amanda, teman Kiki yang juga suka menggoda Yasir, diantara para pemain yang berkumpul.


Yasir terlihat berlari ke dalam Cafe, tak lama kemudian ia muncul lagi diikuti pak Sutradara di belakangnya.


'Waduh bagaimana ini aku pasti jadi tontonan dikira wanita lemah, padahal cuman keseleo saja." gumam Kimberley.


"Yuk sayang, peluk aku erat ya" ucap Yasir.


"Sayang aku tunggu di sini saja ya, ntar klo Rose datang aku langsung pergi bersama Rose." sahut Kimberley.


"Mana mungkin aku tega ninggalin kamu sendiri di mobil, ayo peluk aku!" perintah Yasir.


Kimberley melihat dari kejauhan mobil Rose mendekati lokasi mereka saat ini .


Kimberley tersenyum lebar "Itu Rose aku bisa langsung ke mobil Rose tanpa dikasihani teman teman dan kru syuting Yasir " gumamnya dalam hati


"Kim.. ayoo peluk aku" ucap Yasir.


"Tunggu sayang itu Rose, aku langsung ke mobil Rose saja" pinta Kimberley sambil menunjuk ke arah mobil Rose.


Yasir menoleh ke arah yang ditunjuk Kimberley.


Kemudian Yasir memberi aba-aba Rose untuk parkir di dekat mobilnya.


Kemudian Rose membuka pintu sampingnya untuk Kimberley.


Yasir membimbing Kimberley untuk berdiri dan melangkah beberapa langkah kecil sekaligus melatih kembali kakinya.


Setelah Kimberley masuk ke dalam mobil Rose, "Titip Kimberley ya Rose." pesan Yasir.


Rose pun mengangguk sambil tersenyum pada Yasir.


"Aku tinggal dulu ya " pamit Rose.


"Oke hati-hati " seru Yasir.


Rose mengacungkan jempolnya ke arah Yasir lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil meninggalkan area parkir cafe, Yasir kembali berkumpul di lokasi syuting bersama teman temannya.


"Pacar kamu Yasir?" tanya Andika.


"Calon istri aku" jawab Yasir sambil terus melangkah


Semua terdiam tak ada yang berani bertanya, mendekati dan menggoda Yasir.


Di mobil Rose, Kimberley bernafas lega "Untung Rose kamu datang tepat waktu, mana nyaman aku dipandangi kru kru dan teman syuting Yasir di sana"


"Hahaha biar sekalian mereka tahu, kalau kamu pacar resmi Yasir jadi tidak ada lagi yang berani godain Yasir lagi" timpal Rose.


"Masalahnya kalau aku gak lagi keseleo seperti ini mungkin aku pede tapi kalau seperti saat ini bisa jadi pembicaraan yang gak enak di kuping, pacar Yasir ternyata wanita yang lumpuh dan bla bla bla hadehh padahal hanya keseleo, orang sirik kan suka membesar besarkan sesuatu yang bisa menjatuhkan lawan" ujar Kimberley.


Rose langsung tertawa terbahak bahak mendengar argumen Kimberley.


"Tuh kan kamu saja tertawa" sewot Kimberley.


"Maaf maaf habis lucu sih" sambil Rose tetap membayangkan Kimberley di tengah-tengah manusia-manusia sirik dengan nya hanya karena ia dekat dengan Yasir idola mereka.


"Kita kemana nih sekarang tuan putri?" tanya Rose


"Langsung pulang atau ada tempat lain yang mau dituju?"


Kimberley masih berpikir, "Jevaro masih di Rumah Sakit kan?, kalau belum keluar, kita jenguk yuk" ajak Kimberley.


Rose mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.


Rasanya berat baginya untuk mempertemukan Kimberley dengan Jevaro.


"Bukannya kamu sudah bahagia dengan Yasir Kim, kenapa harus mengingat dan peduli dengan Jevaro biarkan dia bahagia tanpamu." jerit hati Rose


"Rose ..Jevaro masih di Rumah Sakit?" tanya Kimberley.


Rose hanya diam bingung harus menjawab apa.


Melihat Rose hanya diam membisu Kimberley mencari ponselnya dan akan menghubungi Jevaro.


"Jevaro masih di Rumah Sakit mungkin nanti sore atau besok dia baru pulang " sahut Rose.


"Oke kita jenguk Jevaro ya," lanjut Kimberley.


Akhirnya Rose membawa mobilnya ke arah Rumah Sakit Harapan.


Sesampainya di Rumah Sakit, Rose mengambil kursi roda dan membantu Kimberley untuk duduk di kursi roda kemudian Rose mendorong Kimberley masuk ke dalam Rumah Sakit


Rose mengetuk pintu ruangan Jevaro.


Ayah Jevaro yang kebetulan akan keluar membukakan pintu, "Hai Rose masuk."


"Terima kasih Om" Rose menghampiri Kimberley untuk mendorongnya ke ruangan Jevaro.


"Lho Kimberley pa kabar sayang , bagaimana kondisi kakimu?" Ayah terkejut melihat kedatangan Kimberley bersama Rose .


"Sudah lebih baik Om, berkat doa om dan Tante juga" sahut Kimberley.


"Doa Jevaro pastinya, sini Rose biar ayah yang mendorong Kimberley" pinta ayah sambil mengambil alih kursi roda yang didorong Rose.


Rose hanya terdiam iri melihat betapa manisnya sikap ayah Jevaro pada Kimberley.


"Andai ayah Jevaro tahu Kimberley adalah calon istri Yasir, apakah sikap ayah masih sebaik ini pada Kimberley?" batin Rose.


"Je..ini papah bawa kejutan buat kamu nak ..kamu pasti gembira" seru ayah pada Jevaro.


Jevaro yang sedang membaca buku, kemudian menaruh bukunya ketika mendengar ayahnya membawa kejutan untuknya.


Jevaro menoleh ke arah ayah lalu betapa terkejutnya ia ketika mengetahui siapa yang dibawa ayah.


Betapa bahagianya perasaan Jevaro mengetahui Kimberley datang menjenguknya.


"Hai Kim, bagaimana keadaanmu, sudah baik kan? sebenarnya aku ingin langsung menemuimu waktu aku dapat kabar kakimu keseleo tapi semua ngelarang " jawab Jevaro menunduk.


"Gak apa apa Aro kamu kan juga lagi sakit, bagaimana keadaanmu kapan pulang?" tanya Kimberley.


"Secepatnya kalau aku dah keluar dari sini dan kaki kamu sudah pulih aku ingin ajak kamu ke suatu tempat yang indah kamu pasti suka" jelas Jevaro.


"Oke Je papah balik ke kantor dulu ya"


"Baik pah makasih ya"


'Tuh Rose yang bawa Kimberley ke sini bukan papah, papah cuman melanjutkan saja membawa calon mantu papah ke anak kesayangan papah ini." jelas ayah sambil tersenyum menggoda.


"Calon mantu?? siapa ?" pikir Kimberley bingung .


Jevaro langsung memberi kode pada ayahnya untuk tidak meneruskan perkataannya.


Rose yang sudah lelah dengan semua keruwetan yang terjadi hanya diam membisu.


...............~~...............